Update Terbaru

Update Terbaru

Perpustakaan

Pendidikan

Dokumentasi

Kamis, 22 Oktober 2026

Dedikasi Tanpa Batas, Ketua TBM Akhyar Center Resmi Menyandang Gelar Finalis Guru Berprestasi Nasional 2026 di Ajang Literasi Internasional.

 


PRABUMULIH - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh tokoh penggerak literasi dari TBM Akhyar Center pada penghujung tahun 2026 ini. D.A. Akhyar, S.Ud., M.Pd., Gr., yang merupakan Ketua TBM Akhyar Center, secara resmi dinobatkan sebagai salah satu finalis dalam ajang penghargaan bergengsi tingkat nasional. Pencapaian ini menjadi bukti nyata atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam memajukan dunia pendidikan dan literasi di tanah air.

Penganugerahan gelar bergengsi ini menjadi bagian dari rangkaian acara akbar Padang International Literacy Festival. Berdasarkan informasi yang tertera pada atribut penghargaan, perayaan dan penganugerahan bagi para insan pendidik inspiratif tersebut dijadwalkan berlangsung pada tanggal 27 hingga 29 November 2026 mendatang. Ajang ini mengumpulkan para pendidik, pegiat literasi, dan tokoh-tokoh inspiratif dari berbagai penjuru untuk merayakan semangat membaca dan menulis.

Sebagai simbol pencapaian luar biasa tersebut, D.A. Akhyar menerima sebuah selempang kehormatan berwarna merah marun yang tampak elegan di dalam sebuah figura pajangan. Pada selempang tersebut, terukir indah dengan benang emas tulisan yang mengukuhkan gelarnya, yakni "D.A. Akhyar, S.Ud., M.Pd., Gr. Finalis Guru Berprestasi Nasional 2026". Selempang ini bukan sekadar kain kebanggaan, melainkan perlambang amanah dan tanggung jawab besar dalam memajukan pendidikan bangsa.

Tidak hanya itu, pada sisi lain selempang kehormatan tersebut juga tertera logo emas bertuliskan "Penyala Literasi Semesta" yang bersanding dengan tajuk acara "Padang International Literacy Festival". Logo ini merepresentasikan peran krusial seorang guru sebagai cahaya penerang yang menyalakan semangat literasi di tengah masyarakat. Gelar akademik dan profesi yang disandangnya, yakni S.Ud., M.Pd., Gr., turut membuktikan kapasitas keilmuan dan profesionalitasnya sebagai seorang pendidik.

Keberhasilan Ketua TBM Akhyar Center menembus babak final tingkat nasional ini tentu tidak lepas dari rekam jejak panjangnya bersama Yayasan Akhyar Bestari Indonesia. Melalui TBM Akhyar Center, ia telah secara konsisten menginisiasi berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berpusat pada peningkatan minat baca. Gerakan akar rumput yang dibangunnya berhasil mengubah paradigma masyarakat sekitar tentang pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari.

Menjadi "Finalis Guru Berprestasi Nasional 2026" merupakan sebuah pencapaian yang membutuhkan proses seleksi yang ketat dan komprehensif. Para penilai di tingkat nasional tentu menelaah tidak hanya dari aspek administratif dan akademis, tetapi juga dampak nyata dari inovasi pembelajaran yang telah diimplementasikan di lapangan. Inovasi-inovasi berbasis literasi yang secara masif dikembangkan oleh TBM Akhyar Center diyakini menjadi nilai tambah yang sangat signifikan dalam penilaian tersebut.

Sebagai pemimpin lembaga literasi, kiprah D.A. Akhyar menegaskan bahwa literasi adalah kunci utama untuk membuka gerbang kemajuan peradaban bangsa menuju Indonesia Emas. Gelar prestisius ini dipandang bukanlah sebagai tujuan akhir, melainkan sebuah cambuk semangat untuk terus berbuat lebih banyak bagi dunia pendidikan. Gelar finalis ini juga secara tidak langsung didedikasikan bagi seluruh relawan, pengurus yayasan, serta masyarakat yang tak lelah mendukung gerakan literasi dari desa hingga ke tingkat nasional.

Kabar gembira dari perhelatan Padang International Literacy Festival ini disambut dengan penuh suka cita oleh keluarga besar TBM Akhyar Center dan para pegiat pendidikan luas. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi katalisator yang menginspirasi para guru, santri, dan pemuda lainnya untuk berani berinovasi dan berkarya tanpa henti. Pencapaian ini sekaligus membuktikan bahwa dari sebuah Taman Bacaan Masyarakat, bisa lahir gagasan-gagasan besar yang diakui di panggung nasional dan terintegrasi dengan festival internasional.

Menjelang perhelatan utama pada 27-29 November 2026 nanti, TBM Akhyar Center mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus membumikan kebiasaan membaca dan menulis. Semoga pencapaian luar biasa dari D.A. Akhyar, S.Ud., M.Pd., Gr. ini menjadi langkah awal dari berbagai lompatan besar lainnya dalam upaya mewujudkan generasi penerus yang cerdas, literat, dan berkarakter kuat. Mari bersama-sama menyalakan literasi semesta demi masa depan Indonesia yang lebih gemilang.


Lentera Literasi dari TBM Akhyar Center: Mengukir Generasi Emas di Hari Santri Nasional 2026



PRABUMULIH - Peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2026 kembali menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen bangsa, khususnya kalangan pesantren. Mengusung semangat "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas", perayaan tahun ini menegaskan kembali peran historis dan strategis santri. Di era modern, tantangan santri tidak lagi sekadar perjuangan fisik melawan penjajah, melainkan perjuangan intelektual menghadapi arus informasi global. Oleh karena itu, penguatan kapasitas santri melalui literasi menjadi sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar lagi agar mereka siap memimpin di masa depan.

Menjawab panggilan zaman tersebut, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center yang bernaung di bawah Yayasan Akhyar Bestari Indonesia mengambil langkah proaktif dan inspiratif. Ketua TBM Akhyar Center memandang bahwa perayaan Hari Santri 2026 adalah titik tolak yang sangat tepat untuk merevolusi budaya baca dan tulis di kalangan generasi muda Islam. Yayasan ini berkomitmen kuat untuk tidak sekadar menjadi tempat meminjam buku, melainkan bertransformasi menjadi pusat peradaban yang menghidupkan nalar kritis masyarakat, khususnya para santri.

Menurut pandangan visioner Ketua TBM Akhyar Center, makna literasi bagi santri saat ini harus diperluas spektrumnya. Literasi tidak hanya lagi terbatas pada kemampuan mengeja huruf atau menamatkan bacaan dari sampul ke sampul, tetapi juga mencakup literasi digital, literasi budaya, dan kecakapan memecahkan masalah. Santri dituntut untuk mampu memilah informasi yang benar di tengah maraknya hoaks yang bertebaran di dunia maya. Kemampuan menyaring informasi ini sejatinya sangat selaras dengan tradisi pesantren yang selalu mengedepankan prinsip tabayyun (klarifikasi) dalam menerima sebuah kabar.

Dalam implementasi nyatanya, TBM Akhyar Center telah merancang berbagai program strategis yang langsung menyasar pondok pesantren dan masyarakat di sekitarnya. Salah satu fokus utama dalam gebyar Hari Santri 2026 ini adalah mengawinkan kurikulum tradisional yang kaya nilai moral dengan keterampilan literasi modern. Ruang-ruang diskusi dibuka lebih lebar, fasilitas bahan bacaan yang variatif disediakan secara gratis, dan pelatihan menulis kreatif mulai digalakkan secara masif. Hal ini bertujuan mulia agar santri tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen gagasan yang mencerahkan peradaban.

Tradisi luhur pesantren yang sangat lekat dengan kajian kitab kuning sebenarnya merupakan modal dasar literasi yang luar biasa kuat dan mendalam. Ketua TBM Akhyar Center meyakini bahwa kebiasaan santri mendalami teks-teks klasik dengan penuh ketelitian dan bimbingan kiai adalah bentuk literasi tingkat tinggi. Tantangannya kini adalah bagaimana mentransformasikan ketekunan membaca kitab tersebut ke dalam kemampuan merespons isu-isu sosial kontemporer. Melalui pendampingan intensif dari Yayasan Akhyar Bestari Indonesia, para santri diajak untuk berani menuliskan pemikiran mereka agar karya tersebut dapat dinikmati dan diakses oleh publik yang lebih luas.

Lebih jauh lagi, inisiatif penguatan literasi ini juga diarahkan secara khusus untuk memupuk jiwa kepemimpinan intelektual para santri. Dengan wawasan yang luas hasil dari membaca ragam literatur, seorang santri akan memiliki empati dan pemahaman yang lebih tajam terhadap problematika sosial di masyarakat. TBM Akhyar Center berupaya memfasilitasi lahirnya santri-santri yang berwawasan global namun tetap berpijak kokoh pada akar kearifan lokal. Mereka dipersiapkan untuk turun ke tengah masyarakat sebagai agen perubahan yang membawa solusi cerdas, bukan sekadar penonton di tengah pusaran perubahan zaman.

Tentu saja, langkah mulia yang diinisiasi oleh Yayasan Akhyar Bestari Indonesia ini menyadari bahwa visi besar tidak bisa diwujudkan dengan berjalan sendiri. Oleh sebab itu, Ketua TBM Akhyar Center senantiasa mengajak berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah, tokoh agama, dermawan, hingga komunitas pegiat pendidikan lainnya, untuk merajut kolaborasi. Sinergi lintas sektoral sangat dibutuhkan untuk memperluas jangkauan manfaat dari program literasi santri ini. Dukungan penyediaan infrastruktur, donasi buku-buku berkualitas, dan penyediaan mentor yang kompeten menjadi elemen penting yang terus diupayakan bersama.

Respon yang sangat positif dari para santri dan pengasuh pondok pesantren terhadap kehadiran dan program TBM Akhyar Center menjadi energi dan semangat tersendiri bagi yayasan. Terlihat antusiasme yang begitu tinggi saat para santri mulai berani mengekspresikan ide-ide segar mereka melalui karya tulis, puisi, esai, maupun saat berpartisipasi aktif dalam diskusi publik. Fakta ini membuktikan bahwa dahaga akan ilmu pengetahuan dan ruang berekspresi di kalangan santri sesungguhnya sangatlah besar. TBM Akhyar Center hadir tepat pada waktunya sebagai oase yang menyegarkan iklim intelektual di lingkungan pesantren.

Pada akhirnya, peringatan Hari Santri Nasional 2026 ini bukan sekadar seremonial tahunan semata, melainkan tonggak kebangkitan literasi santri di nusantara. Melalui dedikasi tanpa henti dari Ketua dan seluruh relawan pejuang literasi TBM Akhyar Center (Yayasan Akhyar Bestari Indonesia), secercah harapan untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas semakin nyata terlihat. Santri yang literat dan berakhlak mulia adalah pilar kekuatan bangsa; mereka adalah generasi pelurus yang akan menjaga kemurnian agama, merawat keutuhan negara, dan menerangi masa depan Indonesia dengan cahaya ilmu pengetahuan.


Senin, 19 Oktober 2026

Dari Buku Menjadi Berarti, TBM Akhyar Center Bersama Balai Bahasa Uji Kebermanfaatan Cerita Anak


PRABUMULIH - uku cerita anak bukan sekadar rangkaian kata dan gambar. Di balik setiap halaman, tersimpan peluang untuk menumbuhkan imajinasi, membangun karakter, dan menanamkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan. Semangat inilah yang mewarnai kegiatan Uji Kebermanfaatan Bahan Bacaan Cerita Anak yang melibatkan Pendiri TBM Akhyar Center bersama tim Balai Bahasa.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas literasi anak melalui bahan bacaan yang tidak hanya menarik, tetapi juga bermanfaat bagi perkembangan pembacanya. Kolaborasi antara pegiat taman bacaan masyarakat dan tim Balai Bahasa diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang pentingnya menghadirkan bacaan yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Dalam penyampaian materi, peserta diajak memahami bahwa kualitas buku cerita anak perlu dilihat dari berbagai aspek, mulai dari penggunaan bahasa, alur cerita, ilustrasi, hingga pesan yang disampaikan. Setiap unsur tersebut memiliki peran dalam membantu anak memahami isi cerita sekaligus menikmati proses membaca.

Uji kebermanfaatan bahan bacaan juga menjadi langkah penting untuk mengetahui sejauh mana cerita dapat dipahami dan diterima oleh anak. Tanggapan pembaca menjadi bahan evaluasi untuk melihat kesesuaian isi buku dengan usia, pengalaman, serta tingkat pemahaman anak.

Selain menarik dan mudah dipahami, buku cerita anak diharapkan mampu menghadirkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari. Kejujuran, kepedulian, tanggung jawab, persahabatan, dan kecintaan terhadap lingkungan dapat diperkenalkan melalui cerita yang dekat dengan pengalaman anak tanpa harus disampaikan secara menggurui.

Bagi TBM Akhyar Center, kegiatan ini sejalan dengan peran taman bacaan masyarakat sebagai ruang belajar yang terbuka, inklusif, dan menyenangkan. Kehadiran bahan bacaan yang berkualitas dapat memperkaya aktivitas literasi, baik melalui membaca mandiri, membaca bersama, maupun diskusi sederhana yang mendorong anak berani menyampaikan pendapat.

Kolaborasi bersama tim Balai Bahasa juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan budaya baca. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman diharapkan dapat mendukung pemanfaatan bahan bacaan yang lebih tepat guna, sekaligus mendorong perhatian terhadap kualitas bahasa dan isi cerita yang dikonsumsi anak-anak.

Melalui kegiatan ini, uji kebermanfaatan tidak hanya dipandang sebagai proses penilaian terhadap sebuah buku, tetapi juga sebagai upaya memastikan bahwa bahan bacaan benar-benar memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Buku yang baik semestinya mampu memantik rasa ingin tahu, memperluas wawasan, serta mendorong anak untuk bertanya, berpikir kritis, dan mengenal lingkungannya.

Pendiri TBM Akhyar Center bersama tim Balai Bahasa berharap upaya penguatan literasi ini dapat berkontribusi terhadap tumbuhnya generasi yang gemar membaca dan terus belajar. Sebab, ketika sebuah cerita mampu menyentuh pikiran dan hati anak, buku tidak lagi sekadar menjadi bacaan, tetapi menjelma menjadi jendela pengetahuan dan bekal untuk masa depan.

Update Terbaru

Unlimited Hosting WordPress Developer Persona

Dongeng Kisah Boneka

© Copyright 2019-2026 TBM Akhyar Center | All Right Reserved