Jumat, 06 Februari 2026

Menghidupkan Kelas Digital: Optimalisasi Assemblr dalam Pembelajaran Berbasis Al

 

TBM Akhyar Center - Pembelajaran di abad ke-21 menuntut inovasi dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Kelas digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keniscayaan. Namun, tantangan terbesar terletak pada bagaimana menghidupkan kelas digital agar tidak kehilangan esensi interaksi dan keterlibatan siswa. Di sinilah peran teknologi seperti Augmented Reality (AR) dan kecerdasan buatan (AI) menjadi krusial, dan Assemblr muncul sebagai solusi optimal untuk pembelajaran berbasis AI.

​Assemblr adalah platform yang memungkinkan pengguna membuat, berbagi, dan menikmati pengalaman AR secara mudah. Dengan fitur-fitur yang inovatif, Assemblr membuka pintu bagi guru untuk menciptakan materi pembelajaran yang imersif dan interaktif, mengubah materi statis menjadi pengalaman 3D yang hidup. Integrasi dengan kecerdasan buatan semakin memperkaya potensi Assemblr, menjadikannya alat yang sangat ampuh untuk mengoptimalkan kelas digital.

​Salah satu keunggulan utama Assemblr adalah kemampuannya untuk mengubah konsep-konsep abstrak menjadi visual yang konkret. Bayangkan siswa mempelajari anatomi manusia, tata surya, atau struktur molekul tidak lagi hanya dari gambar 2D di buku, melainkan dapat "memegang" dan "menjelajahi" model 3D di depan mata mereka. Pengalaman ini tidak hanya meningkatkan pemahaman, tetapi juga memicu rasa ingin tahu dan keterlibatan yang lebih dalam.

​AI di dalam Assemblr dapat berperan dalam personalisasi pembelajaran. Dengan menganalisis interaksi siswa dengan konten AR, AI dapat mengidentifikasi area di mana siswa kesulitan atau unggul. Berdasarkan data ini, sistem dapat merekomendasikan materi tambahan, tugas yang disesuaikan, atau bahkan jalur pembelajaran yang berbeda untuk setiap siswa, memastikan bahwa setiap individu mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan untuk berhasil.

​Selain itu, Assemblr memungkinkan kolaborasi yang lebih dinamis. Siswa dapat bekerja sama dalam proyek AR, membangun model, atau memecahkan masalah dalam lingkungan virtual. Ini mendorong keterampilan komunikasi, kerja tim, dan pemecahan masalah yang penting di dunia nyata. Guru dapat memantau kemajuan kolaborasi secara real-time dan memberikan umpan balik yang konstruktif.

​Assemblr juga menyediakan alat bagi guru untuk membuat kuis interaktif berbasis AR. Daripada kuis pilihan ganda yang membosankan, siswa dapat menjawab pertanyaan dengan berinteraksi langsung dengan objek 3D. Misalnya, dalam pelajaran biologi, siswa mungkin diminta untuk mengidentifikasi bagian-bagian sel dengan mengetuk model sel 3D yang muncul di meja mereka. Ini membuat penilaian menjadi lebih menarik dan efektif.

​Dampak positif dari penggunaan Assemblr dalam pembelajaran berbasis AI juga terasa pada motivasi siswa. Generasi digital saat ini sangat akrab dengan teknologi. Dengan menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dan menyenangkan melalui AR dan AI, Assemblr dapat membangkitkan kembali minat belajar siswa dan mengurangi kebosanan yang seringkali muncul di kelas tradisional.

​Namun, implementasi Assemblr memerlukan pelatihan yang memadai bagi guru. Penting bagi institusi pendidikan untuk menyediakan sumber daya dan dukungan agar guru dapat menguasai platform ini dan mengintegrasikannya secara efektif ke dalam kurikulum mereka. Dengan pelatihan yang tepat, guru dapat memaksimalkan potensi Assemblr untuk menciptakan pengalaman belajar yang tak terlupakan.

​Secara keseluruhan, Assemblr dengan integrasi AI menawarkan solusi yang komprehensif untuk menghidupkan kelas digital. Dari visualisasi konsep yang kompleks, personalisasi pembelajaran, kolaborasi interaktif, hingga penilaian yang menarik, Assemblr mengubah cara kita mendekati pendidikan. Dengan terus mengoptimalkan penggunaannya, kita dapat mempersiapkan siswa untuk masa depan yang semakin didominasi oleh teknologi dan inovasi.

Jumat, 30 Januari 2026

Dari Buku ke Aksi: TBM Goes To School Kenalkan Literasi sebagai Gaya Hidup Siswa



TBM Akhyar Center - Program TBM Goes To School kembali hadir di lingkungan sekolah dengan membawa semangat baru dalam mengenalkan literasi kepada siswa. Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan kesadaran bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan keterampilan hidup yang penting dalam proses belajar dan pengembangan karakter peserta didik.

Dalam pelaksanaannya, TBM Goes To School mengajak siswa memahami literasi secara lebih luas, mencakup literasi baca-tulis, literasi digital, literasi numerasi, hingga literasi budaya. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan kontekstual agar mudah dipahami serta dekat dengan pengalaman sehari-hari siswa di sekolah maupun di rumah.

Suasana kegiatan dibuat interaktif melalui dialog dua arah, permainan edukatif, dan cerita inspiratif. Siswa didorong untuk berani mengemukakan pendapat, bertanya, dan berbagi pengalaman membaca atau menulis yang pernah mereka lakukan. Pendekatan ini bertujuan membangun rasa percaya diri sekaligus minat siswa terhadap aktivitas literasi.

Salah satu sesi utama adalah pengenalan berbagai jenis bacaan, mulai dari buku cerita, komik edukatif, hingga buku pengetahuan populer. Tim TBM menekankan bahwa setiap siswa memiliki pintu masuk literasi yang berbeda, sehingga tidak ada satu jenis bacaan yang dianggap paling benar, selama mampu menumbuhkan minat baca.

 Selain membaca, siswa juga diajak mempraktikkan literasi melalui kegiatan menulis singkat, seperti membuat catatan refleksi, menulis cerita pendek, atau merangkum bacaan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa literasi adalah proses aktif, di mana siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mengolah dan mengekspresikannya kembali.

Pihak sekolah menyambut positif program TBM Goes To School karena dinilai sejalan dengan upaya penguatan budaya literasi di satuan pendidikan. Guru melihat kegiatan ini mampu memotivasi siswa untuk lebih akrab dengan buku dan menjadikan perpustakaan sekolah sebagai ruang belajar yang menyenangkan.

 Antusiasme siswa terlihat dari partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Banyak siswa yang mengaku mulai menyadari pentingnya membaca tidak hanya untuk keperluan akademik, tetapi juga untuk menambah wawasan, melatih imajinasi, dan memahami dunia secara lebih luas.

 TBM Goes To School menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi sekolah dalam mengembangkan ekosistem literasi. Melalui kolaborasi dengan guru dan pihak sekolah, TBM berharap literasi dapat menjadi kebiasaan yang terintegrasi dalam aktivitas belajar sehari-hari, bukan hanya kegiatan sesaat.

 Dengan mengenalkan literasi sejak dini di sekolah, TBM Goes To School optimistis dapat berkontribusi dalam membentuk generasi pembelajar sepanjang hayat. Literasi diharapkan tumbuh sebagai budaya, bukan kewajiban, sehingga siswa mampu menghadapi tantangan masa depan dengan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan reflektif.




Jumat, 17 Oktober 2025

Pendiri TBM Akhyar Center Jadi Juri Lomba GTK Transformatif Guru SD se-Kota Prabumulih



TBM Akhyar Center - Kegiatan GTK Transformatif tingkat Kota Prabumulih kembali menghadirkan sosok inspiratif dari kalangan pegiat literasi. D.A. Akhyar, pendiri Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center, didaulat menjadi salah satu juri dalam lomba GTK Transformatif bagi guru sekolah dasar se-Kota Prabumulih. Kehadirannya bukan hanya sebagai bentuk apresiasi terhadap kiprahnya di dunia literasi, tetapi juga sebagai pengakuan atas kontribusinya dalam mendorong transformasi pendidikan berbasis literasi di daerah.

Dalam lomba yang digelar oleh Dinas Pendidikan Kota Prabumulih ini, para guru ditantang untuk menampilkan inovasi pembelajaran yang kreatif, adaptif, dan berdampak. Sebagai juri, D.A. Akhyar menilai karya para peserta dari aspek orisinalitas ide, relevansi dengan kebutuhan siswa abad ke-21, serta nilai literasi yang terkandung dalam praktik pembelajaran. Ia menekankan pentingnya pendidikan yang mengintegrasikan nilai kemanusiaan, kolaborasi, dan kecakapan berpikir kritis—unsur yang selama ini menjadi ruh dari kegiatan TBM Akhyar Center.

D.A. Akhyar dikenal luas sebagai pustakawan berprestasi nasional dan pendiri TBM mandiri yang aktif menggerakkan budaya baca di Prabumulih. Melalui TBM Akhyar Center, ia menginisiasi berbagai program literasi berbasis masyarakat, seperti Bibliobattle, kelas menulis kreatif, dan program literasi keluarga. Kepeduliannya terhadap peningkatan kapasitas guru dan siswa dalam literasi digital serta literasi baca-tulis menjadikan dirinya sosok panutan dalam dunia pendidikan lokal maupun nasional.

Keterlibatan D.A. Akhyar dalam ajang GTK Transformatif ini juga menjadi momentum kolaborasi antara komunitas literasi dan lembaga pendidikan formal. Ia berpendapat bahwa gerakan literasi tidak cukup berhenti di ruang baca, tetapi harus hidup di ruang kelas dan terinternalisasi dalam strategi pembelajaran. Melalui kompetisi ini, ia berharap guru-guru SD di Prabumulih dapat menjadi agen perubahan yang membawa semangat literasi transformatif ke dalam setiap kegiatan belajar mengajar.

Kegiatan GTK Transformatif ini menjadi bukti bahwa pendidikan di Prabumulih terus berkembang dengan dukungan berbagai pihak, termasuk para pegiat literasi seperti D.A. Akhyar. Kolaborasi lintas sektor antara guru, komunitas, dan pemerintah daerah diharapkan dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan dan berkarakter. Dengan semangat literasi dan inovasi, Prabumulih menapaki langkah maju menuju kota yang cerdas, inklusif, dan berbudaya baca.

Selasa, 16 September 2025

TBM Ikuti Roadshow Webinar Assemblr EDU Bengkulu



TBM Akhyar Center - Taman Bacaan Masyarakat (TBM) turut serta dalam kegiatan Roadshow Webinar Assemblr EDU yang digelar di Provinsi Bengkulu pada Selasa, 16 September 2025. Kegiatan ini mengusung tema “Pembuatan Poster Interaktif dengan Assemblr EDU” dan berlangsung secara daring melalui aplikasi Zoom mulai pukul 14.00 hingga 16.00 WIB.

Webinar ini menghadirkan sejumlah narasumber penting, di antaranya Wibowo Mukti, S.Kom., M.Si. selaku Kepala BLPT Kemendikdasmen, Rainer Atu, S.E., M.M. sebagai Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, serta Dr. Nasyith Forefy, S.T., M.M. yang menjabat Kepala Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Bengkulu.

Selain itu, hadir pula Purwanto, S.Pd. SD, seorang Assemblr Certified Educator (ACE) Level 18 – Trailblazer, serta Novia Ayu Lestari, M.Pd., Gr., Duta Teknologi Provinsi Bengkulu Tahun 2023. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam mengenai pemanfaatan teknologi digital, khususnya dalam pengembangan media pembelajaran yang interaktif dan kreatif.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini berkesempatan memperoleh sertifikat 32 JP, asalkan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Antusiasme peserta cukup tinggi, terlihat dari semangat para guru, tenaga kependidikan, dan pegiat literasi yang mendaftar melalui tautan resmi panitia.

Dengan adanya webinar ini, diharapkan para pendidik maupun penggiat literasi semakin terampil dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran. Kehadiran TBM dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen nyata dalam mengembangkan inovasi literasi berbasis digital guna menjawab tantangan pendidikan di era modern.

TBM Akhyar Center Ikuti Webinar Pembelajaran Mendalam Berbasis Game Based Learnin



TBM Akhyar Center -Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center turut berpartisipasi dalam kegiatan webinar bertajuk “Pembelajaran Mendalam Berbasis Game Based Learning” yang disampaikan oleh Gunawan Wibisono. Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi dan inovasi pembelajaran yang digagas oleh Nyalanesia bersama Pemerintah Kota Surakarta, Iota, dan Ekraf. Webinar berlangsung secara daring dan diikuti oleh berbagai kalangan pendidik serta pegiat literasi dari seluruh Indonesia.

Dalam paparannya, Gunawan Wibisono menjelaskan bahwa metode game based learning mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, menyenangkan, dan relevan dengan kebutuhan generasi digital saat ini. Melalui pendekatan permainan, siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, hingga pemecahan masalah secara lebih mendalam. Konsep ini dinilai sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas pendidikan berbasis kreativitas dan pengalaman nyata.

TBM Akhyar Center melihat keikutsertaan dalam kegiatan ini sebagai langkah penting untuk memperkaya wawasan dalam mengembangkan program literasi berbasis teknologi. Menurut perwakilan TBM, metode game based learning tidak hanya relevan untuk pembelajaran di sekolah, tetapi juga dapat diterapkan dalam kegiatan literasi di masyarakat, terutama untuk menarik minat generasi muda agar lebih gemar membaca dan belajar.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi antarpendidik, pegiat literasi, dan komunitas kreatif. Kehadiran lembaga pemerintah serta ekosistem kreatif dalam mendukung pengembangan pembelajaran berbasis game menunjukkan bahwa sinergi berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk menghadirkan pendidikan yang adaptif dan inovatif.

Dengan mengikuti webinar ini, TBM Akhyar Center berkomitmen untuk terus menghadirkan terobosan dalam kegiatan literasi. Ke depan, TBM berencana mengintegrasikan konsep game based learning ke dalam aktivitas pembelajaran nonformal, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari metode kreatif ini dalam meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat akar rumput.(*)

Minggu, 14 September 2025

Setiap Kunjungan, Satu Langkah Menuju Pengetahuan


TBM Akhyar Center - Hari Kunjungan Perpustakaan adalah momentum penting untuk menumbuhkan minat baca dan menegaskan peran perpustakaan sebagai pusat ilmu dan budaya. Pada hari ini 14 September, setiap pengunjung diberi kesempatan untuk menjelajahi koleksi buku yang beragam, mulai dari literatur fiksi, nonfiksi, hingga bahan referensi ilmiah. Kegiatan ini tidak hanya sekadar kunjungan, tetapi juga sarana edukatif untuk mengenalkan manfaat membaca secara menyenangkan. Melalui interaksi langsung dengan buku dan pustakawan, siswa maupun masyarakat umum dapat belajar menelusuri informasi secara efektif. Perpustakaan menjadi tempat di mana ide, kreativitas, dan pengetahuan bertemu, menciptakan ruang belajar yang inklusif dan inspiratif bagi semua kalangan usia.

Kunjungan ke perpustakaan mendorong pengembangan literasi informasi yang sangat penting di era digital. Dengan berbagai koleksi yang tersedia, pengunjung belajar cara mencari, menyeleksi, dan memahami informasi secara kritis. Selain membaca buku, kegiatan ini sering dilengkapi dengan workshop, pameran buku, dan diskusi interaktif yang menambah pengalaman belajar. Guru, orang tua, dan pustakawan memiliki peran penting dalam membimbing pengunjung agar tidak hanya membaca, tetapi juga menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Hari Kunjungan Perpustakaan menjadi ajang untuk menanamkan kebiasaan membaca sejak dini, sekaligus membangun rasa ingin tahu yang kuat terhadap ilmu pengetahuan dan budaya, yang akan berdampak positif pada perkembangan pribadi dan akademik.

Selain menumbuhkan literasi, kunjungan perpustakaan juga menekankan nilai sosial dan budaya. Perpustakaan merupakan ruang publik yang aman dan nyaman bagi semua orang, tanpa memandang usia, latar belakang, atau status sosial. Di sini, pengunjung dapat belajar menghargai keberagaman informasi dan saling bertukar ide. Kegiatan membaca bersama, diskusi kelompok, atau program storytelling menjadi cara efektif membangun keterampilan komunikasi dan empati. Pengalaman ini menumbuhkan rasa tanggung jawab untuk menjaga dan menghormati fasilitas publik. Hari Kunjungan Perpustakaan sekaligus mengingatkan kita bahwa membaca bukan aktivitas individual semata, tetapi juga bagian dari pembentukan komunitas yang kritis, cerdas, dan peduli pada lingkungan intelektualnya.

Perpustakaan modern kini tidak hanya menyediakan buku cetak, tetapi juga sumber digital dan multimedia yang semakin mempermudah akses informasi. Teknologi ini memungkinkan pengunjung belajar lebih interaktif, misalnya melalui e-book, database ilmiah, dan aplikasi pembelajaran. Hari Kunjungan Perpustakaan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan inovasi ini kepada masyarakat luas, terutama generasi muda yang cenderung digital native. Pustakawan berperan sebagai fasilitator yang membantu pengunjung memahami cara memanfaatkan sumber informasi digital secara efektif dan etis. Dengan kombinasi buku fisik dan digital, perpustakaan dapat memenuhi kebutuhan belajar yang beragam, menjaga relevansi dan perannya sebagai pusat pengetahuan di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat.

Mengikuti Hari Kunjungan Perpustakaan memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus mendidik. Setiap kunjungan membuka peluang untuk menemukan pengetahuan baru, mengasah imajinasi, dan memperluas wawasan. Bagi pelajar, kegiatan ini dapat menjadi inspirasi untuk menulis, meneliti, dan berkreasi. Untuk masyarakat umum, perpustakaan menjadi ruang refleksi dan sumber informasi terpercaya di tengah derasnya informasi digital yang belum tentu akurat. Dengan merayakan hari ini secara rutin, kita mendorong budaya literasi yang kuat dan berkelanjutan. Selamat Hari Kunjungan Perpustakaan, mari manfaatkan kesempatan ini untuk menggali ilmu, memperkaya wawasan, dan menumbuhkan cinta membaca yang akan membawa manfaat seumur hidup.

© Copyright 2019-2025 TBM Akhyar Center | All Right Reserved