TBM Akhyar Center - Di tengah arus globalisasi yang serba cepat, TBM Akhyar Center menghadirkan ruang belajar alternatif dengan mengajak anak-anak mengenal kurikulum Palestina sebagai jendela memahami ketangguhan pendidikan di tengah keterbatasan. Kegiatan ini tidak dimaksudkan sebagai perbandingan politik, melainkan sebagai pembelajaran nilai: bagaimana sebuah bangsa tetap menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama meski berada dalam tekanan. Anak-anak diajak melihat bahwa sekolah bukan sekadar ruang kelas, tetapi simbol harapan dan daya tahan.
Dalam sesi pengenalan tersebut, relawan memaparkan gambaran umum sistem pendidikan di Palestina yang menekankan identitas, sejarah, bahasa, serta pembentukan karakter kolektif. Anak-anak dikenalkan pada bagaimana kurikulum dirancang untuk menjaga jati diri budaya sekaligus mendorong literasi dan numerasi. Diskusi berlangsung hangat, karena materi disampaikan melalui cerita, peta, dan buku bacaan anak yang relevan dengan usia mereka.
Salah satu hal yang ditekankan adalah bagaimana pelajar di kota seperti Gaza tetap belajar dalam kondisi yang tidak selalu ideal. Dari sini, anak-anak di TBM Akhyar Center belajar tentang ketekunan. Mereka memahami bahwa akses pendidikan yang mereka miliki adalah anugerah yang perlu disyukuri. Proses ini menumbuhkan empati global sekaligus kesadaran akan pentingnya memanfaatkan kesempatan belajar dengan sungguh-sungguh.
Kegiatan ini juga membahas bagaimana kurikulum Palestina mengintegrasikan sejarah nasional dalam pembelajaran sehari-hari. Anak-anak diajak berdiskusi tentang arti identitas dan bagaimana setiap bangsa memiliki narasi perjuangan masing-masing. Relawan mengemasnya dalam bahasa sederhana agar mudah dipahami, tanpa kehilangan kedalaman makna. Dengan pendekatan ini, literasi sejarah tidak terasa berat, melainkan mengalir sebagai kisah inspiratif.
TBM Akhyar Center memadukan pengenalan kurikulum tersebut dengan kegiatan membaca bersama. Buku-buku tentang budaya Timur Tengah, kisah anak-anak di berbagai belahan dunia, serta cerita perjuangan pendidikan dibacakan dan didiskusikan. Anak-anak tidak hanya menerima informasi, tetapi diajak berpikir kritis: apa yang bisa dipelajari dari sistem pendidikan yang bertahan di tengah tantangan besar?
Selain aspek akademik, pembahasan juga menyentuh nilai solidaritas dan kemanusiaan. Anak-anak diajak memahami bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam menjaga martabat suatu bangsa. Diskusi kecil dilakukan untuk menghubungkan konteks Palestina dengan kehidupan mereka sehari-hari. Mereka diajak bertanya: bagaimana kita bisa menjaga semangat belajar, meski menghadapi kesulitan pribadi?
Kegiatan ini sekaligus memperluas wawasan global anak-anak. Mereka menyadari bahwa dunia pendidikan tidak tunggal dan setiap negara memiliki pendekatan berbeda sesuai konteks sosial-budayanya. Melalui pengenalan kurikulum Palestina, TBM Akhyar Center menanamkan sikap terbuka terhadap keberagaman sistem pendidikan dunia, sekaligus menguatkan identitas lokal sebagai bagian dari masyarakat Indonesia.
Antusiasme anak-anak terlihat ketika mereka mulai membandingkan mata pelajaran yang mereka pelajari dengan yang diajarkan di Palestina. Percakapan sederhana itu melatih kemampuan analitis sejak dini. Mereka belajar bahwa memahami dunia bukan berarti kehilangan jati diri, tetapi justru memperkaya perspektif. Literasi global pun tumbuh secara alami melalui dialog dan bacaan.
Melalui program ini, TBM Akhyar Center menunjukkan bahwa literasi dapat menjadi jembatan solidaritas dan pemahaman lintas bangsa. Mengenal kurikulum Palestina bukan sekadar mengetahui struktur mata pelajaran, melainkan belajar tentang keteguhan, identitas, dan pentingnya pendidikan sebagai cahaya dalam situasi apa pun. Dari ruang baca sederhana, anak-anak diajak menatap dunia dengan empati dan semangat belajar yang lebih luas.


Follow TBM Akhyar Center on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram