TBM Akhyar Center - Di era digital yang semakin maju, literasi digital dan kecerdasan buatan (AI) telah menjadi pilar penting dalam pendidikan. Sekolah-sekolah di seluruh dunia berupaya untuk mengintegrasikan teknologi ini ke dalam kurikulum mereka, mempersiapkan siswa untuk tantangan dan peluang di masa depan. Salah satu platform yang muncul sebagai solusi inovatif dalam upaya ini adalah Assemblr, sebuah aplikasi realitas tertambah (Augmented Reality/AR) dan 3D yang menjembatani kesenjangan antara pendidikan tradisional dan dunia digital yang imersif.
Assemblr menawarkan pendekatan yang revolusioner dalam pembelajaran, mengubah materi pelajaran yang statis menjadi pengalaman interaktif dan menarik. Dengan Assemblr, guru dapat menciptakan konten 3D dan AR yang kaya, mulai dari model anatomi manusia yang dapat diputar, simulasi tata surya yang dapat dijelajahi, hingga rekonstruksi sejarah yang dapat dihidupkan kembali. Visualisasi yang mendalam ini tidak hanya mempermudah pemahaman konsep-konsep kompleks, tetapi juga membangkitkan rasa ingin tahu dan keterlibatan siswa.
Salah satu keunggulan utama Assemblr adalah kemampuannya untuk menumbuhkan literasi digital secara inheren. Siswa tidak hanya menjadi konsumen pasif informasi, tetapi juga produsen konten digital. Mereka dapat menggunakan Assemblr untuk membuat proyek-proyek mereka sendiri, seperti presentasi AR tentang ekosistem lokal atau model 3D bangunan bersejarah. Proses kreatif ini melatih keterampilan penting abad ke-21, termasuk pemikiran kritis, pemecahan masalah, kreativitas, dan kolaborasi.
Selain itu, Assemblr secara tidak langsung memperkenalkan siswa pada konsep-konsep dasar kecerdasan buatan. Meskipun Assemblr itu sendiri bukanlah platform AI, proses pembuatan konten 3D dan AR seringkali melibatkan pemikiran komputasi dan pemahaman tentang bagaimana data visual diproses dan disajikan. Siswa mulai memahami bagaimana teknologi dapat digunakan untuk menciptakan pengalaman yang cerdas dan responsif, membuka pintu bagi pemahaman yang lebih dalam tentang AI di kemudian hari.
Dalam konteks pengajaran dan pembelajaran, Assemblr berfungsi sebagai alat yang sangat adaptif. Guru dapat menggunakannya untuk memperkaya pelajaran di berbagai mata pelajaran, mulai dari sains dan sejarah hingga seni dan bahasa. Misalnya, dalam pelajaran biologi, siswa dapat memindai gambar di buku teks mereka dan melihat organ-organ tubuh manusia dalam bentuk 3D yang interaktif, memungkinkan mereka untuk memahami struktur dan fungsi dengan lebih baik.
Manfaat Assemblr meluas hingga ke pengembangan keterampilan abad ke-21 yang holistik. Dengan mendorong eksplorasi dan eksperimen, Assemblr membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis. Mereka belajar untuk tidak hanya mengingat fakta, tetapi juga untuk memahami konsep secara mendalam melalui interaksi langsung dengan model 3D dan AR. Ini adalah fondasi penting untuk kesuksesan di dunia yang digerakkan oleh data dan AI.
Selain itu, aspek kolaboratif dari Assemblr juga patut disoroti. Siswa dapat bekerja sama dalam kelompok untuk membuat proyek AR, memupuk keterampilan komunikasi dan kerja tim. Mereka belajar untuk berbagi ide, memberikan umpan balik, dan membangun sesuatu secara kolektif, yang semuanya merupakan keterampilan vital dalam lingkungan kerja modern yang seringkali bersifat interdisipliner.
Dengan demikian, Assemblr bukan hanya sekadar alat bantu pengajaran; ia adalah jembatan yang menghubungkan siswa dengan dunia literasi digital dan kecerdasan buatan. Dengan menyediakan platform yang intuitif dan menarik untuk menciptakan dan berinteraksi dengan konten 3D dan AR, Assemblr memberdayakan siswa untuk menjadi pembelajar yang aktif, kreatif, dan siap menghadapi masa depan yang didominasi oleh teknologi. Ini adalah investasi dalam pendidikan yang tidak hanya relevan, tetapi juga transformatif.


Follow TBM Akhyar Center on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram