Rabu, 04 Februari 2026

​Pembelajaran Imersif dan Literasi Digital: Studi Pemanfaatan Assemblr dalam Kelas Interaktif

​Pembelajaran Imersif dan Literasi Digital: Studi Pemanfaatan Assemblr dalam Kelas Interaktif




TBM Akhyar Center - Dalam era digital yang terus berkembang pesat, metode pembelajaran tradisional semakin ditantang untuk beradaptasi dengan kebutuhan generasi muda yang terbiasa dengan teknologi. Pembelajaran imersif, yang memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pengalaman belajar yang mendalam dan interaktif, muncul sebagai solusi inovatif. Konsep ini tidak hanya berfokus pada transfer informasi, tetapi juga pada bagaimana siswa dapat terlibat secara aktif dan mendalam dengan materi pelajaran. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih relevan, menarik, dan efektif, mempersiapkan siswa untuk tantangan dunia nyata.

​Pemanfaatan teknologi dalam pendidikan juga erat kaitannya dengan peningkatan literasi digital siswa. Literasi digital bukan hanya kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga memahami, mengevaluasi, dan menciptakan informasi secara aman dan bertanggung jawab di lingkungan digital. Dalam konteks pembelajaran imersif, siswa tidak hanya mengonsumsi konten, tetapi juga belajar cara berinteraksi, berkolaborasi, dan bahkan menciptakan konten digital mereka sendiri, sehingga secara tidak langsung mengasah kemampuan literasi digital mereka.

​Salah satu platform yang menjanjikan dalam mendukung pembelajaran imersif adalah Assemblr. Assemblr adalah platform pembuatan konten augmented reality (AR) yang memungkinkan pengguna untuk membuat, berbagi, dan menikmati pengalaman AR interaktif. Dengan Assemblr, materi pelajaran yang semula statis dapat diubah menjadi objek 3D atau animasi yang dapat dieksplorasi siswa secara langsung melalui perangkat mereka. Ini membuka dimensi baru dalam pembelajaran, memungkinkan siswa untuk "masuk" ke dalam materi pelajaran.

​Studi kasus pemanfaatan Assemblr dalam kelas interaktif menunjukkan dampak positif yang signifikan. Dalam sebuah eksperimen di kelas sains, siswa yang belajar tentang tata surya menggunakan model 3D interaktif yang dibuat dengan Assemblr menunjukkan pemahaman konsep yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok kontrol yang menggunakan metode tradisional. Mereka dapat memutar, memperbesar, dan bahkan "berjalan" mengelilingi planet-planet, membuat konsep abstrak menjadi lebih konkret dan mudah dipahami. 

Selain itu, Assemblr juga memfasilitasi pembelajaran kolaboratif. Siswa dapat bekerja dalam kelompok untuk membuat proyek AR mereka sendiri, misalnya, membuat museum virtual tentang sejarah lokal atau tur interaktif ke bagian dalam tubuh manusia. Proses ini tidak hanya meningkatkan pemahaman mereka tentang materi pelajaran, tetapi juga mengembangkan keterampilan abad ke-21 seperti kerja tim, komunikasi, dan pemecahan masalah.

​Dari segi literasi digital, pemanfaatan Assemblr mendorong siswa untuk menjadi produsen konten digital, bukan hanya konsumen. Mereka belajar bagaimana menggunakan alat digital untuk menciptakan representasi visual dari ide-ide mereka, memahami antarmuka pengguna, dan mengatasi tantangan teknis yang mungkin timbul. Ini adalah keterampilan krusial di dunia modern di mana kemampuan untuk menciptakan dan berinovasi dengan teknologi sangat dihargai.

​Tantangan dalam implementasi Assemblr, atau teknologi imersif lainnya, tentu ada. Ketersediaan perangkat yang memadai, koneksi internet yang stabil, serta pelatihan guru yang memadai adalah beberapa faktor yang perlu diperhatikan. Namun, dengan perencanaan yang matang dan dukungan yang tepat, hambatan ini dapat diatasi, membuka jalan bagi pengalaman belajar yang lebih kaya dan mendalam.

​Secara keseluruhan, pembelajaran imersif dengan memanfaatkan platform seperti Assemblr menunjukkan potensi besar untuk merevolusi pendidikan. Ini tidak hanya membuat pembelajaran lebih menarik dan efektif, tetapi juga secara aktif mengembangkan literasi digital siswa, mempersiapkan mereka untuk masa depan yang semakin digital. Dengan terus mengeksplorasi dan mengimplementasikan teknologi ini, kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan relevan bagi generasi mendatang.

​Oleh karena itu, sangat penting bagi lembaga pendidikan dan para pendidik untuk merangkul inovasi ini. Investasi dalam teknologi, pelatihan guru, dan pengembangan kurikulum yang adaptif akan menjadi kunci keberhasilan dalam mengintegrasikan pembelajaran imersif dan literasi digital secara efektif, memastikan bahwa siswa tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia digital yang terus berubah.


Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019-2025 TBM Akhyar Center | All Right Reserved