Kamis, 29 Oktober 2026

Ketua TBM Akhyar Center Terpilih sebagai Peserta STEMBA Bootcamp Wardah Inspiring Teacher x ITB, Perkuat Inovasi Pendidikan Berbasis STEM

 


PRABUMULIH – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan dan gerakan literasi Kota Prabumulih. Ketua Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center terpilih menjadi salah satu peserta STEMBA Bootcamp, program kolaborasi Wardah Inspiring Teacher (WIT) bersama Institut Teknologi Bandung (ITB). Kesempatan ini menjadi langkah penting dalam memperluas wawasan, mengembangkan kompetensi, dan memperkuat inovasi pembelajaran yang berdampak bagi peserta didik.

STEMBA Bootcamp merupakan program pengembangan kapasitas yang memberikan ruang bagi pendidik untuk memperdalam pendekatan pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Melalui program ini, peserta diharapkan mampu mengembangkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, kreatif, dan relevan dengan tantangan pendidikan masa kini.

Terpilihnya Ketua TBM Akhyar Center menjadi bagian dari program tersebut merupakan sebuah pencapaian yang membanggakan. Keikutsertaan ini sekaligus menunjukkan semangat untuk terus bertumbuh, belajar, dan membuka diri terhadap berbagai pendekatan baru dalam pendidikan. Bagi seorang pendidik dan pegiat literasi, pengembangan kompetensi merupakan bagian penting dari upaya menghadirkan pembelajaran yang bermakna.

Program ini juga menjadi kesempatan untuk mempertemukan semangat inovasi pendidikan dengan pendekatan ilmiah dan teknologi. Kolaborasi Wardah Inspiring Teacher bersama ITB diharapkan dapat memperkaya perspektif peserta dalam merancang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mendorong kemampuan berpikir kritis, kreativitas, pemecahan masalah, dan kolaborasi.

Sebagai Ketua TBM Akhyar Center yang berada di bawah naungan Yayasan Akhyar Bestari Indonesia, kesempatan ini memiliki makna lebih luas daripada pencapaian pribadi. Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal untuk memperkuat berbagai kegiatan literasi, pendampingan belajar, serta pengembangan program pendidikan yang menjangkau masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda.

Semangat mengikuti STEMBA Bootcamp sejalan dengan komitmen TBM Akhyar Center dalam menghadirkan ruang belajar yang terbuka, menyenangkan, dan mendorong anak-anak untuk berani bermimpi. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir ilmiah, memanfaatkan teknologi, serta menciptakan solusi atas persoalan di lingkungan sekitar.

Keikutsertaan dalam program ini juga menjadi pengingat bahwa pendidik perlu terus menjadi pembelajar sepanjang hayat. Perubahan zaman menuntut guru dan pegiat pendidikan untuk senantiasa memperbarui pengetahuan, mengeksplorasi metode pembelajaran, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. Dengan demikian, inovasi yang dikembangkan tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Ke depan, pengalaman mengikuti STEMBA Bootcamp diharapkan dapat diterapkan dan dibagikan melalui praktik baik, penguatan komunitas belajar, serta pengembangan kegiatan pendidikan dan literasi di Kota Prabumulih. Semangat kolaborasi antara pendidik, komunitas, dan lembaga pendidikan menjadi modal penting untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih inklusif, inovatif, dan berdampak.

Pencapaian ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil: kemauan untuk terus belajar, keberanian mencoba hal baru, dan konsistensi berbagi manfaat. Melalui STEMBA Bootcamp Wardah Inspiring Teacher bersama ITB, Ketua TBM Akhyar Center membawa semangat untuk terus bertumbuh dan berkontribusi, karena dari ruang kelas dan gerakan literasi, masa depan generasi bangsa dibangun bersama.

Sabtu, 24 Oktober 2026

Ketua TBM Akhyar Center Dampingi Siswa SMPIT Ishlahul Ummah Menulis Cerita, Tumbuhkan Generasi Muda Kreatif Dan Literat

 


Prabumulih — Menulis bukan sekadar merangkai kata, melainkan perjalanan menemukan gagasan, mengolah pengalaman, dan menyampaikan imajinasi kepada dunia. Semangat inilah yang mewarnai kegiatan Workshop dan Pendampingan Menulis Cerita bersama adik-adik SMPIT Ishlahul Ummah yang didampingi oleh Ketua Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center, sebuah komunitas literasi yang berada di bawah naungan Yayasan Akhyar Bestari Indonesia.

Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang mendorong peserta didik untuk berani menuangkan pikiran ke dalam tulisan. Melalui pendampingan yang dekat dengan dunia remaja, siswa diajak memahami bahwa setiap orang memiliki cerita yang layak ditulis, baik yang bersumber dari pengalaman sehari-hari, lingkungan sekitar, maupun imajinasi mereka sendiri.

Dalam prosesnya, menulis diperkenalkan sebagai keterampilan yang dapat tumbuh melalui latihan, ketekunan, dan keberanian untuk mencoba. Para siswa didorong untuk menemukan ide, menentukan tema, membangun alur cerita, mengembangkan tokoh, serta memilih kata-kata yang mampu menghidupkan cerita agar lebih menarik bagi pembaca.

Pendampingan ini juga menekankan pentingnya proses kreatif. Sebuah tulisan tidak harus langsung sempurna pada percobaan pertama. Ide dapat dikembangkan, kalimat dapat diperbaiki, dan cerita dapat disempurnakan melalui proses membaca ulang serta melakukan penyuntingan. Dengan demikian, siswa belajar menghargai proses sekaligus membangun kepercayaan diri terhadap karya mereka sendiri.

Bagi TBM Akhyar Center, kegiatan literasi seperti ini merupakan bagian dari upaya memperluas makna taman bacaan di tengah masyarakat. Literasi tidak berhenti pada kemampuan membaca, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, mengolah gagasan, dan menghasilkan karya yang bermanfaat. Anak-anak perlu mendapatkan ruang yang mendukung agar potensi tersebut dapat berkembang secara optimal.

Sebagai komunitas literasi di bawah naungan Yayasan Akhyar Bestari Indonesia, TBM Akhyar Center terus mendorong terciptanya ruang belajar yang kolaboratif dan inspiratif. Sinergi dengan satuan pendidikan menjadi salah satu langkah penting untuk memperluas akses kegiatan literasi sekaligus memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengembangkan minat, bakat, dan kreativitas melalui kegiatan membaca dan menulis.

Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital, kemampuan menulis menjadi semakin relevan. Melalui tulisan, generasi muda tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga dapat menjadi pencipta konten yang kreatif, bertanggung jawab, dan bermakna. Keterampilan ini sekaligus menjadi bekal untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, menyampaikan pendapat secara santun, serta membagikan gagasan yang membawa manfaat bagi orang lain.

Workshop dan pendampingan menulis cerita ini diharapkan menjadi langkah awal bagi tumbuhnya penulis-penulis muda dari lingkungan SMPIT Ishlahul Ummah. Setiap karya yang lahir menjadi bukti bahwa potensi anak perlu diberi kesempatan untuk tumbuh. Dukungan, apresiasi, dan pendampingan yang berkelanjutan akan membantu mereka menjaga semangat berkarya sekaligus berani menyelesaikan tulisan hingga menjadi karya yang utuh.

Melalui kegiatan ini, TBM Akhyar Center di bawah naungan Yayasan Akhyar Bestari Indonesia berharap semangat literasi terus tumbuh di sekolah maupun masyarakat. Sebab, ketika anak-anak diberi ruang untuk membaca, berpikir, dan menulis, mereka sedang membangun bekal untuk masa depan. Dari keberanian menulis sebuah cerita, tumbuh keyakinan bahwa setiap anak memiliki suara, gagasan, dan kesempatan untuk menginspirasi dunia.

Kamis, 22 Oktober 2026

Lentera Literasi dari TBM Akhyar Center: Mengukir Generasi Emas di Hari Santri Nasional 2026



PRABUMULIH - Peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2026 kembali menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen bangsa, khususnya kalangan pesantren. Mengusung semangat "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas", perayaan tahun ini menegaskan kembali peran historis dan strategis santri. Di era modern, tantangan santri tidak lagi sekadar perjuangan fisik melawan penjajah, melainkan perjuangan intelektual menghadapi arus informasi global. Oleh karena itu, penguatan kapasitas santri melalui literasi menjadi sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar lagi agar mereka siap memimpin di masa depan.

Menjawab panggilan zaman tersebut, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center yang bernaung di bawah Yayasan Akhyar Bestari Indonesia mengambil langkah proaktif dan inspiratif. Ketua TBM Akhyar Center memandang bahwa perayaan Hari Santri 2026 adalah titik tolak yang sangat tepat untuk merevolusi budaya baca dan tulis di kalangan generasi muda Islam. Yayasan ini berkomitmen kuat untuk tidak sekadar menjadi tempat meminjam buku, melainkan bertransformasi menjadi pusat peradaban yang menghidupkan nalar kritis masyarakat, khususnya para santri.

Menurut pandangan visioner Ketua TBM Akhyar Center, makna literasi bagi santri saat ini harus diperluas spektrumnya. Literasi tidak hanya lagi terbatas pada kemampuan mengeja huruf atau menamatkan bacaan dari sampul ke sampul, tetapi juga mencakup literasi digital, literasi budaya, dan kecakapan memecahkan masalah. Santri dituntut untuk mampu memilah informasi yang benar di tengah maraknya hoaks yang bertebaran di dunia maya. Kemampuan menyaring informasi ini sejatinya sangat selaras dengan tradisi pesantren yang selalu mengedepankan prinsip tabayyun (klarifikasi) dalam menerima sebuah kabar.

Dalam implementasi nyatanya, TBM Akhyar Center telah merancang berbagai program strategis yang langsung menyasar pondok pesantren dan masyarakat di sekitarnya. Salah satu fokus utama dalam gebyar Hari Santri 2026 ini adalah mengawinkan kurikulum tradisional yang kaya nilai moral dengan keterampilan literasi modern. Ruang-ruang diskusi dibuka lebih lebar, fasilitas bahan bacaan yang variatif disediakan secara gratis, dan pelatihan menulis kreatif mulai digalakkan secara masif. Hal ini bertujuan mulia agar santri tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen gagasan yang mencerahkan peradaban.

Tradisi luhur pesantren yang sangat lekat dengan kajian kitab kuning sebenarnya merupakan modal dasar literasi yang luar biasa kuat dan mendalam. Ketua TBM Akhyar Center meyakini bahwa kebiasaan santri mendalami teks-teks klasik dengan penuh ketelitian dan bimbingan kiai adalah bentuk literasi tingkat tinggi. Tantangannya kini adalah bagaimana mentransformasikan ketekunan membaca kitab tersebut ke dalam kemampuan merespons isu-isu sosial kontemporer. Melalui pendampingan intensif dari Yayasan Akhyar Bestari Indonesia, para santri diajak untuk berani menuliskan pemikiran mereka agar karya tersebut dapat dinikmati dan diakses oleh publik yang lebih luas.

Lebih jauh lagi, inisiatif penguatan literasi ini juga diarahkan secara khusus untuk memupuk jiwa kepemimpinan intelektual para santri. Dengan wawasan yang luas hasil dari membaca ragam literatur, seorang santri akan memiliki empati dan pemahaman yang lebih tajam terhadap problematika sosial di masyarakat. TBM Akhyar Center berupaya memfasilitasi lahirnya santri-santri yang berwawasan global namun tetap berpijak kokoh pada akar kearifan lokal. Mereka dipersiapkan untuk turun ke tengah masyarakat sebagai agen perubahan yang membawa solusi cerdas, bukan sekadar penonton di tengah pusaran perubahan zaman.

Tentu saja, langkah mulia yang diinisiasi oleh Yayasan Akhyar Bestari Indonesia ini menyadari bahwa visi besar tidak bisa diwujudkan dengan berjalan sendiri. Oleh sebab itu, Ketua TBM Akhyar Center senantiasa mengajak berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah, tokoh agama, dermawan, hingga komunitas pegiat pendidikan lainnya, untuk merajut kolaborasi. Sinergi lintas sektoral sangat dibutuhkan untuk memperluas jangkauan manfaat dari program literasi santri ini. Dukungan penyediaan infrastruktur, donasi buku-buku berkualitas, dan penyediaan mentor yang kompeten menjadi elemen penting yang terus diupayakan bersama.

Respon yang sangat positif dari para santri dan pengasuh pondok pesantren terhadap kehadiran dan program TBM Akhyar Center menjadi energi dan semangat tersendiri bagi yayasan. Terlihat antusiasme yang begitu tinggi saat para santri mulai berani mengekspresikan ide-ide segar mereka melalui karya tulis, puisi, esai, maupun saat berpartisipasi aktif dalam diskusi publik. Fakta ini membuktikan bahwa dahaga akan ilmu pengetahuan dan ruang berekspresi di kalangan santri sesungguhnya sangatlah besar. TBM Akhyar Center hadir tepat pada waktunya sebagai oase yang menyegarkan iklim intelektual di lingkungan pesantren.

Pada akhirnya, peringatan Hari Santri Nasional 2026 ini bukan sekadar seremonial tahunan semata, melainkan tonggak kebangkitan literasi santri di nusantara. Melalui dedikasi tanpa henti dari Ketua dan seluruh relawan pejuang literasi TBM Akhyar Center (Yayasan Akhyar Bestari Indonesia), secercah harapan untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas semakin nyata terlihat. Santri yang literat dan berakhlak mulia adalah pilar kekuatan bangsa; mereka adalah generasi pelurus yang akan menjaga kemurnian agama, merawat keutuhan negara, dan menerangi masa depan Indonesia dengan cahaya ilmu pengetahuan.


Senin, 19 Oktober 2026

Dari Buku Menjadi Berarti, TBM Akhyar Center Bersama Balai Bahasa Uji Kebermanfaatan Cerita Anak


PRABUMULIH - uku cerita anak bukan sekadar rangkaian kata dan gambar. Di balik setiap halaman, tersimpan peluang untuk menumbuhkan imajinasi, membangun karakter, dan menanamkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan. Semangat inilah yang mewarnai kegiatan Uji Kebermanfaatan Bahan Bacaan Cerita Anak yang melibatkan Pendiri TBM Akhyar Center bersama tim Balai Bahasa.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas literasi anak melalui bahan bacaan yang tidak hanya menarik, tetapi juga bermanfaat bagi perkembangan pembacanya. Kolaborasi antara pegiat taman bacaan masyarakat dan tim Balai Bahasa diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang pentingnya menghadirkan bacaan yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Dalam penyampaian materi, peserta diajak memahami bahwa kualitas buku cerita anak perlu dilihat dari berbagai aspek, mulai dari penggunaan bahasa, alur cerita, ilustrasi, hingga pesan yang disampaikan. Setiap unsur tersebut memiliki peran dalam membantu anak memahami isi cerita sekaligus menikmati proses membaca.

Uji kebermanfaatan bahan bacaan juga menjadi langkah penting untuk mengetahui sejauh mana cerita dapat dipahami dan diterima oleh anak. Tanggapan pembaca menjadi bahan evaluasi untuk melihat kesesuaian isi buku dengan usia, pengalaman, serta tingkat pemahaman anak.

Selain menarik dan mudah dipahami, buku cerita anak diharapkan mampu menghadirkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari. Kejujuran, kepedulian, tanggung jawab, persahabatan, dan kecintaan terhadap lingkungan dapat diperkenalkan melalui cerita yang dekat dengan pengalaman anak tanpa harus disampaikan secara menggurui.

Bagi TBM Akhyar Center, kegiatan ini sejalan dengan peran taman bacaan masyarakat sebagai ruang belajar yang terbuka, inklusif, dan menyenangkan. Kehadiran bahan bacaan yang berkualitas dapat memperkaya aktivitas literasi, baik melalui membaca mandiri, membaca bersama, maupun diskusi sederhana yang mendorong anak berani menyampaikan pendapat.

Kolaborasi bersama tim Balai Bahasa juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan budaya baca. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman diharapkan dapat mendukung pemanfaatan bahan bacaan yang lebih tepat guna, sekaligus mendorong perhatian terhadap kualitas bahasa dan isi cerita yang dikonsumsi anak-anak.

Melalui kegiatan ini, uji kebermanfaatan tidak hanya dipandang sebagai proses penilaian terhadap sebuah buku, tetapi juga sebagai upaya memastikan bahwa bahan bacaan benar-benar memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Buku yang baik semestinya mampu memantik rasa ingin tahu, memperluas wawasan, serta mendorong anak untuk bertanya, berpikir kritis, dan mengenal lingkungannya.

Pendiri TBM Akhyar Center bersama tim Balai Bahasa berharap upaya penguatan literasi ini dapat berkontribusi terhadap tumbuhnya generasi yang gemar membaca dan terus belajar. Sebab, ketika sebuah cerita mampu menyentuh pikiran dan hati anak, buku tidak lagi sekadar menjadi bacaan, tetapi menjelma menjadi jendela pengetahuan dan bekal untuk masa depan.

TBM Akhyar Center Hadirkan Ruang yang Ramah bagi Anak-anak untuk Mengenal Buku Cerita


PRABUMULIH – Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center terus menggelorakan semangat literasi bagi anak-anak melalui berbagai kegiatan edukatif yang dilaksanakan di ruang belajar. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen TBM Akhyar Center dalam menumbuhkan budaya membaca, memperluas wawasan, serta membangun kebiasaan belajar sejak usia dini.

Kegiatan literasi ini menghadirkan ruang yang ramah bagi anak-anak untuk mengenal buku, membaca cerita, menggali pengetahuan, dan mengembangkan imajinasi. Melalui suasana belajar yang menyenangkan, anak-anak diharapkan semakin tertarik menjadikan membaca sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.

TBM Akhyar Center memandang literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga fondasi penting dalam membangun pola pikir kritis, kreativitas, dan kepercayaan diri. Anak-anak perlu mendapatkan kesempatan untuk mengeksplorasi pengetahuan secara terbuka agar tumbuh menjadi generasi yang mandiri dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

Ruang literasi menjadi tempat anak-anak belajar dengan cara yang lebih dekat dan menyenangkan. Kehadiran buku-buku bacaan, aktivitas edukatif, serta pendampingan dalam proses belajar diharapkan mampu menciptakan pengalaman positif yang membuat anak-anak semakin mencintai ilmu pengetahuan.

Selain meningkatkan minat baca, kegiatan ini juga mendorong pembentukan karakter anak. Nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian dapat ditanamkan melalui aktivitas membaca bersama, berdiskusi, serta berbagi pengetahuan dengan teman-teman sebaya.

TBM Akhyar Center juga meyakini bahwa penguatan literasi anak membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat, hingga komunitas pegiat literasi. Kolaborasi tersebut penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya kebiasaan membaca, baik di rumah, di sekolah, maupun di ruang publik.

Di tengah perkembangan teknologi digital, TBM Akhyar Center terus berupaya menghadirkan kegiatan literasi yang relevan dengan kebutuhan anak-anak. Buku tetap menjadi sumber pengetahuan yang penting, sementara pemanfaatan teknologi secara bijak dapat menjadi sarana pendukung untuk memperkaya pengalaman belajar dan memperluas akses informasi.

Melalui kegiatan yang terus digelorakan, TBM Akhyar Center berharap dapat mengambil bagian dalam membangun generasi yang gemar membaca, berpengetahuan luas, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan masa depan. Langkah ini sekaligus menjadi wujud nyata bahwa gerakan literasi dapat dimulai dari ruang sederhana, dengan semangat dan kepedulian yang berkelanjutan.

TBM Akhyar Center mengajak orang tua, pendidik, komunitas, dan masyarakat untuk bersama-sama menyalakan semangat literasi bagi anak-anak. Sebab, setiap buku yang dibaca membuka jendela pengetahuan, setiap pertanyaan menumbuhkan rasa ingin tahu, dan setiap kesempatan belajar merupakan langkah kecil menuju masa depan yang lebih baik.

Minggu, 18 Oktober 2026

Lolos Seleksi, Ketua TBM Akhyar Center Terpilih Mengikuti Program Akademi Guru Pemimpin 2026 Tingkat ASEAN


PRABUMULIH – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Ketua Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center, Dwiki Al Akhyar, S.Ud., M.Pd., Gr., yang secara resmi diumumkan sebagai peserta terpilih dalam Program Akademi Guru Pemimpin Tahun 2026. Pengumuman kelulusan yang prestisius ini tersiar secara luas melalui rilis resmi visual yang dibagikan kepada publik. Keberhasilan ini semakin mengukuhkan dedikasi panjangnya di dunia pendidikan dan literasi, baik di jalur formal maupun pendidikan non-formal.

Program Akademi Guru Pemimpin Tahun 2026 ini merupakan sebuah inisiatif strategis yang diselenggarakan secara kolaboratif oleh Sekolah Guru Indonesia, Great Edunesia, dan Dompet Dhuafa. Program ini dirancang khusus untuk menjaring dan menempa para pendidik pilihan dari berbagai penjuru tanah air. Melalui proses seleksi kompetitif, pihak penyelenggara mencari sosok-sosok guru yang tidak hanya cakap dalam mengajar, tetapi juga memiliki visi kepemimpinan yang progresif untuk menggerakkan perubahan di ekosistem pendidikan.

Tujuan utama dari diselenggarakannya program bergengsi ini adalah dalam rangka mengembangkan model kepemimpinan keguruan tingkat regional (ASEAN). Akhyar akan dipersiapkan secara intensif untuk menjadi bagian dari perumusan strategi pendidikan yang melampaui batas-batas negara. Hal ini menuntut kesiapan intelektual yang mumpuni agar para guru pemimpin mampu beradaptasi dengan tantangan globalisasi dan memformulasikan solusi inovatif yang aplikatif di kawasan Asia Tenggara.

Sejalan dengan visi besar tersebut, kelulusan ini membawa amanah yang sangat strategis, di mana Akhyar diyakini siap membawa dampak di lingkup nasional & regional (ASEAN). Tagline dan harapan besar penyelenggara ini menegaskan bahwa kiprah inovasinya tidak akan berhenti di ruang-ruang kelas lokal saja. Ia diproyeksikan menjadi agen transformasi sejati yang mampu menularkan praktik baik, menginspirasi rekan sejawat lintas provinsi, dan berkontribusi pada diskursus kebijakan pendidikan internasional.

Rekam jejak Akhyar sebagai pendidik di SD Negeri 47 Prabumulih menjadi fondasi kuat yang mengantarkannya pada pencapaian luar biasa ini. Integrasi antara pengalamannya mengelola pendidikan dasar dengan penerapan inovasi pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) menjadi nilai tambah yang sangat signifikan. Kemampuannya mengaplikasikan berbagai kerangka refleksi kritis di kelas membuktikan kedalaman pemahamannya terhadap kebutuhan pedagogi di era modern.

Lebih dari itu, posisinya sebagai penggerak utama di TBM Akhyar Center, Gunung Ibul, memberikan dimensi sosial yang kaya dalam profil kepemimpinannya. Kepeduliannya terhadap gerakan literasi akar rumput menunjukkan bahwa kepemimpinan guru yang sejati adalah yang mampu memberdayakan masyarakat luas secara inklusif. Pengalaman membina komunitas baca ini akan menjadi perspektif sosiologis berharga yang dapat ia bagikan di forum Akademi Guru Pemimpin kelak.

Menanggapi pengumuman kelulusan ini, Akhyar menyampaikan rasa syukur yang mendalam dan menegaskan kesiapannya untuk menjalani seluruh rangkaian program. Ia menyadari bahwa kesempatan belajar dan berjejaring bersama Sekolah Guru Indonesia, Great Edunesia, dan Dompet Dhuafa adalah momentum berharga untuk memperluas cakrawala pemikiran. Baginya, kepemimpinan adalah tentang seberapa besar kapasitas seorang pendidik dalam memperluas ruang manfaat bagi kemajuan sumber daya manusia.

Keikutsertaan Akhyar dalam program kepemimpinan tingkat ASEAN ini juga diharapkan dapat membuka gerbang kolaborasi yang lebih luas bagi institusi pendidikan di wilayah Sumatera Selatan. Jejaring yang akan terbangun selama program berlangsung sangat berpotensi melahirkan kemitraan lintas negara, pertukaran keilmuan, serta adopsi metodologi pengajaran mutakhir. Semua ini pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan kualitas layanan pendidikan dan ekosistem literasi yang terus ia rintis dengan penuh dedikasi.

Ucapan selamat dan sukses pun terus mengalir deras kepada peserta terpilih yang berdedikasi tinggi ini. Keberhasilan Dwiki Al Akhyar menembus Program Akademi Guru Pemimpin 2026 adalah bukti nyata bahwa guru dari daerah mampu bersaing, berprestasi, dan bersuara di level internasional. Pencapaian monumental ini diharapkan mampu memantik semangat pendidik lainnya di Indonesia untuk terus berani bermimpi, berinovasi, dan mengambil peran terdepan demi mewujudkan generasi penerus yang unggul dan berkarakter.


Lolos Seleksi Esai Nasional, Dwiki Al Akhyar Terpilih Ikuti FGD Modul Forum TBM 2026



PRABUMULIH – Kabar membanggakan datang dari kancah literasi nasional, Dwiki Al Akhyar, yang diakui sebagai Founder Akhyar Bestari Indonesia, secara resmi dinyatakan lolos seleksi esai reflektif. Keberhasilan luar biasa ini mengantarkannya terpilih menjadi peserta pada perhelatan Focus Group Discussion (FGD) Modul Pelatihan Forum TBM 2026.

Pencapaian membanggakan ini diraih Akhyar setelah melalui tahapan kurasi tulisan yang ketat di tingkat nasional. Esai reflektif yang disyaratkan oleh panitia menuntut gagasan mendalam serta pengalaman nyata dalam mengelola dan mengembangkan taman bacaan di masyarakat. Lolosnya karya tulis tersebut membuktikan bahwa pemikiran dan dedikasi Akhyar di bidang pendidikan non formal mendapatkan pengakuan tinggi dari jaringan Forum TBM di pusat.

Sebagai motor penggerak utama di TBM Akhyar Center yang berlokasi di Gunung Ibul, Prabumulih, kiprah Akhyar dalam memajukan literasi warga memang telah teruji oleh waktu. Melalui berbagai inovasi dan pendekatan yang inklusif, ia terus berupaya menjadikan taman bacaan sebagai ruang belajar yang memberdayakan komunitas sekitar. Fokus utamanya senantiasa bermuara pada penguatan pendidikan non formal yang relevan, menyenangkan, dan dapat diakses oleh semua kalangan.

Dalam esai reflektif yang mengantarkannya pada kelulusan tersebut, Akhyar banyak menuangkan rekam jejak praktik baik serta tantangan riil yang dihadapi para pegiat literasi di akar rumput. Gagasan yang ia tawarkan tidak sekadar bersifat teoretis dari atas meja, melainkan lahir dari pergulatan langsung di lapangan saat membersamai masyarakat. Hal inilah yang dinilai oleh tim penyeleksi mampu memberikan kontribusi berharga bagi penyusunan kerangka kerja literasi yang lebih komprehensif.

Agenda pengembangan tahun 2026 ini sendiri diproyeksikan menjadi wadah urun rembuk yang sangat strategis bagi para penggerak literasi dari seluruh penjuru Nusantara. Melalui momentum FGD ini, Akhyar akan duduk bersama para pakar dan praktisi terpilih lainnya untuk merumuskan, membedah, dan mematangkan rancangan Modul Pelatihan Forum TBM 2026. Modul ini nantinya diharapkan menjadi panduan standar nasional bagi peningkatan kapasitas para pengelola TBM di Indonesia.

Menanggapi keberhasilannya menembus seleksi nasional yang prestisius ini, Dwiki Al Akhyar menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan semua pihak. "Lolosnya esai reflektif ini adalah amanah sekaligus ruang berharga untuk menyuarakan dinamika TBM dari daerah. Saya sangat berharap proses FGD nanti dapat menghasilkan modul pelatihan yang adaptif, membumi, dan benar-benar menjawab kebutuhan kawan-kawan pengelola TBM di berbagai pelosok negeri," ujar Akhyar.

Dukungan penuh dan apresiasi hangat juga mengalir deras dari lingkungan terdekatnya seiring dengan pengumuman kelulusan ini. Sebagaimana tertera jelas dalam visual poster, para kerabat dan kolega pergerakan yang tergabung dalam Sahabat Akhyar Bestari turut merayakan momentum istimewa ini. Mereka secara khusus menitipkan pesan harapan sekaligus doa agar Akhyar teruslah menginspirasi dan memajukan literasi Indonesia melalui setiap langkah pengabdiannya.

Keikutsertaan Akhyar dalam perumusan modul nasional ini diyakini akan membawa imbas positif yang signifikan sekembalinya ia ke Sumatera Selatan. Pengetahuan mendalam dan jejaring baru yang kelak diperoleh dari FGD akan didiseminasikan dan diimplementasikan secara langsung untuk mengembangkan program-program strategis di TBM Akhyar Center. Langkah proaktif ini dipercaya mampu mengakselerasi kualitas layanan pendidikan non formal di Kota Prabumulih dan sekitarnya.

Pada akhirnya, terpilihnya Dwiki Al Akhyar dalam fase krusial penyusunan kerangka pelatihan ini bukan sekadar pencapaian portofolio individu belaka, melainkan manifestasi dari semangat pantang menyerah relawan literasi daerah. Kiprah nyatanya menjadi bukti sahih bahwa dedikasi yang tulus di jalur pendidikan non formal senantiasa menemukan jalannya untuk memberikan sumbangsih nyata bagi kemajuan bangsa. Selamat dan sukses atas amanah baru ini, semoga dedikasi Akhyar terus menjadi nyala api penerang bagi ekosistem literasi di Tanah Air.


TBM Akhyar Center Gelar Pelatihan Merajut Gratis untuk Ibu-Ibu


Prabumulih  — Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center terus memperluas peran pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan kreatif dan edukatif. Salah satunya diwujudkan dengan mengadakan pelatihan merajut gratis bagi ibu-ibu sebagai upaya mengembangkan keterampilan, kreativitas, dan potensi produktif di lingkungan masyarakat.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata bahwa taman bacaan masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca buku, tetapi juga dapat menjadi ruang belajar bersama yang memberikan manfaat langsung bagi kehidupan sehari-hari. Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk belajar keterampilan baru dalam suasana yang santai, terbuka, dan penuh kebersamaan.

Pelatihan merajut dipilih karena merupakan keterampilan yang dapat dipelajari secara bertahap dengan peralatan yang relatif sederhana. Dengan benang, hakpen atau jarum rajut, serta ketekunan, peserta dapat mengenal berbagai teknik dasar hingga menghasilkan karya yang memiliki nilai guna dan nilai estetika.

Selain mengasah keterampilan tangan, kegiatan merajut juga memberikan ruang bagi ibu-ibu untuk mengembangkan kreativitas, melatih kesabaran, dan membangun rasa percaya diri. Proses belajar bersama ini sekaligus membuka kesempatan untuk saling bertukar pengalaman, mempererat silaturahmi, serta membangun lingkungan yang saling mendukung.

Penyelenggaraan pelatihan secara gratis merupakan bentuk komitmen TBM Akhyar Center dalam membuka akses belajar yang lebih luas bagi masyarakat. Kesempatan untuk mengembangkan diri diharapkan tidak terhalang oleh keterbatasan biaya, sehingga semakin banyak ibu-ibu yang dapat berpartisipasi dan memperoleh pengalaman baru.

Lebih jauh, keterampilan merajut berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan produktif. Hasil karya seperti tas, dompet, aksesori, hiasan, dan berbagai produk kerajinan lainnya dapat menjadi peluang usaha apabila dikembangkan dengan kreativitas, kualitas produk, dan strategi pemasaran yang tepat.

Di era digital, hasil karya rajutan juga dapat diperkenalkan kepada masyarakat melalui media sosial dan platform pemasaran daring. Dengan demikian, keterampilan tradisional dapat dipadukan dengan pemanfaatan teknologi untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif bagi peserta.

Melalui kegiatan ini, TBM Akhyar Center ingin menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dimulai dari langkah sederhana, yakni menyediakan ruang untuk belajar, berkarya, dan saling menguatkan. Pelatihan merajut diharapkan menjadi awal bagi tumbuhnya komunitas kreatif perempuan yang aktif, mandiri, dan terus mengembangkan potensinya.

TBM Akhyar Center berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak masyarakat dan menghadirkan beragam keterampilan yang bermanfaat. Karena belajar tidak mengenal batas usia, dan setiap keterampilan yang dipelajari dapat menjadi awal lahirnya karya, peluang, serta kemandirian. Melalui semangat berbagi dan gotong royong, TBM Akhyar Center berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan literasi dan pemberdayaan yang berdampak positif bagi masyarakat.

TBM Akhyar Center Merambah Dunia Kreator Konten, Perluas Gerakan Literasi Digital


Prabumulih — Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center terus mengembangkan kiprahnya dalam dunia literasi dengan merambah bidang kreator konten digital. Langkah ini menjadi bagian dari upaya beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memperluas jangkauan literasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang semakin akrab dengan media digital.

Perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara masyarakat memperoleh, mengolah, dan menyebarkan pengetahuan. Menyikapi perubahan tersebut, TBM Akhyar Center memandang bahwa gerakan literasi perlu hadir tidak hanya melalui buku dan kegiatan membaca, tetapi juga melalui konten digital yang kreatif, edukatif, dan mudah diakses.

Melalui dunia kreator konten, TBM Akhyar Center berupaya menghadirkan informasi dan pesan pendidikan dalam format yang lebih menarik. Konten berupa video pendek, narasi inspiratif, dokumentasi kegiatan, hingga materi pembelajaran digital dapat menjadi sarana alternatif untuk menyampaikan pengetahuan kepada masyarakat luas.

Langkah ini sekaligus memperkuat pemahaman bahwa literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan perangkat teknologi. Masyarakat juga perlu memiliki kecakapan dalam memahami informasi, memeriksa kebenaran sumber, menghargai karya orang lain, serta menyampaikan pesan secara bertanggung jawab.

Keterlibatan dalam produksi konten digital membuka ruang untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan komunikasi, keterampilan menulis naskah, serta pemanfaatan teknologi multimedia. Keterampilan tersebut dapat mendukung kegiatan pendidikan dan menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan era digital.

Bagi TBM Akhyar Center, menjadi kreator konten bukan semata-mata tentang mengejar popularitas atau jumlah penonton. Lebih dari itu, konten digital diharapkan mampu membawa manfaat, menyebarkan inspirasi, memperkenalkan kegiatan literasi, serta mengangkat potensi pendidikan dan masyarakat melalui narasi yang positif.

Pengembangan konten juga dapat menjadi jembatan antara aktivitas literasi konvensional dan pembelajaran modern. Buku, pengetahuan lokal, kegiatan kepramukaan, pendidikan karakter, serta praktik baik di lingkungan sekolah dan masyarakat dapat dikemas menjadi konten yang relevan dengan kebutuhan audiens masa kini.

Dalam prosesnya, etika digital tetap menjadi perhatian utama. Setiap konten perlu memperhatikan akurasi informasi, hak cipta, privasi, dan kesantunan berkomunikasi. Dengan demikian, kreativitas dapat berkembang seiring dengan tanggung jawab dalam memanfaatkan ruang digital.

Melalui langkah ini, TBM Akhyar Center berharap gerakan literasi dapat menjangkau lebih banyak orang tanpa dibatasi ruang dan waktu. Kolaborasi dengan guru, pegiat literasi, komunitas kreatif, dan masyarakat menjadi peluang untuk menghasilkan karya digital yang bermakna serta memperkuat budaya belajar sepanjang hayat.

Merambah dunia kreator konten merupakan salah satu bentuk adaptasi TBM Akhyar Center terhadap perubahan zaman. Dari buku menuju layar digital, dari ruang baca menuju ruang berbagi pengetahuan, literasi terus bergerak untuk menginspirasi dan mencerdaskan masyarakat. Dengan semangat tersebut, TBM Akhyar Center berkomitmen untuk terus mengembangkan kreativitas digital yang edukatif, berkarakter, dan bermanfaat bagi sesama.

Minggu, 26 Juli 2026

Dari TBM Akhyar Center untuk Peradaban, D.A. Akhyar Gaungkan Pentingnya Literasi Informasi

 


Prabumulih - Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya literasi melalui partisipasi aktif pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Prabumulih. Kegiatan yang berlangsung pada 23–24 Juli 2026 di Gedung Kesenian Rumah Dinas Wali Kota Prabumulih ini menghadirkan D.A. Akhyar, S.Ud., M.Pd., Gr. sebagai narasumber yang membawakan materi tentang pentingnya literasi informasi di era digital.

Dalam pemaparannya, D.A. Akhyar menegaskan bahwa literasi informasi merupakan keterampilan esensial abad ke-21. Masyarakat tidak cukup hanya mampu memperoleh informasi, tetapi juga harus memiliki kemampuan untuk menilai kredibilitas sumber, melakukan verifikasi, mengolah data secara kritis, serta menggunakan informasi secara etis dan bertanggung jawab.

Menurutnya, derasnya arus informasi di media digital membawa tantangan tersendiri. Kemudahan memperoleh informasi harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh hoaks, disinformasi, maupun informasi yang menyesatkan. Oleh karena itu, literasi informasi perlu menjadi gerakan bersama yang melibatkan perpustakaan, sekolah, komunitas, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat.

Melalui TBM Akhyar Center, D.A. Akhyar terus mendorong terciptanya ruang belajar yang inklusif dan berkelanjutan. TBM tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran masyarakat yang mendorong budaya diskusi, kreativitas, inovasi, serta peningkatan kecakapan literasi sesuai dengan perkembangan zaman.

Selama dua hari pelaksanaan bimtek, peserta mengikuti berbagai sesi yang dikemas secara interaktif melalui diskusi, studi kasus, praktik evaluasi sumber informasi, serta simulasi verifikasi fakta. Pendekatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang aplikatif sehingga peserta dapat langsung menerapkan kompetensi literasi informasi dalam kehidupan sehari-hari.

Partisipasi TBM Akhyar Center dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen untuk memperkuat ekosistem literasi di Kota Prabumulih. Kolaborasi antara pemerintah daerah, perpustakaan, komunitas literasi, dan masyarakat diyakini menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang cerdas, adaptif, dan berdaya saing.

Ke depan, TBM Akhyar Center akan terus mengembangkan berbagai program literasi yang tidak hanya berfokus pada budaya baca, tetapi juga pada penguatan literasi informasi, literasi digital, serta pengembangan kapasitas masyarakat agar mampu menghadapi tantangan era transformasi digital.

Melalui semangat kolaborasi dan pembelajaran sepanjang hayat, TBM Akhyar Center berharap dapat terus menjadi ruang tumbuh bagi masyarakat untuk belajar, berbagi, dan berkarya. Literasi bukan sekadar kemampuan membaca, melainkan fondasi dalam membangun peradaban yang berilmu, berkarakter, dan berkemajuan.

Sabtu, 18 Juli 2026

TBM Akhyar Center Perkuat Komitmen Menuju Perpustakaan Berkualitas

 


Prabumulih – Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center mengikuti Sosialisasi Advokasi dan Akreditasi Perpustakaan yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Prabumulih. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pengelola perpustakaan dan taman bacaan masyarakat dalam mewujudkan layanan yang berkualitas sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan.

Sosialisasi diikuti oleh pengelola perpustakaan dari berbagai institusi, termasuk perpustakaan sekolah, perpustakaan khusus, dan taman bacaan masyarakat. Kegiatan ini menjadi forum berbagi informasi sekaligus memperkuat sinergi antarpegiat literasi di Kota Prabumulih.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya advokasi perpustakaan sebagai langkah strategis dalam memperkuat kelembagaan, meningkatkan mutu layanan, serta mempersiapkan proses akreditasi. Narasumber juga menjelaskan indikator penilaian dan berbagai aspek yang perlu dipenuhi agar perpustakaan mampu memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Bagi TBM Akhyar Center, keikutsertaan dalam sosialisasi ini merupakan bentuk komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan taman bacaan masyarakat. Wawasan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi dasar dalam mengembangkan layanan yang lebih profesional, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Sebagai salah satu pusat kegiatan literasi masyarakat, TBM Akhyar Center meyakini bahwa perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang belajar, berdiskusi, berkarya, dan mengembangkan potensi masyarakat dari berbagai kalangan.

Melalui kegiatan ini, TBM Akhyar Center juga mengapresiasi komitmen Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Prabumulih yang terus melakukan pembinaan kepada pengelola perpustakaan dan taman bacaan masyarakat. Pendampingan seperti ini dinilai penting untuk mendorong peningkatan mutu layanan literasi secara berkelanjutan.

Ke depan, TBM Akhyar Center akan mengimplementasikan berbagai pengetahuan yang diperoleh dalam pengelolaan kelembagaan, peningkatan koleksi, pengembangan program literasi, serta pelayanan kepada masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya taman bacaan yang semakin aktif, inklusif, dan berkualitas.

Kolaborasi antara pemerintah, komunitas literasi, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun budaya baca yang kuat. Dengan sinergi yang terus terjalin, keberadaan taman bacaan masyarakat diharapkan semakin memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Melalui keikutsertaan dalam Sosialisasi Advokasi dan Akreditasi Perpustakaan, TBM Akhyar Center menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam penguatan budaya literasi di Kota Prabumulih. Semangat belajar, berkolaborasi, dan berinovasi akan terus menjadi landasan dalam menghadirkan layanan literasi yang berdampak bagi masyarakat luas.

Minggu, 12 Juli 2026

Trilogi Buku Karya Akhyar untuk Memperkuat Kualitas Pendidik



TBM Akhyar Center -  Akhyar menunjukkan dedikasi tinggi bagi dunia pendidikan melalui berbagai karya nyata. Beliau memimpin TBM Akhyar Center sebagai wadah literasi yang aktif dalam menyebarkan ilmu. Keberadaan pusat kegiatan belajar ini menjadi bukti nyata peran beliau dalam meningkatkan minat baca masyarakat. Fokus utama beliau adalah menyediakan akses pengetahuan yang luas bagi seluruh lapisan warga.

Kepedulian terhadap profesi pendidik mendorong Akhyar untuk merangkum pengalamannya dalam sebuah karya tulis. Beliau menerbitkan sebuah trilogi buku yang menjadi panduan bagi guru di seluruh penjuru tanah air. Karya ini mencakup tiga judul utama yakni Guru Dedikatif, Guru Inovatif, dan Guru Inspiratif. Ketiga buku ini membahas dimensi berbeda dari peran seorang pengajar di kelas.

Buku pertama berjudul Guru Dedikatif mengupas tuntas tentang arti pengabdian bagi pendidik. Akhyar memaparkan bahwa komitmen menjadi fondasi utama dalam menghadapi setiap tantangan mengajar di sekolah. Fokus pembahasan buku ini terletak pada bagaimana guru tetap teguh menjaga semangat mengajar meski berada di tengah keterbatasan fasilitas. Setiap halaman buku ini mengajak Anda untuk merenungkan kembali alasan dalam memilih profesi sebagai guru.

Bagian kedua dari trilogi ini berjudul Guru Inovatif yang menyoroti pentingnya kreativitas dalam ruang kelas. Akhyar menjelaskan berbagai metode pengajaran baru agar materi yang disampaikan mudah diserap oleh siswa. Beliau menekankan bahwa guru harus beradaptasi dengan perubahan zaman melalui penggunaan media pembelajaran yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Buku ini berfungsi sebagai panduan praktis bagi guru dalam merancang kurikulum yang menarik bagi peserta didik.

Trilogi ini dilengkapi dengan buku ketiga yang berjudul Guru Inspiratif untuk menutup rangkaian panduan tersebut. Akhyar menaruh perhatian besar pada kemampuan guru dalam memberikan pengaruh positif bagi perkembangan karakter siswa di masa depan. Beliau percaya bahwa seorang guru berperan mentransfer ilmu pengetahuan serta menanamkan nilai moral dan etika yang kuat. Buku ini memberikan banyak contoh mengenai cara menjadi sosok yang mampu memotivasi siswa untuk terus berkarya.

Penerbitan trilogi ini memberikan dampak positif bagi para pendidik yang tergabung dalam jaringan TBM Akhyar Center. Para guru kini memiliki referensi nyata dalam memperbaiki cara mereka mengajar dan berinteraksi dengan siswa di sekolah. Akhyar rutin mengadakan diskusi bedah buku untuk memperdalam pemahaman mengenai isi dari karya tersebut. Kegiatan ini membantu para pendidik saling berbagi pengalaman dan mencari solusi atas kendala yang dihadapi di lapangan.

Filosofi literasi yang tertuang dalam buku buku tersebut sejalan dengan visi TBM Akhyar Center dalam memajukan pendidikan. Akhyar ingin memastikan bahwa setiap orang mendapatkan akses ilmu yang berkualitas melalui budaya membaca yang kokoh. Beliau membangun ekosistem pendidikan yang saling mendukung antara rumah dan sekolah. Keberadaan buku ini memperkuat peran TBM sebagai pusat rujukan literasi bagi guru dan orang tua.

Kontribusi Akhyar dalam dunia literasi mendapat sambutan baik dari para penggiat pendidikan di berbagai daerah. Banyak guru yang merasa terbantu dengan ide ide praktis yang dituangkan dalam trilogi buku tersebut. Langkah ini merupakan wujud kepedulian beliau terhadap kualitas pendidikan yang lebih baik di masa depan. Beliau berharap karya tulisnya dapat menjadi sumber inspirasi bagi pendidik lain agar terus bergerak maju.

Perjalanan Akhyar dalam dunia literasi tidak berhenti pada peluncuran buku saja. Beliau terus mengamati perkembangan dunia pendidikan dan berusaha memberikan kontribusi melalui berbagai program TBM. Fokus utamanya tetap pada pengembangan kapasitas guru agar tercipta generasi muda yang cerdas dan berkarakter. Dedikasi ini mencerminkan semangat berbagi ilmu yang konsisten beliau lakukan setiap hari.


Minggu, 07 Juni 2026

Guru sebagai Narasumber dan Perancang Pembelajaran Literasi Anak yang Kreatif di Era Protean


TBM Akhyar Center - Perubahan peran guru dalam ekosistem pendidikan modern tidak lagi terbatas pada aktivitas mengajar di ruang kelas. Guru kini dapat bertransformasi menjadi narasumber, perancang kegiatan, sekaligus penggerak literasi di komunitas. Pengalaman sebagai guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sekaligus pendiri Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center menunjukkan bahwa praktik pembelajaran yang lahir dari kelas dapat berkembang menjadi model kegiatan literasi yang lebih luas dan berdampak bagi masyarakat.

Dalam berbagai kegiatan di komunitas literasi, saya sering diundang sebagai narasumber untuk merancang pembelajaran kreatif bagi anak-anak. Fokus utama bukan hanya pada peningkatan kemampuan membaca, tetapi juga pada pembentukan cara berpikir kritis, empati sosial, dan kesadaran lingkungan. Pendekatan ini berangkat dari keyakinan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan teknis membaca dan menulis, melainkan kemampuan memahami realitas, menafsirkan informasi, dan mengambil keputusan yang bijaksana dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu bentuk kegiatan yang sering saya kembangkan adalah pembelajaran literasi berbasis pengalaman nyata. Anak-anak tidak hanya membaca teks, tetapi juga diajak mengamati lingkungan sekitar, berdiskusi tentang fenomena sosial, serta menulis kembali pengalaman mereka dalam bentuk cerita reflektif. Misalnya, dalam kegiatan literasi lingkungan, anak-anak diajak mengamati sungai, jalan raya, atau ruang publik, kemudian mendiskusikan dampaknya terhadap kehidupan manusia. Dari sana, mereka belajar menghubungkan teks dengan konteks kehidupan nyata.

Peran sebagai narasumber dalam komunitas literasi juga menuntut kemampuan merancang kegiatan yang adaptif. Setiap komunitas memiliki karakteristik peserta yang berbeda, baik dari segi usia, latar belakang sosial, maupun tingkat literasi. Oleh karena itu, desain kegiatan harus fleksibel namun tetap memiliki tujuan pembelajaran yang jelas. Saya biasanya menggunakan pendekatan berbasis pertanyaan terbuka, diskusi reflektif, dan aktivitas kolaboratif agar peserta aktif membangun pemahaman mereka sendiri.

Tantangan utama dalam peran ini adalah menggeser paradigma pembelajaran dari yang berpusat pada pengajar menjadi berpusat pada pengalaman peserta. Banyak kegiatan literasi masih cenderung bersifat instruktif, di mana anak-anak hanya menerima informasi tanpa kesempatan untuk mengeksplorasi dan menafsirkan. Untuk mengatasi hal ini, saya merancang aktivitas yang memberi ruang bagi peserta untuk bertanya, mengamati, dan menyimpulkan sendiri hasil pembelajaran mereka.

Selain itu, keterbatasan sumber daya di komunitas literasi juga menjadi tantangan tersendiri. Tidak semua kegiatan dapat didukung dengan media pembelajaran yang lengkap. Oleh karena itu, saya memanfaatkan pendekatan literasi kontekstual, yaitu menggunakan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar utama. Hal ini tidak hanya membuat pembelajaran lebih relevan, tetapi juga lebih mudah diterapkan oleh komunitas dengan berbagai kondisi.

Dalam perspektif Pendidikan Agama Islam, kegiatan literasi ini juga menjadi sarana internalisasi nilai-nilai akhlak. Anak-anak diajak memahami pentingnya kejujuran dalam menyampaikan informasi, tanggung jawab dalam bertindak, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Dengan demikian, literasi tidak hanya menghasilkan kemampuan kognitif, tetapi juga membentuk karakter yang seimbang antara pengetahuan dan nilai moral.

Dari pengalaman tersebut, terlihat bahwa guru memiliki potensi besar untuk berkembang dalam karier protean, yaitu karier yang fleksibel, dinamis, dan terus berevolusi sesuai dengan pengalaman dan kontribusi nyata. Menulis, merancang kegiatan, dan menjadi narasumber merupakan bagian dari satu kesatuan peran yang saling menguatkan. Praktik di kelas menjadi dasar, sementara komunitas menjadi ruang perluasan dampak.

Pada akhirnya, transformasi guru menjadi narasumber dan perancang kegiatan literasi menunjukkan bahwa pembelajaran tidak memiliki batas ruang. Apa yang dimulai dari catatan sederhana di kelas dapat berkembang menjadi model pembelajaran kreatif yang menginspirasi banyak komunitas. Di titik inilah peran guru melampaui sekadar pengajar; ia menjadi arsitek pengalaman belajar yang membentuk cara berpikir generasi muda dalam memahami dunia secara lebih kritis, reflektif, dan bermakna.

Selasa, 05 Mei 2026

Ruang Musyawarah Literasi di Taman Bacaan Masyarakat Akhyar Center



TBM Akhyar Center - Di Taman Bacaan Masyarakat Akhyar Center, saya sering menemui anak-anak dan remaja dengan latar minat yang sangat beragam. Ada yang antusias pada cerita fiksi, ada yang lebih suka komik, dan ada pula yang tertarik pada kegiatan menulis atau diskusi ringan. Pada awalnya, saya lebih banyak menentukan arah kegiatan agar waktu yang terbatas dapat berjalan efektif. Namun, pendekatan itu membuat ruang literasi terasa kurang hidup sebagai ruang tumbuhnya partisipasi dan dialog.

Dari pengalaman tersebut, saya mulai mengubah cara mengelola kegiatan di TBM. Sebelum kegiatan dimulai, saya membuka ruang sederhana untuk musyawarah. Anak-anak diajak duduk melingkar dan menyampaikan ide kegiatan literasi yang ingin mereka lakukan. Setiap usulan tidak hanya diterima, tetapi juga diminta disertai alasan serta pertimbangan dampaknya bagi teman lain.

Pada tahap awal, proses ini berjalan cukup spontan. Banyak anak masih mengajukan keinginan secara individual tanpa mempertimbangkan kebutuhan bersama. Namun saya tidak langsung mengoreksi, melainkan mengarahkan dengan pertanyaan-pertanyaan reflektif seperti siapa yang akan terlibat, siapa yang mungkin kurang cocok, dan bagaimana agar semua bisa ikut berpartisipasi.

Seiring waktu, perubahan mulai terlihat. Anak-anak mulai belajar mendengarkan pendapat teman mereka. Mereka tidak lagi hanya berfokus pada keinginan pribadi, tetapi mulai memikirkan kepentingan kelompok. Diskusi yang awalnya ramai tanpa arah, perlahan menjadi lebih terstruktur dan saling menghargai.

Dalam salah satu sesi, muncul berbagai usulan seperti membaca bersama, menulis cerita, hingga membuat ulasan buku. Setelah melalui diskusi, mereka menyepakati untuk menggabungkan beberapa kegiatan tersebut. Hasilnya adalah kegiatan membaca bersama yang dilanjutkan dengan menulis cerita berdasarkan bacaan, sehingga semua minat dapat terakomodasi secara seimbang.

Perubahan yang paling terasa adalah tumbuhnya rasa kepemilikan terhadap kegiatan literasi. Anak-anak tidak lagi hanya menjadi peserta pasif, tetapi juga ikut menentukan arah kegiatan. Mereka mulai memahami bahwa keputusan bersama membutuhkan proses mendengar, menimbang, dan menyepakati.

Saya melihat bahwa ruang TBM bukan hanya tempat membaca, tetapi juga ruang sosial yang melatih kemampuan berpikir kritis dan berkomunikasi. Anak-anak belajar bahwa perbedaan bukan hambatan, melainkan sumber kekayaan ide yang dapat diolah bersama.

Pengalaman ini juga memperkuat keyakinan saya bahwa literasi tidak hanya soal kemampuan membaca dan menulis teks, tetapi juga kemampuan berinteraksi secara sehat dalam sebuah komunitas. Musyawarah sederhana di ruang TBM menjadi sarana pembelajaran sosial yang sangat bermakna.

Dari praktik ini saya merefleksikan bahwa Taman Bacaan Masyarakat Akhyar Center telah berkembang menjadi ruang belajar bersama yang hidup. Di dalamnya, setiap suara memiliki ruang untuk didengar, setiap ide memiliki peluang untuk dipertimbangkan, dan setiap anak belajar menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan yang adil dan bermakna.

Selasa, 21 April 2026

Menjaga Keberpihakan Anak melalui Literasi Kebersihan di Akhyar Center




TBM Akhyar Center - Upaya menanamkan kepedulian terhadap kebersihan dan masa depan anak terus dilakukan melalui pembelajaran yang bermakna dan kontekstual. Seorang guru Pendidikan Agama Islam yang juga pendiri Taman Bacaan Masyarakat Akhyar Center menginisiasi kegiatan literasi kebersihan yang terintegrasi antara pembelajaran di kelas dan aktivitas di taman bacaan. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran siswa bahwa kebersihan bukan sekadar aturan sekolah, melainkan bagian dari tanggung jawab sosial dan bekal kehidupan di masa depan.

Kegiatan diawali dengan refleksi sederhana mengenai pengalaman belajar yang paling bermakna bagi siswa. Mereka diminta menceritakan hal-hal yang membuat mereka nyaman belajar dan tantangan yang sering dihadapi di lingkungan sekolah. Dari refleksi tersebut, muncul kesadaran bahwa kebersihan ruang belajar dan lingkungan sekitar menjadi kebutuhan utama. Siswa menyadari bahwa lingkungan yang bersih membantu mereka belajar lebih fokus dan nyaman.

Selanjutnya, siswa diajak membaca cerita literasi tentang kepedulian terhadap lingkungan. Cerita tersebut menggambarkan sekelompok anak yang berinisiatif membersihkan ruang belajar bersama. Setelah membaca, siswa berdiskusi tentang dampak kebersihan terhadap kesehatan, kenyamanan, dan semangat belajar. Diskusi berlangsung aktif karena siswa mengaitkan cerita dengan pengalaman mereka sehari-hari.

Pendekatan literasi kemudian dilanjutkan dengan aksi nyata. Siswa bersama guru menyusun kegiatan menjaga kebersihan kelas dan ruang baca. Mereka membagi peran, membuat jadwal sederhana, dan menetapkan aturan bersama. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan siswa di kelas, tetapi juga anak-anak yang datang ke Taman Bacaan Masyarakat Akhyar Center.

Di taman bacaan, siswa terlibat langsung menata buku, membersihkan rak, dan merapikan ruang baca. Mereka juga membuat pojok kebersihan sederhana sebagai pengingat bersama. Aktivitas ini dilakukan secara gotong royong sehingga menumbuhkan rasa memiliki terhadap ruang belajar. Suasana taman bacaan menjadi lebih nyaman dan ramah bagi anak-anak.

Perubahan sikap siswa mulai terlihat setelah kegiatan berjalan. Mereka menjadi lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan tanpa harus diingatkan. Siswa juga mulai mengajak teman lain untuk menjaga kebersihan kelas. Kesadaran tersebut tumbuh dari pengalaman langsung, bukan sekadar instruksi guru.

Selain berdampak pada kebersihan, kegiatan ini juga menumbuhkan nilai tanggung jawab dan kerja sama. Siswa belajar bahwa kebersihan merupakan bagian dari kepedulian terhadap sesama. Lingkungan yang bersih memberikan manfaat bagi semua orang. Nilai-nilai ini sejalan dengan pembelajaran karakter dan literasi sosial.

Sebagai pendiri Taman Bacaan Masyarakat Akhyar Center, penggagas kegiatan menegaskan bahwa literasi harus terhubung dengan tindakan nyata. Membaca cerita tentang kebersihan menjadi awal untuk membangun kebiasaan baik. Ketika siswa terlibat langsung, mereka memahami makna kebersihan secara lebih mendalam. Literasi pun berkembang menjadi gerakan sosial kecil di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan budaya menjaga kebersihan dapat terus tumbuh sebagai bagian dari pembelajaran dan kehidupan sehari-hari. Sinergi antara sekolah dan Taman Bacaan Masyarakat Akhyar Center menjadi ruang kolaborasi yang mendorong siswa lebih peduli terhadap lingkungan. Upaya sederhana ini menjadi langkah nyata dalam menjaga keberpihakan pada anak dan mempersiapkan mereka menghadapi masa depan dengan sikap bertanggung jawab.

Sabtu, 18 April 2026

TBM Akhyar Center Ikuti Bimtek Komunitas Penggerak Literasi se-Sumatera Selatan


TBM Akhyar Center, Palembang — Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center menjadi salah satu peserta dalam kegiatan Pembinaan Komunitas Penggerak Literasi: Bimbingan Teknis Komunitas Penggerak Literasi Kategori C yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 17–19 April 2026, di Hotel Grand Duta Syariah Palembang dengan melibatkan 30 perwakilan komunitas literasi dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Selatan.

Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan, Desi Ari Pressanti. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pengelolaan komunitas literasi secara profesional, berkelanjutan, serta mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan budaya baca tulis masyarakat.

Menurutnya, bimbingan teknis ini menjadi ruang penguatan kapasitas bagi komunitas literasi agar mampu merancang program yang terstruktur dan berorientasi pada keberlanjutan. Ia juga berharap kegiatan ini dapat mendorong komunitas untuk semakin aktif mengembangkan gerakan literasi di daerah masing-masing.

Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta mendapatkan berbagai materi aplikatif yang relevan dengan kebutuhan komunitas literasi. Materi tersebut meliputi penyusunan program kerja komunitas, teknik penulisan proposal kegiatan, hingga penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang efektif dan akuntabel.

Ketua pelaksana kegiatan, Novita Afriyanti, menyampaikan bahwa bimbingan teknis ini dirancang untuk memberikan penguatan menyeluruh bagi komunitas literasi. Ia juga mengimbau seluruh peserta untuk mengikuti setiap sesi dengan sungguh-sungguh agar manfaat kegiatan dapat dirasakan secara maksimal.

Suasana kegiatan berlangsung khidmat namun tetap hangat dan interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi, berbagi pengalaman lapangan, serta kolaborasi antar komunitas yang berasal dari berbagai daerah di Sumatera Selatan.

TBM Akhyar Center sebagai salah satu peserta turut mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat. Partisipasi ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan serta memperkuat program literasi yang selama ini dijalankan di tengah masyarakat.

Perwakilan TBM Akhyar Center menyampaikan bahwa kegiatan bimbingan teknis ini memberikan wawasan baru, khususnya dalam perencanaan program yang lebih sistematis dan peluang pengembangan komunitas secara berkelanjutan. Selain itu, forum ini juga menjadi ruang membangun jejaring antar komunitas literasi se-Sumatera Selatan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh komunitas literasi peserta, termasuk TBM Akhyar Center, semakin kuat, adaptif, dan mampu menjadi motor penggerak peningkatan budaya literasi di masyarakat serta memperluas dampak program literasi yang inklusif dan berkelanjutan di Sumatera Selatan.

TBM Akhyar Center Ikuti Bimtek Komunitas Literasi yang Dibuka Langsung oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan di Palembang



TBM Akhyar Center - Taman Bacaan Masyarakat TBM Akhyar Center menjadi salah satu komunitas literasi yang mengikuti kegiatan Pembinaan Komunitas Penggerak Literasi melalui Bimbingan Teknis Komunitas Penggerak Literasi Kategori C yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan di Palembang pada 17–19 April 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas komunitas literasi dalam merancang program yang berdampak bagi masyarakat.

Kegiatan bimbingan teknis secara resmi dibuka langsung oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa komunitas literasi memiliki peran penting sebagai penggerak budaya baca dan peningkatan kecakapan literasi masyarakat di berbagai daerah.

Acara pembukaan diawali dengan pendaftaran ulang peserta, menyanyikan lagu Indonesia Raya, laporan ketua pelaksana, sambutan Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan, pembacaan doa, serta sesi foto bersama. Suasana pembukaan berlangsung khidmat sekaligus menjadi ajang silaturahmi antar komunitas literasi yang hadir.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi kebijakan literasi di daerah yang disampaikan oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan. Materi ini memberikan gambaran arah penguatan literasi serta peluang kolaborasi antara pemerintah dan komunitas literasi.

Kegiatan dilanjutkan dengan tes awal yang difasilitasi panitia untuk memetakan pemahaman peserta terkait pengelolaan komunitas literasi. Hasil tes ini menjadi dasar dalam menentukan strategi pembelajaran selama bimbingan teknis berlangsung.

Memasuki hari kedua, materi “Merancang Program Komunitas Literasi Berdampak” disampaikan oleh Umi Laila Sari. Peserta diajak mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, menyusun tujuan program, serta merancang kegiatan yang relevan dan berdampak nyata.

TBM Akhyar Center mengikuti setiap sesi dengan aktif, terutama saat praktik penyusunan program. Berbagai ide kegiatan dirancang, mulai dari penguatan literasi keluarga, kelas membaca anak, hingga kegiatan literasi berbasis komunitas yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi penulisan proposal kegiatan komunitas penggerak literasi oleh Elly Sumantri. Melalui bimbingan teknis ini, TBM Akhyar Center diharapkan mampu mengembangkan program literasi yang lebih terarah, inovatif, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Minggu, 08 Februari 2026

Menakar Hak Pendidikan: TBM Akhyar Center Prabumulih Bedah Kritis Kurikulum Palestina Lewat Media Visual



TBM Akhyar Center - Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center di Kota Prabumulih adalah sebuah oase literasi yang dirancang untuk menjadi lebih dari sekadar tempat membaca. TBM ini mengusung konsep inovatif yang memadukan keindahan alam dengan fungsi edukatif, menciptakan lingkungan yang kondusif untuk belajar, berdiskusi, dan mengembangkan diri. Dalam suasana yang asri dan terbuka, TBM Akhyar Center berupaya menumbuhkan minat baca dan budaya belajar di tengah masyarakat, khususnya bagi generasi muda.

​Salah satu program unggulan TBM Akhyar Center adalah penerapan diskusi reflektif berbasis kasus, yang memanfaatkan media visual-naratif. Pendekatan ini dirancang khusus untuk membahas isu-isu penting dan relevan, seperti kurikulum pendidikan Palestina yang menjadi sorotan dalam konteks global. Dengan menampilkan gambar, video, dan cerita yang kuat, para peserta diajak untuk mendalami berbagai perspektif, merenungkan implikasi dari setiap informasi, dan secara aktif berpartisipasi dalam dialog konstruktif. Metode ini terbukti efektif dalam memicu pemikiran kritis dan empati.

​Dalam setiap sesi diskusi, para fasilitator di TBM Akhyar Center mendorong partisipasi aktif dari semua kalangan. Mereka tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai moderator yang handal dalam membimbing alur diskusi. Dengan demikian, setiap individu, dari anak-anak hingga dewasa, merasa nyaman untuk mengungkapkan pendapat, mengajukan pertanyaan, dan berbagi pemahaman mereka. Suasana diskusi yang egaliter dan inklusif menjadi ciri khas yang membedakan TBM ini dari institusi pendidikan formal lainnya.

​Kolaborasi kelompok juga menjadi pilar penting dalam kegiatan TBM Akhyar Center. Para peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk menganalisis kasus, mencari solusi, dan mempresentasikan temuan mereka. Kerja sama tim ini tidak hanya memperkuat kemampuan interpersonal, tetapi juga melatih kemampuan berargumentasi dan menghargai perbedaan pendapat. Melalui interaksi ini, empati terhadap sesama dan pemahaman akan keragaman perspektif semakin terasah, sejalan dengan tujuan utama TBM untuk menciptakan masyarakat yang lebih toleran dan bijaksana.

​Fokus pada kurikulum pendidikan Palestina, misalnya, memberikan kesempatan unik bagi peserta untuk memahami tantangan dan aspirasi pendidikan di wilayah konflik. Dengan menggunakan media visual-naratif, mereka dapat "merasakan" realitas yang dihadapi oleh anak-anak Palestina, mulai dari keterbatasan akses pendidikan hingga perjuangan untuk menjaga identitas budaya mereka. Pemahaman mendalam ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran global dan memotivasi tindakan nyata untuk mendukung hak asasi pendidikan bagi semua.

​Pemanfaatan media visual-naratif tidak hanya terbatas pada diskusi. TBM Akhyar Center juga menggunakan media ini untuk kegiatan bercerita, lokakarya kreatif, dan presentasi edukatif. Visual yang menarik dan narasi yang kuat mampu menarik perhatian audiens dari berbagai usia, membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan mudah diingat. Ini adalah strategi yang efektif untuk menjembatani kesenjangan antara informasi yang kompleks dan pemahaman yang mudah diakses oleh masyarakat umum.

​Kesadaran akan pendidikan sebagai hak asasi manusia adalah pesan inti yang selalu ditekankan di TBM Akhyar Center. Melalui berbagai program dan diskusi, masyarakat diajak untuk merenungkan bahwa setiap individu, tanpa terkecuali, berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Penekanan ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga didorong untuk diterjemahkan menjadi tindakan nyata, seperti dukungan terhadap inisiatif pendidikan lokal maupun global, serta partisipasi aktif dalam gerakan literasi.

​TBM Akhyar Center juga secara rutin mengadakan acara-acara komunitas, seperti festival buku, pertunjukan seni, dan lokakarya keterampilan. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar, tetapi juga memperkuat ikatan sosial antar anggota masyarakat. Dengan demikian, TBM berfungsi sebagai pusat komunitas yang dinamis, tempat di mana masyarakat dapat berkumpul, belajar, dan tumbuh bersama dalam suasana yang positif dan inspiratif.

​Secara keseluruhan, Taman Bacaan Masyarakat Akhyar Center Kota Prabumulih adalah model ideal dari sebuah pusat literasi modern yang adaptif dan inklusif. Dengan perpaduan diskusi reflektif, media visual-naratif, kolaborasi kelompok, dan penekanan pada hak asasi pendidikan, TBM ini berhasil menciptakan lingkungan yang memberdayakan, menumbuhkan literasi kritis, empati, dan kesadaran sosial yang tinggi. Ini adalah investasi berharga bagi masa depan masyarakat Prabumulih dan contoh inspiratif bagi pengembangan TBM di daerah lain.


Langkah Besar TBM Akhyar Center: Wakili Sumsel dalam Kurikulum Pendidikan Palestina Tingkat Nasional



TBM Akhyar Center -  Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center kembali menorehkan langkah strategis dalam gerakan literasi dan pendidikan nasional. Komunitas literasi yang berbasis di Sumatera Selatan ini resmi dipercaya menjadi salah satu komunitas yang akan memberikan materi dalam program Kurikulum Pendidikan Palestina yang diselenggarakan oleh Konferensi Pemuda Indonesia. Keterlibatan ini menandai pengakuan atas konsistensi TBM Akhyar Center dalam membangun ruang-ruang belajar yang tidak hanya berorientasi pada literasi dasar, tetapi juga pada kesadaran global, kemanusiaan, dan solidaritas internasional.

Program Kurikulum Pendidikan Palestina yang diinisiasi oleh Konferensi Pemuda Indonesia bertujuan menghadirkan pemahaman komprehensif mengenai sejarah, identitas, budaya, serta dinamika kemanusiaan yang terjadi di Palestina. Kurikulum ini dirancang sebagai ruang edukasi alternatif bagi generasi muda Indonesia agar mampu melihat isu global secara kritis, empatik, dan berimbang. Melalui pendekatan berbasis literasi, diskusi reflektif, dan penguatan nilai kemanusiaan, program ini diharapkan menjadi medium pembelajaran yang mencerahkan sekaligus membangun kepedulian sosial.

Dalam konteks tersebut, TBM Akhyar Center dipercaya untuk memfasilitasi penyampaian materi secara langsung kepada peserta program. Peran ini tidak sekadar menghadirkan narasumber, melainkan juga mengembangkan strategi pembelajaran yang dialogis, partisipatif, dan berbasis pengalaman. TBM Akhyar Center akan mengintegrasikan metode literasi kritis, pembacaan teks historis, pemetaan isu, serta diskusi tematik agar peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mampu menganalisis dan merefleksikannya secara mendalam.

Kepercayaan ini menjadikan TBM Akhyar Center sebagai satu-satunya komunitas di Sumatera Selatan yang terlibat langsung dalam memfasilitasi Kurikulum Pendidikan Palestina. Posisi ini menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus tanggung jawab moral untuk menghadirkan pembelajaran yang bermutu. Keterlibatan tersebut memperkuat peran Sumatera Selatan dalam percakapan nasional mengenai pendidikan berbasis solidaritas global dan kemanusiaan.

Selama ini, TBM Akhyar Center dikenal aktif mengembangkan berbagai program literasi berbasis komunitas dengan pendekatan mandiri dan kolaboratif. Kegiatan seperti kelas baca kritis, diskusi kepemudaan, pelatihan menulis, hingga forum refleksi sosial menjadi bagian dari ekosistem belajar yang dibangun secara berkelanjutan. Pengalaman inilah yang menjadi modal penting dalam mengelola materi Kurikulum Pendidikan Palestina agar tetap kontekstual dengan realitas peserta didik di Indonesia.

Ketua TBM Akhyar Center menyampaikan bahwa keterlibatan dalam program ini merupakan bentuk komitmen terhadap pendidikan yang berpihak pada nilai kemanusiaan universal. Pendidikan tidak hanya berfungsi mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk kesadaran etis dan empati sosial. Dengan memahami Palestina melalui perspektif historis dan kemanusiaan, generasi muda diharapkan mampu menumbuhkan solidaritas yang rasional, berbasis data, dan tetap menjunjung tinggi prinsip perdamaian.

Kolaborasi antara Konferensi Pemuda Indonesia dan TBM Akhyar Center juga menunjukkan bahwa gerakan literasi lokal mampu berkontribusi dalam isu-isu global. Komunitas berbasis daerah tidak lagi dipandang sebagai entitas terbatas secara geografis, melainkan sebagai simpul strategis dalam jaringan pendidikan nasional. Inisiatif ini sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas wilayah, lintas komunitas, dan lintas disiplin ilmu.

Program ini direncanakan akan dilaksanakan melalui rangkaian kelas tematik, seminar daring dan luring, serta diskusi kelompok terarah yang melibatkan pemuda dari berbagai daerah. TBM Akhyar Center akan berperan dalam memoderasi materi, menyusun alur pembelajaran, serta memastikan pendekatan yang inklusif dan berbasis dialog. Dengan demikian, proses belajar tidak berlangsung satu arah, melainkan menjadi ruang pertukaran gagasan yang dinamis.

Keterlibatan TBM Akhyar Center dalam Kurikulum Pendidikan Palestina menjadi bukti bahwa komunitas literasi dapat mengambil peran signifikan dalam membangun kesadaran global generasi muda. Dari Sumatera Selatan, semangat literasi dan solidaritas kemanusiaan dipancarkan untuk menjangkau ruang-ruang diskusi nasional. Langkah ini diharapkan menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk terus berkontribusi dalam membangun pendidikan yang berdaya, berempati, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan universal.

Jumat, 06 Februari 2026

Menghidupkan Kelas Digital: Optimalisasi Assemblr dalam Pembelajaran Berbasis Al

 

TBM Akhyar Center - Pembelajaran di abad ke-21 menuntut inovasi dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Kelas digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keniscayaan. Namun, tantangan terbesar terletak pada bagaimana menghidupkan kelas digital agar tidak kehilangan esensi interaksi dan keterlibatan siswa. Di sinilah peran teknologi seperti Augmented Reality (AR) dan kecerdasan buatan (AI) menjadi krusial, dan Assemblr muncul sebagai solusi optimal untuk pembelajaran berbasis AI.

​Assemblr adalah platform yang memungkinkan pengguna membuat, berbagi, dan menikmati pengalaman AR secara mudah. Dengan fitur-fitur yang inovatif, Assemblr membuka pintu bagi guru untuk menciptakan materi pembelajaran yang imersif dan interaktif, mengubah materi statis menjadi pengalaman 3D yang hidup. Integrasi dengan kecerdasan buatan semakin memperkaya potensi Assemblr, menjadikannya alat yang sangat ampuh untuk mengoptimalkan kelas digital.

​Salah satu keunggulan utama Assemblr adalah kemampuannya untuk mengubah konsep-konsep abstrak menjadi visual yang konkret. Bayangkan siswa mempelajari anatomi manusia, tata surya, atau struktur molekul tidak lagi hanya dari gambar 2D di buku, melainkan dapat "memegang" dan "menjelajahi" model 3D di depan mata mereka. Pengalaman ini tidak hanya meningkatkan pemahaman, tetapi juga memicu rasa ingin tahu dan keterlibatan yang lebih dalam.

​AI di dalam Assemblr dapat berperan dalam personalisasi pembelajaran. Dengan menganalisis interaksi siswa dengan konten AR, AI dapat mengidentifikasi area di mana siswa kesulitan atau unggul. Berdasarkan data ini, sistem dapat merekomendasikan materi tambahan, tugas yang disesuaikan, atau bahkan jalur pembelajaran yang berbeda untuk setiap siswa, memastikan bahwa setiap individu mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan untuk berhasil.

​Selain itu, Assemblr memungkinkan kolaborasi yang lebih dinamis. Siswa dapat bekerja sama dalam proyek AR, membangun model, atau memecahkan masalah dalam lingkungan virtual. Ini mendorong keterampilan komunikasi, kerja tim, dan pemecahan masalah yang penting di dunia nyata. Guru dapat memantau kemajuan kolaborasi secara real-time dan memberikan umpan balik yang konstruktif.

​Assemblr juga menyediakan alat bagi guru untuk membuat kuis interaktif berbasis AR. Daripada kuis pilihan ganda yang membosankan, siswa dapat menjawab pertanyaan dengan berinteraksi langsung dengan objek 3D. Misalnya, dalam pelajaran biologi, siswa mungkin diminta untuk mengidentifikasi bagian-bagian sel dengan mengetuk model sel 3D yang muncul di meja mereka. Ini membuat penilaian menjadi lebih menarik dan efektif.

​Dampak positif dari penggunaan Assemblr dalam pembelajaran berbasis AI juga terasa pada motivasi siswa. Generasi digital saat ini sangat akrab dengan teknologi. Dengan menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dan menyenangkan melalui AR dan AI, Assemblr dapat membangkitkan kembali minat belajar siswa dan mengurangi kebosanan yang seringkali muncul di kelas tradisional.

​Namun, implementasi Assemblr memerlukan pelatihan yang memadai bagi guru. Penting bagi institusi pendidikan untuk menyediakan sumber daya dan dukungan agar guru dapat menguasai platform ini dan mengintegrasikannya secara efektif ke dalam kurikulum mereka. Dengan pelatihan yang tepat, guru dapat memaksimalkan potensi Assemblr untuk menciptakan pengalaman belajar yang tak terlupakan.

​Secara keseluruhan, Assemblr dengan integrasi AI menawarkan solusi yang komprehensif untuk menghidupkan kelas digital. Dari visualisasi konsep yang kompleks, personalisasi pembelajaran, kolaborasi interaktif, hingga penilaian yang menarik, Assemblr mengubah cara kita mendekati pendidikan. Dengan terus mengoptimalkan penggunaannya, kita dapat mempersiapkan siswa untuk masa depan yang semakin didominasi oleh teknologi dan inovasi.

© Copyright 2019-2026 TBM Akhyar Center | All Right Reserved