Minggu, 08 Februari 2026

Langkah Besar TBM Akhyar Center: Wakili Sumsel dalam Kurikulum Pendidikan Palestina Tingkat Nasional



TBM Akhyar Center -  Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center kembali menorehkan langkah strategis dalam gerakan literasi dan pendidikan nasional. Komunitas literasi yang berbasis di Sumatera Selatan ini resmi dipercaya menjadi salah satu komunitas yang akan memberikan materi dalam program Kurikulum Pendidikan Palestina yang diselenggarakan oleh Konferensi Pemuda Indonesia. Keterlibatan ini menandai pengakuan atas konsistensi TBM Akhyar Center dalam membangun ruang-ruang belajar yang tidak hanya berorientasi pada literasi dasar, tetapi juga pada kesadaran global, kemanusiaan, dan solidaritas internasional.

Program Kurikulum Pendidikan Palestina yang diinisiasi oleh Konferensi Pemuda Indonesia bertujuan menghadirkan pemahaman komprehensif mengenai sejarah, identitas, budaya, serta dinamika kemanusiaan yang terjadi di Palestina. Kurikulum ini dirancang sebagai ruang edukasi alternatif bagi generasi muda Indonesia agar mampu melihat isu global secara kritis, empatik, dan berimbang. Melalui pendekatan berbasis literasi, diskusi reflektif, dan penguatan nilai kemanusiaan, program ini diharapkan menjadi medium pembelajaran yang mencerahkan sekaligus membangun kepedulian sosial.

Dalam konteks tersebut, TBM Akhyar Center dipercaya untuk memfasilitasi penyampaian materi secara langsung kepada peserta program. Peran ini tidak sekadar menghadirkan narasumber, melainkan juga mengembangkan strategi pembelajaran yang dialogis, partisipatif, dan berbasis pengalaman. TBM Akhyar Center akan mengintegrasikan metode literasi kritis, pembacaan teks historis, pemetaan isu, serta diskusi tematik agar peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mampu menganalisis dan merefleksikannya secara mendalam.

Kepercayaan ini menjadikan TBM Akhyar Center sebagai satu-satunya komunitas di Sumatera Selatan yang terlibat langsung dalam memfasilitasi Kurikulum Pendidikan Palestina. Posisi ini menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus tanggung jawab moral untuk menghadirkan pembelajaran yang bermutu. Keterlibatan tersebut memperkuat peran Sumatera Selatan dalam percakapan nasional mengenai pendidikan berbasis solidaritas global dan kemanusiaan.

Selama ini, TBM Akhyar Center dikenal aktif mengembangkan berbagai program literasi berbasis komunitas dengan pendekatan mandiri dan kolaboratif. Kegiatan seperti kelas baca kritis, diskusi kepemudaan, pelatihan menulis, hingga forum refleksi sosial menjadi bagian dari ekosistem belajar yang dibangun secara berkelanjutan. Pengalaman inilah yang menjadi modal penting dalam mengelola materi Kurikulum Pendidikan Palestina agar tetap kontekstual dengan realitas peserta didik di Indonesia.

Ketua TBM Akhyar Center menyampaikan bahwa keterlibatan dalam program ini merupakan bentuk komitmen terhadap pendidikan yang berpihak pada nilai kemanusiaan universal. Pendidikan tidak hanya berfungsi mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk kesadaran etis dan empati sosial. Dengan memahami Palestina melalui perspektif historis dan kemanusiaan, generasi muda diharapkan mampu menumbuhkan solidaritas yang rasional, berbasis data, dan tetap menjunjung tinggi prinsip perdamaian.

Kolaborasi antara Konferensi Pemuda Indonesia dan TBM Akhyar Center juga menunjukkan bahwa gerakan literasi lokal mampu berkontribusi dalam isu-isu global. Komunitas berbasis daerah tidak lagi dipandang sebagai entitas terbatas secara geografis, melainkan sebagai simpul strategis dalam jaringan pendidikan nasional. Inisiatif ini sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas wilayah, lintas komunitas, dan lintas disiplin ilmu.

Program ini direncanakan akan dilaksanakan melalui rangkaian kelas tematik, seminar daring dan luring, serta diskusi kelompok terarah yang melibatkan pemuda dari berbagai daerah. TBM Akhyar Center akan berperan dalam memoderasi materi, menyusun alur pembelajaran, serta memastikan pendekatan yang inklusif dan berbasis dialog. Dengan demikian, proses belajar tidak berlangsung satu arah, melainkan menjadi ruang pertukaran gagasan yang dinamis.

Keterlibatan TBM Akhyar Center dalam Kurikulum Pendidikan Palestina menjadi bukti bahwa komunitas literasi dapat mengambil peran signifikan dalam membangun kesadaran global generasi muda. Dari Sumatera Selatan, semangat literasi dan solidaritas kemanusiaan dipancarkan untuk menjangkau ruang-ruang diskusi nasional. Langkah ini diharapkan menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk terus berkontribusi dalam membangun pendidikan yang berdaya, berempati, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan universal.

Jumat, 06 Februari 2026

Membangun Ekosistem Kelas Cerdas: Implementasi Assemblr untuk Pembelajaran Digital Abad 21

 


TBM Akhyar Center -  Abad ke-21 menuntut transformasi signifikan dalam metode pengajaran dan pembelajaran. Kelas-kelas tradisional yang didominasi oleh ceramah satu arah mulai ditinggalkan, digantikan oleh model yang lebih interaktif, personal, dan berpusat pada siswa. Konsep "kelas cerdas" muncul sebagai solusi, mengintegrasikan teknologi digital untuk menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan efektif. Dalam konteks ini, implementasi platform seperti Assemblr menjadi sangat relevan, menawarkan alat inovatif untuk mewujudkan ekosistem pembelajaran digital yang komprehensif.

Ekosistem kelas cerdas tidak hanya berarti menggunakan proyektor atau papan tulis interaktif. Lebih dari itu, ia melibatkan integrasi perangkat keras, perangkat lunak, dan metodologi pedagogis yang mendukung pembelajaran kolaboratif, berbasis proyek, dan personalisasi. Tujuannya adalah untuk membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21 seperti pemikiran kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi, yang esensial untuk kesuksesan di masa depan.

​Assemblr, sebagai platform augmented reality (AR) dan 3D, menawarkan potensi besar dalam membangun ekosistem kelas cerdas. Dengan Assemblr, materi pelajaran yang semula statis dapat diubah menjadi pengalaman interaktif dan imersif. Bayangkan siswa dapat menjelajahi model 3D anatomi tubuh manusia, membedah molekul kimia secara virtual, atau mengunjungi situs bersejarah melalui pengalaman AR langsung dari perangkat mereka. Ini memungkinkan pemahaman konsep yang lebih mendalam dan retensi informasi yang lebih baik.

​Salah satu keunggulan utama Assemblr adalah kemampuannya untuk memfasilitasi pembuatan konten oleh guru dan siswa. Guru dapat dengan mudah membuat materi pembelajaran yang menarik dan relevan, sementara siswa dapat menggunakan platform ini untuk mengembangkan proyek-proyek kreatif mereka sendiri. Ini tidak hanya meningkatkan keterlibatan tetapi juga mendorong pengembangan keterampilan digital dan literasi media di kalangan siswa. Mereka belajar tidak hanya sebagai konsumen informasi tetapi juga sebagai pencipta.

​Pembelajaran personalisasi juga menjadi lebih mudah diwujudkan dengan Assemblr. Guru dapat menyesuaikan konten dan tugas berdasarkan kebutuhan dan gaya belajar individu siswa. Misalnya, siswa yang belajar visual dapat mendapatkan keuntungan dari model 3D dan simulasi AR, sementara siswa yang lebih menyukai pendekatan kinestetik dapat berinteraksi langsung dengan objek virtual. Ini memastikan bahwa setiap siswa menerima dukungan yang mereka butuhkan untuk mencapai potensi penuh mereka.

​Selain itu, Assemblr mempromosikan pembelajaran kolaboratif. Siswa dapat bekerja sama dalam proyek-proyek AR, membangun model 3D secara bersama-sama, dan berbagi kreasi mereka. Ini mengembangkan kemampuan kerja tim, negosiasi, dan komunikasi yang efektif. Lingkungan digital ini memungkinkan kolaborasi melintasi batasan fisik, memungkinkan siswa untuk bekerja dengan teman sekelas mereka di mana pun mereka berada.

​Namun, implementasi Assemblr, seperti halnya teknologi pendidikan lainnya, membutuhkan perencanaan dan pelatihan yang matang. Guru perlu dibekali dengan keterampilan yang memadai untuk menggunakan platform ini secara efektif dan mengintegrasikannya ke dalam kurikulum mereka. Dukungan teknis yang berkelanjutan dan ketersediaan perangkat yang memadai juga merupakan faktor kunci untuk kesuksesan.

​Pada akhirnya, membangun ekosistem kelas cerdas dengan implementasi Assemblr bukan hanya tentang mengadopsi teknologi baru, tetapi tentang mentransformasi pengalaman belajar secara fundamental. Ini adalah investasi dalam masa depan pendidikan, memberdayakan siswa dengan alat dan keterampilan yang mereka butuhkan untuk berkembang di dunia yang semakin digital dan kompleks.

​Dengan memanfaatkan kekuatan AR dan 3D, Assemblr membantu menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya informatif tetapi juga menginspirasi, di mana rasa ingin tahu dipupuk dan kreativitas diberdayakan, mempersiapkan generasi berikutnya untuk tantangan dan peluang abad ke-21.


Pembelajaran Imersif Berbasis AR dan Al: Strategi Inovatif Menggunakan Assemblr

 


TBM Akhyar Center -  Pembelajaran imersif, dengan kemampuannya untuk menempatkan peserta didik dalam lingkungan yang menyerupai dunia nyata, telah merevolusi cara kita memahami dan berinteraksi dengan informasi. Di garis depan inovasi ini adalah perpaduan antara Augmented Reality (AR) dan Artificial Intelligence (AI), yang menawarkan pengalaman belajar yang kaya dan personal. Dengan alat seperti Assemblr, pendidik dan institusi dapat merancang strategi yang secara signifikan meningkatkan keterlibatan, pemahaman, dan retensi pengetahuan siswa.

Augmented Reality (AR) berperan sebagai jembatan antara dunia fisik dan digital. Dengan AR, informasi digital ditumpangtindihkan ke lingkungan nyata, memungkinkan siswa untuk berinteraksi dengan model 3D, simulasi, dan konten interaktif lainnya seolah-olah mereka ada di depan mata mereka. Hal ini sangat bermanfaat dalam mata pelajaran yang kompleks seperti anatomi, fisika, atau geografi, di mana visualisasi konsep abstrak sangat penting untuk pemahaman.

​Di sisi lain, Artificial Intelligence (AI) membawa kecerdasan adaptif ke dalam pengalaman belajar. AI dapat menganalisis pola belajar siswa, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, dan kemudian menyesuaikan konten dan laju pembelajaran secara individual. Ini berarti setiap siswa menerima dukungan yang dipersonalisasi, memaksimalkan potensi belajar mereka dan memastikan bahwa mereka tidak tertinggal atau merasa bosan.

​Assemblr adalah platform yang memungkinkan sinergi yang kuat antara AR dan AI. Sebagai alat pembuatan konten AR, Assemblr memberdayakan pengguna untuk membuat pengalaman AR yang imersif tanpa memerlukan keahlian pemrograman yang mendalam. Pengajar dapat dengan mudah merancang objek 3D interaktif, adegan, dan bahkan cerita lengkap yang dapat diakses melalui perangkat seluler, mengubah kelas biasa menjadi lingkungan belajar yang dinamis.

​Strategi inovatif pertama adalah menciptakan modul pelajaran AR yang diperkaya dengan AI. Misalnya, dalam pelajaran biologi, siswa dapat memindai gambar organ manusia melalui aplikasi Assemblr di ponsel mereka, dan model 3D organ tersebut akan muncul di meja mereka. AI kemudian dapat mengajukan pertanyaan interaktif berdasarkan interaksi siswa dengan model, memberikan umpan balik instan, dan merekomendasikan materi tambahan jika siswa kesulitan.

​Strategi kedua melibatkan simulasi berbasis AR dan AI untuk pelatihan keterampilan praktis. Bayangkan siswa kedokteran berlatih prosedur bedah pada model virtual yang muncul di dunia nyata, dengan AI memantau setiap gerakan mereka, memberikan koreksi real-time, dan mengevaluasi kinerja mereka. Ini mengurangi risiko dan biaya yang terkait dengan pelatihan tradisional, sambil memberikan pengalaman yang sangat realistis.

​Selain itu, Assemblr dapat digunakan untuk membangun "ruang kelas virtual" di mana siswa dari lokasi yang berbeda dapat berkumpul dalam lingkungan AR bersama. Dalam skenario ini, AI dapat bertindak sebagai fasilitator, mengelola diskusi kelompok, menyarankan topik yang relevan, dan bahkan mengukur tingkat partisipasi setiap siswa untuk memastikan pembelajaran yang kolaboratif dan inklusif.

​Integrasi AR dan AI melalui Assemblr juga dapat diterapkan dalam penilaian formatif. Daripada tes pilihan ganda tradisional, siswa dapat diberikan tugas berbasis AR yang mengharuskan mereka untuk memecahkan masalah dalam lingkungan virtual. AI kemudian dapat mengevaluasi pemahaman mereka berdasarkan cara mereka berinteraksi dengan elemen AR, memberikan penilaian yang lebih holistik dan mendalam tentang kemampuan mereka.

​Singkatnya, kombinasi AR dan AI, yang dimanfaatkan secara efektif melalui platform seperti Assemblr, membuka jalan bagi era baru pembelajaran imersif. Ini bukan hanya tentang membuat pembelajaran menjadi lebih menarik; ini tentang menciptakan pengalaman yang sangat personal, adaptif, dan efektif yang mempersiapkan siswa untuk tantangan dunia modern dengan cara yang belum pernah ada sebelumnya.


© Copyright 2019-2026 TBM Akhyar Center | All Right Reserved