Kamis, 29 Oktober 2026

Ketua TBM Akhyar Center Terpilih sebagai Peserta STEMBA Bootcamp Wardah Inspiring Teacher x ITB, Perkuat Inovasi Pendidikan Berbasis STEM

 


PRABUMULIH – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan dan gerakan literasi Kota Prabumulih. Ketua Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center terpilih menjadi salah satu peserta STEMBA Bootcamp, program kolaborasi Wardah Inspiring Teacher (WIT) bersama Institut Teknologi Bandung (ITB). Kesempatan ini menjadi langkah penting dalam memperluas wawasan, mengembangkan kompetensi, dan memperkuat inovasi pembelajaran yang berdampak bagi peserta didik.

STEMBA Bootcamp merupakan program pengembangan kapasitas yang memberikan ruang bagi pendidik untuk memperdalam pendekatan pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Melalui program ini, peserta diharapkan mampu mengembangkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, kreatif, dan relevan dengan tantangan pendidikan masa kini.

Terpilihnya Ketua TBM Akhyar Center menjadi bagian dari program tersebut merupakan sebuah pencapaian yang membanggakan. Keikutsertaan ini sekaligus menunjukkan semangat untuk terus bertumbuh, belajar, dan membuka diri terhadap berbagai pendekatan baru dalam pendidikan. Bagi seorang pendidik dan pegiat literasi, pengembangan kompetensi merupakan bagian penting dari upaya menghadirkan pembelajaran yang bermakna.

Program ini juga menjadi kesempatan untuk mempertemukan semangat inovasi pendidikan dengan pendekatan ilmiah dan teknologi. Kolaborasi Wardah Inspiring Teacher bersama ITB diharapkan dapat memperkaya perspektif peserta dalam merancang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mendorong kemampuan berpikir kritis, kreativitas, pemecahan masalah, dan kolaborasi.

Sebagai Ketua TBM Akhyar Center yang berada di bawah naungan Yayasan Akhyar Bestari Indonesia, kesempatan ini memiliki makna lebih luas daripada pencapaian pribadi. Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal untuk memperkuat berbagai kegiatan literasi, pendampingan belajar, serta pengembangan program pendidikan yang menjangkau masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda.

Semangat mengikuti STEMBA Bootcamp sejalan dengan komitmen TBM Akhyar Center dalam menghadirkan ruang belajar yang terbuka, menyenangkan, dan mendorong anak-anak untuk berani bermimpi. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir ilmiah, memanfaatkan teknologi, serta menciptakan solusi atas persoalan di lingkungan sekitar.

Keikutsertaan dalam program ini juga menjadi pengingat bahwa pendidik perlu terus menjadi pembelajar sepanjang hayat. Perubahan zaman menuntut guru dan pegiat pendidikan untuk senantiasa memperbarui pengetahuan, mengeksplorasi metode pembelajaran, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. Dengan demikian, inovasi yang dikembangkan tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Ke depan, pengalaman mengikuti STEMBA Bootcamp diharapkan dapat diterapkan dan dibagikan melalui praktik baik, penguatan komunitas belajar, serta pengembangan kegiatan pendidikan dan literasi di Kota Prabumulih. Semangat kolaborasi antara pendidik, komunitas, dan lembaga pendidikan menjadi modal penting untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih inklusif, inovatif, dan berdampak.

Pencapaian ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil: kemauan untuk terus belajar, keberanian mencoba hal baru, dan konsistensi berbagi manfaat. Melalui STEMBA Bootcamp Wardah Inspiring Teacher bersama ITB, Ketua TBM Akhyar Center membawa semangat untuk terus bertumbuh dan berkontribusi, karena dari ruang kelas dan gerakan literasi, masa depan generasi bangsa dibangun bersama.

Sabtu, 24 Oktober 2026

Ketua TBM Akhyar Center Dampingi Siswa SMPIT Ishlahul Ummah Menulis Cerita, Tumbuhkan Generasi Muda Kreatif Dan Literat

 


Prabumulih — Menulis bukan sekadar merangkai kata, melainkan perjalanan menemukan gagasan, mengolah pengalaman, dan menyampaikan imajinasi kepada dunia. Semangat inilah yang mewarnai kegiatan Workshop dan Pendampingan Menulis Cerita bersama adik-adik SMPIT Ishlahul Ummah yang didampingi oleh Ketua Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center, sebuah komunitas literasi yang berada di bawah naungan Yayasan Akhyar Bestari Indonesia.

Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang mendorong peserta didik untuk berani menuangkan pikiran ke dalam tulisan. Melalui pendampingan yang dekat dengan dunia remaja, siswa diajak memahami bahwa setiap orang memiliki cerita yang layak ditulis, baik yang bersumber dari pengalaman sehari-hari, lingkungan sekitar, maupun imajinasi mereka sendiri.

Dalam prosesnya, menulis diperkenalkan sebagai keterampilan yang dapat tumbuh melalui latihan, ketekunan, dan keberanian untuk mencoba. Para siswa didorong untuk menemukan ide, menentukan tema, membangun alur cerita, mengembangkan tokoh, serta memilih kata-kata yang mampu menghidupkan cerita agar lebih menarik bagi pembaca.

Pendampingan ini juga menekankan pentingnya proses kreatif. Sebuah tulisan tidak harus langsung sempurna pada percobaan pertama. Ide dapat dikembangkan, kalimat dapat diperbaiki, dan cerita dapat disempurnakan melalui proses membaca ulang serta melakukan penyuntingan. Dengan demikian, siswa belajar menghargai proses sekaligus membangun kepercayaan diri terhadap karya mereka sendiri.

Bagi TBM Akhyar Center, kegiatan literasi seperti ini merupakan bagian dari upaya memperluas makna taman bacaan di tengah masyarakat. Literasi tidak berhenti pada kemampuan membaca, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, mengolah gagasan, dan menghasilkan karya yang bermanfaat. Anak-anak perlu mendapatkan ruang yang mendukung agar potensi tersebut dapat berkembang secara optimal.

Sebagai komunitas literasi di bawah naungan Yayasan Akhyar Bestari Indonesia, TBM Akhyar Center terus mendorong terciptanya ruang belajar yang kolaboratif dan inspiratif. Sinergi dengan satuan pendidikan menjadi salah satu langkah penting untuk memperluas akses kegiatan literasi sekaligus memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengembangkan minat, bakat, dan kreativitas melalui kegiatan membaca dan menulis.

Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital, kemampuan menulis menjadi semakin relevan. Melalui tulisan, generasi muda tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga dapat menjadi pencipta konten yang kreatif, bertanggung jawab, dan bermakna. Keterampilan ini sekaligus menjadi bekal untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, menyampaikan pendapat secara santun, serta membagikan gagasan yang membawa manfaat bagi orang lain.

Workshop dan pendampingan menulis cerita ini diharapkan menjadi langkah awal bagi tumbuhnya penulis-penulis muda dari lingkungan SMPIT Ishlahul Ummah. Setiap karya yang lahir menjadi bukti bahwa potensi anak perlu diberi kesempatan untuk tumbuh. Dukungan, apresiasi, dan pendampingan yang berkelanjutan akan membantu mereka menjaga semangat berkarya sekaligus berani menyelesaikan tulisan hingga menjadi karya yang utuh.

Melalui kegiatan ini, TBM Akhyar Center di bawah naungan Yayasan Akhyar Bestari Indonesia berharap semangat literasi terus tumbuh di sekolah maupun masyarakat. Sebab, ketika anak-anak diberi ruang untuk membaca, berpikir, dan menulis, mereka sedang membangun bekal untuk masa depan. Dari keberanian menulis sebuah cerita, tumbuh keyakinan bahwa setiap anak memiliki suara, gagasan, dan kesempatan untuk menginspirasi dunia.

Kamis, 22 Oktober 2026

Dedikasi Tanpa Batas, Ketua TBM Akhyar Center Resmi Menyandang Gelar Finalis Guru Berprestasi Nasional 2026 di Ajang Literasi Internasional.

 


PRABUMULIH - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh tokoh penggerak literasi dari TBM Akhyar Center pada penghujung tahun 2026 ini. D.A. Akhyar, S.Ud., M.Pd., Gr., yang merupakan Ketua TBM Akhyar Center, secara resmi dinobatkan sebagai salah satu finalis dalam ajang penghargaan bergengsi tingkat nasional. Pencapaian ini menjadi bukti nyata atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam memajukan dunia pendidikan dan literasi di tanah air.

Penganugerahan gelar bergengsi ini menjadi bagian dari rangkaian acara akbar Padang International Literacy Festival. Berdasarkan informasi yang tertera pada atribut penghargaan, perayaan dan penganugerahan bagi para insan pendidik inspiratif tersebut dijadwalkan berlangsung pada tanggal 27 hingga 29 November 2026 mendatang. Ajang ini mengumpulkan para pendidik, pegiat literasi, dan tokoh-tokoh inspiratif dari berbagai penjuru untuk merayakan semangat membaca dan menulis.

Sebagai simbol pencapaian luar biasa tersebut, D.A. Akhyar menerima sebuah selempang kehormatan berwarna merah marun yang tampak elegan di dalam sebuah figura pajangan. Pada selempang tersebut, terukir indah dengan benang emas tulisan yang mengukuhkan gelarnya, yakni "D.A. Akhyar, S.Ud., M.Pd., Gr. Finalis Guru Berprestasi Nasional 2026". Selempang ini bukan sekadar kain kebanggaan, melainkan perlambang amanah dan tanggung jawab besar dalam memajukan pendidikan bangsa.

Tidak hanya itu, pada sisi lain selempang kehormatan tersebut juga tertera logo emas bertuliskan "Penyala Literasi Semesta" yang bersanding dengan tajuk acara "Padang International Literacy Festival". Logo ini merepresentasikan peran krusial seorang guru sebagai cahaya penerang yang menyalakan semangat literasi di tengah masyarakat. Gelar akademik dan profesi yang disandangnya, yakni S.Ud., M.Pd., Gr., turut membuktikan kapasitas keilmuan dan profesionalitasnya sebagai seorang pendidik.

Keberhasilan Ketua TBM Akhyar Center menembus babak final tingkat nasional ini tentu tidak lepas dari rekam jejak panjangnya bersama Yayasan Akhyar Bestari Indonesia. Melalui TBM Akhyar Center, ia telah secara konsisten menginisiasi berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berpusat pada peningkatan minat baca. Gerakan akar rumput yang dibangunnya berhasil mengubah paradigma masyarakat sekitar tentang pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari.

Menjadi "Finalis Guru Berprestasi Nasional 2026" merupakan sebuah pencapaian yang membutuhkan proses seleksi yang ketat dan komprehensif. Para penilai di tingkat nasional tentu menelaah tidak hanya dari aspek administratif dan akademis, tetapi juga dampak nyata dari inovasi pembelajaran yang telah diimplementasikan di lapangan. Inovasi-inovasi berbasis literasi yang secara masif dikembangkan oleh TBM Akhyar Center diyakini menjadi nilai tambah yang sangat signifikan dalam penilaian tersebut.

Sebagai pemimpin lembaga literasi, kiprah D.A. Akhyar menegaskan bahwa literasi adalah kunci utama untuk membuka gerbang kemajuan peradaban bangsa menuju Indonesia Emas. Gelar prestisius ini dipandang bukanlah sebagai tujuan akhir, melainkan sebuah cambuk semangat untuk terus berbuat lebih banyak bagi dunia pendidikan. Gelar finalis ini juga secara tidak langsung didedikasikan bagi seluruh relawan, pengurus yayasan, serta masyarakat yang tak lelah mendukung gerakan literasi dari desa hingga ke tingkat nasional.

Kabar gembira dari perhelatan Padang International Literacy Festival ini disambut dengan penuh suka cita oleh keluarga besar TBM Akhyar Center dan para pegiat pendidikan luas. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi katalisator yang menginspirasi para guru, santri, dan pemuda lainnya untuk berani berinovasi dan berkarya tanpa henti. Pencapaian ini sekaligus membuktikan bahwa dari sebuah Taman Bacaan Masyarakat, bisa lahir gagasan-gagasan besar yang diakui di panggung nasional dan terintegrasi dengan festival internasional.

Menjelang perhelatan utama pada 27-29 November 2026 nanti, TBM Akhyar Center mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus membumikan kebiasaan membaca dan menulis. Semoga pencapaian luar biasa dari D.A. Akhyar, S.Ud., M.Pd., Gr. ini menjadi langkah awal dari berbagai lompatan besar lainnya dalam upaya mewujudkan generasi penerus yang cerdas, literat, dan berkarakter kuat. Mari bersama-sama menyalakan literasi semesta demi masa depan Indonesia yang lebih gemilang.


Lentera Literasi dari TBM Akhyar Center: Mengukir Generasi Emas di Hari Santri Nasional 2026



PRABUMULIH - Peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2026 kembali menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen bangsa, khususnya kalangan pesantren. Mengusung semangat "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas", perayaan tahun ini menegaskan kembali peran historis dan strategis santri. Di era modern, tantangan santri tidak lagi sekadar perjuangan fisik melawan penjajah, melainkan perjuangan intelektual menghadapi arus informasi global. Oleh karena itu, penguatan kapasitas santri melalui literasi menjadi sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar lagi agar mereka siap memimpin di masa depan.

Menjawab panggilan zaman tersebut, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center yang bernaung di bawah Yayasan Akhyar Bestari Indonesia mengambil langkah proaktif dan inspiratif. Ketua TBM Akhyar Center memandang bahwa perayaan Hari Santri 2026 adalah titik tolak yang sangat tepat untuk merevolusi budaya baca dan tulis di kalangan generasi muda Islam. Yayasan ini berkomitmen kuat untuk tidak sekadar menjadi tempat meminjam buku, melainkan bertransformasi menjadi pusat peradaban yang menghidupkan nalar kritis masyarakat, khususnya para santri.

Menurut pandangan visioner Ketua TBM Akhyar Center, makna literasi bagi santri saat ini harus diperluas spektrumnya. Literasi tidak hanya lagi terbatas pada kemampuan mengeja huruf atau menamatkan bacaan dari sampul ke sampul, tetapi juga mencakup literasi digital, literasi budaya, dan kecakapan memecahkan masalah. Santri dituntut untuk mampu memilah informasi yang benar di tengah maraknya hoaks yang bertebaran di dunia maya. Kemampuan menyaring informasi ini sejatinya sangat selaras dengan tradisi pesantren yang selalu mengedepankan prinsip tabayyun (klarifikasi) dalam menerima sebuah kabar.

Dalam implementasi nyatanya, TBM Akhyar Center telah merancang berbagai program strategis yang langsung menyasar pondok pesantren dan masyarakat di sekitarnya. Salah satu fokus utama dalam gebyar Hari Santri 2026 ini adalah mengawinkan kurikulum tradisional yang kaya nilai moral dengan keterampilan literasi modern. Ruang-ruang diskusi dibuka lebih lebar, fasilitas bahan bacaan yang variatif disediakan secara gratis, dan pelatihan menulis kreatif mulai digalakkan secara masif. Hal ini bertujuan mulia agar santri tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen gagasan yang mencerahkan peradaban.

Tradisi luhur pesantren yang sangat lekat dengan kajian kitab kuning sebenarnya merupakan modal dasar literasi yang luar biasa kuat dan mendalam. Ketua TBM Akhyar Center meyakini bahwa kebiasaan santri mendalami teks-teks klasik dengan penuh ketelitian dan bimbingan kiai adalah bentuk literasi tingkat tinggi. Tantangannya kini adalah bagaimana mentransformasikan ketekunan membaca kitab tersebut ke dalam kemampuan merespons isu-isu sosial kontemporer. Melalui pendampingan intensif dari Yayasan Akhyar Bestari Indonesia, para santri diajak untuk berani menuliskan pemikiran mereka agar karya tersebut dapat dinikmati dan diakses oleh publik yang lebih luas.

Lebih jauh lagi, inisiatif penguatan literasi ini juga diarahkan secara khusus untuk memupuk jiwa kepemimpinan intelektual para santri. Dengan wawasan yang luas hasil dari membaca ragam literatur, seorang santri akan memiliki empati dan pemahaman yang lebih tajam terhadap problematika sosial di masyarakat. TBM Akhyar Center berupaya memfasilitasi lahirnya santri-santri yang berwawasan global namun tetap berpijak kokoh pada akar kearifan lokal. Mereka dipersiapkan untuk turun ke tengah masyarakat sebagai agen perubahan yang membawa solusi cerdas, bukan sekadar penonton di tengah pusaran perubahan zaman.

Tentu saja, langkah mulia yang diinisiasi oleh Yayasan Akhyar Bestari Indonesia ini menyadari bahwa visi besar tidak bisa diwujudkan dengan berjalan sendiri. Oleh sebab itu, Ketua TBM Akhyar Center senantiasa mengajak berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah, tokoh agama, dermawan, hingga komunitas pegiat pendidikan lainnya, untuk merajut kolaborasi. Sinergi lintas sektoral sangat dibutuhkan untuk memperluas jangkauan manfaat dari program literasi santri ini. Dukungan penyediaan infrastruktur, donasi buku-buku berkualitas, dan penyediaan mentor yang kompeten menjadi elemen penting yang terus diupayakan bersama.

Respon yang sangat positif dari para santri dan pengasuh pondok pesantren terhadap kehadiran dan program TBM Akhyar Center menjadi energi dan semangat tersendiri bagi yayasan. Terlihat antusiasme yang begitu tinggi saat para santri mulai berani mengekspresikan ide-ide segar mereka melalui karya tulis, puisi, esai, maupun saat berpartisipasi aktif dalam diskusi publik. Fakta ini membuktikan bahwa dahaga akan ilmu pengetahuan dan ruang berekspresi di kalangan santri sesungguhnya sangatlah besar. TBM Akhyar Center hadir tepat pada waktunya sebagai oase yang menyegarkan iklim intelektual di lingkungan pesantren.

Pada akhirnya, peringatan Hari Santri Nasional 2026 ini bukan sekadar seremonial tahunan semata, melainkan tonggak kebangkitan literasi santri di nusantara. Melalui dedikasi tanpa henti dari Ketua dan seluruh relawan pejuang literasi TBM Akhyar Center (Yayasan Akhyar Bestari Indonesia), secercah harapan untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas semakin nyata terlihat. Santri yang literat dan berakhlak mulia adalah pilar kekuatan bangsa; mereka adalah generasi pelurus yang akan menjaga kemurnian agama, merawat keutuhan negara, dan menerangi masa depan Indonesia dengan cahaya ilmu pengetahuan.


Senin, 19 Oktober 2026

Dari Buku Menjadi Berarti, TBM Akhyar Center Bersama Balai Bahasa Uji Kebermanfaatan Cerita Anak


PRABUMULIH - uku cerita anak bukan sekadar rangkaian kata dan gambar. Di balik setiap halaman, tersimpan peluang untuk menumbuhkan imajinasi, membangun karakter, dan menanamkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan. Semangat inilah yang mewarnai kegiatan Uji Kebermanfaatan Bahan Bacaan Cerita Anak yang melibatkan Pendiri TBM Akhyar Center bersama tim Balai Bahasa.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas literasi anak melalui bahan bacaan yang tidak hanya menarik, tetapi juga bermanfaat bagi perkembangan pembacanya. Kolaborasi antara pegiat taman bacaan masyarakat dan tim Balai Bahasa diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang pentingnya menghadirkan bacaan yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Dalam penyampaian materi, peserta diajak memahami bahwa kualitas buku cerita anak perlu dilihat dari berbagai aspek, mulai dari penggunaan bahasa, alur cerita, ilustrasi, hingga pesan yang disampaikan. Setiap unsur tersebut memiliki peran dalam membantu anak memahami isi cerita sekaligus menikmati proses membaca.

Uji kebermanfaatan bahan bacaan juga menjadi langkah penting untuk mengetahui sejauh mana cerita dapat dipahami dan diterima oleh anak. Tanggapan pembaca menjadi bahan evaluasi untuk melihat kesesuaian isi buku dengan usia, pengalaman, serta tingkat pemahaman anak.

Selain menarik dan mudah dipahami, buku cerita anak diharapkan mampu menghadirkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari. Kejujuran, kepedulian, tanggung jawab, persahabatan, dan kecintaan terhadap lingkungan dapat diperkenalkan melalui cerita yang dekat dengan pengalaman anak tanpa harus disampaikan secara menggurui.

Bagi TBM Akhyar Center, kegiatan ini sejalan dengan peran taman bacaan masyarakat sebagai ruang belajar yang terbuka, inklusif, dan menyenangkan. Kehadiran bahan bacaan yang berkualitas dapat memperkaya aktivitas literasi, baik melalui membaca mandiri, membaca bersama, maupun diskusi sederhana yang mendorong anak berani menyampaikan pendapat.

Kolaborasi bersama tim Balai Bahasa juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan budaya baca. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman diharapkan dapat mendukung pemanfaatan bahan bacaan yang lebih tepat guna, sekaligus mendorong perhatian terhadap kualitas bahasa dan isi cerita yang dikonsumsi anak-anak.

Melalui kegiatan ini, uji kebermanfaatan tidak hanya dipandang sebagai proses penilaian terhadap sebuah buku, tetapi juga sebagai upaya memastikan bahwa bahan bacaan benar-benar memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Buku yang baik semestinya mampu memantik rasa ingin tahu, memperluas wawasan, serta mendorong anak untuk bertanya, berpikir kritis, dan mengenal lingkungannya.

Pendiri TBM Akhyar Center bersama tim Balai Bahasa berharap upaya penguatan literasi ini dapat berkontribusi terhadap tumbuhnya generasi yang gemar membaca dan terus belajar. Sebab, ketika sebuah cerita mampu menyentuh pikiran dan hati anak, buku tidak lagi sekadar menjadi bacaan, tetapi menjelma menjadi jendela pengetahuan dan bekal untuk masa depan.

TBM Akhyar Center Hadirkan Ruang yang Ramah bagi Anak-anak untuk Mengenal Buku Cerita


PRABUMULIH – Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center terus menggelorakan semangat literasi bagi anak-anak melalui berbagai kegiatan edukatif yang dilaksanakan di ruang belajar. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen TBM Akhyar Center dalam menumbuhkan budaya membaca, memperluas wawasan, serta membangun kebiasaan belajar sejak usia dini.

Kegiatan literasi ini menghadirkan ruang yang ramah bagi anak-anak untuk mengenal buku, membaca cerita, menggali pengetahuan, dan mengembangkan imajinasi. Melalui suasana belajar yang menyenangkan, anak-anak diharapkan semakin tertarik menjadikan membaca sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.

TBM Akhyar Center memandang literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga fondasi penting dalam membangun pola pikir kritis, kreativitas, dan kepercayaan diri. Anak-anak perlu mendapatkan kesempatan untuk mengeksplorasi pengetahuan secara terbuka agar tumbuh menjadi generasi yang mandiri dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

Ruang literasi menjadi tempat anak-anak belajar dengan cara yang lebih dekat dan menyenangkan. Kehadiran buku-buku bacaan, aktivitas edukatif, serta pendampingan dalam proses belajar diharapkan mampu menciptakan pengalaman positif yang membuat anak-anak semakin mencintai ilmu pengetahuan.

Selain meningkatkan minat baca, kegiatan ini juga mendorong pembentukan karakter anak. Nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian dapat ditanamkan melalui aktivitas membaca bersama, berdiskusi, serta berbagi pengetahuan dengan teman-teman sebaya.

TBM Akhyar Center juga meyakini bahwa penguatan literasi anak membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat, hingga komunitas pegiat literasi. Kolaborasi tersebut penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya kebiasaan membaca, baik di rumah, di sekolah, maupun di ruang publik.

Di tengah perkembangan teknologi digital, TBM Akhyar Center terus berupaya menghadirkan kegiatan literasi yang relevan dengan kebutuhan anak-anak. Buku tetap menjadi sumber pengetahuan yang penting, sementara pemanfaatan teknologi secara bijak dapat menjadi sarana pendukung untuk memperkaya pengalaman belajar dan memperluas akses informasi.

Melalui kegiatan yang terus digelorakan, TBM Akhyar Center berharap dapat mengambil bagian dalam membangun generasi yang gemar membaca, berpengetahuan luas, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan masa depan. Langkah ini sekaligus menjadi wujud nyata bahwa gerakan literasi dapat dimulai dari ruang sederhana, dengan semangat dan kepedulian yang berkelanjutan.

TBM Akhyar Center mengajak orang tua, pendidik, komunitas, dan masyarakat untuk bersama-sama menyalakan semangat literasi bagi anak-anak. Sebab, setiap buku yang dibaca membuka jendela pengetahuan, setiap pertanyaan menumbuhkan rasa ingin tahu, dan setiap kesempatan belajar merupakan langkah kecil menuju masa depan yang lebih baik.

Minggu, 18 Oktober 2026

Lolos Seleksi, Ketua TBM Akhyar Center Terpilih Mengikuti Program Akademi Guru Pemimpin 2026 Tingkat ASEAN


PRABUMULIH – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Ketua Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center, Dwiki Al Akhyar, S.Ud., M.Pd., Gr., yang secara resmi diumumkan sebagai peserta terpilih dalam Program Akademi Guru Pemimpin Tahun 2026. Pengumuman kelulusan yang prestisius ini tersiar secara luas melalui rilis resmi visual yang dibagikan kepada publik. Keberhasilan ini semakin mengukuhkan dedikasi panjangnya di dunia pendidikan dan literasi, baik di jalur formal maupun pendidikan non-formal.

Program Akademi Guru Pemimpin Tahun 2026 ini merupakan sebuah inisiatif strategis yang diselenggarakan secara kolaboratif oleh Sekolah Guru Indonesia, Great Edunesia, dan Dompet Dhuafa. Program ini dirancang khusus untuk menjaring dan menempa para pendidik pilihan dari berbagai penjuru tanah air. Melalui proses seleksi kompetitif, pihak penyelenggara mencari sosok-sosok guru yang tidak hanya cakap dalam mengajar, tetapi juga memiliki visi kepemimpinan yang progresif untuk menggerakkan perubahan di ekosistem pendidikan.

Tujuan utama dari diselenggarakannya program bergengsi ini adalah dalam rangka mengembangkan model kepemimpinan keguruan tingkat regional (ASEAN). Akhyar akan dipersiapkan secara intensif untuk menjadi bagian dari perumusan strategi pendidikan yang melampaui batas-batas negara. Hal ini menuntut kesiapan intelektual yang mumpuni agar para guru pemimpin mampu beradaptasi dengan tantangan globalisasi dan memformulasikan solusi inovatif yang aplikatif di kawasan Asia Tenggara.

Sejalan dengan visi besar tersebut, kelulusan ini membawa amanah yang sangat strategis, di mana Akhyar diyakini siap membawa dampak di lingkup nasional & regional (ASEAN). Tagline dan harapan besar penyelenggara ini menegaskan bahwa kiprah inovasinya tidak akan berhenti di ruang-ruang kelas lokal saja. Ia diproyeksikan menjadi agen transformasi sejati yang mampu menularkan praktik baik, menginspirasi rekan sejawat lintas provinsi, dan berkontribusi pada diskursus kebijakan pendidikan internasional.

Rekam jejak Akhyar sebagai pendidik di SD Negeri 47 Prabumulih menjadi fondasi kuat yang mengantarkannya pada pencapaian luar biasa ini. Integrasi antara pengalamannya mengelola pendidikan dasar dengan penerapan inovasi pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) menjadi nilai tambah yang sangat signifikan. Kemampuannya mengaplikasikan berbagai kerangka refleksi kritis di kelas membuktikan kedalaman pemahamannya terhadap kebutuhan pedagogi di era modern.

Lebih dari itu, posisinya sebagai penggerak utama di TBM Akhyar Center, Gunung Ibul, memberikan dimensi sosial yang kaya dalam profil kepemimpinannya. Kepeduliannya terhadap gerakan literasi akar rumput menunjukkan bahwa kepemimpinan guru yang sejati adalah yang mampu memberdayakan masyarakat luas secara inklusif. Pengalaman membina komunitas baca ini akan menjadi perspektif sosiologis berharga yang dapat ia bagikan di forum Akademi Guru Pemimpin kelak.

Menanggapi pengumuman kelulusan ini, Akhyar menyampaikan rasa syukur yang mendalam dan menegaskan kesiapannya untuk menjalani seluruh rangkaian program. Ia menyadari bahwa kesempatan belajar dan berjejaring bersama Sekolah Guru Indonesia, Great Edunesia, dan Dompet Dhuafa adalah momentum berharga untuk memperluas cakrawala pemikiran. Baginya, kepemimpinan adalah tentang seberapa besar kapasitas seorang pendidik dalam memperluas ruang manfaat bagi kemajuan sumber daya manusia.

Keikutsertaan Akhyar dalam program kepemimpinan tingkat ASEAN ini juga diharapkan dapat membuka gerbang kolaborasi yang lebih luas bagi institusi pendidikan di wilayah Sumatera Selatan. Jejaring yang akan terbangun selama program berlangsung sangat berpotensi melahirkan kemitraan lintas negara, pertukaran keilmuan, serta adopsi metodologi pengajaran mutakhir. Semua ini pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan kualitas layanan pendidikan dan ekosistem literasi yang terus ia rintis dengan penuh dedikasi.

Ucapan selamat dan sukses pun terus mengalir deras kepada peserta terpilih yang berdedikasi tinggi ini. Keberhasilan Dwiki Al Akhyar menembus Program Akademi Guru Pemimpin 2026 adalah bukti nyata bahwa guru dari daerah mampu bersaing, berprestasi, dan bersuara di level internasional. Pencapaian monumental ini diharapkan mampu memantik semangat pendidik lainnya di Indonesia untuk terus berani bermimpi, berinovasi, dan mengambil peran terdepan demi mewujudkan generasi penerus yang unggul dan berkarakter.


Lolos Seleksi Esai Nasional, Dwiki Al Akhyar Terpilih Ikuti FGD Modul Forum TBM 2026



PRABUMULIH – Kabar membanggakan datang dari kancah literasi nasional, Dwiki Al Akhyar, yang diakui sebagai Founder Akhyar Bestari Indonesia, secara resmi dinyatakan lolos seleksi esai reflektif. Keberhasilan luar biasa ini mengantarkannya terpilih menjadi peserta pada perhelatan Focus Group Discussion (FGD) Modul Pelatihan Forum TBM 2026.

