Minggu, 08 Februari 2026

Menakar Hak Pendidikan: TBM Akhyar Center Prabumulih Bedah Kritis Kurikulum Palestina Lewat Media Visual



TBM Akhyar Center - Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center di Kota Prabumulih adalah sebuah oase literasi yang dirancang untuk menjadi lebih dari sekadar tempat membaca. TBM ini mengusung konsep inovatif yang memadukan keindahan alam dengan fungsi edukatif, menciptakan lingkungan yang kondusif untuk belajar, berdiskusi, dan mengembangkan diri. Dalam suasana yang asri dan terbuka, TBM Akhyar Center berupaya menumbuhkan minat baca dan budaya belajar di tengah masyarakat, khususnya bagi generasi muda.

​Salah satu program unggulan TBM Akhyar Center adalah penerapan diskusi reflektif berbasis kasus, yang memanfaatkan media visual-naratif. Pendekatan ini dirancang khusus untuk membahas isu-isu penting dan relevan, seperti kurikulum pendidikan Palestina yang menjadi sorotan dalam konteks global. Dengan menampilkan gambar, video, dan cerita yang kuat, para peserta diajak untuk mendalami berbagai perspektif, merenungkan implikasi dari setiap informasi, dan secara aktif berpartisipasi dalam dialog konstruktif. Metode ini terbukti efektif dalam memicu pemikiran kritis dan empati.

​Dalam setiap sesi diskusi, para fasilitator di TBM Akhyar Center mendorong partisipasi aktif dari semua kalangan. Mereka tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai moderator yang handal dalam membimbing alur diskusi. Dengan demikian, setiap individu, dari anak-anak hingga dewasa, merasa nyaman untuk mengungkapkan pendapat, mengajukan pertanyaan, dan berbagi pemahaman mereka. Suasana diskusi yang egaliter dan inklusif menjadi ciri khas yang membedakan TBM ini dari institusi pendidikan formal lainnya.

​Kolaborasi kelompok juga menjadi pilar penting dalam kegiatan TBM Akhyar Center. Para peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk menganalisis kasus, mencari solusi, dan mempresentasikan temuan mereka. Kerja sama tim ini tidak hanya memperkuat kemampuan interpersonal, tetapi juga melatih kemampuan berargumentasi dan menghargai perbedaan pendapat. Melalui interaksi ini, empati terhadap sesama dan pemahaman akan keragaman perspektif semakin terasah, sejalan dengan tujuan utama TBM untuk menciptakan masyarakat yang lebih toleran dan bijaksana.

​Fokus pada kurikulum pendidikan Palestina, misalnya, memberikan kesempatan unik bagi peserta untuk memahami tantangan dan aspirasi pendidikan di wilayah konflik. Dengan menggunakan media visual-naratif, mereka dapat "merasakan" realitas yang dihadapi oleh anak-anak Palestina, mulai dari keterbatasan akses pendidikan hingga perjuangan untuk menjaga identitas budaya mereka. Pemahaman mendalam ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran global dan memotivasi tindakan nyata untuk mendukung hak asasi pendidikan bagi semua.

​Pemanfaatan media visual-naratif tidak hanya terbatas pada diskusi. TBM Akhyar Center juga menggunakan media ini untuk kegiatan bercerita, lokakarya kreatif, dan presentasi edukatif. Visual yang menarik dan narasi yang kuat mampu menarik perhatian audiens dari berbagai usia, membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan mudah diingat. Ini adalah strategi yang efektif untuk menjembatani kesenjangan antara informasi yang kompleks dan pemahaman yang mudah diakses oleh masyarakat umum.

​Kesadaran akan pendidikan sebagai hak asasi manusia adalah pesan inti yang selalu ditekankan di TBM Akhyar Center. Melalui berbagai program dan diskusi, masyarakat diajak untuk merenungkan bahwa setiap individu, tanpa terkecuali, berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Penekanan ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga didorong untuk diterjemahkan menjadi tindakan nyata, seperti dukungan terhadap inisiatif pendidikan lokal maupun global, serta partisipasi aktif dalam gerakan literasi.

​TBM Akhyar Center juga secara rutin mengadakan acara-acara komunitas, seperti festival buku, pertunjukan seni, dan lokakarya keterampilan. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar, tetapi juga memperkuat ikatan sosial antar anggota masyarakat. Dengan demikian, TBM berfungsi sebagai pusat komunitas yang dinamis, tempat di mana masyarakat dapat berkumpul, belajar, dan tumbuh bersama dalam suasana yang positif dan inspiratif.

​Secara keseluruhan, Taman Bacaan Masyarakat Akhyar Center Kota Prabumulih adalah model ideal dari sebuah pusat literasi modern yang adaptif dan inklusif. Dengan perpaduan diskusi reflektif, media visual-naratif, kolaborasi kelompok, dan penekanan pada hak asasi pendidikan, TBM ini berhasil menciptakan lingkungan yang memberdayakan, menumbuhkan literasi kritis, empati, dan kesadaran sosial yang tinggi. Ini adalah investasi berharga bagi masa depan masyarakat Prabumulih dan contoh inspiratif bagi pengembangan TBM di daerah lain.


Langkah Besar TBM Akhyar Center: Wakili Sumsel dalam Kurikulum Pendidikan Palestina Tingkat Nasional



TBM Akhyar Center -  Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center kembali menorehkan langkah strategis dalam gerakan literasi dan pendidikan nasional. Komunitas literasi yang berbasis di Sumatera Selatan ini resmi dipercaya menjadi salah satu komunitas yang akan memberikan materi dalam program Kurikulum Pendidikan Palestina yang diselenggarakan oleh Konferensi Pemuda Indonesia. Keterlibatan ini menandai pengakuan atas konsistensi TBM Akhyar Center dalam membangun ruang-ruang belajar yang tidak hanya berorientasi pada literasi dasar, tetapi juga pada kesadaran global, kemanusiaan, dan solidaritas internasional.

Program Kurikulum Pendidikan Palestina yang diinisiasi oleh Konferensi Pemuda Indonesia bertujuan menghadirkan pemahaman komprehensif mengenai sejarah, identitas, budaya, serta dinamika kemanusiaan yang terjadi di Palestina. Kurikulum ini dirancang sebagai ruang edukasi alternatif bagi generasi muda Indonesia agar mampu melihat isu global secara kritis, empatik, dan berimbang. Melalui pendekatan berbasis literasi, diskusi reflektif, dan penguatan nilai kemanusiaan, program ini diharapkan menjadi medium pembelajaran yang mencerahkan sekaligus membangun kepedulian sosial.

Dalam konteks tersebut, TBM Akhyar Center dipercaya untuk memfasilitasi penyampaian materi secara langsung kepada peserta program. Peran ini tidak sekadar menghadirkan narasumber, melainkan juga mengembangkan strategi pembelajaran yang dialogis, partisipatif, dan berbasis pengalaman. TBM Akhyar Center akan mengintegrasikan metode literasi kritis, pembacaan teks historis, pemetaan isu, serta diskusi tematik agar peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mampu menganalisis dan merefleksikannya secara mendalam.

Kepercayaan ini menjadikan TBM Akhyar Center sebagai satu-satunya komunitas di Sumatera Selatan yang terlibat langsung dalam memfasilitasi Kurikulum Pendidikan Palestina. Posisi ini menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus tanggung jawab moral untuk menghadirkan pembelajaran yang bermutu. Keterlibatan tersebut memperkuat peran Sumatera Selatan dalam percakapan nasional mengenai pendidikan berbasis solidaritas global dan kemanusiaan.

Selama ini, TBM Akhyar Center dikenal aktif mengembangkan berbagai program literasi berbasis komunitas dengan pendekatan mandiri dan kolaboratif. Kegiatan seperti kelas baca kritis, diskusi kepemudaan, pelatihan menulis, hingga forum refleksi sosial menjadi bagian dari ekosistem belajar yang dibangun secara berkelanjutan. Pengalaman inilah yang menjadi modal penting dalam mengelola materi Kurikulum Pendidikan Palestina agar tetap kontekstual dengan realitas peserta didik di Indonesia.

Ketua TBM Akhyar Center menyampaikan bahwa keterlibatan dalam program ini merupakan bentuk komitmen terhadap pendidikan yang berpihak pada nilai kemanusiaan universal. Pendidikan tidak hanya berfungsi mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk kesadaran etis dan empati sosial. Dengan memahami Palestina melalui perspektif historis dan kemanusiaan, generasi muda diharapkan mampu menumbuhkan solidaritas yang rasional, berbasis data, dan tetap menjunjung tinggi prinsip perdamaian.

Kolaborasi antara Konferensi Pemuda Indonesia dan TBM Akhyar Center juga menunjukkan bahwa gerakan literasi lokal mampu berkontribusi dalam isu-isu global. Komunitas berbasis daerah tidak lagi dipandang sebagai entitas terbatas secara geografis, melainkan sebagai simpul strategis dalam jaringan pendidikan nasional. Inisiatif ini sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas wilayah, lintas komunitas, dan lintas disiplin ilmu.

Program ini direncanakan akan dilaksanakan melalui rangkaian kelas tematik, seminar daring dan luring, serta diskusi kelompok terarah yang melibatkan pemuda dari berbagai daerah. TBM Akhyar Center akan berperan dalam memoderasi materi, menyusun alur pembelajaran, serta memastikan pendekatan yang inklusif dan berbasis dialog. Dengan demikian, proses belajar tidak berlangsung satu arah, melainkan menjadi ruang pertukaran gagasan yang dinamis.

Keterlibatan TBM Akhyar Center dalam Kurikulum Pendidikan Palestina menjadi bukti bahwa komunitas literasi dapat mengambil peran signifikan dalam membangun kesadaran global generasi muda. Dari Sumatera Selatan, semangat literasi dan solidaritas kemanusiaan dipancarkan untuk menjangkau ruang-ruang diskusi nasional. Langkah ini diharapkan menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk terus berkontribusi dalam membangun pendidikan yang berdaya, berempati, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan universal.

Jumat, 06 Februari 2026

Menghidupkan Kelas Digital: Optimalisasi Assemblr dalam Pembelajaran Berbasis Al

 

TBM Akhyar Center - Pembelajaran di abad ke-21 menuntut inovasi dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Kelas digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keniscayaan. Namun, tantangan terbesar terletak pada bagaimana menghidupkan kelas digital agar tidak kehilangan esensi interaksi dan keterlibatan siswa. Di sinilah peran teknologi seperti Augmented Reality (AR) dan kecerdasan buatan (AI) menjadi krusial, dan Assemblr muncul sebagai solusi optimal untuk pembelajaran berbasis AI.

​Assemblr adalah platform yang memungkinkan pengguna membuat, berbagi, dan menikmati pengalaman AR secara mudah. Dengan fitur-fitur yang inovatif, Assemblr membuka pintu bagi guru untuk menciptakan materi pembelajaran yang imersif dan interaktif, mengubah materi statis menjadi pengalaman 3D yang hidup. Integrasi dengan kecerdasan buatan semakin memperkaya potensi Assemblr, menjadikannya alat yang sangat ampuh untuk mengoptimalkan kelas digital.

​Salah satu keunggulan utama Assemblr adalah kemampuannya untuk mengubah konsep-konsep abstrak menjadi visual yang konkret. Bayangkan siswa mempelajari anatomi manusia, tata surya, atau struktur molekul tidak lagi hanya dari gambar 2D di buku, melainkan dapat "memegang" dan "menjelajahi" model 3D di depan mata mereka. Pengalaman ini tidak hanya meningkatkan pemahaman, tetapi juga memicu rasa ingin tahu dan keterlibatan yang lebih dalam.

​AI di dalam Assemblr dapat berperan dalam personalisasi pembelajaran. Dengan menganalisis interaksi siswa dengan konten AR, AI dapat mengidentifikasi area di mana siswa kesulitan atau unggul. Berdasarkan data ini, sistem dapat merekomendasikan materi tambahan, tugas yang disesuaikan, atau bahkan jalur pembelajaran yang berbeda untuk setiap siswa, memastikan bahwa setiap individu mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan untuk berhasil.

​Selain itu, Assemblr memungkinkan kolaborasi yang lebih dinamis. Siswa dapat bekerja sama dalam proyek AR, membangun model, atau memecahkan masalah dalam lingkungan virtual. Ini mendorong keterampilan komunikasi, kerja tim, dan pemecahan masalah yang penting di dunia nyata. Guru dapat memantau kemajuan kolaborasi secara real-time dan memberikan umpan balik yang konstruktif.

​Assemblr juga menyediakan alat bagi guru untuk membuat kuis interaktif berbasis AR. Daripada kuis pilihan ganda yang membosankan, siswa dapat menjawab pertanyaan dengan berinteraksi langsung dengan objek 3D. Misalnya, dalam pelajaran biologi, siswa mungkin diminta untuk mengidentifikasi bagian-bagian sel dengan mengetuk model sel 3D yang muncul di meja mereka. Ini membuat penilaian menjadi lebih menarik dan efektif.

​Dampak positif dari penggunaan Assemblr dalam pembelajaran berbasis AI juga terasa pada motivasi siswa. Generasi digital saat ini sangat akrab dengan teknologi. Dengan menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dan menyenangkan melalui AR dan AI, Assemblr dapat membangkitkan kembali minat belajar siswa dan mengurangi kebosanan yang seringkali muncul di kelas tradisional.

​Namun, implementasi Assemblr memerlukan pelatihan yang memadai bagi guru. Penting bagi institusi pendidikan untuk menyediakan sumber daya dan dukungan agar guru dapat menguasai platform ini dan mengintegrasikannya secara efektif ke dalam kurikulum mereka. Dengan pelatihan yang tepat, guru dapat memaksimalkan potensi Assemblr untuk menciptakan pengalaman belajar yang tak terlupakan.

​Secara keseluruhan, Assemblr dengan integrasi AI menawarkan solusi yang komprehensif untuk menghidupkan kelas digital. Dari visualisasi konsep yang kompleks, personalisasi pembelajaran, kolaborasi interaktif, hingga penilaian yang menarik, Assemblr mengubah cara kita mendekati pendidikan. Dengan terus mengoptimalkan penggunaannya, kita dapat mempersiapkan siswa untuk masa depan yang semakin didominasi oleh teknologi dan inovasi.

Jumat, 30 Januari 2026

Dari Buku ke Aksi: TBM Goes To School Kenalkan Literasi sebagai Gaya Hidup Siswa



TBM Akhyar Center - Program TBM Goes To School kembali hadir di lingkungan sekolah dengan membawa semangat baru dalam mengenalkan literasi kepada siswa. Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan kesadaran bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan keterampilan hidup yang penting dalam proses belajar dan pengembangan karakter peserta didik.

Dalam pelaksanaannya, TBM Goes To School mengajak siswa memahami literasi secara lebih luas, mencakup literasi baca-tulis, literasi digital, literasi numerasi, hingga literasi budaya. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan kontekstual agar mudah dipahami serta dekat dengan pengalaman sehari-hari siswa di sekolah maupun di rumah.

Suasana kegiatan dibuat interaktif melalui dialog dua arah, permainan edukatif, dan cerita inspiratif. Siswa didorong untuk berani mengemukakan pendapat, bertanya, dan berbagi pengalaman membaca atau menulis yang pernah mereka lakukan. Pendekatan ini bertujuan membangun rasa percaya diri sekaligus minat siswa terhadap aktivitas literasi.

Salah satu sesi utama adalah pengenalan berbagai jenis bacaan, mulai dari buku cerita, komik edukatif, hingga buku pengetahuan populer. Tim TBM menekankan bahwa setiap siswa memiliki pintu masuk literasi yang berbeda, sehingga tidak ada satu jenis bacaan yang dianggap paling benar, selama mampu menumbuhkan minat baca.

 Selain membaca, siswa juga diajak mempraktikkan literasi melalui kegiatan menulis singkat, seperti membuat catatan refleksi, menulis cerita pendek, atau merangkum bacaan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa literasi adalah proses aktif, di mana siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mengolah dan mengekspresikannya kembali.

Pihak sekolah menyambut positif program TBM Goes To School karena dinilai sejalan dengan upaya penguatan budaya literasi di satuan pendidikan. Guru melihat kegiatan ini mampu memotivasi siswa untuk lebih akrab dengan buku dan menjadikan perpustakaan sekolah sebagai ruang belajar yang menyenangkan.

 Antusiasme siswa terlihat dari partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Banyak siswa yang mengaku mulai menyadari pentingnya membaca tidak hanya untuk keperluan akademik, tetapi juga untuk menambah wawasan, melatih imajinasi, dan memahami dunia secara lebih luas.

 TBM Goes To School menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi sekolah dalam mengembangkan ekosistem literasi. Melalui kolaborasi dengan guru dan pihak sekolah, TBM berharap literasi dapat menjadi kebiasaan yang terintegrasi dalam aktivitas belajar sehari-hari, bukan hanya kegiatan sesaat.

 Dengan mengenalkan literasi sejak dini di sekolah, TBM Goes To School optimistis dapat berkontribusi dalam membentuk generasi pembelajar sepanjang hayat. Literasi diharapkan tumbuh sebagai budaya, bukan kewajiban, sehingga siswa mampu menghadapi tantangan masa depan dengan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan reflektif.




Jumat, 17 Oktober 2025

Pendiri TBM Akhyar Center Jadi Juri Lomba GTK Transformatif Guru SD se-Kota Prabumulih



TBM Akhyar Center - Kegiatan GTK Transformatif tingkat Kota Prabumulih kembali menghadirkan sosok inspiratif dari kalangan pegiat literasi. D.A. Akhyar, pendiri Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center, didaulat menjadi salah satu juri dalam lomba GTK Transformatif bagi guru sekolah dasar se-Kota Prabumulih. Kehadirannya bukan hanya sebagai bentuk apresiasi terhadap kiprahnya di dunia literasi, tetapi juga sebagai pengakuan atas kontribusinya dalam mendorong transformasi pendidikan berbasis literasi di daerah.

Dalam lomba yang digelar oleh Dinas Pendidikan Kota Prabumulih ini, para guru ditantang untuk menampilkan inovasi pembelajaran yang kreatif, adaptif, dan berdampak. Sebagai juri, D.A. Akhyar menilai karya para peserta dari aspek orisinalitas ide, relevansi dengan kebutuhan siswa abad ke-21, serta nilai literasi yang terkandung dalam praktik pembelajaran. Ia menekankan pentingnya pendidikan yang mengintegrasikan nilai kemanusiaan, kolaborasi, dan kecakapan berpikir kritis—unsur yang selama ini menjadi ruh dari kegiatan TBM Akhyar Center.

D.A. Akhyar dikenal luas sebagai pustakawan berprestasi nasional dan pendiri TBM mandiri yang aktif menggerakkan budaya baca di Prabumulih. Melalui TBM Akhyar Center, ia menginisiasi berbagai program literasi berbasis masyarakat, seperti Bibliobattle, kelas menulis kreatif, dan program literasi keluarga. Kepeduliannya terhadap peningkatan kapasitas guru dan siswa dalam literasi digital serta literasi baca-tulis menjadikan dirinya sosok panutan dalam dunia pendidikan lokal maupun nasional.

Keterlibatan D.A. Akhyar dalam ajang GTK Transformatif ini juga menjadi momentum kolaborasi antara komunitas literasi dan lembaga pendidikan formal. Ia berpendapat bahwa gerakan literasi tidak cukup berhenti di ruang baca, tetapi harus hidup di ruang kelas dan terinternalisasi dalam strategi pembelajaran. Melalui kompetisi ini, ia berharap guru-guru SD di Prabumulih dapat menjadi agen perubahan yang membawa semangat literasi transformatif ke dalam setiap kegiatan belajar mengajar.

Kegiatan GTK Transformatif ini menjadi bukti bahwa pendidikan di Prabumulih terus berkembang dengan dukungan berbagai pihak, termasuk para pegiat literasi seperti D.A. Akhyar. Kolaborasi lintas sektor antara guru, komunitas, dan pemerintah daerah diharapkan dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan dan berkarakter. Dengan semangat literasi dan inovasi, Prabumulih menapaki langkah maju menuju kota yang cerdas, inklusif, dan berbudaya baca.

Selasa, 16 September 2025

TBM Ikuti Roadshow Webinar Assemblr EDU Bengkulu



TBM Akhyar Center - Taman Bacaan Masyarakat (TBM) turut serta dalam kegiatan Roadshow Webinar Assemblr EDU yang digelar di Provinsi Bengkulu pada Selasa, 16 September 2025. Kegiatan ini mengusung tema “Pembuatan Poster Interaktif dengan Assemblr EDU” dan berlangsung secara daring melalui aplikasi Zoom mulai pukul 14.00 hingga 16.00 WIB.

Webinar ini menghadirkan sejumlah narasumber penting, di antaranya Wibowo Mukti, S.Kom., M.Si. selaku Kepala BLPT Kemendikdasmen, Rainer Atu, S.E., M.M. sebagai Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, serta Dr. Nasyith Forefy, S.T., M.M. yang menjabat Kepala Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Bengkulu.

Selain itu, hadir pula Purwanto, S.Pd. SD, seorang Assemblr Certified Educator (ACE) Level 18 – Trailblazer, serta Novia Ayu Lestari, M.Pd., Gr., Duta Teknologi Provinsi Bengkulu Tahun 2023. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam mengenai pemanfaatan teknologi digital, khususnya dalam pengembangan media pembelajaran yang interaktif dan kreatif.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini berkesempatan memperoleh sertifikat 32 JP, asalkan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Antusiasme peserta cukup tinggi, terlihat dari semangat para guru, tenaga kependidikan, dan pegiat literasi yang mendaftar melalui tautan resmi panitia.

Dengan adanya webinar ini, diharapkan para pendidik maupun penggiat literasi semakin terampil dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran. Kehadiran TBM dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen nyata dalam mengembangkan inovasi literasi berbasis digital guna menjawab tantangan pendidikan di era modern.

© Copyright 2019-2026 TBM Akhyar Center | All Right Reserved