TBM Akhyar Center - Komunitas literasi dan pendidikan kembali menunjukkan komitmennya dalam menumbuhkan budaya reflektif melalui kegiatan literasi kewargaan yang dilaksanakan di kelas dan berlanjut di Taman Bacaan Masyarakat Akhyar Center. Kegiatan ini dipandu oleh seorang guru Pendidikan Agama Islam yang juga pendiri TBM Akhyar Center, dengan mengajak siswa merefleksikan berbagai pengalaman sosial yang telah mereka lakukan selama pembelajaran, seperti menjaga kebersihan, berbagi bekal, hingga membantu teman yang mengalami kesulitan belajar.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak membuka kembali catatan kegiatan mereka, lalu mendiskusikan dampak yang muncul di lingkungan sekolah. Diskusi berkembang ketika siswa mulai menyadari bahwa tindakan kecil ternyata memberi perubahan nyata, namun masih terdapat hal-hal yang perlu diperbaiki. Melalui pendekatan refleksi, siswa diajak melihat siapa saja yang terdampak, suara siapa yang belum terdengar, serta langkah apa yang perlu dilanjutkan agar kegiatan sosial menjadi lebih berkelanjutan.
Kegiatan refleksi tidak berhenti di ruang kelas. Praktik yang sama dilanjutkan di Taman Bacaan Masyarakat Akhyar Center dengan menghadirkan cerita-cerita literasi sosial. Anak-anak membaca pengalaman sederhana tentang kepedulian lingkungan dan kebersamaan, kemudian menuliskan refleksi mereka. Dari kegiatan ini muncul gagasan siswa untuk membuat gerakan kecil seperti berbagi buku, pojok baca sederhana, serta jadwal kebersihan bersama di lingkungan sekitar.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan partisipatif. Siswa secara terbuka menyampaikan pengalaman mereka, termasuk tantangan yang dihadapi saat menjalankan kegiatan sosial. Beberapa siswa menyadari bahwa kegiatan yang mereka lakukan selama ini masih terbatas pada kelompok kecil. Melalui refleksi bersama, mereka sepakat memperluas dampak dengan melibatkan teman dari kelas lain serta lingkungan sekitar.
Pendekatan refleksi ini memberikan ruang bagi siswa untuk memahami makna tanggung jawab sebagai warga sekolah dan masyarakat. Mereka tidak hanya melakukan kegiatan sosial, tetapi juga mengevaluasi dan merencanakan langkah lanjutan. Nilai-nilai kepedulian, tanggung jawab, dan kerja sama tumbuh secara alami melalui proses membaca, berdiskusi, dan menulis refleksi.
Sebagai pendiri Taman Bacaan Masyarakat Akhyar Center, penggagas kegiatan ini menegaskan bahwa literasi harus mampu membangun kesadaran sosial. Membaca tidak berhenti pada teks, tetapi menjadi jembatan untuk memahami kehidupan. Melalui refleksi, siswa belajar bahwa setiap tindakan memiliki dampak, sekecil apa pun.
Kegiatan ini juga menunjukkan sinergi antara pembelajaran di sekolah dan gerakan literasi masyarakat. Taman bacaan menjadi ruang lanjutan untuk memperdalam refleksi dan memperluas praktik kewargaan. Anak-anak tidak hanya membaca, tetapi juga merancang aksi nyata yang dapat mereka lakukan bersama.
Hasil dari kegiatan ini terlihat pada meningkatnya kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar. Mereka mulai berinisiatif menjaga kebersihan, berbagi bahan bacaan, dan membantu teman secara sukarela. Refleksi yang dilakukan secara rutin membantu siswa memahami bahwa menjadi warga yang baik memerlukan kesadaran, bukan sekadar instruksi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan budaya literasi reflektif dapat terus berkembang. Sinergi antara pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan gerakan literasi di Taman Bacaan Masyarakat Akhyar Center menjadi contoh bahwa refleksi dapat menjadi praktik kewargaan yang bermakna. Kegiatan sederhana ini diharapkan mampu menumbuhkan generasi yang peduli, bertanggung jawab, dan aktif berkontribusi bagi lingkungan sekitar.


Follow TBM Akhyar Center on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram