Update Terbaru

Update Terbaru

Perpustakaan

Pendidikan

Dokumentasi

Minggu, 18 Oktober 2026

Lolos Seleksi, Ketua TBM Akhyar Center Terpilih Mengikuti Program Akademi Guru Pemimpin 2026 Tingkat ASEAN


PRABUMULIH – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Ketua Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center, Dwiki Al Akhyar, S.Ud., M.Pd., Gr., yang secara resmi diumumkan sebagai peserta terpilih dalam Program Akademi Guru Pemimpin Tahun 2026. Pengumuman kelulusan yang prestisius ini tersiar secara luas melalui rilis resmi visual yang dibagikan kepada publik. Keberhasilan ini semakin mengukuhkan dedikasi panjangnya di dunia pendidikan dan literasi, baik di jalur formal maupun pendidikan non-formal.

Program Akademi Guru Pemimpin Tahun 2026 ini merupakan sebuah inisiatif strategis yang diselenggarakan secara kolaboratif oleh Sekolah Guru Indonesia, Great Edunesia, dan Dompet Dhuafa. Program ini dirancang khusus untuk menjaring dan menempa para pendidik pilihan dari berbagai penjuru tanah air. Melalui proses seleksi kompetitif, pihak penyelenggara mencari sosok-sosok guru yang tidak hanya cakap dalam mengajar, tetapi juga memiliki visi kepemimpinan yang progresif untuk menggerakkan perubahan di ekosistem pendidikan.

Tujuan utama dari diselenggarakannya program bergengsi ini adalah dalam rangka mengembangkan model kepemimpinan keguruan tingkat regional (ASEAN). Akhyar akan dipersiapkan secara intensif untuk menjadi bagian dari perumusan strategi pendidikan yang melampaui batas-batas negara. Hal ini menuntut kesiapan intelektual yang mumpuni agar para guru pemimpin mampu beradaptasi dengan tantangan globalisasi dan memformulasikan solusi inovatif yang aplikatif di kawasan Asia Tenggara.

Sejalan dengan visi besar tersebut, kelulusan ini membawa amanah yang sangat strategis, di mana Akhyar diyakini siap membawa dampak di lingkup nasional & regional (ASEAN). Tagline dan harapan besar penyelenggara ini menegaskan bahwa kiprah inovasinya tidak akan berhenti di ruang-ruang kelas lokal saja. Ia diproyeksikan menjadi agen transformasi sejati yang mampu menularkan praktik baik, menginspirasi rekan sejawat lintas provinsi, dan berkontribusi pada diskursus kebijakan pendidikan internasional.

Rekam jejak Akhyar sebagai pendidik di SD Negeri 47 Prabumulih menjadi fondasi kuat yang mengantarkannya pada pencapaian luar biasa ini. Integrasi antara pengalamannya mengelola pendidikan dasar dengan penerapan inovasi pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) menjadi nilai tambah yang sangat signifikan. Kemampuannya mengaplikasikan berbagai kerangka refleksi kritis di kelas membuktikan kedalaman pemahamannya terhadap kebutuhan pedagogi di era modern.

Lebih dari itu, posisinya sebagai penggerak utama di TBM Akhyar Center, Gunung Ibul, memberikan dimensi sosial yang kaya dalam profil kepemimpinannya. Kepeduliannya terhadap gerakan literasi akar rumput menunjukkan bahwa kepemimpinan guru yang sejati adalah yang mampu memberdayakan masyarakat luas secara inklusif. Pengalaman membina komunitas baca ini akan menjadi perspektif sosiologis berharga yang dapat ia bagikan di forum Akademi Guru Pemimpin kelak.

Menanggapi pengumuman kelulusan ini, Akhyar menyampaikan rasa syukur yang mendalam dan menegaskan kesiapannya untuk menjalani seluruh rangkaian program. Ia menyadari bahwa kesempatan belajar dan berjejaring bersama Sekolah Guru Indonesia, Great Edunesia, dan Dompet Dhuafa adalah momentum berharga untuk memperluas cakrawala pemikiran. Baginya, kepemimpinan adalah tentang seberapa besar kapasitas seorang pendidik dalam memperluas ruang manfaat bagi kemajuan sumber daya manusia.

Keikutsertaan Akhyar dalam program kepemimpinan tingkat ASEAN ini juga diharapkan dapat membuka gerbang kolaborasi yang lebih luas bagi institusi pendidikan di wilayah Sumatera Selatan. Jejaring yang akan terbangun selama program berlangsung sangat berpotensi melahirkan kemitraan lintas negara, pertukaran keilmuan, serta adopsi metodologi pengajaran mutakhir. Semua ini pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan kualitas layanan pendidikan dan ekosistem literasi yang terus ia rintis dengan penuh dedikasi.

Ucapan selamat dan sukses pun terus mengalir deras kepada peserta terpilih yang berdedikasi tinggi ini. Keberhasilan Dwiki Al Akhyar menembus Program Akademi Guru Pemimpin 2026 adalah bukti nyata bahwa guru dari daerah mampu bersaing, berprestasi, dan bersuara di level internasional. Pencapaian monumental ini diharapkan mampu memantik semangat pendidik lainnya di Indonesia untuk terus berani bermimpi, berinovasi, dan mengambil peran terdepan demi mewujudkan generasi penerus yang unggul dan berkarakter.


Lolos Seleksi Esai Nasional, Dwiki Al Akhyar Terpilih Ikuti FGD Modul Forum TBM 2026



PRABUMULIH – Kabar membanggakan datang dari kancah literasi nasional, Dwiki Al Akhyar, yang diakui sebagai Founder Akhyar Bestari Indonesia, secara resmi dinyatakan lolos seleksi esai reflektif. Keberhasilan luar biasa ini mengantarkannya terpilih menjadi peserta pada perhelatan Focus Group Discussion (FGD) Modul Pelatihan Forum TBM 2026.

Pencapaian membanggakan ini diraih Akhyar setelah melalui tahapan kurasi tulisan yang ketat di tingkat nasional. Esai reflektif yang disyaratkan oleh panitia menuntut gagasan mendalam serta pengalaman nyata dalam mengelola dan mengembangkan taman bacaan di masyarakat. Lolosnya karya tulis tersebut membuktikan bahwa pemikiran dan dedikasi Akhyar di bidang pendidikan non formal mendapatkan pengakuan tinggi dari jaringan Forum TBM di pusat.

Sebagai motor penggerak utama di TBM Akhyar Center yang berlokasi di Gunung Ibul, Prabumulih, kiprah Akhyar dalam memajukan literasi warga memang telah teruji oleh waktu. Melalui berbagai inovasi dan pendekatan yang inklusif, ia terus berupaya menjadikan taman bacaan sebagai ruang belajar yang memberdayakan komunitas sekitar. Fokus utamanya senantiasa bermuara pada penguatan pendidikan non formal yang relevan, menyenangkan, dan dapat diakses oleh semua kalangan.

Dalam esai reflektif yang mengantarkannya pada kelulusan tersebut, Akhyar banyak menuangkan rekam jejak praktik baik serta tantangan riil yang dihadapi para pegiat literasi di akar rumput. Gagasan yang ia tawarkan tidak sekadar bersifat teoretis dari atas meja, melainkan lahir dari pergulatan langsung di lapangan saat membersamai masyarakat. Hal inilah yang dinilai oleh tim penyeleksi mampu memberikan kontribusi berharga bagi penyusunan kerangka kerja literasi yang lebih komprehensif.

Agenda pengembangan tahun 2026 ini sendiri diproyeksikan menjadi wadah urun rembuk yang sangat strategis bagi para penggerak literasi dari seluruh penjuru Nusantara. Melalui momentum FGD ini, Akhyar akan duduk bersama para pakar dan praktisi terpilih lainnya untuk merumuskan, membedah, dan mematangkan rancangan Modul Pelatihan Forum TBM 2026. Modul ini nantinya diharapkan menjadi panduan standar nasional bagi peningkatan kapasitas para pengelola TBM di Indonesia.

Menanggapi keberhasilannya menembus seleksi nasional yang prestisius ini, Dwiki Al Akhyar menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan semua pihak. "Lolosnya esai reflektif ini adalah amanah sekaligus ruang berharga untuk menyuarakan dinamika TBM dari daerah. Saya sangat berharap proses FGD nanti dapat menghasilkan modul pelatihan yang adaptif, membumi, dan benar-benar menjawab kebutuhan kawan-kawan pengelola TBM di berbagai pelosok negeri," ujar Akhyar.

Dukungan penuh dan apresiasi hangat juga mengalir deras dari lingkungan terdekatnya seiring dengan pengumuman kelulusan ini. Sebagaimana tertera jelas dalam visual poster, para kerabat dan kolega pergerakan yang tergabung dalam Sahabat Akhyar Bestari turut merayakan momentum istimewa ini. Mereka secara khusus menitipkan pesan harapan sekaligus doa agar Akhyar teruslah menginspirasi dan memajukan literasi Indonesia melalui setiap langkah pengabdiannya.

Keikutsertaan Akhyar dalam perumusan modul nasional ini diyakini akan membawa imbas positif yang signifikan sekembalinya ia ke Sumatera Selatan. Pengetahuan mendalam dan jejaring baru yang kelak diperoleh dari FGD akan didiseminasikan dan diimplementasikan secara langsung untuk mengembangkan program-program strategis di TBM Akhyar Center. Langkah proaktif ini dipercaya mampu mengakselerasi kualitas layanan pendidikan non formal di Kota Prabumulih dan sekitarnya.

Pada akhirnya, terpilihnya Dwiki Al Akhyar dalam fase krusial penyusunan kerangka pelatihan ini bukan sekadar pencapaian portofolio individu belaka, melainkan manifestasi dari semangat pantang menyerah relawan literasi daerah. Kiprah nyatanya menjadi bukti sahih bahwa dedikasi yang tulus di jalur pendidikan non formal senantiasa menemukan jalannya untuk memberikan sumbangsih nyata bagi kemajuan bangsa. Selamat dan sukses atas amanah baru ini, semoga dedikasi Akhyar terus menjadi nyala api penerang bagi ekosistem literasi di Tanah Air.


Ketua TBM Akhyar Center Jadi Narasumber dan Penerima Anugerah Guru Inspirator di Universitas Budi Luhur



JAKARTA – Ketua Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center, Dwiki Al Akhyar, S.Ud., M.Pd., Gr., dipastikan akan hadir sebagai salah satu narasumber utama dalam forum pendidikan bergengsi di Universitas Budi Luhur, Jakarta. Kehadiran tokoh penggerak literasi asal Gunung Ibul, Prabumulih ini dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 19 November 2026 mendatang. Undangan istimewa ini diberikan seiring dengan penganugerahan gelar "Guru Inspirator Pendidikan Non Formal" yang diterima oleh Akhyar atas dedikasi dan kiprah nyatanya di tengah masyarakat.

Penghargaan "Guru Inspirator Pendidikan Non Formal" tersebut merupakan bentuk apresiasi tingkat nasional terhadap para pendidik yang berhasil memberikan dampak luar biasa di luar jalur pendidikan formal. Universitas Budi Luhur sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di ibu kota, mengambil inisiatif untuk menghadirkan para penerima anugerah ini ke hadapan para mahasiswa dan civitas akademika. Tujuannya adalah untuk menularkan semangat pengabdian serta membagikan praktik baik yang telah terbukti mampu mengubah wajah literasi di berbagai daerah.

Sosok Dwiki Al Akhyar sendiri telah lama dikenal sebagai aktivis literasi dan pendidik yang tak kenal lelah berinovasi. Selain pengabdian formalnya, inisiatif terbesarnya adalah mendirikan sekaligus memimpin TBM Akhyar Center dan Yayasan Akhyar Bestari Indonesia di Sumatera Selatan. Melalui wadah ini, Akhyar tidak hanya menyediakan akses buku bacaan secara merata, tetapi juga menciptakan berbagai program kreatif yang merangkul anak-anak hingga orang dewasa untuk mencintai dunia literasi secara berkelanjutan.

TBM Akhyar Center di bawah arahannya telah bertransformasi menjadi pusat kegiatan belajar masyarakat yang inklusif dan progresif. Di tempat ini, pendidikan non formal dihidupkan melalui berbagai kelas menulis kreatif, diskusi bedah buku, hingga pemanfaatan media digital untuk menunjang pembelajaran warga sekitar. Konsistensi dalam menjaga dan mengembangkan ruang belajar komunitas inilah yang menjadi landasan utama mengapa sosok Akhyar dinilai sangat layak menerima anugerah bergengsi di bidang pendidikan non formal tersebut.

Dalam sesi panggungnya di Universitas Budi Luhur nanti, Akhyar dijadwalkan akan memaparkan materi strategis mengenai transformasi literasi akar rumput melalui keberadaan taman bacaan masyarakat. Akhyar akan mengupas tuntas bagaimana merintis, mengelola, dan mempertahankan napas sebuah gerakan literasi di daerah agar terus relevan dengan tantangan zaman. Pengalamannya mengkombinasikan metode pendidikan yang interaktif dengan pendekatan sosial kultural diharapkan mampu membuka wawasan baru dan memantik ide kritis bagi para peserta yang hadir.

Menanggapi undangan kehormatan ini, Dwiki Al Akhyar menyampaikan rasa syukurnya yang mendalam dan menegaskan pentingnya kolaborasi. "Penghargaan dan kesempatan berbagi di Universitas Budi Luhur ini bukanlah pencapaian pribadi semata, melainkan kemenangan bagi seluruh relawan dan masyarakat Gunung Ibul yang telah bersama-sama menghidupkan TBM Akhyar Center. Saya berharap panggung ini bisa menjadi pengeras suara bagi gerakan literasi daerah agar gaungnya terdengar dan direspons positif hingga ke level nasional," ungkap Akhyar dengan penuh semangat.

Bagi civitas akademika Universitas Budi Luhur, kehadiran praktisi pendidikan non formal sekelas Akhyar diharapkan dapat menjadi jembatan penghubung antara teori akademik dan realitas di lapangan. Para mahasiswa, khususnya yang akan terjun ke dunia pendidikan maupun pengabdian masyarakat, akan mendapatkan gambaran langsung mengenai tantangan dan peluang nyata dalam memberdayakan masyarakat. Hal ini sangat sejalan dengan visi dan misi kampus dalam mencetak generasi cerdas berbudi luhur yang tanggap terhadap kondisi lingkungan sekitarnya.

Ke depan, Akhyar memiliki visi besar untuk terus memperluas jaringan kolaborasi TBM Akhyar Center dengan berbagai pihak lintas sektor, termasuk institusi pendidikan tinggi. Akhyar meyakini bahwa pendidikan non formal bukan sekadar pelengkap sistem pendidikan, melainkan pilar utama dalam membangun fondasi karakter dan literasi bangsa. Momentum kehadirannya di Jakarta pada pertengahan November mendatang akan dimanfaatkannya secara maksimal sebagai titik tolak untuk merajut kemitraan strategis demi kemajuan pendidikan di Indonesia.

Acara penganugerahan dan sesi berbagi kepraktisan baik ini rencananya akan dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, dosen, komunitas literasi nasional, hingga para pemangku kebijakan pendidikan. Publik yang ingin menyimak langsung pemaparan Dwiki Al Akhyar dan merayakan pencapaian para guru inspirator ini dapat menantikan rangkaian kegiatannya pada tanggal 19 November 2026 di Universitas Budi Luhur. Informasi lebih lanjut mengenai profil dan kegiatan TBM Akhyar Center juga dapat diakses secara terbuka melalui berbagai kanal media sosial resmi komunitas tersebut.


Update Terbaru

Unlimited Hosting WordPress Developer Persona

Dongeng Kisah Boneka

© Copyright 2019-2026 TBM Akhyar Center | All Right Reserved