Minggu, 18 Oktober 2026

Ketua TBM Akhyar Center Jadi Narasumber dan Penerima Anugerah Guru Inspirator di Universitas Budi Luhur



JAKARTA – Ketua Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center, Dwiki Al Akhyar, S.Ud., M.Pd., Gr., dipastikan akan hadir sebagai salah satu narasumber utama dalam forum pendidikan bergengsi di Universitas Budi Luhur, Jakarta. Kehadiran tokoh penggerak literasi asal Gunung Ibul, Prabumulih ini dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 19 November 2026 mendatang. Undangan istimewa ini diberikan seiring dengan penganugerahan gelar "Guru Inspirator Pendidikan Non Formal" yang diterima oleh Akhyar atas dedikasi dan kiprah nyatanya di tengah masyarakat.

Penghargaan "Guru Inspirator Pendidikan Non Formal" tersebut merupakan bentuk apresiasi tingkat nasional terhadap para pendidik yang berhasil memberikan dampak luar biasa di luar jalur pendidikan formal. Universitas Budi Luhur sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di ibu kota, mengambil inisiatif untuk menghadirkan para penerima anugerah ini ke hadapan para mahasiswa dan civitas akademika. Tujuannya adalah untuk menularkan semangat pengabdian serta membagikan praktik baik yang telah terbukti mampu mengubah wajah literasi di berbagai daerah.

Sosok Dwiki Al Akhyar sendiri telah lama dikenal sebagai aktivis literasi dan pendidik yang tak kenal lelah berinovasi. Selain pengabdian formalnya, inisiatif terbesarnya adalah mendirikan sekaligus memimpin TBM Akhyar Center dan Yayasan Akhyar Bestari Indonesia di Sumatera Selatan. Melalui wadah ini, Akhyar tidak hanya menyediakan akses buku bacaan secara merata, tetapi juga menciptakan berbagai program kreatif yang merangkul anak-anak hingga orang dewasa untuk mencintai dunia literasi secara berkelanjutan.

TBM Akhyar Center di bawah arahannya telah bertransformasi menjadi pusat kegiatan belajar masyarakat yang inklusif dan progresif. Di tempat ini, pendidikan non formal dihidupkan melalui berbagai kelas menulis kreatif, diskusi bedah buku, hingga pemanfaatan media digital untuk menunjang pembelajaran warga sekitar. Konsistensi dalam menjaga dan mengembangkan ruang belajar komunitas inilah yang menjadi landasan utama mengapa sosok Akhyar dinilai sangat layak menerima anugerah bergengsi di bidang pendidikan non formal tersebut.

Dalam sesi panggungnya di Universitas Budi Luhur nanti, Akhyar dijadwalkan akan memaparkan materi strategis mengenai transformasi literasi akar rumput melalui keberadaan taman bacaan masyarakat. Akhyar akan mengupas tuntas bagaimana merintis, mengelola, dan mempertahankan napas sebuah gerakan literasi di daerah agar terus relevan dengan tantangan zaman. Pengalamannya mengkombinasikan metode pendidikan yang interaktif dengan pendekatan sosial kultural diharapkan mampu membuka wawasan baru dan memantik ide kritis bagi para peserta yang hadir.

Menanggapi undangan kehormatan ini, Dwiki Al Akhyar menyampaikan rasa syukurnya yang mendalam dan menegaskan pentingnya kolaborasi. "Penghargaan dan kesempatan berbagi di Universitas Budi Luhur ini bukanlah pencapaian pribadi semata, melainkan kemenangan bagi seluruh relawan dan masyarakat Gunung Ibul yang telah bersama-sama menghidupkan TBM Akhyar Center. Saya berharap panggung ini bisa menjadi pengeras suara bagi gerakan literasi daerah agar gaungnya terdengar dan direspons positif hingga ke level nasional," ungkap Akhyar dengan penuh semangat.

Bagi civitas akademika Universitas Budi Luhur, kehadiran praktisi pendidikan non formal sekelas Akhyar diharapkan dapat menjadi jembatan penghubung antara teori akademik dan realitas di lapangan. Para mahasiswa, khususnya yang akan terjun ke dunia pendidikan maupun pengabdian masyarakat, akan mendapatkan gambaran langsung mengenai tantangan dan peluang nyata dalam memberdayakan masyarakat. Hal ini sangat sejalan dengan visi dan misi kampus dalam mencetak generasi cerdas berbudi luhur yang tanggap terhadap kondisi lingkungan sekitarnya.

Ke depan, Akhyar memiliki visi besar untuk terus memperluas jaringan kolaborasi TBM Akhyar Center dengan berbagai pihak lintas sektor, termasuk institusi pendidikan tinggi. Akhyar meyakini bahwa pendidikan non formal bukan sekadar pelengkap sistem pendidikan, melainkan pilar utama dalam membangun fondasi karakter dan literasi bangsa. Momentum kehadirannya di Jakarta pada pertengahan November mendatang akan dimanfaatkannya secara maksimal sebagai titik tolak untuk merajut kemitraan strategis demi kemajuan pendidikan di Indonesia.

Acara penganugerahan dan sesi berbagi kepraktisan baik ini rencananya akan dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, dosen, komunitas literasi nasional, hingga para pemangku kebijakan pendidikan. Publik yang ingin menyimak langsung pemaparan Dwiki Al Akhyar dan merayakan pencapaian para guru inspirator ini dapat menantikan rangkaian kegiatannya pada tanggal 19 November 2026 di Universitas Budi Luhur. Informasi lebih lanjut mengenai profil dan kegiatan TBM Akhyar Center juga dapat diakses secara terbuka melalui berbagai kanal media sosial resmi komunitas tersebut.


TBM Akhyar Center Merambah Dunia Kreator Konten, Perluas Gerakan Literasi Digital


Prabumulih — Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center terus mengembangkan kiprahnya dalam dunia literasi dengan merambah bidang kreator konten digital. Langkah ini menjadi bagian dari upaya beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memperluas jangkauan literasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang semakin akrab dengan media digital.

Perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara masyarakat memperoleh, mengolah, dan menyebarkan pengetahuan. Menyikapi perubahan tersebut, TBM Akhyar Center memandang bahwa gerakan literasi perlu hadir tidak hanya melalui buku dan kegiatan membaca, tetapi juga melalui konten digital yang kreatif, edukatif, dan mudah diakses.

Melalui dunia kreator konten, TBM Akhyar Center berupaya menghadirkan informasi dan pesan pendidikan dalam format yang lebih menarik. Konten berupa video pendek, narasi inspiratif, dokumentasi kegiatan, hingga materi pembelajaran digital dapat menjadi sarana alternatif untuk menyampaikan pengetahuan kepada masyarakat luas.

Langkah ini sekaligus memperkuat pemahaman bahwa literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan perangkat teknologi. Masyarakat juga perlu memiliki kecakapan dalam memahami informasi, memeriksa kebenaran sumber, menghargai karya orang lain, serta menyampaikan pesan secara bertanggung jawab.

Keterlibatan dalam produksi konten digital membuka ruang untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan komunikasi, keterampilan menulis naskah, serta pemanfaatan teknologi multimedia. Keterampilan tersebut dapat mendukung kegiatan pendidikan dan menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan era digital.

Bagi TBM Akhyar Center, menjadi kreator konten bukan semata-mata tentang mengejar popularitas atau jumlah penonton. Lebih dari itu, konten digital diharapkan mampu membawa manfaat, menyebarkan inspirasi, memperkenalkan kegiatan literasi, serta mengangkat potensi pendidikan dan masyarakat melalui narasi yang positif.

Pengembangan konten juga dapat menjadi jembatan antara aktivitas literasi konvensional dan pembelajaran modern. Buku, pengetahuan lokal, kegiatan kepramukaan, pendidikan karakter, serta praktik baik di lingkungan sekolah dan masyarakat dapat dikemas menjadi konten yang relevan dengan kebutuhan audiens masa kini.

Dalam prosesnya, etika digital tetap menjadi perhatian utama. Setiap konten perlu memperhatikan akurasi informasi, hak cipta, privasi, dan kesantunan berkomunikasi. Dengan demikian, kreativitas dapat berkembang seiring dengan tanggung jawab dalam memanfaatkan ruang digital.

Melalui langkah ini, TBM Akhyar Center berharap gerakan literasi dapat menjangkau lebih banyak orang tanpa dibatasi ruang dan waktu. Kolaborasi dengan guru, pegiat literasi, komunitas kreatif, dan masyarakat menjadi peluang untuk menghasilkan karya digital yang bermakna serta memperkuat budaya belajar sepanjang hayat.

Merambah dunia kreator konten merupakan salah satu bentuk adaptasi TBM Akhyar Center terhadap perubahan zaman. Dari buku menuju layar digital, dari ruang baca menuju ruang berbagi pengetahuan, literasi terus bergerak untuk menginspirasi dan mencerdaskan masyarakat. Dengan semangat tersebut, TBM Akhyar Center berkomitmen untuk terus mengembangkan kreativitas digital yang edukatif, berkarakter, dan bermanfaat bagi sesama.

TBM Akhyar Center Tanamkan Pendidikan Karakter melalui JOTA-JOTI 2026



Prabumulih — Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center terus berupaya memperluas peran pendidikan nonformal melalui kegiatan yang mendorong pengembangan karakter generasi muda. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui partisipasi dalam JOTA-JOTI 2026 (Jamboree on the Air dan Jamboree on the Internet), sebuah kegiatan kepramukaan yang menghubungkan Pramuka dari berbagai wilayah melalui komunikasi radio dan internet.

Keikutsertaan dalam JOTA-JOTI 2026 tidak hanya menjadi sarana untuk mengenal perkembangan teknologi komunikasi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta. Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, kerja sama, serta sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.

TBM Akhyar Center memandang bahwa pendidikan karakter merupakan bagian penting dari gerakan literasi. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup pembentukan sikap, pengembangan pola pikir, serta kemampuan menggunakan pengetahuan dan teknologi secara bijaksana.

Melalui JOTA-JOTI, peserta diperkenalkan pada cara berkomunikasi yang santun, efektif, dan bertanggung jawab. Interaksi dengan sesama anggota Pramuka dari berbagai daerah dan negara memberikan pengalaman belajar yang memperluas wawasan, menumbuhkan rasa persaudaraan, serta membangun penghargaan terhadap perbedaan budaya dan latar belakang.

Pemanfaatan internet dalam JOTA-JOTI juga menjadi momentum untuk memperkuat literasi digital. Peserta didorong agar mampu menggunakan teknologi untuk kegiatan positif, memilah informasi, menjaga privasi, menghormati orang lain di ruang digital, serta memahami pentingnya etika dalam berkomunikasi secara daring.

Nilai-nilai kepramukaan yang terkandung dalam kegiatan ini sejalan dengan upaya membentuk generasi muda yang tangguh, peduli, dan memiliki semangat pengabdian. Melalui pengalaman belajar yang interaktif, peserta dapat mengembangkan keberanian mencoba hal baru, kemampuan memecahkan masalah, dan semangat berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama.

Bagi TBM Akhyar Center, kegiatan ini juga menjadi bentuk pengembangan fungsi taman bacaan masyarakat sebagai ruang belajar yang terbuka, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Pembelajaran tidak harus selalu berlangsung melalui buku di dalam ruangan, tetapi dapat dikembangkan melalui pengalaman, teknologi, komunikasi, dan keterlibatan langsung dalam komunitas.

Partisipasi dalam JOTA-JOTI 2026 diharapkan dapat menginspirasi anak-anak dan generasi muda untuk terus belajar serta memanfaatkan teknologi secara produktif. Semangat learning by doing atau belajar melalui pengalaman menjadi pendekatan penting agar nilai-nilai karakter tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, TBM Akhyar Center menegaskan komitmennya untuk mendukung gerakan literasi yang menyeluruh, mencakup kecakapan membaca, literasi digital, dan pembentukan karakter. Dengan semangat kepramukaan, persaudaraan, dan kolaborasi global, JOTA-JOTI 2026 menjadi salah satu ruang belajar untuk menumbuhkan generasi yang berkarakter, cakap teknologi, berwawasan luas, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Ketua TBM Akhyar Center Temu Daring bersama Guru Bestari Literasi Indonesia


Prabumulih  - Ketua Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center mengadakan temu bersama guru-guru yang tergabung dalam Bestari Literasi Indonesia sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan budaya literasi di lingkungan pendidikan dan masyarakat.

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk membangun komunikasi, bertukar gagasan, serta memperluas wawasan mengenai berbagai strategi dalam meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan tumbuh semangat bersama untuk menjadikan literasi sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua TBM Akhyar Center menyampaikan bahwa gerakan literasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, terutama guru, pegiat literasi, dan pengelola taman bacaan masyarakat. Sinergi tersebut dinilai penting agar kegiatan literasi tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga berkembang di tengah keluarga dan masyarakat.

Guru-guru Bestari Literasi Indonesia memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kebiasaan membaca, menulis, berpikir kritis, serta membangun kreativitas peserta didik. Peran tersebut semakin relevan di tengah perkembangan teknologi digital yang menghadirkan beragam sumber informasi dan tantangan baru dalam memahami informasi secara bijak.

Dalam pertemuan tersebut, semangat berbagi pengalaman dan praktik baik menjadi salah satu hal yang diharapkan dapat memperkaya gerakan literasi. Berbagai ide dan pendekatan pembelajaran dapat dikembangkan agar aktivitas membaca dan menulis terasa lebih menarik, menyenangkan, serta sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

TBM Akhyar Center sebagai bagian dari gerakan literasi masyarakat diharapkan dapat terus menjadi ruang belajar alternatif yang terbuka bagi anak-anak, pelajar, guru, dan masyarakat umum. Keberadaan taman bacaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat memperoleh bahan bacaan, tetapi juga sebagai ruang tumbuhnya kreativitas, diskusi, dan pertukaran pengetahuan.

Kolaborasi dengan Bestari Literasi Indonesia juga diharapkan membuka peluang bagi pelaksanaan kegiatan bersama, seperti berbagi praktik baik, pendampingan literasi, pengembangan komunitas membaca, serta kegiatan edukatif yang melibatkan sekolah dan masyarakat. Bentuk kolaborasi tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi masing-masing komunitas.

Lebih dari sekadar pertemuan, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa membangun budaya literasi merupakan proses berkelanjutan yang memerlukan komitmen, keteladanan, dan kerja sama. Guru dan pegiat literasi memiliki tanggung jawab bersama untuk menghadirkan lingkungan yang mendorong masyarakat agar terus belajar, membaca, menulis, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis.

Melalui temu bersama ini, Ketua TBM Akhyar Center berharap hubungan baik dengan guru-guru Bestari Literasi Indonesia dapat terus terjalin dan berkembang menjadi gerakan nyata yang memberikan manfaat luas. Literasi bukan sekadar membaca buku, melainkan membuka jalan menuju pengetahuan, kreativitas, dan masa depan yang lebih baik. Dengan semangat gotong royong, gerakan literasi diharapkan semakin kuat dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.

Minggu, 26 Juli 2026

Dari TBM Akhyar Center untuk Peradaban, D.A. Akhyar Gaungkan Pentingnya Literasi Informasi

 


Prabumulih - Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya literasi melalui partisipasi aktif pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Prabumulih. Kegiatan yang berlangsung pada 23–24 Juli 2026 di Gedung Kesenian Rumah Dinas Wali Kota Prabumulih ini menghadirkan D.A. Akhyar, S.Ud., M.Pd., Gr. sebagai narasumber yang membawakan materi tentang pentingnya literasi informasi di era digital.

Dalam pemaparannya, D.A. Akhyar menegaskan bahwa literasi informasi merupakan keterampilan esensial abad ke-21. Masyarakat tidak cukup hanya mampu memperoleh informasi, tetapi juga harus memiliki kemampuan untuk menilai kredibilitas sumber, melakukan verifikasi, mengolah data secara kritis, serta menggunakan informasi secara etis dan bertanggung jawab.

Menurutnya, derasnya arus informasi di media digital membawa tantangan tersendiri. Kemudahan memperoleh informasi harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh hoaks, disinformasi, maupun informasi yang menyesatkan. Oleh karena itu, literasi informasi perlu menjadi gerakan bersama yang melibatkan perpustakaan, sekolah, komunitas, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat.

Melalui TBM Akhyar Center, D.A. Akhyar terus mendorong terciptanya ruang belajar yang inklusif dan berkelanjutan. TBM tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran masyarakat yang mendorong budaya diskusi, kreativitas, inovasi, serta peningkatan kecakapan literasi sesuai dengan perkembangan zaman.

Selama dua hari pelaksanaan bimtek, peserta mengikuti berbagai sesi yang dikemas secara interaktif melalui diskusi, studi kasus, praktik evaluasi sumber informasi, serta simulasi verifikasi fakta. Pendekatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang aplikatif sehingga peserta dapat langsung menerapkan kompetensi literasi informasi dalam kehidupan sehari-hari.

Partisipasi TBM Akhyar Center dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen untuk memperkuat ekosistem literasi di Kota Prabumulih. Kolaborasi antara pemerintah daerah, perpustakaan, komunitas literasi, dan masyarakat diyakini menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang cerdas, adaptif, dan berdaya saing.

Ke depan, TBM Akhyar Center akan terus mengembangkan berbagai program literasi yang tidak hanya berfokus pada budaya baca, tetapi juga pada penguatan literasi informasi, literasi digital, serta pengembangan kapasitas masyarakat agar mampu menghadapi tantangan era transformasi digital.

Melalui semangat kolaborasi dan pembelajaran sepanjang hayat, TBM Akhyar Center berharap dapat terus menjadi ruang tumbuh bagi masyarakat untuk belajar, berbagi, dan berkarya. Literasi bukan sekadar kemampuan membaca, melainkan fondasi dalam membangun peradaban yang berilmu, berkarakter, dan berkemajuan.

Sabtu, 18 Juli 2026

TBM Akhyar Center Perkuat Komitmen Menuju Perpustakaan Berkualitas

 


Prabumulih – Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center mengikuti Sosialisasi Advokasi dan Akreditasi Perpustakaan yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Prabumulih. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pengelola perpustakaan dan taman bacaan masyarakat dalam mewujudkan layanan yang berkualitas sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan.

Sosialisasi diikuti oleh pengelola perpustakaan dari berbagai institusi, termasuk perpustakaan sekolah, perpustakaan khusus, dan taman bacaan masyarakat. Kegiatan ini menjadi forum berbagi informasi sekaligus memperkuat sinergi antarpegiat literasi di Kota Prabumulih.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya advokasi perpustakaan sebagai langkah strategis dalam memperkuat kelembagaan, meningkatkan mutu layanan, serta mempersiapkan proses akreditasi. Narasumber juga menjelaskan indikator penilaian dan berbagai aspek yang perlu dipenuhi agar perpustakaan mampu memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Bagi TBM Akhyar Center, keikutsertaan dalam sosialisasi ini merupakan bentuk komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan taman bacaan masyarakat. Wawasan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi dasar dalam mengembangkan layanan yang lebih profesional, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Sebagai salah satu pusat kegiatan literasi masyarakat, TBM Akhyar Center meyakini bahwa perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang belajar, berdiskusi, berkarya, dan mengembangkan potensi masyarakat dari berbagai kalangan.

Melalui kegiatan ini, TBM Akhyar Center juga mengapresiasi komitmen Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Prabumulih yang terus melakukan pembinaan kepada pengelola perpustakaan dan taman bacaan masyarakat. Pendampingan seperti ini dinilai penting untuk mendorong peningkatan mutu layanan literasi secara berkelanjutan.

Ke depan, TBM Akhyar Center akan mengimplementasikan berbagai pengetahuan yang diperoleh dalam pengelolaan kelembagaan, peningkatan koleksi, pengembangan program literasi, serta pelayanan kepada masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya taman bacaan yang semakin aktif, inklusif, dan berkualitas.

Kolaborasi antara pemerintah, komunitas literasi, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun budaya baca yang kuat. Dengan sinergi yang terus terjalin, keberadaan taman bacaan masyarakat diharapkan semakin memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Melalui keikutsertaan dalam Sosialisasi Advokasi dan Akreditasi Perpustakaan, TBM Akhyar Center menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam penguatan budaya literasi di Kota Prabumulih. Semangat belajar, berkolaborasi, dan berinovasi akan terus menjadi landasan dalam menghadirkan layanan literasi yang berdampak bagi masyarakat luas.

© Copyright 2019-2026 TBM Akhyar Center | All Right Reserved