TBM Akhyar Center - Ramadhan di TBM Akhyar Center selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Jika di banyak tempat anak-anak menunggu waktu berbuka dengan bermain gawai atau bercengkerama tanpa arah, di sini mereka memilih duduk bersama, membuka buku, dan menyelami kisah-kisah inspiratif. Ruang baca yang sederhana berubah menjadi ruang penuh cahaya makna. Di antara detik-detik menanti azan magrib, lembaran buku dibalik dengan antusias, menghadirkan pengalaman Ramadhan yang tidak hanya spiritual, tetapi juga intelektual.
Setiap sore, anak-anak datang lebih awal dengan wajah ceria. Mereka langsung mengambil posisi favorit—ada yang dekat jendela, ada yang bersandar di rak buku, ada pula yang duduk melingkar bersama teman-temannya. Relawan menyambut dengan hangat, membantu memilihkan bacaan yang sesuai usia dan minat. Dari cerita nabi, kisah sahabat, hingga buku pengetahuan populer, semua menjadi bagian dari petualangan literasi yang menyenangkan.
Keseruan membaca bersama bukan hanya terletak pada aktivitas membaca itu sendiri, tetapi juga pada interaksi setelahnya. Anak-anak saling berbagi cerita tentang tokoh yang mereka kagumi atau pelajaran yang mereka dapatkan. Diskusi kecil pun tumbuh spontan. Suasana menjadi hidup, penuh tawa dan rasa ingin tahu. Ramadhan terasa lebih bermakna karena diisi dengan percakapan yang membangun dan memperkaya wawasan.
Menariknya, kegiatan ini tidak terasa seperti kewajiban. Anak-anak mengikuti dengan sukarela, bahkan saling mengajak teman untuk bergabung. Mereka mulai merasakan bahwa membaca dapat menjadi aktivitas yang seru dan menenangkan. Di tengah rasa lapar dan dahaga, pikiran justru terasa lebih segar karena terlibat dalam kisah dan pengetahuan baru. Waktu menunggu berbuka pun berlalu tanpa terasa.
TBM Akhyar Center juga menyisipkan sesi membaca nyaring secara bergantian. Anak-anak maju satu per satu membacakan paragraf pilihan mereka. Kegiatan ini melatih keberanian dan kepercayaan diri. Teman-teman yang lain mendengarkan dengan penuh perhatian. Dari situ tumbuh rasa saling menghargai dan semangat kebersamaan yang kuat.
Selain membaca, ada pula sesi refleksi singkat menjelang berbuka. Anak-anak diminta menyebutkan satu nilai kebaikan yang mereka temukan dari bacaan hari itu. Ada yang menyebut kejujuran, ada yang menekankan pentingnya tolong-menolong, dan ada yang terinspirasi tentang keteguhan hati. Nilai-nilai tersebut kemudian dihubungkan dengan makna puasa sebagai latihan kesabaran dan pengendalian diri.
Keseruan Ramadhan di TBM Akhyar Center juga terasa saat takjil sederhana dibagikan setelah sesi membaca selesai. Anak-anak menutup buku dengan senyum puas, lalu berdoa bersama sebelum berbuka. Momen ini menjadi penutup yang hangat setelah perjalanan literasi yang menyenangkan. Ada rasa kebersamaan yang sulit digantikan oleh aktivitas lain.
Kegiatan membaca bersama ini perlahan membentuk kebiasaan positif. Beberapa anak mulai meminjam buku untuk dibaca di rumah. Ada pula yang mulai menulis ringkasan cerita di buku catatan kecil mereka. Perubahan sederhana ini menjadi tanda bahwa benih literasi mulai tumbuh. Ramadhan bukan hanya momentum ibadah tahunan, tetapi juga waktu yang tepat untuk membangun tradisi membaca.
Melalui keseruan membaca bersama, TBM Akhyar Center menunjukkan bahwa Ramadhan bisa dirayakan dengan cara yang kreatif dan mendidik. Menunggu berbuka tidak lagi identik dengan kebosanan, melainkan dengan petualangan ilmu yang menggembirakan. Di ruang sederhana itu, anak-anak belajar bahwa buku adalah sahabat terbaik—terutama di bulan suci yang penuh berkah dan cerita.


Follow TBM Akhyar Center on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram