TBM Akhyar Center - Taman Bacaan Masyarakat Akhyar Center selama ini menjadi ruang belajar alternatif bagi anak-anak dan remaja di lingkungan sekitar. Namun, saya mulai melihat tantangan yang cukup nyata, yaitu kegiatan literasi masih cenderung berfokus pada aktivitas membaca dan menulis secara umum tanpa keterhubungan yang kuat dengan realitas sosial di sekitar mereka. Anak-anak aktif dalam kegiatan literasi, tetapi belum banyak yang memahami bagaimana pengetahuan itu bisa terhubung dengan persoalan dan potensi daerahnya.
Kondisi ini menjadi penting untuk saya respon karena literasi sejatinya tidak hanya membentuk kemampuan akademik, tetapi juga kesadaran sosial. Di sekitar TBM, terdapat berbagai potensi lokal seperti usaha kecil, budaya membaca keluarga, serta aktivitas ekonomi berbasis komunitas. Namun, potensi tersebut belum banyak dijadikan sumber belajar yang bermakna bagi anak-anak.
Sebagai langkah awal, saya mengubah pendekatan kegiatan literasi di TBM. Saya mulai mengarahkan anak-anak untuk tidak hanya membaca buku, tetapi juga mengaitkan isi bacaan dengan kehidupan di sekitar mereka. Kami melakukan diskusi sederhana tentang lingkungan tempat tinggal, kemudian menghubungkannya dengan tema bacaan seperti kewirausahaan kecil, lingkungan hidup, dan kisah tokoh inspiratif lokal. Anak-anak juga diajak membuat catatan sederhana tentang apa yang mereka lihat di sekitar rumah dan lingkungan TBM.
Dalam proses ini, saya mulai melihat perubahan pola pikir mereka. Anak-anak tidak lagi hanya berbicara tentang isi buku, tetapi juga mulai membandingkan dan mengaitkannya dengan pengalaman nyata. Mereka mulai bertanya tentang usaha kecil di sekitar mereka, cara orang tua bekerja, dan bagaimana kegiatan literasi bisa bermanfaat bagi masyarakat. Beberapa bahkan mulai menulis cerita pendek yang terinspirasi dari kehidupan sehari-hari di lingkungan mereka.
Dampak yang mulai terlihat adalah tumbuhnya kesadaran bahwa literasi memiliki hubungan langsung dengan kehidupan sosial. TBM tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang belajar tentang lingkungan dan masyarakat. Anak-anak mulai lebih peka terhadap potensi daerahnya sendiri, meskipun dalam skala sederhana.
Dari pengalaman ini saya merefleksikan bahwa literasi akan lebih bermakna jika dihubungkan dengan konteks lokal. Ketika anak-anak diajak membaca realitas di sekitarnya, mereka tidak hanya menjadi pembaca teks, tetapi juga pembaca kehidupan. TBM Akhyar Center perlahan berkembang menjadi ruang yang tidak hanya membentuk kemampuan literasi dasar, tetapi juga menumbuhkan kesadaran untuk memahami dan peduli terhadap lingkungan sosialnya.






Follow TBM Akhyar Center on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram