TBM Akhyar Center - Bulan Ramadhan selalu identik dengan ibadah, refleksi, dan penguatan spiritual. Namun di TBM Akhyar Center, Ramadhan juga menjadi momentum strategis untuk menyerukan gerakan literasi yang lebih hidup dan bermakna. Di tengah suasana yang syahdu, anak-anak dan remaja diajak memaknai puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari kesia-siaan waktu. Literasi hadir sebagai jalan produktif untuk mengisi hari-hari Ramadhan dengan aktivitas yang mencerahkan pikiran dan hati.
Setiap sore, sebelum waktu berbuka tiba, ruang baca TBM Akhyar Center dipenuhi anak-anak yang membawa semangat belajar. Mereka duduk melingkar, membaca buku cerita, kisah teladan, hingga bacaan pengetahuan populer. Relawan mendampingi dengan pendekatan yang hangat dan partisipatif, menciptakan suasana belajar yang inklusif. Kegiatan ini menjadi bentuk konkret bahwa budaya membaca dapat tumbuh dalam suasana religius yang penuh kedamaian.
Seruan literasi di bulan suci ini juga disampaikan melalui diskusi ringan setelah sesi membaca. Anak-anak diajak menceritakan kembali isi buku yang mereka baca, mengasah kemampuan memahami dan menyampaikan gagasan. Proses ini melatih daya kritis sekaligus membangun rasa percaya diri. Ramadhan pun menjadi ruang pembelajaran dialogis, bukan hanya ruang ritual yang monoton.
TBM Akhyar Center menekankan bahwa tradisi membaca memiliki akar kuat dalam sejarah peradaban Islam. Wahyu pertama yang diterima oleh Muhammad adalah perintah untuk membaca, sebagaimana tercantum dalam Al-Qur'an. Spirit inilah yang menjadi landasan moral gerakan literasi di bulan Ramadhan. Anak-anak diperkenalkan bahwa membaca bukan sekadar keterampilan akademik, tetapi juga bagian dari penguatan iman dan akhlak.
Selain membaca buku cetak, TBM Akhyar Center juga memanfaatkan media kreatif seperti pembacaan puisi Ramadhan, lomba resensi buku, dan pojok refleksi harian. Ragam aktivitas ini dirancang agar literasi tidak terasa kaku, melainkan menyenangkan. Anak-anak belajar bahwa membaca dapat melahirkan karya, ide, dan inspirasi yang bermanfaat bagi sesama.
Ramadhan juga dimaknai sebagai bulan berbagi. Karena itu, TBM Akhyar Center mengajak masyarakat menyumbangkan buku bacaan layak pakai untuk memperkaya koleksi perpustakaan komunitas. Gerakan ini memperluas partisipasi publik dalam membangun budaya literasi. Buku-buku yang terkumpul menjadi simbol kepedulian kolektif terhadap masa depan generasi muda.
Antusiasme peserta terlihat dari konsistensi kehadiran mereka setiap hari. Meski dalam keadaan berpuasa, semangat membaca tidak surut. Bahkan, banyak anak yang mulai meminjam buku untuk dibaca di rumah. Perubahan kecil ini menjadi indikator bahwa literasi mulai menjadi kebiasaan, bukan sekadar program musiman.
Lebih jauh, seruan literasi di bulan Ramadhan ini menjadi strategi membangun karakter. Membaca melatih kesabaran, konsentrasi, dan kemampuan berpikir mendalam—nilai-nilai yang selaras dengan makna puasa itu sendiri. Dengan demikian, aktivitas literasi bukan hanya meningkatkan kecerdasan kognitif, tetapi juga memperkuat dimensi emosional dan spiritual anak-anak.
Melalui gerakan ini, TBM Akhyar Center ingin menegaskan bahwa Ramadhan adalah momentum kebangkitan ilmu. Di antara lantunan doa dan azan magrib yang dinanti, ada lembar-lembar buku yang dibaca dengan penuh kesungguhan. Literasi pun menggema sebagai cahaya yang menyempurnakan makna ibadah, menumbuhkan generasi yang tidak hanya taat secara spiritual, tetapi juga kuat dalam wawasan dan pemikiran.


Follow TBM Akhyar Center on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram