Selasa, 05 Mei 2026

Ruang Musyawarah Literasi di Taman Bacaan Masyarakat Akhyar Center



TBM Akhyar Center - Di Taman Bacaan Masyarakat Akhyar Center, saya sering menemui anak-anak dan remaja dengan latar minat yang sangat beragam. Ada yang antusias pada cerita fiksi, ada yang lebih suka komik, dan ada pula yang tertarik pada kegiatan menulis atau diskusi ringan. Pada awalnya, saya lebih banyak menentukan arah kegiatan agar waktu yang terbatas dapat berjalan efektif. Namun, pendekatan itu membuat ruang literasi terasa kurang hidup sebagai ruang tumbuhnya partisipasi dan dialog.

Dari pengalaman tersebut, saya mulai mengubah cara mengelola kegiatan di TBM. Sebelum kegiatan dimulai, saya membuka ruang sederhana untuk musyawarah. Anak-anak diajak duduk melingkar dan menyampaikan ide kegiatan literasi yang ingin mereka lakukan. Setiap usulan tidak hanya diterima, tetapi juga diminta disertai alasan serta pertimbangan dampaknya bagi teman lain.

Pada tahap awal, proses ini berjalan cukup spontan. Banyak anak masih mengajukan keinginan secara individual tanpa mempertimbangkan kebutuhan bersama. Namun saya tidak langsung mengoreksi, melainkan mengarahkan dengan pertanyaan-pertanyaan reflektif seperti siapa yang akan terlibat, siapa yang mungkin kurang cocok, dan bagaimana agar semua bisa ikut berpartisipasi.

Seiring waktu, perubahan mulai terlihat. Anak-anak mulai belajar mendengarkan pendapat teman mereka. Mereka tidak lagi hanya berfokus pada keinginan pribadi, tetapi mulai memikirkan kepentingan kelompok. Diskusi yang awalnya ramai tanpa arah, perlahan menjadi lebih terstruktur dan saling menghargai.

Dalam salah satu sesi, muncul berbagai usulan seperti membaca bersama, menulis cerita, hingga membuat ulasan buku. Setelah melalui diskusi, mereka menyepakati untuk menggabungkan beberapa kegiatan tersebut. Hasilnya adalah kegiatan membaca bersama yang dilanjutkan dengan menulis cerita berdasarkan bacaan, sehingga semua minat dapat terakomodasi secara seimbang.

Perubahan yang paling terasa adalah tumbuhnya rasa kepemilikan terhadap kegiatan literasi. Anak-anak tidak lagi hanya menjadi peserta pasif, tetapi juga ikut menentukan arah kegiatan. Mereka mulai memahami bahwa keputusan bersama membutuhkan proses mendengar, menimbang, dan menyepakati.

Saya melihat bahwa ruang TBM bukan hanya tempat membaca, tetapi juga ruang sosial yang melatih kemampuan berpikir kritis dan berkomunikasi. Anak-anak belajar bahwa perbedaan bukan hambatan, melainkan sumber kekayaan ide yang dapat diolah bersama.

Pengalaman ini juga memperkuat keyakinan saya bahwa literasi tidak hanya soal kemampuan membaca dan menulis teks, tetapi juga kemampuan berinteraksi secara sehat dalam sebuah komunitas. Musyawarah sederhana di ruang TBM menjadi sarana pembelajaran sosial yang sangat bermakna.

Dari praktik ini saya merefleksikan bahwa Taman Bacaan Masyarakat Akhyar Center telah berkembang menjadi ruang belajar bersama yang hidup. Di dalamnya, setiap suara memiliki ruang untuk didengar, setiap ide memiliki peluang untuk dipertimbangkan, dan setiap anak belajar menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan yang adil dan bermakna.

Selasa, 21 April 2026

Menjaga Keberpihakan Anak melalui Literasi Kebersihan di Akhyar Center




TBM Akhyar Center - Upaya menanamkan kepedulian terhadap kebersihan dan masa depan anak terus dilakukan melalui pembelajaran yang bermakna dan kontekstual. Seorang guru Pendidikan Agama Islam yang juga pendiri Taman Bacaan Masyarakat Akhyar Center menginisiasi kegiatan literasi kebersihan yang terintegrasi antara pembelajaran di kelas dan aktivitas di taman bacaan. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran siswa bahwa kebersihan bukan sekadar aturan sekolah, melainkan bagian dari tanggung jawab sosial dan bekal kehidupan di masa depan.

Kegiatan diawali dengan refleksi sederhana mengenai pengalaman belajar yang paling bermakna bagi siswa. Mereka diminta menceritakan hal-hal yang membuat mereka nyaman belajar dan tantangan yang sering dihadapi di lingkungan sekolah. Dari refleksi tersebut, muncul kesadaran bahwa kebersihan ruang belajar dan lingkungan sekitar menjadi kebutuhan utama. Siswa menyadari bahwa lingkungan yang bersih membantu mereka belajar lebih fokus dan nyaman.

Selanjutnya, siswa diajak membaca cerita literasi tentang kepedulian terhadap lingkungan. Cerita tersebut menggambarkan sekelompok anak yang berinisiatif membersihkan ruang belajar bersama. Setelah membaca, siswa berdiskusi tentang dampak kebersihan terhadap kesehatan, kenyamanan, dan semangat belajar. Diskusi berlangsung aktif karena siswa mengaitkan cerita dengan pengalaman mereka sehari-hari.

Pendekatan literasi kemudian dilanjutkan dengan aksi nyata. Siswa bersama guru menyusun kegiatan menjaga kebersihan kelas dan ruang baca. Mereka membagi peran, membuat jadwal sederhana, dan menetapkan aturan bersama. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan siswa di kelas, tetapi juga anak-anak yang datang ke Taman Bacaan Masyarakat Akhyar Center.

Di taman bacaan, siswa terlibat langsung menata buku, membersihkan rak, dan merapikan ruang baca. Mereka juga membuat pojok kebersihan sederhana sebagai pengingat bersama. Aktivitas ini dilakukan secara gotong royong sehingga menumbuhkan rasa memiliki terhadap ruang belajar. Suasana taman bacaan menjadi lebih nyaman dan ramah bagi anak-anak.

Perubahan sikap siswa mulai terlihat setelah kegiatan berjalan. Mereka menjadi lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan tanpa harus diingatkan. Siswa juga mulai mengajak teman lain untuk menjaga kebersihan kelas. Kesadaran tersebut tumbuh dari pengalaman langsung, bukan sekadar instruksi guru.

Selain berdampak pada kebersihan, kegiatan ini juga menumbuhkan nilai tanggung jawab dan kerja sama. Siswa belajar bahwa kebersihan merupakan bagian dari kepedulian terhadap sesama. Lingkungan yang bersih memberikan manfaat bagi semua orang. Nilai-nilai ini sejalan dengan pembelajaran karakter dan literasi sosial.

Sebagai pendiri Taman Bacaan Masyarakat Akhyar Center, penggagas kegiatan menegaskan bahwa literasi harus terhubung dengan tindakan nyata. Membaca cerita tentang kebersihan menjadi awal untuk membangun kebiasaan baik. Ketika siswa terlibat langsung, mereka memahami makna kebersihan secara lebih mendalam. Literasi pun berkembang menjadi gerakan sosial kecil di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan budaya menjaga kebersihan dapat terus tumbuh sebagai bagian dari pembelajaran dan kehidupan sehari-hari. Sinergi antara sekolah dan Taman Bacaan Masyarakat Akhyar Center menjadi ruang kolaborasi yang mendorong siswa lebih peduli terhadap lingkungan. Upaya sederhana ini menjadi langkah nyata dalam menjaga keberpihakan pada anak dan mempersiapkan mereka menghadapi masa depan dengan sikap bertanggung jawab.

Sabtu, 18 April 2026

TBM Akhyar Center Ikuti Bimtek Komunitas Penggerak Literasi se-Sumatera Selatan


TBM Akhyar Center, Palembang — Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center menjadi salah satu peserta dalam kegiatan Pembinaan Komunitas Penggerak Literasi: Bimbingan Teknis Komunitas Penggerak Literasi Kategori C yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 17–19 April 2026, di Hotel Grand Duta Syariah Palembang dengan melibatkan 30 perwakilan komunitas literasi dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Selatan.

Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan, Desi Ari Pressanti. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pengelolaan komunitas literasi secara profesional, berkelanjutan, serta mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan budaya baca tulis masyarakat.

Menurutnya, bimbingan teknis ini menjadi ruang penguatan kapasitas bagi komunitas literasi agar mampu merancang program yang terstruktur dan berorientasi pada keberlanjutan. Ia juga berharap kegiatan ini dapat mendorong komunitas untuk semakin aktif mengembangkan gerakan literasi di daerah masing-masing.

Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta mendapatkan berbagai materi aplikatif yang relevan dengan kebutuhan komunitas literasi. Materi tersebut meliputi penyusunan program kerja komunitas, teknik penulisan proposal kegiatan, hingga penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang efektif dan akuntabel.

Ketua pelaksana kegiatan, Novita Afriyanti, menyampaikan bahwa bimbingan teknis ini dirancang untuk memberikan penguatan menyeluruh bagi komunitas literasi. Ia juga mengimbau seluruh peserta untuk mengikuti setiap sesi dengan sungguh-sungguh agar manfaat kegiatan dapat dirasakan secara maksimal.

Suasana kegiatan berlangsung khidmat namun tetap hangat dan interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi, berbagi pengalaman lapangan, serta kolaborasi antar komunitas yang berasal dari berbagai daerah di Sumatera Selatan.

TBM Akhyar Center sebagai salah satu peserta turut mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat. Partisipasi ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan serta memperkuat program literasi yang selama ini dijalankan di tengah masyarakat.

Perwakilan TBM Akhyar Center menyampaikan bahwa kegiatan bimbingan teknis ini memberikan wawasan baru, khususnya dalam perencanaan program yang lebih sistematis dan peluang pengembangan komunitas secara berkelanjutan. Selain itu, forum ini juga menjadi ruang membangun jejaring antar komunitas literasi se-Sumatera Selatan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh komunitas literasi peserta, termasuk TBM Akhyar Center, semakin kuat, adaptif, dan mampu menjadi motor penggerak peningkatan budaya literasi di masyarakat serta memperluas dampak program literasi yang inklusif dan berkelanjutan di Sumatera Selatan.

TBM Akhyar Center Ikuti Bimtek Komunitas Literasi yang Dibuka Langsung oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan di Palembang



TBM Akhyar Center - Taman Bacaan Masyarakat TBM Akhyar Center menjadi salah satu komunitas literasi yang mengikuti kegiatan Pembinaan Komunitas Penggerak Literasi melalui Bimbingan Teknis Komunitas Penggerak Literasi Kategori C yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan di Palembang pada 17–19 April 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas komunitas literasi dalam merancang program yang berdampak bagi masyarakat.

Kegiatan bimbingan teknis secara resmi dibuka langsung oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa komunitas literasi memiliki peran penting sebagai penggerak budaya baca dan peningkatan kecakapan literasi masyarakat di berbagai daerah.

Acara pembukaan diawali dengan pendaftaran ulang peserta, menyanyikan lagu Indonesia Raya, laporan ketua pelaksana, sambutan Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan, pembacaan doa, serta sesi foto bersama. Suasana pembukaan berlangsung khidmat sekaligus menjadi ajang silaturahmi antar komunitas literasi yang hadir.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi kebijakan literasi di daerah yang disampaikan oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan. Materi ini memberikan gambaran arah penguatan literasi serta peluang kolaborasi antara pemerintah dan komunitas literasi.

Kegiatan dilanjutkan dengan tes awal yang difasilitasi panitia untuk memetakan pemahaman peserta terkait pengelolaan komunitas literasi. Hasil tes ini menjadi dasar dalam menentukan strategi pembelajaran selama bimbingan teknis berlangsung.

Memasuki hari kedua, materi “Merancang Program Komunitas Literasi Berdampak” disampaikan oleh Umi Laila Sari. Peserta diajak mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, menyusun tujuan program, serta merancang kegiatan yang relevan dan berdampak nyata.

TBM Akhyar Center mengikuti setiap sesi dengan aktif, terutama saat praktik penyusunan program. Berbagai ide kegiatan dirancang, mulai dari penguatan literasi keluarga, kelas membaca anak, hingga kegiatan literasi berbasis komunitas yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi penulisan proposal kegiatan komunitas penggerak literasi oleh Elly Sumantri. Melalui bimbingan teknis ini, TBM Akhyar Center diharapkan mampu mengembangkan program literasi yang lebih terarah, inovatif, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Minggu, 08 Februari 2026

Menakar Hak Pendidikan: TBM Akhyar Center Prabumulih Bedah Kritis Kurikulum Palestina Lewat Media Visual



TBM Akhyar Center - Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center di Kota Prabumulih adalah sebuah oase literasi yang dirancang untuk menjadi lebih dari sekadar tempat membaca. TBM ini mengusung konsep inovatif yang memadukan keindahan alam dengan fungsi edukatif, menciptakan lingkungan yang kondusif untuk belajar, berdiskusi, dan mengembangkan diri. Dalam suasana yang asri dan terbuka, TBM Akhyar Center berupaya menumbuhkan minat baca dan budaya belajar di tengah masyarakat, khususnya bagi generasi muda.

​Salah satu program unggulan TBM Akhyar Center adalah penerapan diskusi reflektif berbasis kasus, yang memanfaatkan media visual-naratif. Pendekatan ini dirancang khusus untuk membahas isu-isu penting dan relevan, seperti kurikulum pendidikan Palestina yang menjadi sorotan dalam konteks global. Dengan menampilkan gambar, video, dan cerita yang kuat, para peserta diajak untuk mendalami berbagai perspektif, merenungkan implikasi dari setiap informasi, dan secara aktif berpartisipasi dalam dialog konstruktif. Metode ini terbukti efektif dalam memicu pemikiran kritis dan empati.

​Dalam setiap sesi diskusi, para fasilitator di TBM Akhyar Center mendorong partisipasi aktif dari semua kalangan. Mereka tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai moderator yang handal dalam membimbing alur diskusi. Dengan demikian, setiap individu, dari anak-anak hingga dewasa, merasa nyaman untuk mengungkapkan pendapat, mengajukan pertanyaan, dan berbagi pemahaman mereka. Suasana diskusi yang egaliter dan inklusif menjadi ciri khas yang membedakan TBM ini dari institusi pendidikan formal lainnya.

​Kolaborasi kelompok juga menjadi pilar penting dalam kegiatan TBM Akhyar Center. Para peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk menganalisis kasus, mencari solusi, dan mempresentasikan temuan mereka. Kerja sama tim ini tidak hanya memperkuat kemampuan interpersonal, tetapi juga melatih kemampuan berargumentasi dan menghargai perbedaan pendapat. Melalui interaksi ini, empati terhadap sesama dan pemahaman akan keragaman perspektif semakin terasah, sejalan dengan tujuan utama TBM untuk menciptakan masyarakat yang lebih toleran dan bijaksana.

​Fokus pada kurikulum pendidikan Palestina, misalnya, memberikan kesempatan unik bagi peserta untuk memahami tantangan dan aspirasi pendidikan di wilayah konflik. Dengan menggunakan media visual-naratif, mereka dapat "merasakan" realitas yang dihadapi oleh anak-anak Palestina, mulai dari keterbatasan akses pendidikan hingga perjuangan untuk menjaga identitas budaya mereka. Pemahaman mendalam ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran global dan memotivasi tindakan nyata untuk mendukung hak asasi pendidikan bagi semua.

​Pemanfaatan media visual-naratif tidak hanya terbatas pada diskusi. TBM Akhyar Center juga menggunakan media ini untuk kegiatan bercerita, lokakarya kreatif, dan presentasi edukatif. Visual yang menarik dan narasi yang kuat mampu menarik perhatian audiens dari berbagai usia, membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan mudah diingat. Ini adalah strategi yang efektif untuk menjembatani kesenjangan antara informasi yang kompleks dan pemahaman yang mudah diakses oleh masyarakat umum.

​Kesadaran akan pendidikan sebagai hak asasi manusia adalah pesan inti yang selalu ditekankan di TBM Akhyar Center. Melalui berbagai program dan diskusi, masyarakat diajak untuk merenungkan bahwa setiap individu, tanpa terkecuali, berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Penekanan ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga didorong untuk diterjemahkan menjadi tindakan nyata, seperti dukungan terhadap inisiatif pendidikan lokal maupun global, serta partisipasi aktif dalam gerakan literasi.

​TBM Akhyar Center juga secara rutin mengadakan acara-acara komunitas, seperti festival buku, pertunjukan seni, dan lokakarya keterampilan. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar, tetapi juga memperkuat ikatan sosial antar anggota masyarakat. Dengan demikian, TBM berfungsi sebagai pusat komunitas yang dinamis, tempat di mana masyarakat dapat berkumpul, belajar, dan tumbuh bersama dalam suasana yang positif dan inspiratif.

​Secara keseluruhan, Taman Bacaan Masyarakat Akhyar Center Kota Prabumulih adalah model ideal dari sebuah pusat literasi modern yang adaptif dan inklusif. Dengan perpaduan diskusi reflektif, media visual-naratif, kolaborasi kelompok, dan penekanan pada hak asasi pendidikan, TBM ini berhasil menciptakan lingkungan yang memberdayakan, menumbuhkan literasi kritis, empati, dan kesadaran sosial yang tinggi. Ini adalah investasi berharga bagi masa depan masyarakat Prabumulih dan contoh inspiratif bagi pengembangan TBM di daerah lain.


Langkah Besar TBM Akhyar Center: Wakili Sumsel dalam Kurikulum Pendidikan Palestina Tingkat Nasional



TBM Akhyar Center -  Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center kembali menorehkan langkah strategis dalam gerakan literasi dan pendidikan nasional. Komunitas literasi yang berbasis di Sumatera Selatan ini resmi dipercaya menjadi salah satu komunitas yang akan memberikan materi dalam program Kurikulum Pendidikan Palestina yang diselenggarakan oleh Konferensi Pemuda Indonesia. Keterlibatan ini menandai pengakuan atas konsistensi TBM Akhyar Center dalam membangun ruang-ruang belajar yang tidak hanya berorientasi pada literasi dasar, tetapi juga pada kesadaran global, kemanusiaan, dan solidaritas internasional.

Program Kurikulum Pendidikan Palestina yang diinisiasi oleh Konferensi Pemuda Indonesia bertujuan menghadirkan pemahaman komprehensif mengenai sejarah, identitas, budaya, serta dinamika kemanusiaan yang terjadi di Palestina. Kurikulum ini dirancang sebagai ruang edukasi alternatif bagi generasi muda Indonesia agar mampu melihat isu global secara kritis, empatik, dan berimbang. Melalui pendekatan berbasis literasi, diskusi reflektif, dan penguatan nilai kemanusiaan, program ini diharapkan menjadi medium pembelajaran yang mencerahkan sekaligus membangun kepedulian sosial.

Dalam konteks tersebut, TBM Akhyar Center dipercaya untuk memfasilitasi penyampaian materi secara langsung kepada peserta program. Peran ini tidak sekadar menghadirkan narasumber, melainkan juga mengembangkan strategi pembelajaran yang dialogis, partisipatif, dan berbasis pengalaman. TBM Akhyar Center akan mengintegrasikan metode literasi kritis, pembacaan teks historis, pemetaan isu, serta diskusi tematik agar peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mampu menganalisis dan merefleksikannya secara mendalam.

Kepercayaan ini menjadikan TBM Akhyar Center sebagai satu-satunya komunitas di Sumatera Selatan yang terlibat langsung dalam memfasilitasi Kurikulum Pendidikan Palestina. Posisi ini menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus tanggung jawab moral untuk menghadirkan pembelajaran yang bermutu. Keterlibatan tersebut memperkuat peran Sumatera Selatan dalam percakapan nasional mengenai pendidikan berbasis solidaritas global dan kemanusiaan.

Selama ini, TBM Akhyar Center dikenal aktif mengembangkan berbagai program literasi berbasis komunitas dengan pendekatan mandiri dan kolaboratif. Kegiatan seperti kelas baca kritis, diskusi kepemudaan, pelatihan menulis, hingga forum refleksi sosial menjadi bagian dari ekosistem belajar yang dibangun secara berkelanjutan. Pengalaman inilah yang menjadi modal penting dalam mengelola materi Kurikulum Pendidikan Palestina agar tetap kontekstual dengan realitas peserta didik di Indonesia.

Ketua TBM Akhyar Center menyampaikan bahwa keterlibatan dalam program ini merupakan bentuk komitmen terhadap pendidikan yang berpihak pada nilai kemanusiaan universal. Pendidikan tidak hanya berfungsi mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk kesadaran etis dan empati sosial. Dengan memahami Palestina melalui perspektif historis dan kemanusiaan, generasi muda diharapkan mampu menumbuhkan solidaritas yang rasional, berbasis data, dan tetap menjunjung tinggi prinsip perdamaian.

Kolaborasi antara Konferensi Pemuda Indonesia dan TBM Akhyar Center juga menunjukkan bahwa gerakan literasi lokal mampu berkontribusi dalam isu-isu global. Komunitas berbasis daerah tidak lagi dipandang sebagai entitas terbatas secara geografis, melainkan sebagai simpul strategis dalam jaringan pendidikan nasional. Inisiatif ini sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas wilayah, lintas komunitas, dan lintas disiplin ilmu.

Program ini direncanakan akan dilaksanakan melalui rangkaian kelas tematik, seminar daring dan luring, serta diskusi kelompok terarah yang melibatkan pemuda dari berbagai daerah. TBM Akhyar Center akan berperan dalam memoderasi materi, menyusun alur pembelajaran, serta memastikan pendekatan yang inklusif dan berbasis dialog. Dengan demikian, proses belajar tidak berlangsung satu arah, melainkan menjadi ruang pertukaran gagasan yang dinamis.

Keterlibatan TBM Akhyar Center dalam Kurikulum Pendidikan Palestina menjadi bukti bahwa komunitas literasi dapat mengambil peran signifikan dalam membangun kesadaran global generasi muda. Dari Sumatera Selatan, semangat literasi dan solidaritas kemanusiaan dipancarkan untuk menjangkau ruang-ruang diskusi nasional. Langkah ini diharapkan menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk terus berkontribusi dalam membangun pendidikan yang berdaya, berempati, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan universal.

Jumat, 06 Februari 2026

Menghidupkan Kelas Digital: Optimalisasi Assemblr dalam Pembelajaran Berbasis Al

 

TBM Akhyar Center - Pembelajaran di abad ke-21 menuntut inovasi dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Kelas digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keniscayaan. Namun, tantangan terbesar terletak pada bagaimana menghidupkan kelas digital agar tidak kehilangan esensi interaksi dan keterlibatan siswa. Di sinilah peran teknologi seperti Augmented Reality (AR) dan kecerdasan buatan (AI) menjadi krusial, dan Assemblr muncul sebagai solusi optimal untuk pembelajaran berbasis AI.

​Assemblr adalah platform yang memungkinkan pengguna membuat, berbagi, dan menikmati pengalaman AR secara mudah. Dengan fitur-fitur yang inovatif, Assemblr membuka pintu bagi guru untuk menciptakan materi pembelajaran yang imersif dan interaktif, mengubah materi statis menjadi pengalaman 3D yang hidup. Integrasi dengan kecerdasan buatan semakin memperkaya potensi Assemblr, menjadikannya alat yang sangat ampuh untuk mengoptimalkan kelas digital.

​Salah satu keunggulan utama Assemblr adalah kemampuannya untuk mengubah konsep-konsep abstrak menjadi visual yang konkret. Bayangkan siswa mempelajari anatomi manusia, tata surya, atau struktur molekul tidak lagi hanya dari gambar 2D di buku, melainkan dapat "memegang" dan "menjelajahi" model 3D di depan mata mereka. Pengalaman ini tidak hanya meningkatkan pemahaman, tetapi juga memicu rasa ingin tahu dan keterlibatan yang lebih dalam.

​AI di dalam Assemblr dapat berperan dalam personalisasi pembelajaran. Dengan menganalisis interaksi siswa dengan konten AR, AI dapat mengidentifikasi area di mana siswa kesulitan atau unggul. Berdasarkan data ini, sistem dapat merekomendasikan materi tambahan, tugas yang disesuaikan, atau bahkan jalur pembelajaran yang berbeda untuk setiap siswa, memastikan bahwa setiap individu mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan untuk berhasil.

​Selain itu, Assemblr memungkinkan kolaborasi yang lebih dinamis. Siswa dapat bekerja sama dalam proyek AR, membangun model, atau memecahkan masalah dalam lingkungan virtual. Ini mendorong keterampilan komunikasi, kerja tim, dan pemecahan masalah yang penting di dunia nyata. Guru dapat memantau kemajuan kolaborasi secara real-time dan memberikan umpan balik yang konstruktif.

​Assemblr juga menyediakan alat bagi guru untuk membuat kuis interaktif berbasis AR. Daripada kuis pilihan ganda yang membosankan, siswa dapat menjawab pertanyaan dengan berinteraksi langsung dengan objek 3D. Misalnya, dalam pelajaran biologi, siswa mungkin diminta untuk mengidentifikasi bagian-bagian sel dengan mengetuk model sel 3D yang muncul di meja mereka. Ini membuat penilaian menjadi lebih menarik dan efektif.

​Dampak positif dari penggunaan Assemblr dalam pembelajaran berbasis AI juga terasa pada motivasi siswa. Generasi digital saat ini sangat akrab dengan teknologi. Dengan menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dan menyenangkan melalui AR dan AI, Assemblr dapat membangkitkan kembali minat belajar siswa dan mengurangi kebosanan yang seringkali muncul di kelas tradisional.

​Namun, implementasi Assemblr memerlukan pelatihan yang memadai bagi guru. Penting bagi institusi pendidikan untuk menyediakan sumber daya dan dukungan agar guru dapat menguasai platform ini dan mengintegrasikannya secara efektif ke dalam kurikulum mereka. Dengan pelatihan yang tepat, guru dapat memaksimalkan potensi Assemblr untuk menciptakan pengalaman belajar yang tak terlupakan.

​Secara keseluruhan, Assemblr dengan integrasi AI menawarkan solusi yang komprehensif untuk menghidupkan kelas digital. Dari visualisasi konsep yang kompleks, personalisasi pembelajaran, kolaborasi interaktif, hingga penilaian yang menarik, Assemblr mengubah cara kita mendekati pendidikan. Dengan terus mengoptimalkan penggunaannya, kita dapat mempersiapkan siswa untuk masa depan yang semakin didominasi oleh teknologi dan inovasi.

Jumat, 30 Januari 2026

Dari Buku ke Aksi: TBM Goes To School Kenalkan Literasi sebagai Gaya Hidup Siswa



TBM Akhyar Center - Program TBM Goes To School kembali hadir di lingkungan sekolah dengan membawa semangat baru dalam mengenalkan literasi kepada siswa. Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan kesadaran bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan keterampilan hidup yang penting dalam proses belajar dan pengembangan karakter peserta didik.

Dalam pelaksanaannya, TBM Goes To School mengajak siswa memahami literasi secara lebih luas, mencakup literasi baca-tulis, literasi digital, literasi numerasi, hingga literasi budaya. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan kontekstual agar mudah dipahami serta dekat dengan pengalaman sehari-hari siswa di sekolah maupun di rumah.

Suasana kegiatan dibuat interaktif melalui dialog dua arah, permainan edukatif, dan cerita inspiratif. Siswa didorong untuk berani mengemukakan pendapat, bertanya, dan berbagi pengalaman membaca atau menulis yang pernah mereka lakukan. Pendekatan ini bertujuan membangun rasa percaya diri sekaligus minat siswa terhadap aktivitas literasi.

Salah satu sesi utama adalah pengenalan berbagai jenis bacaan, mulai dari buku cerita, komik edukatif, hingga buku pengetahuan populer. Tim TBM menekankan bahwa setiap siswa memiliki pintu masuk literasi yang berbeda, sehingga tidak ada satu jenis bacaan yang dianggap paling benar, selama mampu menumbuhkan minat baca.

 Selain membaca, siswa juga diajak mempraktikkan literasi melalui kegiatan menulis singkat, seperti membuat catatan refleksi, menulis cerita pendek, atau merangkum bacaan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa literasi adalah proses aktif, di mana siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mengolah dan mengekspresikannya kembali.

Pihak sekolah menyambut positif program TBM Goes To School karena dinilai sejalan dengan upaya penguatan budaya literasi di satuan pendidikan. Guru melihat kegiatan ini mampu memotivasi siswa untuk lebih akrab dengan buku dan menjadikan perpustakaan sekolah sebagai ruang belajar yang menyenangkan.

 Antusiasme siswa terlihat dari partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Banyak siswa yang mengaku mulai menyadari pentingnya membaca tidak hanya untuk keperluan akademik, tetapi juga untuk menambah wawasan, melatih imajinasi, dan memahami dunia secara lebih luas.

 TBM Goes To School menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi sekolah dalam mengembangkan ekosistem literasi. Melalui kolaborasi dengan guru dan pihak sekolah, TBM berharap literasi dapat menjadi kebiasaan yang terintegrasi dalam aktivitas belajar sehari-hari, bukan hanya kegiatan sesaat.

 Dengan mengenalkan literasi sejak dini di sekolah, TBM Goes To School optimistis dapat berkontribusi dalam membentuk generasi pembelajar sepanjang hayat. Literasi diharapkan tumbuh sebagai budaya, bukan kewajiban, sehingga siswa mampu menghadapi tantangan masa depan dengan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan reflektif.




Jumat, 17 Oktober 2025

Pendiri TBM Akhyar Center Jadi Juri Lomba GTK Transformatif Guru SD se-Kota Prabumulih



TBM Akhyar Center - Kegiatan GTK Transformatif tingkat Kota Prabumulih kembali menghadirkan sosok inspiratif dari kalangan pegiat literasi. D.A. Akhyar, pendiri Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center, didaulat menjadi salah satu juri dalam lomba GTK Transformatif bagi guru sekolah dasar se-Kota Prabumulih. Kehadirannya bukan hanya sebagai bentuk apresiasi terhadap kiprahnya di dunia literasi, tetapi juga sebagai pengakuan atas kontribusinya dalam mendorong transformasi pendidikan berbasis literasi di daerah.

Dalam lomba yang digelar oleh Dinas Pendidikan Kota Prabumulih ini, para guru ditantang untuk menampilkan inovasi pembelajaran yang kreatif, adaptif, dan berdampak. Sebagai juri, D.A. Akhyar menilai karya para peserta dari aspek orisinalitas ide, relevansi dengan kebutuhan siswa abad ke-21, serta nilai literasi yang terkandung dalam praktik pembelajaran. Ia menekankan pentingnya pendidikan yang mengintegrasikan nilai kemanusiaan, kolaborasi, dan kecakapan berpikir kritis—unsur yang selama ini menjadi ruh dari kegiatan TBM Akhyar Center.

D.A. Akhyar dikenal luas sebagai pustakawan berprestasi nasional dan pendiri TBM mandiri yang aktif menggerakkan budaya baca di Prabumulih. Melalui TBM Akhyar Center, ia menginisiasi berbagai program literasi berbasis masyarakat, seperti Bibliobattle, kelas menulis kreatif, dan program literasi keluarga. Kepeduliannya terhadap peningkatan kapasitas guru dan siswa dalam literasi digital serta literasi baca-tulis menjadikan dirinya sosok panutan dalam dunia pendidikan lokal maupun nasional.

Keterlibatan D.A. Akhyar dalam ajang GTK Transformatif ini juga menjadi momentum kolaborasi antara komunitas literasi dan lembaga pendidikan formal. Ia berpendapat bahwa gerakan literasi tidak cukup berhenti di ruang baca, tetapi harus hidup di ruang kelas dan terinternalisasi dalam strategi pembelajaran. Melalui kompetisi ini, ia berharap guru-guru SD di Prabumulih dapat menjadi agen perubahan yang membawa semangat literasi transformatif ke dalam setiap kegiatan belajar mengajar.

Kegiatan GTK Transformatif ini menjadi bukti bahwa pendidikan di Prabumulih terus berkembang dengan dukungan berbagai pihak, termasuk para pegiat literasi seperti D.A. Akhyar. Kolaborasi lintas sektor antara guru, komunitas, dan pemerintah daerah diharapkan dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan dan berkarakter. Dengan semangat literasi dan inovasi, Prabumulih menapaki langkah maju menuju kota yang cerdas, inklusif, dan berbudaya baca.

Selasa, 16 September 2025

TBM Ikuti Roadshow Webinar Assemblr EDU Bengkulu



TBM Akhyar Center - Taman Bacaan Masyarakat (TBM) turut serta dalam kegiatan Roadshow Webinar Assemblr EDU yang digelar di Provinsi Bengkulu pada Selasa, 16 September 2025. Kegiatan ini mengusung tema “Pembuatan Poster Interaktif dengan Assemblr EDU” dan berlangsung secara daring melalui aplikasi Zoom mulai pukul 14.00 hingga 16.00 WIB.

Webinar ini menghadirkan sejumlah narasumber penting, di antaranya Wibowo Mukti, S.Kom., M.Si. selaku Kepala BLPT Kemendikdasmen, Rainer Atu, S.E., M.M. sebagai Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, serta Dr. Nasyith Forefy, S.T., M.M. yang menjabat Kepala Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Bengkulu.

Selain itu, hadir pula Purwanto, S.Pd. SD, seorang Assemblr Certified Educator (ACE) Level 18 – Trailblazer, serta Novia Ayu Lestari, M.Pd., Gr., Duta Teknologi Provinsi Bengkulu Tahun 2023. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam mengenai pemanfaatan teknologi digital, khususnya dalam pengembangan media pembelajaran yang interaktif dan kreatif.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini berkesempatan memperoleh sertifikat 32 JP, asalkan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Antusiasme peserta cukup tinggi, terlihat dari semangat para guru, tenaga kependidikan, dan pegiat literasi yang mendaftar melalui tautan resmi panitia.

Dengan adanya webinar ini, diharapkan para pendidik maupun penggiat literasi semakin terampil dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran. Kehadiran TBM dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen nyata dalam mengembangkan inovasi literasi berbasis digital guna menjawab tantangan pendidikan di era modern.

TBM Akhyar Center Ikuti Webinar Pembelajaran Mendalam Berbasis Game Based Learnin



TBM Akhyar Center -Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center turut berpartisipasi dalam kegiatan webinar bertajuk “Pembelajaran Mendalam Berbasis Game Based Learning” yang disampaikan oleh Gunawan Wibisono. Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi dan inovasi pembelajaran yang digagas oleh Nyalanesia bersama Pemerintah Kota Surakarta, Iota, dan Ekraf. Webinar berlangsung secara daring dan diikuti oleh berbagai kalangan pendidik serta pegiat literasi dari seluruh Indonesia.

Dalam paparannya, Gunawan Wibisono menjelaskan bahwa metode game based learning mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, menyenangkan, dan relevan dengan kebutuhan generasi digital saat ini. Melalui pendekatan permainan, siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, hingga pemecahan masalah secara lebih mendalam. Konsep ini dinilai sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas pendidikan berbasis kreativitas dan pengalaman nyata.

TBM Akhyar Center melihat keikutsertaan dalam kegiatan ini sebagai langkah penting untuk memperkaya wawasan dalam mengembangkan program literasi berbasis teknologi. Menurut perwakilan TBM, metode game based learning tidak hanya relevan untuk pembelajaran di sekolah, tetapi juga dapat diterapkan dalam kegiatan literasi di masyarakat, terutama untuk menarik minat generasi muda agar lebih gemar membaca dan belajar.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi antarpendidik, pegiat literasi, dan komunitas kreatif. Kehadiran lembaga pemerintah serta ekosistem kreatif dalam mendukung pengembangan pembelajaran berbasis game menunjukkan bahwa sinergi berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk menghadirkan pendidikan yang adaptif dan inovatif.

Dengan mengikuti webinar ini, TBM Akhyar Center berkomitmen untuk terus menghadirkan terobosan dalam kegiatan literasi. Ke depan, TBM berencana mengintegrasikan konsep game based learning ke dalam aktivitas pembelajaran nonformal, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari metode kreatif ini dalam meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat akar rumput.(*)

Minggu, 14 September 2025

Setiap Kunjungan, Satu Langkah Menuju Pengetahuan


TBM Akhyar Center - Hari Kunjungan Perpustakaan adalah momentum penting untuk menumbuhkan minat baca dan menegaskan peran perpustakaan sebagai pusat ilmu dan budaya. Pada hari ini 14 September, setiap pengunjung diberi kesempatan untuk menjelajahi koleksi buku yang beragam, mulai dari literatur fiksi, nonfiksi, hingga bahan referensi ilmiah. Kegiatan ini tidak hanya sekadar kunjungan, tetapi juga sarana edukatif untuk mengenalkan manfaat membaca secara menyenangkan. Melalui interaksi langsung dengan buku dan pustakawan, siswa maupun masyarakat umum dapat belajar menelusuri informasi secara efektif. Perpustakaan menjadi tempat di mana ide, kreativitas, dan pengetahuan bertemu, menciptakan ruang belajar yang inklusif dan inspiratif bagi semua kalangan usia.

Kunjungan ke perpustakaan mendorong pengembangan literasi informasi yang sangat penting di era digital. Dengan berbagai koleksi yang tersedia, pengunjung belajar cara mencari, menyeleksi, dan memahami informasi secara kritis. Selain membaca buku, kegiatan ini sering dilengkapi dengan workshop, pameran buku, dan diskusi interaktif yang menambah pengalaman belajar. Guru, orang tua, dan pustakawan memiliki peran penting dalam membimbing pengunjung agar tidak hanya membaca, tetapi juga menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Hari Kunjungan Perpustakaan menjadi ajang untuk menanamkan kebiasaan membaca sejak dini, sekaligus membangun rasa ingin tahu yang kuat terhadap ilmu pengetahuan dan budaya, yang akan berdampak positif pada perkembangan pribadi dan akademik.

Selain menumbuhkan literasi, kunjungan perpustakaan juga menekankan nilai sosial dan budaya. Perpustakaan merupakan ruang publik yang aman dan nyaman bagi semua orang, tanpa memandang usia, latar belakang, atau status sosial. Di sini, pengunjung dapat belajar menghargai keberagaman informasi dan saling bertukar ide. Kegiatan membaca bersama, diskusi kelompok, atau program storytelling menjadi cara efektif membangun keterampilan komunikasi dan empati. Pengalaman ini menumbuhkan rasa tanggung jawab untuk menjaga dan menghormati fasilitas publik. Hari Kunjungan Perpustakaan sekaligus mengingatkan kita bahwa membaca bukan aktivitas individual semata, tetapi juga bagian dari pembentukan komunitas yang kritis, cerdas, dan peduli pada lingkungan intelektualnya.

Perpustakaan modern kini tidak hanya menyediakan buku cetak, tetapi juga sumber digital dan multimedia yang semakin mempermudah akses informasi. Teknologi ini memungkinkan pengunjung belajar lebih interaktif, misalnya melalui e-book, database ilmiah, dan aplikasi pembelajaran. Hari Kunjungan Perpustakaan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan inovasi ini kepada masyarakat luas, terutama generasi muda yang cenderung digital native. Pustakawan berperan sebagai fasilitator yang membantu pengunjung memahami cara memanfaatkan sumber informasi digital secara efektif dan etis. Dengan kombinasi buku fisik dan digital, perpustakaan dapat memenuhi kebutuhan belajar yang beragam, menjaga relevansi dan perannya sebagai pusat pengetahuan di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat.

Mengikuti Hari Kunjungan Perpustakaan memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus mendidik. Setiap kunjungan membuka peluang untuk menemukan pengetahuan baru, mengasah imajinasi, dan memperluas wawasan. Bagi pelajar, kegiatan ini dapat menjadi inspirasi untuk menulis, meneliti, dan berkreasi. Untuk masyarakat umum, perpustakaan menjadi ruang refleksi dan sumber informasi terpercaya di tengah derasnya informasi digital yang belum tentu akurat. Dengan merayakan hari ini secara rutin, kita mendorong budaya literasi yang kuat dan berkelanjutan. Selamat Hari Kunjungan Perpustakaan, mari manfaatkan kesempatan ini untuk menggali ilmu, memperkaya wawasan, dan menumbuhkan cinta membaca yang akan membawa manfaat seumur hidup.

Senin, 08 September 2025

Meningkatkan Minat Baca Generasi Z lewat Visualisasi 3D di Taman Bacaan



TBM Akhyar Center - Generasi Z, yang tumbuh besar di era digital, memiliki preferensi yang berbeda dalam mengonsumsi informasi dan hiburan. Mereka akrab dengan konten visual, interaktif, dan serba cepat, seringkali kurang tertarik pada teks panjang dan statis. Tantangan ini menjadi krusial bagi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang ingin menarik minat Gen Z untuk kembali ke pangkuan literasi. Namun, alih-alih bersaing dengan teknologi, TBM dapat merangkulnya sebagai mitra, salah satunya melalui pemanfaatan visualisasi 3D yang imersif untuk mengubah pengalaman membaca menjadi lebih relevan dan menarik bagi generasi ini.

Visualisasi 3D menghadirkan dimensi baru dalam membaca, mentransformasi narasi dua dimensi menjadi pengalaman multisensorik yang memukau. Bayangkan seorang remaja membaca buku sejarah tentang peradaban Mesir kuno. Dengan teknologi 3D, mereka tidak hanya membaca deskripsi piramida atau mumi, tetapi dapat melihat replika 3D piramida yang muncul di atas halaman buku, memutar dan menjelajahinya dari berbagai sudut, atau bahkan "masuk" ke dalam makam Firaun secara virtual. Interaksi semacam ini mengubah proses belajar dari pasif menjadi aktif, memungkinkan Gen Z untuk tidak hanya membaca fakta, tetapi juga merasakan dan mengalaminya, yang sangat cocok dengan gaya belajar kinestetik mereka.

Penerapan visualisasi 3D di TBM juga dapat diintegrasikan dalam berbagai program dan kegiatan. Misalnya, TBM dapat menyelenggarakan sesi "bedah buku" interaktif di mana model 3D dari karakter atau adegan penting dalam cerita diproyeksikan, memicu diskusi dan analisis yang lebih mendalam. Kompetisi cerita dapat mencakup elemen visual 3D yang dibuat oleh peserta, mendorong kreativitas dan keterampilan digital. Dengan demikian, TBM tidak hanya menjadi tempat untuk meminjam buku, tetapi juga sebagai pusat inovasi dan eksplorasi, di mana literasi bertemu dengan teknologi dalam harmoni yang sempurna.

Investasi dalam teknologi visualisasi 3D juga mengirimkan pesan penting kepada Gen Z bahwa TBM adalah tempat yang modern dan relevan. Ini menunjukkan bahwa literasi tidak ketinggalan zaman, melainkan dapat beradaptasi dan berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Dengan menyediakan akses ke pengalaman membaca yang diperkaya secara visual, TBM dapat mengubah persepsi membaca dari tugas menjadi petualangan, dari sesuatu yang membosankan menjadi kegiatan yang menstimulasi dan menarik.

Pada akhirnya, strategi ini bukan hanya tentang memasukkan teknologi ke dalam TBM, tetapi tentang memahami dan merespons kebutuhan serta preferensi Generasi Z. Dengan mengadopsi visualisasi 3D, TBM memiliki kesempatan emas untuk menghidupkan kembali minat baca di kalangan generasi digital, menciptakan lingkungan di mana buku-buku fisik dan dunia virtual bersatu untuk menginspirasi, mendidik, dan menghibur. Ini adalah langkah progresif menuju masa depan literasi yang lebih dinamis dan inklusif.

Kamis, 28 Agustus 2025

Ruang Publik Virtual untuk Interaksi Tanpa Batas pada Assemblr

 


TBM Akhyar Center - Perkembangan teknologi digital menghadirkan banyak inovasi baru yang mengubah cara kita hidup, belajar, dan bekerja. Salah satu inovasi besar yang semakin populer adalah metaverse, sebuah ruang virtual tiga dimensi yang memungkinkan penggunanya berinteraksi dalam bentuk avatar. Gambar di atas memperlihatkan suasana ruang publik futuristik dalam metaverse, di mana berbagai avatar dapat berkumpul, berbincang, atau bahkan beraktivitas layaknya di dunia nyata. Hal ini menunjukkan bahwa metaverse bukan sekadar hiburan, melainkan juga wadah baru untuk membangun komunitas digital.

Metaverse menghadirkan pengalaman yang imersif, seakan membawa kita masuk ke dunia lain dengan nuansa modern dan futuristik. Dalam gambar terlihat desain ruang yang unik, dipenuhi ornamen berbentuk geometris dan lingkaran cahaya yang memberikan kesan canggih. Beberapa avatar berkumpul di sebuah area yang menyerupai panggung pameran atau pusat informasi, menandakan bahwa ruang publik di metaverse bisa digunakan untuk berbagai kegiatan, mulai dari presentasi, pertunjukan, hingga pertemuan komunitas.

Hal menarik dari konsep ruang publik virtual ini adalah fleksibilitas tanpa batas. Jika di dunia nyata sebuah acara membutuhkan tempat, biaya, dan logistik yang besar, di metaverse semua itu bisa dilakukan dengan lebih efisien. Pengguna dapat berkumpul dari berbagai penjuru dunia hanya dengan menggunakan perangkat digital. Tidak ada batasan jarak atau waktu, sehingga interaksi bisa berlangsung lebih cepat, mudah, dan inklusif.

Metaverse juga membuka peluang besar di bidang bisnis dan edukasi. Bayangkan sebuah pameran produk yang digelar di ruang publik virtual seperti pada gambar di atas, di mana avatar pengunjung bisa melihat, berdialog dengan penyelenggara, bahkan mencoba pengalaman interaktif. Begitu juga dengan dunia pendidikan, di mana guru dan siswa dapat belajar dalam suasana yang lebih hidup, tidak hanya sekadar melihat layar video, melainkan benar-benar merasakan interaksi dalam ruang tiga dimensi.

Selain aspek edukasi dan bisnis, ruang publik metaverse juga bisa menjadi tempat bersosialisasi yang menyenangkan. Avatar dengan berbagai gaya pakaian dan ekspresi memungkinkan setiap orang mengekspresikan identitas dirinya secara bebas. Fitur ini memberikan pengalaman unik, di mana pengguna tidak hanya sekadar berkomunikasi, tetapi juga membangun citra digital sesuai kepribadian mereka. Hal ini tentu sangat relevan di era digital, di mana identitas virtual semakin menjadi bagian penting dari kehidupan sosial.

Tidak kalah penting, metaverse juga menjawab tantangan interaksi sosial pasca pandemi. Banyak orang kini lebih terbiasa dengan pertemuan online, namun keterbatasan interaksi membuat pengalaman terasa datar. Dengan metaverse, suasana virtual terasa lebih nyata dan interaktif. Gambar tersebut membuktikan bahwa ruang publik digital bisa memberikan nuansa hangat, futuristik, sekaligus fungsional untuk berbagai kebutuhan manusia.

Pada akhirnya, metaverse menjadi simbol dari masa depan interaksi digital. Kehadiran ruang publik virtual seperti yang digambarkan di atas menunjukkan bahwa teknologi ini bukan hanya tren sesaat, melainkan fondasi dari dunia digital berikutnya. Dengan menggabungkan kreativitas, teknologi, dan interaksi sosial, metaverse akan terus berkembang menjadi ruang alternatif yang memperkaya cara manusia bersosialisasi, bekerja, belajar, dan berkreasi.(*)

Senin, 07 Juli 2025

Bimtek Membaca Nyaring untuk Guru PAUD dan TK Se Kota Prabumulih

 


TBM Akhyar Center - Perpustakaan dan Kearsipan Kota Prabumulih menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Membaca Nyaring yang dihadiri oleh para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) se-Kota Prabumulih. Kegiatan ini berlangsung di ruang Kelas TK-PAUD Al Firdaus Prabumulih dan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Prabumulih.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengajarkan membaca kepada anak-anak. "Membaca nyaring adalah salah satu metode yang efektif untuk membangun minat baca sejak dini," ujarnya. Ia berharap, melalui bimtek ini, para guru dapat menerapkan ilmu yang didapat dalam kegiatan belajar mengajar.

Bimtek ini menghadirkan pendiri Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center, D.A.Akhyar, sebagai narasumber. Dalam sesi penyampaian materinya, Akhyar menjelaskan teknik-teknik membaca nyaring yang tidak hanya menarik tetapi juga mendidik. "Membaca dengan suara keras dapat membantu anak-anak memahami cerita dan meningkatkan daya tarik mereka terhadap buku," katanya.

Selama kegiatan, peserta diajak untuk berinteraksi langsung dengan narasumber melalui sesi tanya jawab. Banyak guru antusias bertanya tentang cara memilih buku yang tepat untuk anak-anak. Akhyar menjelaskan pentingnya memilih buku dengan ilustrasi menarik dan cerita yang sesuai dengan usia anak. "Buku yang baik dapat menjadi jembatan bagi anak untuk menjelajahi dunia imajinasi, sesuaikan levelnya." tambahnya.

Selain sesi materi, peserta juga melakukan praktik membaca nyaring. Dengan bimbingan langsung dari Akhyar, para guru berlatih cara membawakan cerita secara menarik. Aktivitas ini diharapkan dapat memperkuat keterampilan membaca guru serta membangun kepercayaan diri mereka dalam mengajar.

Kegiatan Bimtek Membaca Nyaring ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga memperkuat jaringan antar guru PAUD dan TK se-Kota Prabumulih. Dalam suasana diskusi yang hangat, peserta saling berbagi pengalaman dan strategi dalam mengajar membaca kepada anak-anak.

Di akhir acara, moderator juga memberikan apresiasi kepada semua peserta yang telah aktif berpartisipasi dan berharap agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di masing-masing lembaga pendidikan. "Mari kita bersama-sama menciptakan generasi yang mencintai membaca," tutupnya. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang baik dalam meningkatkan literasi di kalangan anak-anak di Kota Prabumulih.

Pengenalan Aplikasi Kipin di Bimtek Membaca Nyaring

 


TBM Akhyar Center – Di tengah kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Membaca Nyaring yang diadakan oleh Perpustakaan dan Kearsipan Kota Prabumulih, narasumber Akhyar tidak hanya membahas teknik membaca, tetapi juga mengenalkan aplikasi inovatif bernama Kipin atau Kios Pintar School. Aplikasi ini diharapkan dapat menjadi alat bantu bagi para guru dalam mengembangkan minat baca anak-anak, Senin (7/7/2025)

Akhyar menjelaskan bahwa Kipin adalah platform digital yang menyediakan berbagai sumber belajar, termasuk buku, video, dan materi interaktif untuk anak-anak. "Melalui aplikasi ini, guru dapat mengakses berbagai bahan ajar yang menarik dan relevan, sehingga proses belajar menjadi lebih menyenangkan," ungkapnya. Para peserta terlihat antusias saat mendengar penjelasan mengenai fitur-fitur yang ditawarkan oleh aplikasi tersebut, peserta tercatat sebanyak 50 peserta Guru TK PAUD Se Kota Prabumulih.

Dalam sesi demonstrasi, Akhyar menunjukkan cara mengoperasikan aplikasi Kipin. Peserta diajak untuk mencoba mendaftar dan menjelajahi berbagai konten yang tersedia. "Aplikasi ini dirancang agar mudah digunakan, baik oleh guru maupun siswa, sehingga bisa diakses kapan saja dan di mana saja," tambahnya. Banyak guru yang merasa terbantu dengan kemudahan akses informasi yang ditawarkan.

Di samping itu, Akhyar juga menjelaskan pentingnya integrasi teknologi dalam pendidikan. "Di era digital ini, anak-anak harus diperkenalkan dengan teknologi yang mendukung proses belajar mereka. Kipin adalah salah satu solusi untuk menjembatani kebutuhan tersebut," katanya. Peserta pun berdiskusi tentang bagaimana mereka dapat memanfaatkan aplikasi ini dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.

Salah satu peserta Bimtek, seorang guru TK, mengaku sangat tertarik dengan aplikasi Kipin. "Kami sering kesulitan mencari bahan ajar yang menarik untuk anak-anak. Dengan Kipin, sepertinya kami bisa lebih kreatif dalam mengajar," ujarnya. Banyak guru lain yang mengungkapkan hal serupa, menandakan bahwa aplikasi ini dapat menjadi angin segar dalam dunia pendidikan.

Akhyar juga mengingatkan pentingnya melibatkan orang tua dalam proses penggunaan aplikasi ini. "Orang tua bisa berperan aktif dengan mendampingi anak-anak saat menggunakan Kipin, sehingga pembelajaran di rumah juga dapat berjalan dengan baik," katanya. Ini diharapkan dapat memperkuat keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak.

Di akhir sesi, Akhyar menyampaikan, "Inovasi seperti ini sangat penting untuk mendukung literasi dan pendidikan di Kota Prabumulih. Mari kita manfaatkan teknologi untuk menciptakan generasi yang cerdas dan mencintai membaca," tutupnya. Bimtek ini berhasil memberikan wawasan baru dan inspirasi bagi para guru untuk meningkatkan kualitas pengajaran mereka.(*)

Minggu, 22 Juni 2025

Pendiri TBM Akhyar Center Bawa Semangat Literasi-Numerasi ke Sekolah Dasar Prabumulih

 


TBM Akhyar Center — Pendiri Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center, Akhyar, kembali menunjukkan kiprahnya dalam dunia literasi dengan menjadi narasumber pada kegiatan praktik baik literasi dan numerasi yang digelar di salah satu sekolah dasar negeri di Kota Prabumulih. Kegiatan ini dihadiri oleh para guru, siswa, dan penggiat pendidikan yang antusias menyambut kehadiran pegiat literasi muda ini, Rabu (18/6)

Dalam sesi pemaparannya, Akhyar berbagi pengalaman nyata dalam membangun budaya literasi di tengah masyarakat melalui berbagai program kreatif di TBM Akhyar Center. Ia menekankan pentingnya membangun ekosistem membaca sejak dini dan mengintegrasikan kegiatan literasi dan numerasi dalam pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.

Lebih dari sekadar teori, Akhyar juga mengajak peserta untuk mencoba beberapa metode sederhana namun efektif yang biasa diterapkannya bersama anak-anak di TBM. Mulai dari membaca nyaring, membuat jurnal literasi numerasi, hingga permainan edukatif yang merangsang logika dan kreativitas siswa.

Kepala sekolah dan para guru menyampaikan apresiasi atas kehadiran Akhyar yang dinilai memberikan inspirasi baru dalam mengembangkan pembelajaran literasi dan numerasi. Kehadiran narasumber dari luar lingkungan sekolah, terlebih dari komunitas literasi, memberikan sudut pandang yang segar dan aplikatif.

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal kerja sama lebih luas antara sekolah-sekolah di Prabumulih dengan TBM Akhyar Center dalam mendorong gerakan literasi yang berkelanjutan. Semangat kolaborasi ini sejalan dengan visi bersama untuk menciptakan generasi pembelajar yang kritis, cakap membaca, dan terampil bernalar. (*)

Kamis, 19 Juni 2025

Kunjungan Tim Perpusda Prabumulih di TBM Akhyar Center


TBM Akhyar Center — Suasana penuh keakraban dan semangat literasi mewarnai kunjungan tim dari Perpustakaan Daerah Kota Prabumulih ke Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center, Kamis (19/6). Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam menjalin sinergi antara lembaga literasi masyarakat dan institusi pemerintah dalam meningkatkan minat baca warga.

Kehadiran tim dari Perpustakaan Daerah kunjungan dan jumpa.langsung bersama pendiri sekaligus pengelola TBM Akhyar Center, D.A. Akhyar, S.Ud., M.Pd, bersama pengurus aktif lainnya. Dalam sambutannya, Akhyar menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan mengungkapkan harapan agar kolaborasi ini dapat mendorong gerakan literasi yang lebih luas di Prabumulih, khususnya di kalangan generasi muda.

Dalam kunjungan tersebut, tim Perpustakaan Daerah meninjau langsung fasilitas dan aktivitas TBM, mulai dari layanan baca buku gratis, ruang kreatif anak, hingga program pelatihan literasi digital. Mereka juga berdiskusi mengenai strategi pengelolaan TBM berbasis komunitas serta tantangan yang dihadapi dalam menghidupkan budaya membaca di tengah masyarakat.

TIM Perpustakaan Daerah Kota Prabumulih dalam kunjungan ini menyampaikan apresiasinya terhadap upaya yang dilakukan TBM Akhyar Center. Menurutnya, semangat gotong royong dan inisiatif dalam menyediakan ruang literasi mandiri adalah aset berharga yang perlu didukung dan dikembangkan.

TBM Akhyar Center menjadi contoh nyata bagaimana literasi bisa tumbuh dari bawah, dengan semangat dan kepedulian komunitas. Semoga pertemuan ini akan menjadi kerja sama berkelanjutan dalam bentuk pendampingan, pelatihan, dan distribusi bahan bacaan.

Sebagai penutup, kedua pihak menyepakati pentingnya kolaborasi antara TBM dan Perpustakaan Daerah dalam mengembangkan program-program literasi yang relevan dan berkelanjutan. Akhyar berharap, ke depan TBM Akhyar Center dapat menjadi mitra strategis dalam membumikan budaya baca dan menulis di Kota Prabumulih. (*)

Sabtu, 14 Juni 2025

Dinas Perpustakaan Prabumulih Gelar Lomba Video Konten Literasi, Total Hadiah 19 Juta Rupiah


TBM Akhyar Center — Dalam rangka mengembangkan budaya literasi di tengah masyarakat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Prabumulih kembali menyelenggarakan kegiatan inovatif bertajuk Lomba Video Konten Literasi. Lomba ini terbuka untuk masyarakat umum dengan usia minimal 13 tahun dan mengusung tema besar “Perkembangan Perpustakaan, Budaya Baca dan Literasi sesuai potensi dan khasanah Daerah Kota Prabumulih atau Daerah Masing-masing.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi lokal berbasis kekayaan budaya dan potensi daerah. Pendaftaran dan pengumpulan naskah dibuka sejak 23 Mei hingga 20 Juni 2025, memberikan cukup waktu bagi para peserta untuk berkreasi dan menyusun konten video terbaik mereka.

Syarat utama lomba ini adalah video harus bersifat original, belum pernah dipublikasikan, dan bertemakan literasi dengan nuansa lokal Prabumulih atau daerah asal masing-masing peserta. Video wajib memiliki resolusi minimal 720p dengan format MP4 atau MOV, berdurasi antara 5 hingga 10 menit.

Selain sebagai media ekspresi kreatif, lomba ini juga bertujuan mengangkat kearifan lokal melalui narasi digital. Dengan pendekatan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang terlibat dalam pelestarian nilai budaya serta peningkatan kesadaran literasi melalui teknologi.

Total hadiah yang disiapkan oleh panitia mencapai Rp19.000.000. Juara 1 akan mendapatkan uang pembinaan Rp5.000.000, Juara 2 sebesar Rp4.000.000, dan Juara 3 sebesar Rp3.000.000 — masing-masing dilengkapi trofi dan piagam penghargaan. Selain itu, terdapat juga hadiah Rp1.000.000 untuk tujuh peserta favorit pilihan panitia.

Bagi yang ingin berpartisipasi dalam kompetisi besar ini, pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui tautan berikut: KLIK DISINI

Informasi lengkap dan petunjuk teknis bisa diperoleh dengan menghubungi narahubung yang tertera pada flyer resmi lomba atau mengunjungi situs web https://bit.ly/Lomba-VideoKonten-Literasi2025

Ayo, tunjukkan kreativitasmu! Mari angkat budaya dan literasi daerah melalui karya video yang inspiratif. Jangan lewatkan kesempatan berharga ini untuk menjadi bagian dari gerakan literasi digital yang membangun.! (*)

Jumat, 28 Februari 2025

Pagar Laut: Tawa Di Ujung Kesedihan



Pagar Laut: Tawa Di Ujung Kesedihan

Oleh: D.A. Akhyar


Di tepi laut, derai tawa bergema,  

Bambu-bambu berdiri, penjaga yang pura-pura.  

Nelayan terkurung, harapan terbenam,  

Di balik pagar, kepentingan merayakan kemenangan.


Ikan-ikan menari, teripang bermain,  

Sementara hukum terpinggirkan, terbungkam oleh kepentingan.  

Dari jendela kayu, kabar busuk berhembus,  

Hanya gelak tawa yang mendominasi, suara nurani terhimpit.


O, mata hukum, kau buta dan tuli,  

Menjadi tumpul di tengah permainan ini.  

Petugas melangkah lunglai,  

Di antara kesunyian nasib yang terabaikan.


Lihatlah perahu nelayan terjebak,  

Di antara pagar yang kokoh, hati nurani terbelah.  

Kasus demi kasus, bengkak di dada,  

Sementara garam air mata menetes, tak ada yang peduli.


Kapan kita cabut pagar ini,  

Yang menghalangi suara dan mimpi?  

Ayo, mari tertawa bersama,  

Dalam drama absurd yang tak berujung ini.


Prabumulih, 25 Februari 2026

© Copyright 2019-2026 TBM Akhyar Center | All Right Reserved