Update Terbaru

Update Terbaru

Perpustakaan

Pendidikan

Dokumentasi

Sabtu, 21 Februari 2026

Ramadhan Penuh Cerita: Serunya Membaca Bersama di TBM Akhyar Center

 


TBM Akhyar Center - Ramadhan di TBM Akhyar Center selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Jika di banyak tempat anak-anak menunggu waktu berbuka dengan bermain gawai atau bercengkerama tanpa arah, di sini mereka memilih duduk bersama, membuka buku, dan menyelami kisah-kisah inspiratif. Ruang baca yang sederhana berubah menjadi ruang penuh cahaya makna. Di antara detik-detik menanti azan magrib, lembaran buku dibalik dengan antusias, menghadirkan pengalaman Ramadhan yang tidak hanya spiritual, tetapi juga intelektual.

Setiap sore, anak-anak datang lebih awal dengan wajah ceria. Mereka langsung mengambil posisi favorit—ada yang dekat jendela, ada yang bersandar di rak buku, ada pula yang duduk melingkar bersama teman-temannya. Relawan menyambut dengan hangat, membantu memilihkan bacaan yang sesuai usia dan minat. Dari cerita nabi, kisah sahabat, hingga buku pengetahuan populer, semua menjadi bagian dari petualangan literasi yang menyenangkan.

Keseruan membaca bersama bukan hanya terletak pada aktivitas membaca itu sendiri, tetapi juga pada interaksi setelahnya. Anak-anak saling berbagi cerita tentang tokoh yang mereka kagumi atau pelajaran yang mereka dapatkan. Diskusi kecil pun tumbuh spontan. Suasana menjadi hidup, penuh tawa dan rasa ingin tahu. Ramadhan terasa lebih bermakna karena diisi dengan percakapan yang membangun dan memperkaya wawasan.

Menariknya, kegiatan ini tidak terasa seperti kewajiban. Anak-anak mengikuti dengan sukarela, bahkan saling mengajak teman untuk bergabung. Mereka mulai merasakan bahwa membaca dapat menjadi aktivitas yang seru dan menenangkan. Di tengah rasa lapar dan dahaga, pikiran justru terasa lebih segar karena terlibat dalam kisah dan pengetahuan baru. Waktu menunggu berbuka pun berlalu tanpa terasa.

TBM Akhyar Center juga menyisipkan sesi membaca nyaring secara bergantian. Anak-anak maju satu per satu membacakan paragraf pilihan mereka. Kegiatan ini melatih keberanian dan kepercayaan diri. Teman-teman yang lain mendengarkan dengan penuh perhatian. Dari situ tumbuh rasa saling menghargai dan semangat kebersamaan yang kuat.

Selain membaca, ada pula sesi refleksi singkat menjelang berbuka. Anak-anak diminta menyebutkan satu nilai kebaikan yang mereka temukan dari bacaan hari itu. Ada yang menyebut kejujuran, ada yang menekankan pentingnya tolong-menolong, dan ada yang terinspirasi tentang keteguhan hati. Nilai-nilai tersebut kemudian dihubungkan dengan makna puasa sebagai latihan kesabaran dan pengendalian diri.

Keseruan Ramadhan di TBM Akhyar Center juga terasa saat takjil sederhana dibagikan setelah sesi membaca selesai. Anak-anak menutup buku dengan senyum puas, lalu berdoa bersama sebelum berbuka. Momen ini menjadi penutup yang hangat setelah perjalanan literasi yang menyenangkan. Ada rasa kebersamaan yang sulit digantikan oleh aktivitas lain.

Kegiatan membaca bersama ini perlahan membentuk kebiasaan positif. Beberapa anak mulai meminjam buku untuk dibaca di rumah. Ada pula yang mulai menulis ringkasan cerita di buku catatan kecil mereka. Perubahan sederhana ini menjadi tanda bahwa benih literasi mulai tumbuh. Ramadhan bukan hanya momentum ibadah tahunan, tetapi juga waktu yang tepat untuk membangun tradisi membaca.

Melalui keseruan membaca bersama, TBM Akhyar Center menunjukkan bahwa Ramadhan bisa dirayakan dengan cara yang kreatif dan mendidik. Menunggu berbuka tidak lagi identik dengan kebosanan, melainkan dengan petualangan ilmu yang menggembirakan. Di ruang sederhana itu, anak-anak belajar bahwa buku adalah sahabat terbaik—terutama di bulan suci yang penuh berkah dan cerita.

Ramadhan Bercahaya, Literasi Menggema di TBM Akhyar Center

 


TBM Akhyar Center - Bulan Ramadhan selalu identik dengan ibadah, refleksi, dan penguatan spiritual. Namun di TBM Akhyar Center, Ramadhan juga menjadi momentum strategis untuk menyerukan gerakan literasi yang lebih hidup dan bermakna. Di tengah suasana yang syahdu, anak-anak dan remaja diajak memaknai puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari kesia-siaan waktu. Literasi hadir sebagai jalan produktif untuk mengisi hari-hari Ramadhan dengan aktivitas yang mencerahkan pikiran dan hati.

Setiap sore, sebelum waktu berbuka tiba, ruang baca TBM Akhyar Center dipenuhi anak-anak yang membawa semangat belajar. Mereka duduk melingkar, membaca buku cerita, kisah teladan, hingga bacaan pengetahuan populer. Relawan mendampingi dengan pendekatan yang hangat dan partisipatif, menciptakan suasana belajar yang inklusif. Kegiatan ini menjadi bentuk konkret bahwa budaya membaca dapat tumbuh dalam suasana religius yang penuh kedamaian.

Seruan literasi di bulan suci ini juga disampaikan melalui diskusi ringan setelah sesi membaca. Anak-anak diajak menceritakan kembali isi buku yang mereka baca, mengasah kemampuan memahami dan menyampaikan gagasan. Proses ini melatih daya kritis sekaligus membangun rasa percaya diri. Ramadhan pun menjadi ruang pembelajaran dialogis, bukan hanya ruang ritual yang monoton.

TBM Akhyar Center menekankan bahwa tradisi membaca memiliki akar kuat dalam sejarah peradaban Islam. Wahyu pertama yang diterima oleh Muhammad adalah perintah untuk membaca, sebagaimana tercantum dalam Al-Qur'an. Spirit inilah yang menjadi landasan moral gerakan literasi di bulan Ramadhan. Anak-anak diperkenalkan bahwa membaca bukan sekadar keterampilan akademik, tetapi juga bagian dari penguatan iman dan akhlak.

Selain membaca buku cetak, TBM Akhyar Center juga memanfaatkan media kreatif seperti pembacaan puisi Ramadhan, lomba resensi buku, dan pojok refleksi harian. Ragam aktivitas ini dirancang agar literasi tidak terasa kaku, melainkan menyenangkan. Anak-anak belajar bahwa membaca dapat melahirkan karya, ide, dan inspirasi yang bermanfaat bagi sesama.

Ramadhan juga dimaknai sebagai bulan berbagi. Karena itu, TBM Akhyar Center mengajak masyarakat menyumbangkan buku bacaan layak pakai untuk memperkaya koleksi perpustakaan komunitas. Gerakan ini memperluas partisipasi publik dalam membangun budaya literasi. Buku-buku yang terkumpul menjadi simbol kepedulian kolektif terhadap masa depan generasi muda.

Antusiasme peserta terlihat dari konsistensi kehadiran mereka setiap hari. Meski dalam keadaan berpuasa, semangat membaca tidak surut. Bahkan, banyak anak yang mulai meminjam buku untuk dibaca di rumah. Perubahan kecil ini menjadi indikator bahwa literasi mulai menjadi kebiasaan, bukan sekadar program musiman.

Lebih jauh, seruan literasi di bulan Ramadhan ini menjadi strategi membangun karakter. Membaca melatih kesabaran, konsentrasi, dan kemampuan berpikir mendalam—nilai-nilai yang selaras dengan makna puasa itu sendiri. Dengan demikian, aktivitas literasi bukan hanya meningkatkan kecerdasan kognitif, tetapi juga memperkuat dimensi emosional dan spiritual anak-anak.

Melalui gerakan ini, TBM Akhyar Center ingin menegaskan bahwa Ramadhan adalah momentum kebangkitan ilmu. Di antara lantunan doa dan azan magrib yang dinanti, ada lembar-lembar buku yang dibaca dengan penuh kesungguhan. Literasi pun menggema sebagai cahaya yang menyempurnakan makna ibadah, menumbuhkan generasi yang tidak hanya taat secara spiritual, tetapi juga kuat dalam wawasan dan pemikiran.

Belajar dari Gaza: TBM Akhyar Center Ajak Anak Mengenal Kurikulum Palestina

 


TBM Akhyar Center - Di tengah arus globalisasi yang serba cepat, TBM Akhyar Center menghadirkan ruang belajar alternatif dengan mengajak anak-anak mengenal kurikulum Palestina sebagai jendela memahami ketangguhan pendidikan di tengah keterbatasan. Kegiatan ini tidak dimaksudkan sebagai perbandingan politik, melainkan sebagai pembelajaran nilai: bagaimana sebuah bangsa tetap menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama meski berada dalam tekanan. Anak-anak diajak melihat bahwa sekolah bukan sekadar ruang kelas, tetapi simbol harapan dan daya tahan.

Dalam sesi pengenalan tersebut, relawan memaparkan gambaran umum sistem pendidikan di Palestina yang menekankan identitas, sejarah, bahasa, serta pembentukan karakter kolektif. Anak-anak dikenalkan pada bagaimana kurikulum dirancang untuk menjaga jati diri budaya sekaligus mendorong literasi dan numerasi. Diskusi berlangsung hangat, karena materi disampaikan melalui cerita, peta, dan buku bacaan anak yang relevan dengan usia mereka.

Salah satu hal yang ditekankan adalah bagaimana pelajar di kota seperti Gaza tetap belajar dalam kondisi yang tidak selalu ideal. Dari sini, anak-anak di TBM Akhyar Center belajar tentang ketekunan. Mereka memahami bahwa akses pendidikan yang mereka miliki adalah anugerah yang perlu disyukuri. Proses ini menumbuhkan empati global sekaligus kesadaran akan pentingnya memanfaatkan kesempatan belajar dengan sungguh-sungguh.

Kegiatan ini juga membahas bagaimana kurikulum Palestina mengintegrasikan sejarah nasional dalam pembelajaran sehari-hari. Anak-anak diajak berdiskusi tentang arti identitas dan bagaimana setiap bangsa memiliki narasi perjuangan masing-masing. Relawan mengemasnya dalam bahasa sederhana agar mudah dipahami, tanpa kehilangan kedalaman makna. Dengan pendekatan ini, literasi sejarah tidak terasa berat, melainkan mengalir sebagai kisah inspiratif.

TBM Akhyar Center memadukan pengenalan kurikulum tersebut dengan kegiatan membaca bersama. Buku-buku tentang budaya Timur Tengah, kisah anak-anak di berbagai belahan dunia, serta cerita perjuangan pendidikan dibacakan dan didiskusikan. Anak-anak tidak hanya menerima informasi, tetapi diajak berpikir kritis: apa yang bisa dipelajari dari sistem pendidikan yang bertahan di tengah tantangan besar?

Selain aspek akademik, pembahasan juga menyentuh nilai solidaritas dan kemanusiaan. Anak-anak diajak memahami bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam menjaga martabat suatu bangsa. Diskusi kecil dilakukan untuk menghubungkan konteks Palestina dengan kehidupan mereka sehari-hari. Mereka diajak bertanya: bagaimana kita bisa menjaga semangat belajar, meski menghadapi kesulitan pribadi?

Kegiatan ini sekaligus memperluas wawasan global anak-anak. Mereka menyadari bahwa dunia pendidikan tidak tunggal dan setiap negara memiliki pendekatan berbeda sesuai konteks sosial-budayanya. Melalui pengenalan kurikulum Palestina, TBM Akhyar Center menanamkan sikap terbuka terhadap keberagaman sistem pendidikan dunia, sekaligus menguatkan identitas lokal sebagai bagian dari masyarakat Indonesia.

Antusiasme anak-anak terlihat ketika mereka mulai membandingkan mata pelajaran yang mereka pelajari dengan yang diajarkan di Palestina. Percakapan sederhana itu melatih kemampuan analitis sejak dini. Mereka belajar bahwa memahami dunia bukan berarti kehilangan jati diri, tetapi justru memperkaya perspektif. Literasi global pun tumbuh secara alami melalui dialog dan bacaan.

Melalui program ini, TBM Akhyar Center menunjukkan bahwa literasi dapat menjadi jembatan solidaritas dan pemahaman lintas bangsa. Mengenal kurikulum Palestina bukan sekadar mengetahui struktur mata pelajaran, melainkan belajar tentang keteguhan, identitas, dan pentingnya pendidikan sebagai cahaya dalam situasi apa pun. Dari ruang baca sederhana, anak-anak diajak menatap dunia dengan empati dan semangat belajar yang lebih luas.

Update Terbaru

Unlimited Hosting WordPress Developer Persona

Dongeng Kisah Boneka

© Copyright 2019-2026 TBM Akhyar Center | All Right Reserved