Jumat, 06 Februari 2026

Menghidupkan Kelas Digital: Optimalisasi Assemblr dalam Pembelajaran Berbasis Al

 

TBM Akhyar Center - Pembelajaran di abad ke-21 menuntut inovasi dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Kelas digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keniscayaan. Namun, tantangan terbesar terletak pada bagaimana menghidupkan kelas digital agar tidak kehilangan esensi interaksi dan keterlibatan siswa. Di sinilah peran teknologi seperti Augmented Reality (AR) dan kecerdasan buatan (AI) menjadi krusial, dan Assemblr muncul sebagai solusi optimal untuk pembelajaran berbasis AI.

​Assemblr adalah platform yang memungkinkan pengguna membuat, berbagi, dan menikmati pengalaman AR secara mudah. Dengan fitur-fitur yang inovatif, Assemblr membuka pintu bagi guru untuk menciptakan materi pembelajaran yang imersif dan interaktif, mengubah materi statis menjadi pengalaman 3D yang hidup. Integrasi dengan kecerdasan buatan semakin memperkaya potensi Assemblr, menjadikannya alat yang sangat ampuh untuk mengoptimalkan kelas digital.

​Salah satu keunggulan utama Assemblr adalah kemampuannya untuk mengubah konsep-konsep abstrak menjadi visual yang konkret. Bayangkan siswa mempelajari anatomi manusia, tata surya, atau struktur molekul tidak lagi hanya dari gambar 2D di buku, melainkan dapat "memegang" dan "menjelajahi" model 3D di depan mata mereka. Pengalaman ini tidak hanya meningkatkan pemahaman, tetapi juga memicu rasa ingin tahu dan keterlibatan yang lebih dalam.

​AI di dalam Assemblr dapat berperan dalam personalisasi pembelajaran. Dengan menganalisis interaksi siswa dengan konten AR, AI dapat mengidentifikasi area di mana siswa kesulitan atau unggul. Berdasarkan data ini, sistem dapat merekomendasikan materi tambahan, tugas yang disesuaikan, atau bahkan jalur pembelajaran yang berbeda untuk setiap siswa, memastikan bahwa setiap individu mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan untuk berhasil.

​Selain itu, Assemblr memungkinkan kolaborasi yang lebih dinamis. Siswa dapat bekerja sama dalam proyek AR, membangun model, atau memecahkan masalah dalam lingkungan virtual. Ini mendorong keterampilan komunikasi, kerja tim, dan pemecahan masalah yang penting di dunia nyata. Guru dapat memantau kemajuan kolaborasi secara real-time dan memberikan umpan balik yang konstruktif.

​Assemblr juga menyediakan alat bagi guru untuk membuat kuis interaktif berbasis AR. Daripada kuis pilihan ganda yang membosankan, siswa dapat menjawab pertanyaan dengan berinteraksi langsung dengan objek 3D. Misalnya, dalam pelajaran biologi, siswa mungkin diminta untuk mengidentifikasi bagian-bagian sel dengan mengetuk model sel 3D yang muncul di meja mereka. Ini membuat penilaian menjadi lebih menarik dan efektif.

​Dampak positif dari penggunaan Assemblr dalam pembelajaran berbasis AI juga terasa pada motivasi siswa. Generasi digital saat ini sangat akrab dengan teknologi. Dengan menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dan menyenangkan melalui AR dan AI, Assemblr dapat membangkitkan kembali minat belajar siswa dan mengurangi kebosanan yang seringkali muncul di kelas tradisional.

​Namun, implementasi Assemblr memerlukan pelatihan yang memadai bagi guru. Penting bagi institusi pendidikan untuk menyediakan sumber daya dan dukungan agar guru dapat menguasai platform ini dan mengintegrasikannya secara efektif ke dalam kurikulum mereka. Dengan pelatihan yang tepat, guru dapat memaksimalkan potensi Assemblr untuk menciptakan pengalaman belajar yang tak terlupakan.

​Secara keseluruhan, Assemblr dengan integrasi AI menawarkan solusi yang komprehensif untuk menghidupkan kelas digital. Dari visualisasi konsep yang kompleks, personalisasi pembelajaran, kolaborasi interaktif, hingga penilaian yang menarik, Assemblr mengubah cara kita mendekati pendidikan. Dengan terus mengoptimalkan penggunaannya, kita dapat mempersiapkan siswa untuk masa depan yang semakin didominasi oleh teknologi dan inovasi.

Jumat, 30 Januari 2026

Dari Buku ke Aksi: TBM Goes To School Kenalkan Literasi sebagai Gaya Hidup Siswa



TBM Akhyar Center - Program TBM Goes To School kembali hadir di lingkungan sekolah dengan membawa semangat baru dalam mengenalkan literasi kepada siswa. Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan kesadaran bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan keterampilan hidup yang penting dalam proses belajar dan pengembangan karakter peserta didik.

Dalam pelaksanaannya, TBM Goes To School mengajak siswa memahami literasi secara lebih luas, mencakup literasi baca-tulis, literasi digital, literasi numerasi, hingga literasi budaya. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan kontekstual agar mudah dipahami serta dekat dengan pengalaman sehari-hari siswa di sekolah maupun di rumah.

Suasana kegiatan dibuat interaktif melalui dialog dua arah, permainan edukatif, dan cerita inspiratif. Siswa didorong untuk berani mengemukakan pendapat, bertanya, dan berbagi pengalaman membaca atau menulis yang pernah mereka lakukan. Pendekatan ini bertujuan membangun rasa percaya diri sekaligus minat siswa terhadap aktivitas literasi.

Salah satu sesi utama adalah pengenalan berbagai jenis bacaan, mulai dari buku cerita, komik edukatif, hingga buku pengetahuan populer. Tim TBM menekankan bahwa setiap siswa memiliki pintu masuk literasi yang berbeda, sehingga tidak ada satu jenis bacaan yang dianggap paling benar, selama mampu menumbuhkan minat baca.

 Selain membaca, siswa juga diajak mempraktikkan literasi melalui kegiatan menulis singkat, seperti membuat catatan refleksi, menulis cerita pendek, atau merangkum bacaan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa literasi adalah proses aktif, di mana siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mengolah dan mengekspresikannya kembali.

Pihak sekolah menyambut positif program TBM Goes To School karena dinilai sejalan dengan upaya penguatan budaya literasi di satuan pendidikan. Guru melihat kegiatan ini mampu memotivasi siswa untuk lebih akrab dengan buku dan menjadikan perpustakaan sekolah sebagai ruang belajar yang menyenangkan.

 Antusiasme siswa terlihat dari partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Banyak siswa yang mengaku mulai menyadari pentingnya membaca tidak hanya untuk keperluan akademik, tetapi juga untuk menambah wawasan, melatih imajinasi, dan memahami dunia secara lebih luas.

 TBM Goes To School menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi sekolah dalam mengembangkan ekosistem literasi. Melalui kolaborasi dengan guru dan pihak sekolah, TBM berharap literasi dapat menjadi kebiasaan yang terintegrasi dalam aktivitas belajar sehari-hari, bukan hanya kegiatan sesaat.

 Dengan mengenalkan literasi sejak dini di sekolah, TBM Goes To School optimistis dapat berkontribusi dalam membentuk generasi pembelajar sepanjang hayat. Literasi diharapkan tumbuh sebagai budaya, bukan kewajiban, sehingga siswa mampu menghadapi tantangan masa depan dengan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan reflektif.




Jumat, 17 Oktober 2025

Pendiri TBM Akhyar Center Jadi Juri Lomba GTK Transformatif Guru SD se-Kota Prabumulih



TBM Akhyar Center - Kegiatan GTK Transformatif tingkat Kota Prabumulih kembali menghadirkan sosok inspiratif dari kalangan pegiat literasi. D.A. Akhyar, pendiri Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center, didaulat menjadi salah satu juri dalam lomba GTK Transformatif bagi guru sekolah dasar se-Kota Prabumulih. Kehadirannya bukan hanya sebagai bentuk apresiasi terhadap kiprahnya di dunia literasi, tetapi juga sebagai pengakuan atas kontribusinya dalam mendorong transformasi pendidikan berbasis literasi di daerah.

Dalam lomba yang digelar oleh Dinas Pendidikan Kota Prabumulih ini, para guru ditantang untuk menampilkan inovasi pembelajaran yang kreatif, adaptif, dan berdampak. Sebagai juri, D.A. Akhyar menilai karya para peserta dari aspek orisinalitas ide, relevansi dengan kebutuhan siswa abad ke-21, serta nilai literasi yang terkandung dalam praktik pembelajaran. Ia menekankan pentingnya pendidikan yang mengintegrasikan nilai kemanusiaan, kolaborasi, dan kecakapan berpikir kritis—unsur yang selama ini menjadi ruh dari kegiatan TBM Akhyar Center.

D.A. Akhyar dikenal luas sebagai pustakawan berprestasi nasional dan pendiri TBM mandiri yang aktif menggerakkan budaya baca di Prabumulih. Melalui TBM Akhyar Center, ia menginisiasi berbagai program literasi berbasis masyarakat, seperti Bibliobattle, kelas menulis kreatif, dan program literasi keluarga. Kepeduliannya terhadap peningkatan kapasitas guru dan siswa dalam literasi digital serta literasi baca-tulis menjadikan dirinya sosok panutan dalam dunia pendidikan lokal maupun nasional.

Keterlibatan D.A. Akhyar dalam ajang GTK Transformatif ini juga menjadi momentum kolaborasi antara komunitas literasi dan lembaga pendidikan formal. Ia berpendapat bahwa gerakan literasi tidak cukup berhenti di ruang baca, tetapi harus hidup di ruang kelas dan terinternalisasi dalam strategi pembelajaran. Melalui kompetisi ini, ia berharap guru-guru SD di Prabumulih dapat menjadi agen perubahan yang membawa semangat literasi transformatif ke dalam setiap kegiatan belajar mengajar.

Kegiatan GTK Transformatif ini menjadi bukti bahwa pendidikan di Prabumulih terus berkembang dengan dukungan berbagai pihak, termasuk para pegiat literasi seperti D.A. Akhyar. Kolaborasi lintas sektor antara guru, komunitas, dan pemerintah daerah diharapkan dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan dan berkarakter. Dengan semangat literasi dan inovasi, Prabumulih menapaki langkah maju menuju kota yang cerdas, inklusif, dan berbudaya baca.

Selasa, 16 September 2025

TBM Ikuti Roadshow Webinar Assemblr EDU Bengkulu



TBM Akhyar Center - Taman Bacaan Masyarakat (TBM) turut serta dalam kegiatan Roadshow Webinar Assemblr EDU yang digelar di Provinsi Bengkulu pada Selasa, 16 September 2025. Kegiatan ini mengusung tema “Pembuatan Poster Interaktif dengan Assemblr EDU” dan berlangsung secara daring melalui aplikasi Zoom mulai pukul 14.00 hingga 16.00 WIB.

Webinar ini menghadirkan sejumlah narasumber penting, di antaranya Wibowo Mukti, S.Kom., M.Si. selaku Kepala BLPT Kemendikdasmen, Rainer Atu, S.E., M.M. sebagai Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, serta Dr. Nasyith Forefy, S.T., M.M. yang menjabat Kepala Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Bengkulu.

Selain itu, hadir pula Purwanto, S.Pd. SD, seorang Assemblr Certified Educator (ACE) Level 18 – Trailblazer, serta Novia Ayu Lestari, M.Pd., Gr., Duta Teknologi Provinsi Bengkulu Tahun 2023. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam mengenai pemanfaatan teknologi digital, khususnya dalam pengembangan media pembelajaran yang interaktif dan kreatif.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini berkesempatan memperoleh sertifikat 32 JP, asalkan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Antusiasme peserta cukup tinggi, terlihat dari semangat para guru, tenaga kependidikan, dan pegiat literasi yang mendaftar melalui tautan resmi panitia.

Dengan adanya webinar ini, diharapkan para pendidik maupun penggiat literasi semakin terampil dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran. Kehadiran TBM dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen nyata dalam mengembangkan inovasi literasi berbasis digital guna menjawab tantangan pendidikan di era modern.

TBM Akhyar Center Ikuti Webinar Pembelajaran Mendalam Berbasis Game Based Learnin



TBM Akhyar Center -Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center turut berpartisipasi dalam kegiatan webinar bertajuk “Pembelajaran Mendalam Berbasis Game Based Learning” yang disampaikan oleh Gunawan Wibisono. Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi dan inovasi pembelajaran yang digagas oleh Nyalanesia bersama Pemerintah Kota Surakarta, Iota, dan Ekraf. Webinar berlangsung secara daring dan diikuti oleh berbagai kalangan pendidik serta pegiat literasi dari seluruh Indonesia.

Dalam paparannya, Gunawan Wibisono menjelaskan bahwa metode game based learning mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, menyenangkan, dan relevan dengan kebutuhan generasi digital saat ini. Melalui pendekatan permainan, siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, hingga pemecahan masalah secara lebih mendalam. Konsep ini dinilai sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas pendidikan berbasis kreativitas dan pengalaman nyata.

TBM Akhyar Center melihat keikutsertaan dalam kegiatan ini sebagai langkah penting untuk memperkaya wawasan dalam mengembangkan program literasi berbasis teknologi. Menurut perwakilan TBM, metode game based learning tidak hanya relevan untuk pembelajaran di sekolah, tetapi juga dapat diterapkan dalam kegiatan literasi di masyarakat, terutama untuk menarik minat generasi muda agar lebih gemar membaca dan belajar.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi antarpendidik, pegiat literasi, dan komunitas kreatif. Kehadiran lembaga pemerintah serta ekosistem kreatif dalam mendukung pengembangan pembelajaran berbasis game menunjukkan bahwa sinergi berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk menghadirkan pendidikan yang adaptif dan inovatif.

Dengan mengikuti webinar ini, TBM Akhyar Center berkomitmen untuk terus menghadirkan terobosan dalam kegiatan literasi. Ke depan, TBM berencana mengintegrasikan konsep game based learning ke dalam aktivitas pembelajaran nonformal, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari metode kreatif ini dalam meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat akar rumput.(*)

Minggu, 14 September 2025

Setiap Kunjungan, Satu Langkah Menuju Pengetahuan


TBM Akhyar Center - Hari Kunjungan Perpustakaan adalah momentum penting untuk menumbuhkan minat baca dan menegaskan peran perpustakaan sebagai pusat ilmu dan budaya. Pada hari ini 14 September, setiap pengunjung diberi kesempatan untuk menjelajahi koleksi buku yang beragam, mulai dari literatur fiksi, nonfiksi, hingga bahan referensi ilmiah. Kegiatan ini tidak hanya sekadar kunjungan, tetapi juga sarana edukatif untuk mengenalkan manfaat membaca secara menyenangkan. Melalui interaksi langsung dengan buku dan pustakawan, siswa maupun masyarakat umum dapat belajar menelusuri informasi secara efektif. Perpustakaan menjadi tempat di mana ide, kreativitas, dan pengetahuan bertemu, menciptakan ruang belajar yang inklusif dan inspiratif bagi semua kalangan usia.

Kunjungan ke perpustakaan mendorong pengembangan literasi informasi yang sangat penting di era digital. Dengan berbagai koleksi yang tersedia, pengunjung belajar cara mencari, menyeleksi, dan memahami informasi secara kritis. Selain membaca buku, kegiatan ini sering dilengkapi dengan workshop, pameran buku, dan diskusi interaktif yang menambah pengalaman belajar. Guru, orang tua, dan pustakawan memiliki peran penting dalam membimbing pengunjung agar tidak hanya membaca, tetapi juga menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Hari Kunjungan Perpustakaan menjadi ajang untuk menanamkan kebiasaan membaca sejak dini, sekaligus membangun rasa ingin tahu yang kuat terhadap ilmu pengetahuan dan budaya, yang akan berdampak positif pada perkembangan pribadi dan akademik.

Selain menumbuhkan literasi, kunjungan perpustakaan juga menekankan nilai sosial dan budaya. Perpustakaan merupakan ruang publik yang aman dan nyaman bagi semua orang, tanpa memandang usia, latar belakang, atau status sosial. Di sini, pengunjung dapat belajar menghargai keberagaman informasi dan saling bertukar ide. Kegiatan membaca bersama, diskusi kelompok, atau program storytelling menjadi cara efektif membangun keterampilan komunikasi dan empati. Pengalaman ini menumbuhkan rasa tanggung jawab untuk menjaga dan menghormati fasilitas publik. Hari Kunjungan Perpustakaan sekaligus mengingatkan kita bahwa membaca bukan aktivitas individual semata, tetapi juga bagian dari pembentukan komunitas yang kritis, cerdas, dan peduli pada lingkungan intelektualnya.

Perpustakaan modern kini tidak hanya menyediakan buku cetak, tetapi juga sumber digital dan multimedia yang semakin mempermudah akses informasi. Teknologi ini memungkinkan pengunjung belajar lebih interaktif, misalnya melalui e-book, database ilmiah, dan aplikasi pembelajaran. Hari Kunjungan Perpustakaan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan inovasi ini kepada masyarakat luas, terutama generasi muda yang cenderung digital native. Pustakawan berperan sebagai fasilitator yang membantu pengunjung memahami cara memanfaatkan sumber informasi digital secara efektif dan etis. Dengan kombinasi buku fisik dan digital, perpustakaan dapat memenuhi kebutuhan belajar yang beragam, menjaga relevansi dan perannya sebagai pusat pengetahuan di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat.

Mengikuti Hari Kunjungan Perpustakaan memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus mendidik. Setiap kunjungan membuka peluang untuk menemukan pengetahuan baru, mengasah imajinasi, dan memperluas wawasan. Bagi pelajar, kegiatan ini dapat menjadi inspirasi untuk menulis, meneliti, dan berkreasi. Untuk masyarakat umum, perpustakaan menjadi ruang refleksi dan sumber informasi terpercaya di tengah derasnya informasi digital yang belum tentu akurat. Dengan merayakan hari ini secara rutin, kita mendorong budaya literasi yang kuat dan berkelanjutan. Selamat Hari Kunjungan Perpustakaan, mari manfaatkan kesempatan ini untuk menggali ilmu, memperkaya wawasan, dan menumbuhkan cinta membaca yang akan membawa manfaat seumur hidup.

Senin, 08 September 2025

Meningkatkan Minat Baca Generasi Z lewat Visualisasi 3D di Taman Bacaan



TBM Akhyar Center - Generasi Z, yang tumbuh besar di era digital, memiliki preferensi yang berbeda dalam mengonsumsi informasi dan hiburan. Mereka akrab dengan konten visual, interaktif, dan serba cepat, seringkali kurang tertarik pada teks panjang dan statis. Tantangan ini menjadi krusial bagi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang ingin menarik minat Gen Z untuk kembali ke pangkuan literasi. Namun, alih-alih bersaing dengan teknologi, TBM dapat merangkulnya sebagai mitra, salah satunya melalui pemanfaatan visualisasi 3D yang imersif untuk mengubah pengalaman membaca menjadi lebih relevan dan menarik bagi generasi ini.

Visualisasi 3D menghadirkan dimensi baru dalam membaca, mentransformasi narasi dua dimensi menjadi pengalaman multisensorik yang memukau. Bayangkan seorang remaja membaca buku sejarah tentang peradaban Mesir kuno. Dengan teknologi 3D, mereka tidak hanya membaca deskripsi piramida atau mumi, tetapi dapat melihat replika 3D piramida yang muncul di atas halaman buku, memutar dan menjelajahinya dari berbagai sudut, atau bahkan "masuk" ke dalam makam Firaun secara virtual. Interaksi semacam ini mengubah proses belajar dari pasif menjadi aktif, memungkinkan Gen Z untuk tidak hanya membaca fakta, tetapi juga merasakan dan mengalaminya, yang sangat cocok dengan gaya belajar kinestetik mereka.

Penerapan visualisasi 3D di TBM juga dapat diintegrasikan dalam berbagai program dan kegiatan. Misalnya, TBM dapat menyelenggarakan sesi "bedah buku" interaktif di mana model 3D dari karakter atau adegan penting dalam cerita diproyeksikan, memicu diskusi dan analisis yang lebih mendalam. Kompetisi cerita dapat mencakup elemen visual 3D yang dibuat oleh peserta, mendorong kreativitas dan keterampilan digital. Dengan demikian, TBM tidak hanya menjadi tempat untuk meminjam buku, tetapi juga sebagai pusat inovasi dan eksplorasi, di mana literasi bertemu dengan teknologi dalam harmoni yang sempurna.

Investasi dalam teknologi visualisasi 3D juga mengirimkan pesan penting kepada Gen Z bahwa TBM adalah tempat yang modern dan relevan. Ini menunjukkan bahwa literasi tidak ketinggalan zaman, melainkan dapat beradaptasi dan berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Dengan menyediakan akses ke pengalaman membaca yang diperkaya secara visual, TBM dapat mengubah persepsi membaca dari tugas menjadi petualangan, dari sesuatu yang membosankan menjadi kegiatan yang menstimulasi dan menarik.

Pada akhirnya, strategi ini bukan hanya tentang memasukkan teknologi ke dalam TBM, tetapi tentang memahami dan merespons kebutuhan serta preferensi Generasi Z. Dengan mengadopsi visualisasi 3D, TBM memiliki kesempatan emas untuk menghidupkan kembali minat baca di kalangan generasi digital, menciptakan lingkungan di mana buku-buku fisik dan dunia virtual bersatu untuk menginspirasi, mendidik, dan menghibur. Ini adalah langkah progresif menuju masa depan literasi yang lebih dinamis dan inklusif.

Kamis, 28 Agustus 2025

Ruang Publik Virtual untuk Interaksi Tanpa Batas pada Assemblr

 


TBM Akhyar Center - Perkembangan teknologi digital menghadirkan banyak inovasi baru yang mengubah cara kita hidup, belajar, dan bekerja. Salah satu inovasi besar yang semakin populer adalah metaverse, sebuah ruang virtual tiga dimensi yang memungkinkan penggunanya berinteraksi dalam bentuk avatar. Gambar di atas memperlihatkan suasana ruang publik futuristik dalam metaverse, di mana berbagai avatar dapat berkumpul, berbincang, atau bahkan beraktivitas layaknya di dunia nyata. Hal ini menunjukkan bahwa metaverse bukan sekadar hiburan, melainkan juga wadah baru untuk membangun komunitas digital.

Metaverse menghadirkan pengalaman yang imersif, seakan membawa kita masuk ke dunia lain dengan nuansa modern dan futuristik. Dalam gambar terlihat desain ruang yang unik, dipenuhi ornamen berbentuk geometris dan lingkaran cahaya yang memberikan kesan canggih. Beberapa avatar berkumpul di sebuah area yang menyerupai panggung pameran atau pusat informasi, menandakan bahwa ruang publik di metaverse bisa digunakan untuk berbagai kegiatan, mulai dari presentasi, pertunjukan, hingga pertemuan komunitas.

Hal menarik dari konsep ruang publik virtual ini adalah fleksibilitas tanpa batas. Jika di dunia nyata sebuah acara membutuhkan tempat, biaya, dan logistik yang besar, di metaverse semua itu bisa dilakukan dengan lebih efisien. Pengguna dapat berkumpul dari berbagai penjuru dunia hanya dengan menggunakan perangkat digital. Tidak ada batasan jarak atau waktu, sehingga interaksi bisa berlangsung lebih cepat, mudah, dan inklusif.

Metaverse juga membuka peluang besar di bidang bisnis dan edukasi. Bayangkan sebuah pameran produk yang digelar di ruang publik virtual seperti pada gambar di atas, di mana avatar pengunjung bisa melihat, berdialog dengan penyelenggara, bahkan mencoba pengalaman interaktif. Begitu juga dengan dunia pendidikan, di mana guru dan siswa dapat belajar dalam suasana yang lebih hidup, tidak hanya sekadar melihat layar video, melainkan benar-benar merasakan interaksi dalam ruang tiga dimensi.

Selain aspek edukasi dan bisnis, ruang publik metaverse juga bisa menjadi tempat bersosialisasi yang menyenangkan. Avatar dengan berbagai gaya pakaian dan ekspresi memungkinkan setiap orang mengekspresikan identitas dirinya secara bebas. Fitur ini memberikan pengalaman unik, di mana pengguna tidak hanya sekadar berkomunikasi, tetapi juga membangun citra digital sesuai kepribadian mereka. Hal ini tentu sangat relevan di era digital, di mana identitas virtual semakin menjadi bagian penting dari kehidupan sosial.

Tidak kalah penting, metaverse juga menjawab tantangan interaksi sosial pasca pandemi. Banyak orang kini lebih terbiasa dengan pertemuan online, namun keterbatasan interaksi membuat pengalaman terasa datar. Dengan metaverse, suasana virtual terasa lebih nyata dan interaktif. Gambar tersebut membuktikan bahwa ruang publik digital bisa memberikan nuansa hangat, futuristik, sekaligus fungsional untuk berbagai kebutuhan manusia.

Pada akhirnya, metaverse menjadi simbol dari masa depan interaksi digital. Kehadiran ruang publik virtual seperti yang digambarkan di atas menunjukkan bahwa teknologi ini bukan hanya tren sesaat, melainkan fondasi dari dunia digital berikutnya. Dengan menggabungkan kreativitas, teknologi, dan interaksi sosial, metaverse akan terus berkembang menjadi ruang alternatif yang memperkaya cara manusia bersosialisasi, bekerja, belajar, dan berkreasi.(*)

Senin, 07 Juli 2025

Bimtek Membaca Nyaring untuk Guru PAUD dan TK Se Kota Prabumulih

 


TBM Akhyar Center - Perpustakaan dan Kearsipan Kota Prabumulih menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Membaca Nyaring yang dihadiri oleh para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) se-Kota Prabumulih. Kegiatan ini berlangsung di ruang Kelas TK-PAUD Al Firdaus Prabumulih dan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Prabumulih.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengajarkan membaca kepada anak-anak. "Membaca nyaring adalah salah satu metode yang efektif untuk membangun minat baca sejak dini," ujarnya. Ia berharap, melalui bimtek ini, para guru dapat menerapkan ilmu yang didapat dalam kegiatan belajar mengajar.

Bimtek ini menghadirkan pendiri Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center, D.A.Akhyar, sebagai narasumber. Dalam sesi penyampaian materinya, Akhyar menjelaskan teknik-teknik membaca nyaring yang tidak hanya menarik tetapi juga mendidik. "Membaca dengan suara keras dapat membantu anak-anak memahami cerita dan meningkatkan daya tarik mereka terhadap buku," katanya.

Selama kegiatan, peserta diajak untuk berinteraksi langsung dengan narasumber melalui sesi tanya jawab. Banyak guru antusias bertanya tentang cara memilih buku yang tepat untuk anak-anak. Akhyar menjelaskan pentingnya memilih buku dengan ilustrasi menarik dan cerita yang sesuai dengan usia anak. "Buku yang baik dapat menjadi jembatan bagi anak untuk menjelajahi dunia imajinasi, sesuaikan levelnya." tambahnya.

Selain sesi materi, peserta juga melakukan praktik membaca nyaring. Dengan bimbingan langsung dari Akhyar, para guru berlatih cara membawakan cerita secara menarik. Aktivitas ini diharapkan dapat memperkuat keterampilan membaca guru serta membangun kepercayaan diri mereka dalam mengajar.

Kegiatan Bimtek Membaca Nyaring ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga memperkuat jaringan antar guru PAUD dan TK se-Kota Prabumulih. Dalam suasana diskusi yang hangat, peserta saling berbagi pengalaman dan strategi dalam mengajar membaca kepada anak-anak.

Di akhir acara, moderator juga memberikan apresiasi kepada semua peserta yang telah aktif berpartisipasi dan berharap agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di masing-masing lembaga pendidikan. "Mari kita bersama-sama menciptakan generasi yang mencintai membaca," tutupnya. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang baik dalam meningkatkan literasi di kalangan anak-anak di Kota Prabumulih.

Pengenalan Aplikasi Kipin di Bimtek Membaca Nyaring

 


TBM Akhyar Center – Di tengah kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Membaca Nyaring yang diadakan oleh Perpustakaan dan Kearsipan Kota Prabumulih, narasumber Akhyar tidak hanya membahas teknik membaca, tetapi juga mengenalkan aplikasi inovatif bernama Kipin atau Kios Pintar School. Aplikasi ini diharapkan dapat menjadi alat bantu bagi para guru dalam mengembangkan minat baca anak-anak, Senin (7/7/2025)

Akhyar menjelaskan bahwa Kipin adalah platform digital yang menyediakan berbagai sumber belajar, termasuk buku, video, dan materi interaktif untuk anak-anak. "Melalui aplikasi ini, guru dapat mengakses berbagai bahan ajar yang menarik dan relevan, sehingga proses belajar menjadi lebih menyenangkan," ungkapnya. Para peserta terlihat antusias saat mendengar penjelasan mengenai fitur-fitur yang ditawarkan oleh aplikasi tersebut, peserta tercatat sebanyak 50 peserta Guru TK PAUD Se Kota Prabumulih.

Dalam sesi demonstrasi, Akhyar menunjukkan cara mengoperasikan aplikasi Kipin. Peserta diajak untuk mencoba mendaftar dan menjelajahi berbagai konten yang tersedia. "Aplikasi ini dirancang agar mudah digunakan, baik oleh guru maupun siswa, sehingga bisa diakses kapan saja dan di mana saja," tambahnya. Banyak guru yang merasa terbantu dengan kemudahan akses informasi yang ditawarkan.

Di samping itu, Akhyar juga menjelaskan pentingnya integrasi teknologi dalam pendidikan. "Di era digital ini, anak-anak harus diperkenalkan dengan teknologi yang mendukung proses belajar mereka. Kipin adalah salah satu solusi untuk menjembatani kebutuhan tersebut," katanya. Peserta pun berdiskusi tentang bagaimana mereka dapat memanfaatkan aplikasi ini dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.

Salah satu peserta Bimtek, seorang guru TK, mengaku sangat tertarik dengan aplikasi Kipin. "Kami sering kesulitan mencari bahan ajar yang menarik untuk anak-anak. Dengan Kipin, sepertinya kami bisa lebih kreatif dalam mengajar," ujarnya. Banyak guru lain yang mengungkapkan hal serupa, menandakan bahwa aplikasi ini dapat menjadi angin segar dalam dunia pendidikan.

Akhyar juga mengingatkan pentingnya melibatkan orang tua dalam proses penggunaan aplikasi ini. "Orang tua bisa berperan aktif dengan mendampingi anak-anak saat menggunakan Kipin, sehingga pembelajaran di rumah juga dapat berjalan dengan baik," katanya. Ini diharapkan dapat memperkuat keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak.

Di akhir sesi, Akhyar menyampaikan, "Inovasi seperti ini sangat penting untuk mendukung literasi dan pendidikan di Kota Prabumulih. Mari kita manfaatkan teknologi untuk menciptakan generasi yang cerdas dan mencintai membaca," tutupnya. Bimtek ini berhasil memberikan wawasan baru dan inspirasi bagi para guru untuk meningkatkan kualitas pengajaran mereka.(*)

Minggu, 22 Juni 2025

Pendiri TBM Akhyar Center Bawa Semangat Literasi-Numerasi ke Sekolah Dasar Prabumulih

 


TBM Akhyar Center — Pendiri Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center, Akhyar, kembali menunjukkan kiprahnya dalam dunia literasi dengan menjadi narasumber pada kegiatan praktik baik literasi dan numerasi yang digelar di salah satu sekolah dasar negeri di Kota Prabumulih. Kegiatan ini dihadiri oleh para guru, siswa, dan penggiat pendidikan yang antusias menyambut kehadiran pegiat literasi muda ini, Rabu (18/6)

Dalam sesi pemaparannya, Akhyar berbagi pengalaman nyata dalam membangun budaya literasi di tengah masyarakat melalui berbagai program kreatif di TBM Akhyar Center. Ia menekankan pentingnya membangun ekosistem membaca sejak dini dan mengintegrasikan kegiatan literasi dan numerasi dalam pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.

Lebih dari sekadar teori, Akhyar juga mengajak peserta untuk mencoba beberapa metode sederhana namun efektif yang biasa diterapkannya bersama anak-anak di TBM. Mulai dari membaca nyaring, membuat jurnal literasi numerasi, hingga permainan edukatif yang merangsang logika dan kreativitas siswa.

Kepala sekolah dan para guru menyampaikan apresiasi atas kehadiran Akhyar yang dinilai memberikan inspirasi baru dalam mengembangkan pembelajaran literasi dan numerasi. Kehadiran narasumber dari luar lingkungan sekolah, terlebih dari komunitas literasi, memberikan sudut pandang yang segar dan aplikatif.

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal kerja sama lebih luas antara sekolah-sekolah di Prabumulih dengan TBM Akhyar Center dalam mendorong gerakan literasi yang berkelanjutan. Semangat kolaborasi ini sejalan dengan visi bersama untuk menciptakan generasi pembelajar yang kritis, cakap membaca, dan terampil bernalar. (*)

Kamis, 19 Juni 2025

Kunjungan Tim Perpusda Prabumulih di TBM Akhyar Center


TBM Akhyar Center — Suasana penuh keakraban dan semangat literasi mewarnai kunjungan tim dari Perpustakaan Daerah Kota Prabumulih ke Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center, Kamis (19/6). Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam menjalin sinergi antara lembaga literasi masyarakat dan institusi pemerintah dalam meningkatkan minat baca warga.

Kehadiran tim dari Perpustakaan Daerah kunjungan dan jumpa.langsung bersama pendiri sekaligus pengelola TBM Akhyar Center, D.A. Akhyar, S.Ud., M.Pd, bersama pengurus aktif lainnya. Dalam sambutannya, Akhyar menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan mengungkapkan harapan agar kolaborasi ini dapat mendorong gerakan literasi yang lebih luas di Prabumulih, khususnya di kalangan generasi muda.

Dalam kunjungan tersebut, tim Perpustakaan Daerah meninjau langsung fasilitas dan aktivitas TBM, mulai dari layanan baca buku gratis, ruang kreatif anak, hingga program pelatihan literasi digital. Mereka juga berdiskusi mengenai strategi pengelolaan TBM berbasis komunitas serta tantangan yang dihadapi dalam menghidupkan budaya membaca di tengah masyarakat.

TIM Perpustakaan Daerah Kota Prabumulih dalam kunjungan ini menyampaikan apresiasinya terhadap upaya yang dilakukan TBM Akhyar Center. Menurutnya, semangat gotong royong dan inisiatif dalam menyediakan ruang literasi mandiri adalah aset berharga yang perlu didukung dan dikembangkan.

TBM Akhyar Center menjadi contoh nyata bagaimana literasi bisa tumbuh dari bawah, dengan semangat dan kepedulian komunitas. Semoga pertemuan ini akan menjadi kerja sama berkelanjutan dalam bentuk pendampingan, pelatihan, dan distribusi bahan bacaan.

Sebagai penutup, kedua pihak menyepakati pentingnya kolaborasi antara TBM dan Perpustakaan Daerah dalam mengembangkan program-program literasi yang relevan dan berkelanjutan. Akhyar berharap, ke depan TBM Akhyar Center dapat menjadi mitra strategis dalam membumikan budaya baca dan menulis di Kota Prabumulih. (*)

Sabtu, 14 Juni 2025

Dinas Perpustakaan Prabumulih Gelar Lomba Video Konten Literasi, Total Hadiah 19 Juta Rupiah


TBM Akhyar Center — Dalam rangka mengembangkan budaya literasi di tengah masyarakat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Prabumulih kembali menyelenggarakan kegiatan inovatif bertajuk Lomba Video Konten Literasi. Lomba ini terbuka untuk masyarakat umum dengan usia minimal 13 tahun dan mengusung tema besar “Perkembangan Perpustakaan, Budaya Baca dan Literasi sesuai potensi dan khasanah Daerah Kota Prabumulih atau Daerah Masing-masing.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi lokal berbasis kekayaan budaya dan potensi daerah. Pendaftaran dan pengumpulan naskah dibuka sejak 23 Mei hingga 20 Juni 2025, memberikan cukup waktu bagi para peserta untuk berkreasi dan menyusun konten video terbaik mereka.

Syarat utama lomba ini adalah video harus bersifat original, belum pernah dipublikasikan, dan bertemakan literasi dengan nuansa lokal Prabumulih atau daerah asal masing-masing peserta. Video wajib memiliki resolusi minimal 720p dengan format MP4 atau MOV, berdurasi antara 5 hingga 10 menit.

Selain sebagai media ekspresi kreatif, lomba ini juga bertujuan mengangkat kearifan lokal melalui narasi digital. Dengan pendekatan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang terlibat dalam pelestarian nilai budaya serta peningkatan kesadaran literasi melalui teknologi.

Total hadiah yang disiapkan oleh panitia mencapai Rp19.000.000. Juara 1 akan mendapatkan uang pembinaan Rp5.000.000, Juara 2 sebesar Rp4.000.000, dan Juara 3 sebesar Rp3.000.000 — masing-masing dilengkapi trofi dan piagam penghargaan. Selain itu, terdapat juga hadiah Rp1.000.000 untuk tujuh peserta favorit pilihan panitia.

Bagi yang ingin berpartisipasi dalam kompetisi besar ini, pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui tautan berikut: KLIK DISINI

Informasi lengkap dan petunjuk teknis bisa diperoleh dengan menghubungi narahubung yang tertera pada flyer resmi lomba atau mengunjungi situs web https://bit.ly/Lomba-VideoKonten-Literasi2025

Ayo, tunjukkan kreativitasmu! Mari angkat budaya dan literasi daerah melalui karya video yang inspiratif. Jangan lewatkan kesempatan berharga ini untuk menjadi bagian dari gerakan literasi digital yang membangun.! (*)

Jumat, 28 Februari 2025

Pagar Laut: Tawa Di Ujung Kesedihan



Pagar Laut: Tawa Di Ujung Kesedihan

Oleh: D.A. Akhyar


Di tepi laut, derai tawa bergema,  

Bambu-bambu berdiri, penjaga yang pura-pura.  

Nelayan terkurung, harapan terbenam,  

Di balik pagar, kepentingan merayakan kemenangan.


Ikan-ikan menari, teripang bermain,  

Sementara hukum terpinggirkan, terbungkam oleh kepentingan.  

Dari jendela kayu, kabar busuk berhembus,  

Hanya gelak tawa yang mendominasi, suara nurani terhimpit.


O, mata hukum, kau buta dan tuli,  

Menjadi tumpul di tengah permainan ini.  

Petugas melangkah lunglai,  

Di antara kesunyian nasib yang terabaikan.


Lihatlah perahu nelayan terjebak,  

Di antara pagar yang kokoh, hati nurani terbelah.  

Kasus demi kasus, bengkak di dada,  

Sementara garam air mata menetes, tak ada yang peduli.


Kapan kita cabut pagar ini,  

Yang menghalangi suara dan mimpi?  

Ayo, mari tertawa bersama,  

Dalam drama absurd yang tak berujung ini.


Prabumulih, 25 Februari 2026

Rabu, 05 Februari 2025

Puisi "Hak-Hak Guru adalah Amanah Suci"

 


HAK-HAK GURU ADALAH AMANAH SUCI

Oleh: D.A. Akhyar )*

Di tengah gemuruh suara anak-anak,
Terdengar desah harapan yang tak kunjung padam,
Guru, sosok yang berjuang dalam senyap,
Mempertahankan hak-hak yang sering terabaikan,
Mereka adalah pilar pendidikan,
Membawa cahaya di lorong-lorong gelap,
Dengan sabar menanamkan pengetahuan dan cinta.

Hak-hak guru adalah amanah yang suci,
Di balik setiap pelajaran, ada pengorbanan,
Mereka mengorbankan waktu dan jiwa,
Demi generasi yang kelak mencetak sejarah,
Namun seringkali, suara mereka tenggelam,
Di bawah tumpukan birokrasi yang membelenggu,
Mengharapkan perhatian, menggapai keadilan.

Dalam perjuangan ini, terdapat peluh dan air mata,
Dari upah yang tak sebanding dengan dedikasi,
Mereka merindukan 'pengakuan' yang hakiki,
Agar sejajar dengan profesi lain yang dihormati,
Di ruang kelas, mereka adalah pejuang,
Menanamkan semangat dalam jiwa-jiwa muda,
Namun, di luar sana, hak-hak mereka terabaikan.

Ketika suara pendidik membara dalam keheningan,
Mereka bersatu, mengangkat panji perjuangan,
Menuntut keadilan dalam setiap kebijakan,
Agar tidak ada lagi guru yang merana,
Di balik setiap langkah, ada harapan,
Bahwa pendidikan adalah hak setiap insan,
Dan guru adalah garda terdepan dalam perwujudan.

Dalam kebersamaan, mereka menciptakan sinergi,
Membangun jaringan untuk memperjuangkan hak,
Berorganisasi, bersolidaritas tanpa henti,
Menggugah kesadaran akan pentingnya sebuah peran,
Mereka adalah gema suara yang tak terputus,
Menghadirkan perubahan dalam dunia pendidikan,
Bersama, kita bisa melawan ketidakadilan.

Kini, di tengah kebangkitan kesadaran,
Hak-hak guru mulai mendapat perhatian,
Setiap langkah membawa angin perubahan,
Menggugah masyarakat untuk menghargai,
Bahwa tanpa guru, bangsa ini takkan maju,
Mereka adalah pahlawan yang tak tampak,
Memperjuangkan hak demi masa depan yang cerah.

Di Bumi Sriwijaya ini, kita ukir sejarah baru,
Dengan semangat dan tekad yang membara,
Menghadirkan keadilan bagi guru-guru tercinta,
Agar suara mereka tak lagi terpinggirkan,
Dalam setiap langkah, terpatri harapan,
Bahwa hak-hak guru adalah hak kita semua,
Sebagai tonggak peradaban yang beradab.


Prabumulih, 05 Februari 2025


Tentang Penulis

D.A. Akhyar adalah seorang penulis, pendiri TBM, guru dedikatif, dan motivator  dengan semangat dalam dunia pendidikan. Lahir di Prabumulih, ia mengabdikan hidupnya untuk mencerdaskan generasi muda melalui metode pengajaran yang inovatif. Selain mengajar, Akhyar aktif menulis artikel dan buku yang menginspirasi, menjangkau berbagai kalangan dengan tema motivasi dan pendidikan. Dengan pendekatan humanis, ia berhasil membangkitkan semangat belajar di kalangan siswa. Sebagai seorang motivator, Akhyar sering diundang untuk berbicara di seminar-seminar, menyebarkan pesan tentang pentingnya pendidikan dan pengembangan diri. Dedikasinya dalam dunia pendidikan menjadikannya teladan bagi banyak orang, dan karyanya terus menginspirasi generasi penerus untuk meraih impian 

Kamis, 16 Januari 2025

Kebiasaan Anak Indonesia Hebat: Pilar Menuju Kesuksesan



TBM Akhyar Center Indonesia - Kebiasaan yang baik sejak dini menjadi salah satu fondasi penting bagi anak-anak Indonesia untuk tumbuh menjadi individu yang hebat. Rutinitas yang sehat dan positif tidak hanya membantu mereka dalam mengembangkan fisik dan mental, tetapi juga membentuk karakter yang kuat. Dalam konteks ini, terdapat beberapa kebiasaan yang sangat berpengaruh, seperti bangun pagi, beribadah, berolahraga, dan pola makan yang sehat. Selain itu, rasa ingin tahu yang tinggi dalam belajar, kepedulian terhadap masyarakat, serta pentingnya tidur yang cukup juga menjadi kunci untuk mencapai kesuksesan. Berikut ini adalah pembahasan lebih lanjut mengenai kebiasaan-kebiasaan tersebut.


Rutinitas Sehat untuk Awal yang Baik

Kebiasaan bangun pagi merupakan salah satu fondasi penting bagi anak-anak Indonesia yang hebat. Dengan bangun lebih awal, mereka memiliki waktu lebih untuk mempersiapkan diri sebelum aktivitas sehari-hari dimulai. Pagi yang tenang memberikan kesempatan untuk merenung dan merencanakan hari. Dalam budaya Indonesia, bangun pagi sering kali dihubungkan dengan sikap disiplin dan tanggung jawab. Anak-anak yang terbiasa bangun pagi cenderung memiliki produktivitas yang lebih baik dan lebih banyak waktu untuk beribadah, berolahraga, serta menikmati sarapan bergizi.

Beribadah adalah kebiasaan yang sangat penting dalam kehidupan anak-anak Indonesia. Selain sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan, ibadah juga mengajarkan nilai-nilai moral dan etika. Melalui kegiatan beribadah, anak-anak belajar tentang disiplin, rasa syukur, dan tanggung jawab. Kebiasaan ini membentuk karakter yang kuat dan memberikan ketenangan jiwa. Ibadah yang rutin menciptakan ikatan spiritual yang mendalam, baik dengan diri sendiri maupun dengan orang lain.

Berolahraga adalah kebiasaan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental anak-anak. Melalui olahraga, mereka tidak hanya menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga belajar tentang kerja sama, disiplin, dan ketekunan. Olahraga dapat menjadi sarana untuk mengurangi stres dan meningkatkan mood, yang sangat penting dalam proses belajar. Di Indonesia, berbagai jenis olahraga seperti sepak bola, bulu tangkis, dan senam tradisional dapat menjadi pilihan yang menyenangkan bagi anak-anak.


Nutrisi dan Pembelajaran untuk Pertumbuhan Optimal

Kebiasaan makan sehat dan bergizi sangat penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Makanan yang kaya akan nutrisi mendukung fungsi otak dan fisik, sehingga anak-anak dapat belajar dan beraktivitas dengan optimal. Di Indonesia, keberagaman makanan tradisional yang sehat dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Mengajarkan anak-anak tentang pentingnya memilih makanan yang baik akan membuat mereka tumbuh menjadi individu yang sadar akan kesehatan.

Selain itu, kebiasaan makan sehat juga dapat mencegah berbagai masalah kesehatan di masa depan. Memperkenalkan anak-anak kepada berbagai jenis sayuran, buah-buahan, dan protein nabati atau hewani dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap makanan sehat. Pola makan yang baik akan menghasilkan generasi yang lebih sehat dan cerdas, yang mampu menghadapi tantangan hidup dengan lebih baik.

Kebiasaan gemar belajar adalah salah satu ciri khas anak-anak Indonesia yang hebat. Dengan rasa ingin tahu yang tinggi, mereka senantiasa berusaha untuk mengeksplorasi dunia di sekitar mereka. Belajar tidak hanya terbatas pada sekolah, tetapi juga mencakup pengalaman sehari-hari dan interaksi sosial. Anak-anak yang gemar belajar cenderung memiliki kemampuan berpikir kritis dan kreatif, yang sangat berguna dalam menghadapi perubahan zaman.


Berkontribusi dan Istirahat untuk Keseimbangan Hidup

Bermasyarakat adalah kebiasaan yang mengajarkan anak-anak untuk peduli dan berkontribusi kepada lingkungan sekitar. Melalui kegiatan sosial, anak-anak belajar tentang pentingnya solidaritas dan kerja sama. Kegiatan seperti gotong royong, bakti sosial, atau partisipasi dalam acara komunitas dapat memberikan pengalaman berharga yang membentuk karakter mereka. Dalam konteks Indonesia yang kaya akan budaya, interaksi dengan berbagai lapisan masyarakat juga memperkaya wawasan anak-anak.

Tidur cepat merupakan kebiasaan yang sering diabaikan tetapi sangat penting bagi kesehatan anak-anak. Tidur yang cukup membantu proses pemulihan fisik dan mental, serta mendukung pertumbuhan yang optimal. Anak-anak yang terbiasa tidur lebih awal cenderung memiliki pola tidur yang lebih baik, yang berpengaruh positif pada konsentrasi dan daya ingat saat belajar. Tidur yang berkualitas dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi risiko masalah kesehatan.

Dengan membangun kebiasaan ini, anak-anak dapat mencapai keseimbangan hidup yang sehat dan produktif. Kebiasaan-kebiasaan yang positif ini tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga membentuk karakter yang baik, meningkatkan kemampuan sosial, dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan di masa depan. Dengan demikian, kebiasaan-kebiasaan ini menjadi kunci untuk menciptakan generasi yang lebih baik dan siap bersaing di dunia yang semakin kompleks.

 

Dwiki Al Akhyar, S.Ud., M.Pd. (Guru, Pegiat Literasi, Pendiri Taman Bacaan)

Rabu, 15 Januari 2025

Pendiri TBM Akhyar Center Diberi Apresiasi BGP Sumatera Selatan




TBM Akhyar Center Indonesia - Pendiri TBM (Taman Bacaan Masyarakat) Akhyar Center menerima penghargaan dari Balai Guru Penggerak Provinsi Sumatera Selatan. Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas dedikasi dan komitmennya dalam dunia pendidikan. Dengan berbagai program yang mendukung literasi dan pendidikan anak-anak, TBM Akhyar Center telah menjadi salah satu pelopor dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerahnya.

Sebagai seorang pendidik, pendiri TBM Akhyar Center tidak hanya berfokus pada pengajaran formal, tetapi juga berusaha menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan inklusif. Dengan berbagai kegiatan seperti diskusi, workshop, dan pembacaan buku, anak-anak didorong untuk mengembangkan minat baca dan berpikir kritis. Ini adalah langkah penting dalam membentuk karakter dan kemampuan intelektual mereka.

Penghargaan dari Balai Guru Penggerak mencerminkan pengakuan atas usaha yang telah dilakukan oleh pendiri TBM dalam memberdayakan masyarakat melalui pendidikan. Dalam menghadapi tantangan yang ada, seperti minimnya akses pendidikan berkualitas dan rendahnya tingkat literasi, TBM Akhyar Center hadir sebagai solusi yang inovatif. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, TBM mampu menjangkau lebih banyak anak dan memberikan mereka kesempatan untuk belajar.

Dukungan dari komunitas juga menjadi salah satu faktor kunci dalam keberhasilan TBM Akhyar Center. Banyak relawan dan orang tua yang aktif terlibat dalam kegiatan yang diselenggarakan, menciptakan sinergi yang positif. Penghargaan ini tidak hanya menjadi pencapaian bagi pendiri, tetapi juga bagi seluruh tim dan komunitas yang mendukung perjalanan TBM.

Ke depan, TBM Akhyar Center berencana untuk terus mengembangkan program-programnya dan menjangkau lebih banyak anak-anak di Sumatera Selatan. Dengan semangat yang sama, pendiri dan timnya berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam dunia pendidikan dan menciptakan generasi yang cerdas dan berdaya saing. Penghargaan ini menjadi motivasi tambahan untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

TBM Akhyar Center Menggandeng Sekolah dalam Program Membaca dan Menghafal Al-Qur'an


TBM Akhyar Center Indonesia - TBM (Taman Bacaan Masyarakat) Akhyar Center telah meluncurkan inisiatif baru yang bertujuan untuk memperkuat pelibatan masyarakat melalui program membaca dan menghafal Al-Qur'an. Program ini dirancang untuk bekerja sama dengan instansi sekolah di sekitar, dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran dan kecintaan siswa terhadap kitab suci serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Dalam rangka peluncuran program ini, TBM Akhyar Center mengadakan pertemuan dengan kepala sekolah dan guru-guru dari beberapa sekolah dasar dan menengah di daerah tersebut. Pertemuan ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya pendidikan agama dan bagaimana program ini dapat berkontribusi pada pengembangan karakter siswa. Para peserta diskusi menunjukkan antusiasme tinggi terhadap program yang diharapkan dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah.

Salah satu kegiatan utama dalam program ini adalah kelas khusus membaca dan menghafal Al-Qur'an yang akan diadakan di TBM. Kelas ini akan dipandu oleh pengajar yang berpengalaman dan dilengkapi dengan metode pengajaran yang menarik. Selain itu, TBM juga akan menyediakan bahan bacaan dan sumber belajar yang mendukung, sehingga siswa dapat lebih mudah memahami dan mengaplikasikan ajaran-ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.

TBM Akhyar Center juga berencana mengadakan kompetisi menghafal Al-Qur'an bagi siswa-siswa yang berpartisipasi dalam program. Kompetisi ini tidak hanya akan memotivasi siswa untuk lebih giat belajar, tetapi juga menciptakan suasana positif dalam komunitas. Dengan adanya penghargaan bagi peserta yang berhasil, diharapkan akan timbul semangat dan rasa kebanggaan di kalangan siswa dan orang tua.

Melalui kolaborasi ini, TBM Akhyar Center percaya bahwa pelibatan masyarakat dalam pendidikan agama dapat memberikan dampak yang signifikan bagi perkembangan karakter dan spiritual siswa. Dengan mengintegrasikan program membaca dan menghafal Al-Qur'an ke dalam kegiatan sekolah, diharapkan generasi muda dapat tumbuh menjadi individu yang berakhlak mulia dan memiliki pemahaman yang baik tentang nilai-nilai agama.

Selasa, 14 Januari 2025

Taman Bacaan Masyarakat Akhyar Center: Mendorong Literasi Digital untuk Generasi Milenial dan Z


TBM Akhyar Center Indonesia - Taman Bacaan Masyarakat Akhyar Center berkomitmen untuk meningkatkan literasi digital di kalangan generasi milenial dan generasi Z. Dalam era digital saat ini, kemampuan untuk mengakses, menganalisis, dan menggunakan informasi secara efektif sangat penting. Kegiatan literasi digital yang diadakan di pusat ini bertujuan untuk membekali peserta dengan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan informasi yang kompleks. Dengan demikian, generasi muda dapat menjadi pengguna internet yang cerdas dan bertanggung jawab.

Kegiatan literasi digital di Taman Bacaan Masyarakat Akhyar Center meliputi berbagai pelatihan dan workshop. Peserta diajarkan cara menggunakan perangkat digital, memahami media sosial, dan mengenali informasi yang valid. Selain itu, mereka juga diberikan pemahaman tentang etika digital dan keamanan online. Dengan pendekatan yang interaktif, peserta dapat belajar sambil berpartisipasi aktif, sehingga meningkatkan pemahaman mereka tentang dunia digital yang terus berkembang.

Generasi milenial dan Z adalah kelompok yang paling terhubung dengan teknologi. Namun, meskipun mereka mahir dalam menggunakan perangkat, banyak yang belum memiliki pemahaman mendalam tentang literasi digital. Taman Bacaan Masyarakat Akhyar Center berusaha menjembatani kesenjangan ini dengan menyediakan sumber daya dan dukungan yang diperlukan. Dengan meningkatkan literasi digital, diharapkan generasi muda dapat berkontribusi lebih baik dalam masyarakat yang semakin bergantung pada teknologi.

Selain pelatihan, Taman Bacaan Masyarakat Akhyar Center juga mengadakan diskusi dan forum tentang isu-isu terkini yang berkaitan dengan teknologi dan informasi. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk berbagi pandangan dan pengalaman mereka. Diskusi ini tidak hanya memperluas wawasan peserta, tetapi juga mendorong mereka untuk berpikir kritis dan analitis terhadap informasi yang mereka terima. Dengan demikian, mereka dapat menjadi agen perubahan di lingkungan mereka.

Pentingnya literasi digital tidak hanya terbatas pada penggunaan teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan. Taman Bacaan Masyarakat Akhyar Center berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran berkelanjutan. Dengan memberikan akses ke berbagai sumber daya digital, peserta didorong untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan mereka. Hal ini sangat penting untuk mempersiapkan mereka menghadapi tantangan di masa depan.

Melalui kegiatan literasi digital, Taman Bacaan Masyarakat Akhyar Center juga berupaya membangun komunitas yang saling mendukung. Peserta didorong untuk berkolaborasi dan berbagi pengetahuan satu sama lain. Dengan menciptakan jaringan yang kuat, mereka dapat saling membantu dalam mengatasi masalah yang dihadapi di dunia digital. Komunitas yang solid ini diharapkan dapat menciptakan dampak positif yang lebih luas di masyarakat.

Dengan semua upaya ini, Taman Bacaan Masyarakat Akhyar Center berkomitmen untuk menciptakan generasi milenial dan Z yang tidak hanya terampil dalam teknologi, tetapi juga bijak dalam menggunakan informasi. Literasi digital adalah kunci untuk membuka potensi mereka dan mempersiapkan mereka untuk masa depan yang lebih baik. Melalui pendidikan dan dukungan yang tepat, generasi muda dapat menjadi pemimpin yang inovatif dan bertanggung jawab di era digital ini. (*)

TBM Akhyar Center Turut Mewujudkan Indonesia Emas Melalui Gerak Literasi dan Kreativitas

 


TBM Akhyar Center Indonesia - Dalam era digital ini, penting bagi generasi muda untuk memiliki kemampuan membaca dan menulis yang baik. Literasi bukan hanya sekadar keahlian dasar, tetapi juga fondasi untuk pengembangan kreativitas dan pemikiran kritis. Dengan meningkatkan literasi, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih cerdas dan inovatif. Oleh karena itu, sudah saatnya Prabumulih bergerak untuk menggalakkan gerakan literasi yang melibatkan semua elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, sekolah, hingga orang tua.

Pendidikan yang berkualitas adalah kunci untuk menciptakan Indonesia yang hebat. Dalam konteks ini, literasi menjadi salah satu pilar utama. Melalui program-program literasi, anak-anak di Prabumulih dapat diajarkan untuk mencintai membaca dan menulis. Kegiatan seperti membaca bersama, lomba menulis, dan diskusi buku dapat menjadi cara efektif untuk menarik minat anak-anak. Selain itu, perpustakaan dan taman baca seperti Taman Bacaan Masyarakat Akhyar Center harus dijadikan tempat yang nyaman dan menarik, sehingga anak-anak merasa betah untuk belajar. Dengan cara ini, kita bisa membentuk generasi yang tidak hanya terampil dalam berbahasa, tetapi juga memiliki kemampuan untuk berpikir kreatif.

Dalam upaya mewujudkan Indonesia Emas, penting bagi Prabumulih untuk mengintegrasikan pendidikan karakter dalam kurikulum pendidikan. Pendidikan karakter akan membantu anak-anak untuk mengembangkan nilai-nilai positif seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kerja sama. Melalui kegiatan pembelajaran yang menekankan pada karakter, anak-anak dapat belajar untuk menghargai perbedaan dan bekerja sama dalam menyelesaikan masalah. Dengan menanamkan nilai-nilai ini sejak dini, kita akan membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki integritas dan empati yang tinggi.

Keterlibatan masyarakat sangat vital dalam gerakan literasi. Prabumulih perlu melibatkan orang tua, komunitas, dan sektor swasta untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung. Komunitas dapat menyelenggarakan program membaca dan menulis di lingkungan masing-masing, sementara sektor swasta dapat memberikan sponsor untuk berbagai kegiatan literasi. Taman Bacaan Masyarakat Akhyar Center, misalnya, bisa menjadi pusat kegiatan literasi yang menyatukan berbagai elemen masyarakat. Dengan kerjasama yang baik antara semua pihak, kita bisa menciptakan lingkungan yang kondusif bagi anak-anak untuk belajar.

Selain itu, pemerintah daerah harus memberikan dukungan yang kuat dalam pelaksanaan program literasi. Anggaran untuk pendidikan perlu dialokasikan secara tepat untuk mendukung kegiatan-kegiatan literasi. Pemerintah juga bisa memberikan insentif kepada sekolah-sekolah yang berhasil meningkatkan minat baca dan tulis di kalangan siswa. Dengan adanya dukungan ini, diharapkan seluruh elemen pendidikan di Prabumulih dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Literasi bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga tanggung jawab bersama yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan literasi tidak hanya berhenti pada membaca dan menulis, tetapi juga harus menumbuhkan daya pikir kritis anak. Anak-anak perlu diajarkan untuk menganalisis informasi yang mereka baca dan tidak hanya menerima begitu saja. Kegiatan diskusi dan debat bisa menjadi sarana yang efektif untuk melatih kemampuan berpikir kritis. Dengan demikian, anak-anak di Prabumulih tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen pemikiran yang kreatif. Ini adalah langkah penting untuk membentuk generasi yang mampu berkontribusi dalam berbagai bidang di masa depan.

Dalam konteks globalisasi, anak-anak Prabumulih juga perlu dibekali dengan kemampuan berkolaborasi dan berkomunikasi. Program-program literasi harus mencakup pengembangan keterampilan sosial dan emosional, yang sangat penting dalam dunia kerja saat ini. Melibatkan anak-anak dalam proyek kolaboratif bisa menjadi cara yang efektif untuk mengajarkan mereka nilai-nilai tersebut. Dengan belajar bekerja sama, mereka tidak hanya akan memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang akan berguna di masa depan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan anak-anak yang siap bersaing di tingkat global.

Akhirnya, gerakan literasi di Prabumulih harus menjadi gerakan yang berkelanjutan. Kita tidak bisa hanya mengandalkan program jangka pendek. Diperlukan komitmen jangka panjang dari semua pihak untuk memastikan bahwa anak-anak terus mendapatkan akses kepada bahan bacaan yang berkualitas. Taman Bacaan Masyarakat Akhyar Center dapat berperan sebagai penggerak utama dalam menciptakan budaya membaca yang kuat. Dengan cara ini, kita bisa membangun fondasi yang kokoh untuk generasi mendatang. Mengingat pentingnya literasi, saatnya Prabumulih bergerak menuju Indonesia Emas yang lebih cerah dan penuh kreativitas. (*)

© Copyright 2019-2025 TBM Akhyar Center | All Right Reserved