Pencapaian membanggakan ini diraih Akhyar setelah melalui tahapan kurasi tulisan yang ketat di tingkat nasional. Esai reflektif yang disyaratkan oleh panitia menuntut gagasan mendalam serta pengalaman nyata dalam mengelola dan mengembangkan taman bacaan di masyarakat. Lolosnya karya tulis tersebut membuktikan bahwa pemikiran dan dedikasi Akhyar di bidang pendidikan non formal mendapatkan pengakuan tinggi dari jaringan Forum TBM di pusat.

Sebagai motor penggerak utama di TBM Akhyar Center yang berlokasi di Gunung Ibul, Prabumulih, kiprah Akhyar dalam memajukan literasi warga memang telah teruji oleh waktu. Melalui berbagai inovasi dan pendekatan yang inklusif, ia terus berupaya menjadikan taman bacaan sebagai ruang belajar yang memberdayakan komunitas sekitar. Fokus utamanya senantiasa bermuara pada penguatan pendidikan non formal yang relevan, menyenangkan, dan dapat diakses oleh semua kalangan.

Dalam esai reflektif yang mengantarkannya pada kelulusan tersebut, Akhyar banyak menuangkan rekam jejak praktik baik serta tantangan riil yang dihadapi para pegiat literasi di akar rumput. Gagasan yang ia tawarkan tidak sekadar bersifat teoretis dari atas meja, melainkan lahir dari pergulatan langsung di lapangan saat membersamai masyarakat. Hal inilah yang dinilai oleh tim penyeleksi mampu memberikan kontribusi berharga bagi penyusunan kerangka kerja literasi yang lebih komprehensif.

Agenda pengembangan tahun 2026 ini sendiri diproyeksikan menjadi wadah urun rembuk yang sangat strategis bagi para penggerak literasi dari seluruh penjuru Nusantara. Melalui momentum FGD ini, Akhyar akan duduk bersama para pakar dan praktisi terpilih lainnya untuk merumuskan, membedah, dan mematangkan rancangan Modul Pelatihan Forum TBM 2026. Modul ini nantinya diharapkan menjadi panduan standar nasional bagi peningkatan kapasitas para pengelola TBM di Indonesia.

Menanggapi keberhasilannya menembus seleksi nasional yang prestisius ini, Dwiki Al Akhyar menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan semua pihak. "Lolosnya esai reflektif ini adalah amanah sekaligus ruang berharga untuk menyuarakan dinamika TBM dari daerah. Saya sangat berharap proses FGD nanti dapat menghasilkan modul pelatihan yang adaptif, membumi, dan benar-benar menjawab kebutuhan kawan-kawan pengelola TBM di berbagai pelosok negeri," ujar Akhyar.

Dukungan penuh dan apresiasi hangat juga mengalir deras dari lingkungan terdekatnya seiring dengan pengumuman kelulusan ini. Sebagaimana tertera jelas dalam visual poster, para kerabat dan kolega pergerakan yang tergabung dalam Sahabat Akhyar Bestari turut merayakan momentum istimewa ini. Mereka secara khusus menitipkan pesan harapan sekaligus doa agar Akhyar teruslah menginspirasi dan memajukan literasi Indonesia melalui setiap langkah pengabdiannya.

Keikutsertaan Akhyar dalam perumusan modul nasional ini diyakini akan membawa imbas positif yang signifikan sekembalinya ia ke Sumatera Selatan. Pengetahuan mendalam dan jejaring baru yang kelak diperoleh dari FGD akan didiseminasikan dan diimplementasikan secara langsung untuk mengembangkan program-program strategis di TBM Akhyar Center. Langkah proaktif ini dipercaya mampu mengakselerasi kualitas layanan pendidikan non formal di Kota Prabumulih dan sekitarnya.

Pada akhirnya, terpilihnya Dwiki Al Akhyar dalam fase krusial penyusunan kerangka pelatihan ini bukan sekadar pencapaian portofolio individu belaka, melainkan manifestasi dari semangat pantang menyerah relawan literasi daerah. Kiprah nyatanya menjadi bukti sahih bahwa dedikasi yang tulus di jalur pendidikan non formal senantiasa menemukan jalannya untuk memberikan sumbangsih nyata bagi kemajuan bangsa. Selamat dan sukses atas amanah baru ini, semoga dedikasi Akhyar terus menjadi nyala api penerang bagi ekosistem literasi di Tanah Air.


© Copyright 2019-2026 TBM Akhyar Center | All Right Reserved