Selasa, 21 April 2026

Refleksi Literasi Kewargaan Tumbuhkan Kepedulian Sosial di TBM Akhyar Center

 


TBM Akhyar Center - Komunitas literasi dan pendidikan kembali menunjukkan komitmennya dalam menumbuhkan budaya reflektif melalui kegiatan literasi kewargaan yang dilaksanakan di kelas dan berlanjut di Taman Bacaan Masyarakat Akhyar Center. Kegiatan ini dipandu oleh seorang guru Pendidikan Agama Islam yang juga pendiri TBM Akhyar Center, dengan mengajak siswa merefleksikan berbagai pengalaman sosial yang telah mereka lakukan selama pembelajaran, seperti menjaga kebersihan, berbagi bekal, hingga membantu teman yang mengalami kesulitan belajar.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak membuka kembali catatan kegiatan mereka, lalu mendiskusikan dampak yang muncul di lingkungan sekolah. Diskusi berkembang ketika siswa mulai menyadari bahwa tindakan kecil ternyata memberi perubahan nyata, namun masih terdapat hal-hal yang perlu diperbaiki. Melalui pendekatan refleksi, siswa diajak melihat siapa saja yang terdampak, suara siapa yang belum terdengar, serta langkah apa yang perlu dilanjutkan agar kegiatan sosial menjadi lebih berkelanjutan.

Kegiatan refleksi tidak berhenti di ruang kelas. Praktik yang sama dilanjutkan di Taman Bacaan Masyarakat Akhyar Center dengan menghadirkan cerita-cerita literasi sosial. Anak-anak membaca pengalaman sederhana tentang kepedulian lingkungan dan kebersamaan, kemudian menuliskan refleksi mereka. Dari kegiatan ini muncul gagasan siswa untuk membuat gerakan kecil seperti berbagi buku, pojok baca sederhana, serta jadwal kebersihan bersama di lingkungan sekitar.

Suasana diskusi berlangsung hangat dan partisipatif. Siswa secara terbuka menyampaikan pengalaman mereka, termasuk tantangan yang dihadapi saat menjalankan kegiatan sosial. Beberapa siswa menyadari bahwa kegiatan yang mereka lakukan selama ini masih terbatas pada kelompok kecil. Melalui refleksi bersama, mereka sepakat memperluas dampak dengan melibatkan teman dari kelas lain serta lingkungan sekitar.

Pendekatan refleksi ini memberikan ruang bagi siswa untuk memahami makna tanggung jawab sebagai warga sekolah dan masyarakat. Mereka tidak hanya melakukan kegiatan sosial, tetapi juga mengevaluasi dan merencanakan langkah lanjutan. Nilai-nilai kepedulian, tanggung jawab, dan kerja sama tumbuh secara alami melalui proses membaca, berdiskusi, dan menulis refleksi.

Sebagai pendiri Taman Bacaan Masyarakat Akhyar Center, penggagas kegiatan ini menegaskan bahwa literasi harus mampu membangun kesadaran sosial. Membaca tidak berhenti pada teks, tetapi menjadi jembatan untuk memahami kehidupan. Melalui refleksi, siswa belajar bahwa setiap tindakan memiliki dampak, sekecil apa pun.

Kegiatan ini juga menunjukkan sinergi antara pembelajaran di sekolah dan gerakan literasi masyarakat. Taman bacaan menjadi ruang lanjutan untuk memperdalam refleksi dan memperluas praktik kewargaan. Anak-anak tidak hanya membaca, tetapi juga merancang aksi nyata yang dapat mereka lakukan bersama.

Hasil dari kegiatan ini terlihat pada meningkatnya kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar. Mereka mulai berinisiatif menjaga kebersihan, berbagi bahan bacaan, dan membantu teman secara sukarela. Refleksi yang dilakukan secara rutin membantu siswa memahami bahwa menjadi warga yang baik memerlukan kesadaran, bukan sekadar instruksi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan budaya literasi reflektif dapat terus berkembang. Sinergi antara pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan gerakan literasi di Taman Bacaan Masyarakat Akhyar Center menjadi contoh bahwa refleksi dapat menjadi praktik kewargaan yang bermakna. Kegiatan sederhana ini diharapkan mampu menumbuhkan generasi yang peduli, bertanggung jawab, dan aktif berkontribusi bagi lingkungan sekitar.

Sabtu, 18 April 2026

TBM Akhyar Center Ikuti Bimtek Komunitas Penggerak Literasi se-Sumatera Selatan


TBM Akhyar Center, Palembang — Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center menjadi salah satu peserta dalam kegiatan Pembinaan Komunitas Penggerak Literasi: Bimbingan Teknis Komunitas Penggerak Literasi Kategori C yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 17–19 April 2026, di Hotel Grand Duta Syariah Palembang dengan melibatkan 30 perwakilan komunitas literasi dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Selatan.

Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan, Desi Ari Pressanti. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pengelolaan komunitas literasi secara profesional, berkelanjutan, serta mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan budaya baca tulis masyarakat.

Menurutnya, bimbingan teknis ini menjadi ruang penguatan kapasitas bagi komunitas literasi agar mampu merancang program yang terstruktur dan berorientasi pada keberlanjutan. Ia juga berharap kegiatan ini dapat mendorong komunitas untuk semakin aktif mengembangkan gerakan literasi di daerah masing-masing.

Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta mendapatkan berbagai materi aplikatif yang relevan dengan kebutuhan komunitas literasi. Materi tersebut meliputi penyusunan program kerja komunitas, teknik penulisan proposal kegiatan, hingga penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang efektif dan akuntabel.

Ketua pelaksana kegiatan, Novita Afriyanti, menyampaikan bahwa bimbingan teknis ini dirancang untuk memberikan penguatan menyeluruh bagi komunitas literasi. Ia juga mengimbau seluruh peserta untuk mengikuti setiap sesi dengan sungguh-sungguh agar manfaat kegiatan dapat dirasakan secara maksimal.

Suasana kegiatan berlangsung khidmat namun tetap hangat dan interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi, berbagi pengalaman lapangan, serta kolaborasi antar komunitas yang berasal dari berbagai daerah di Sumatera Selatan.

TBM Akhyar Center sebagai salah satu peserta turut mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat. Partisipasi ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan serta memperkuat program literasi yang selama ini dijalankan di tengah masyarakat.

Perwakilan TBM Akhyar Center menyampaikan bahwa kegiatan bimbingan teknis ini memberikan wawasan baru, khususnya dalam perencanaan program yang lebih sistematis dan peluang pengembangan komunitas secara berkelanjutan. Selain itu, forum ini juga menjadi ruang membangun jejaring antar komunitas literasi se-Sumatera Selatan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh komunitas literasi peserta, termasuk TBM Akhyar Center, semakin kuat, adaptif, dan mampu menjadi motor penggerak peningkatan budaya literasi di masyarakat serta memperluas dampak program literasi yang inklusif dan berkelanjutan di Sumatera Selatan.

TBM Akhyar Center Ikuti Bimtek Komunitas Literasi yang Dibuka Langsung oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan di Palembang



TBM Akhyar Center - Taman Bacaan Masyarakat TBM Akhyar Center menjadi salah satu komunitas literasi yang mengikuti kegiatan Pembinaan Komunitas Penggerak Literasi melalui Bimbingan Teknis Komunitas Penggerak Literasi Kategori C yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan di Palembang pada 17–19 April 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas komunitas literasi dalam merancang program yang berdampak bagi masyarakat.

Kegiatan bimbingan teknis secara resmi dibuka langsung oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa komunitas literasi memiliki peran penting sebagai penggerak budaya baca dan peningkatan kecakapan literasi masyarakat di berbagai daerah.

Acara pembukaan diawali dengan pendaftaran ulang peserta, menyanyikan lagu Indonesia Raya, laporan ketua pelaksana, sambutan Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan, pembacaan doa, serta sesi foto bersama. Suasana pembukaan berlangsung khidmat sekaligus menjadi ajang silaturahmi antar komunitas literasi yang hadir.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi kebijakan literasi di daerah yang disampaikan oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan. Materi ini memberikan gambaran arah penguatan literasi serta peluang kolaborasi antara pemerintah dan komunitas literasi.

Kegiatan dilanjutkan dengan tes awal yang difasilitasi panitia untuk memetakan pemahaman peserta terkait pengelolaan komunitas literasi. Hasil tes ini menjadi dasar dalam menentukan strategi pembelajaran selama bimbingan teknis berlangsung.

Memasuki hari kedua, materi “Merancang Program Komunitas Literasi Berdampak” disampaikan oleh Umi Laila Sari. Peserta diajak mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, menyusun tujuan program, serta merancang kegiatan yang relevan dan berdampak nyata.

TBM Akhyar Center mengikuti setiap sesi dengan aktif, terutama saat praktik penyusunan program. Berbagai ide kegiatan dirancang, mulai dari penguatan literasi keluarga, kelas membaca anak, hingga kegiatan literasi berbasis komunitas yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi penulisan proposal kegiatan komunitas penggerak literasi oleh Elly Sumantri. Melalui bimbingan teknis ini, TBM Akhyar Center diharapkan mampu mengembangkan program literasi yang lebih terarah, inovatif, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

© Copyright 2019-2026 TBM Akhyar Center | All Right Reserved