Kamis, 29 Oktober 2026

Ketua TBM Akhyar Center Terpilih sebagai Peserta STEMBA Bootcamp Wardah Inspiring Teacher x ITB, Perkuat Inovasi Pendidikan Berbasis STEM

 


PRABUMULIH – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan dan gerakan literasi Kota Prabumulih. Ketua Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center terpilih menjadi salah satu peserta STEMBA Bootcamp, program kolaborasi Wardah Inspiring Teacher (WIT) bersama Institut Teknologi Bandung (ITB). Kesempatan ini menjadi langkah penting dalam memperluas wawasan, mengembangkan kompetensi, dan memperkuat inovasi pembelajaran yang berdampak bagi peserta didik.

STEMBA Bootcamp merupakan program pengembangan kapasitas yang memberikan ruang bagi pendidik untuk memperdalam pendekatan pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Melalui program ini, peserta diharapkan mampu mengembangkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, kreatif, dan relevan dengan tantangan pendidikan masa kini.

Terpilihnya Ketua TBM Akhyar Center menjadi bagian dari program tersebut merupakan sebuah pencapaian yang membanggakan. Keikutsertaan ini sekaligus menunjukkan semangat untuk terus bertumbuh, belajar, dan membuka diri terhadap berbagai pendekatan baru dalam pendidikan. Bagi seorang pendidik dan pegiat literasi, pengembangan kompetensi merupakan bagian penting dari upaya menghadirkan pembelajaran yang bermakna.

Program ini juga menjadi kesempatan untuk mempertemukan semangat inovasi pendidikan dengan pendekatan ilmiah dan teknologi. Kolaborasi Wardah Inspiring Teacher bersama ITB diharapkan dapat memperkaya perspektif peserta dalam merancang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mendorong kemampuan berpikir kritis, kreativitas, pemecahan masalah, dan kolaborasi.

Sebagai Ketua TBM Akhyar Center yang berada di bawah naungan Yayasan Akhyar Bestari Indonesia, kesempatan ini memiliki makna lebih luas daripada pencapaian pribadi. Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal untuk memperkuat berbagai kegiatan literasi, pendampingan belajar, serta pengembangan program pendidikan yang menjangkau masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda.

Semangat mengikuti STEMBA Bootcamp sejalan dengan komitmen TBM Akhyar Center dalam menghadirkan ruang belajar yang terbuka, menyenangkan, dan mendorong anak-anak untuk berani bermimpi. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir ilmiah, memanfaatkan teknologi, serta menciptakan solusi atas persoalan di lingkungan sekitar.

Keikutsertaan dalam program ini juga menjadi pengingat bahwa pendidik perlu terus menjadi pembelajar sepanjang hayat. Perubahan zaman menuntut guru dan pegiat pendidikan untuk senantiasa memperbarui pengetahuan, mengeksplorasi metode pembelajaran, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. Dengan demikian, inovasi yang dikembangkan tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Ke depan, pengalaman mengikuti STEMBA Bootcamp diharapkan dapat diterapkan dan dibagikan melalui praktik baik, penguatan komunitas belajar, serta pengembangan kegiatan pendidikan dan literasi di Kota Prabumulih. Semangat kolaborasi antara pendidik, komunitas, dan lembaga pendidikan menjadi modal penting untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih inklusif, inovatif, dan berdampak.

Pencapaian ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil: kemauan untuk terus belajar, keberanian mencoba hal baru, dan konsistensi berbagi manfaat. Melalui STEMBA Bootcamp Wardah Inspiring Teacher bersama ITB, Ketua TBM Akhyar Center membawa semangat untuk terus bertumbuh dan berkontribusi, karena dari ruang kelas dan gerakan literasi, masa depan generasi bangsa dibangun bersama.

Sabtu, 24 Oktober 2026

Ketua TBM Akhyar Center Dampingi Siswa SMPIT Ishlahul Ummah Menulis Cerita, Tumbuhkan Generasi Muda Kreatif Dan Literat

 


Prabumulih — Menulis bukan sekadar merangkai kata, melainkan perjalanan menemukan gagasan, mengolah pengalaman, dan menyampaikan imajinasi kepada dunia. Semangat inilah yang mewarnai kegiatan Workshop dan Pendampingan Menulis Cerita bersama adik-adik SMPIT Ishlahul Ummah yang didampingi oleh Ketua Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center, sebuah komunitas literasi yang berada di bawah naungan Yayasan Akhyar Bestari Indonesia.

Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang mendorong peserta didik untuk berani menuangkan pikiran ke dalam tulisan. Melalui pendampingan yang dekat dengan dunia remaja, siswa diajak memahami bahwa setiap orang memiliki cerita yang layak ditulis, baik yang bersumber dari pengalaman sehari-hari, lingkungan sekitar, maupun imajinasi mereka sendiri.

Dalam prosesnya, menulis diperkenalkan sebagai keterampilan yang dapat tumbuh melalui latihan, ketekunan, dan keberanian untuk mencoba. Para siswa didorong untuk menemukan ide, menentukan tema, membangun alur cerita, mengembangkan tokoh, serta memilih kata-kata yang mampu menghidupkan cerita agar lebih menarik bagi pembaca.

Pendampingan ini juga menekankan pentingnya proses kreatif. Sebuah tulisan tidak harus langsung sempurna pada percobaan pertama. Ide dapat dikembangkan, kalimat dapat diperbaiki, dan cerita dapat disempurnakan melalui proses membaca ulang serta melakukan penyuntingan. Dengan demikian, siswa belajar menghargai proses sekaligus membangun kepercayaan diri terhadap karya mereka sendiri.

Bagi TBM Akhyar Center, kegiatan literasi seperti ini merupakan bagian dari upaya memperluas makna taman bacaan di tengah masyarakat. Literasi tidak berhenti pada kemampuan membaca, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, mengolah gagasan, dan menghasilkan karya yang bermanfaat. Anak-anak perlu mendapatkan ruang yang mendukung agar potensi tersebut dapat berkembang secara optimal.

Sebagai komunitas literasi di bawah naungan Yayasan Akhyar Bestari Indonesia, TBM Akhyar Center terus mendorong terciptanya ruang belajar yang kolaboratif dan inspiratif. Sinergi dengan satuan pendidikan menjadi salah satu langkah penting untuk memperluas akses kegiatan literasi sekaligus memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengembangkan minat, bakat, dan kreativitas melalui kegiatan membaca dan menulis.

Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital, kemampuan menulis menjadi semakin relevan. Melalui tulisan, generasi muda tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga dapat menjadi pencipta konten yang kreatif, bertanggung jawab, dan bermakna. Keterampilan ini sekaligus menjadi bekal untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, menyampaikan pendapat secara santun, serta membagikan gagasan yang membawa manfaat bagi orang lain.

Workshop dan pendampingan menulis cerita ini diharapkan menjadi langkah awal bagi tumbuhnya penulis-penulis muda dari lingkungan SMPIT Ishlahul Ummah. Setiap karya yang lahir menjadi bukti bahwa potensi anak perlu diberi kesempatan untuk tumbuh. Dukungan, apresiasi, dan pendampingan yang berkelanjutan akan membantu mereka menjaga semangat berkarya sekaligus berani menyelesaikan tulisan hingga menjadi karya yang utuh.

Melalui kegiatan ini, TBM Akhyar Center di bawah naungan Yayasan Akhyar Bestari Indonesia berharap semangat literasi terus tumbuh di sekolah maupun masyarakat. Sebab, ketika anak-anak diberi ruang untuk membaca, berpikir, dan menulis, mereka sedang membangun bekal untuk masa depan. Dari keberanian menulis sebuah cerita, tumbuh keyakinan bahwa setiap anak memiliki suara, gagasan, dan kesempatan untuk menginspirasi dunia.

Kamis, 22 Oktober 2026

Lentera Literasi dari TBM Akhyar Center: Mengukir Generasi Emas di Hari Santri Nasional 2026



PRABUMULIH - Peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2026 kembali menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen bangsa, khususnya kalangan pesantren. Mengusung semangat "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas", perayaan tahun ini menegaskan kembali peran historis dan strategis santri. Di era modern, tantangan santri tidak lagi sekadar perjuangan fisik melawan penjajah, melainkan perjuangan intelektual menghadapi arus informasi global. Oleh karena itu, penguatan kapasitas santri melalui literasi menjadi sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar lagi agar mereka siap memimpin di masa depan.

Menjawab panggilan zaman tersebut, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center yang bernaung di bawah Yayasan Akhyar Bestari Indonesia mengambil langkah proaktif dan inspiratif. Ketua TBM Akhyar Center memandang bahwa perayaan Hari Santri 2026 adalah titik tolak yang sangat tepat untuk merevolusi budaya baca dan tulis di kalangan generasi muda Islam. Yayasan ini berkomitmen kuat untuk tidak sekadar menjadi tempat meminjam buku, melainkan bertransformasi menjadi pusat peradaban yang menghidupkan nalar kritis masyarakat, khususnya para santri.

Menurut pandangan visioner Ketua TBM Akhyar Center, makna literasi bagi santri saat ini harus diperluas spektrumnya. Literasi tidak hanya lagi terbatas pada kemampuan mengeja huruf atau menamatkan bacaan dari sampul ke sampul, tetapi juga mencakup literasi digital, literasi budaya, dan kecakapan memecahkan masalah. Santri dituntut untuk mampu memilah informasi yang benar di tengah maraknya hoaks yang bertebaran di dunia maya. Kemampuan menyaring informasi ini sejatinya sangat selaras dengan tradisi pesantren yang selalu mengedepankan prinsip tabayyun (klarifikasi) dalam menerima sebuah kabar.

Dalam implementasi nyatanya, TBM Akhyar Center telah merancang berbagai program strategis yang langsung menyasar pondok pesantren dan masyarakat di sekitarnya. Salah satu fokus utama dalam gebyar Hari Santri 2026 ini adalah mengawinkan kurikulum tradisional yang kaya nilai moral dengan keterampilan literasi modern. Ruang-ruang diskusi dibuka lebih lebar, fasilitas bahan bacaan yang variatif disediakan secara gratis, dan pelatihan menulis kreatif mulai digalakkan secara masif. Hal ini bertujuan mulia agar santri tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen gagasan yang mencerahkan peradaban.

Tradisi luhur pesantren yang sangat lekat dengan kajian kitab kuning sebenarnya merupakan modal dasar literasi yang luar biasa kuat dan mendalam. Ketua TBM Akhyar Center meyakini bahwa kebiasaan santri mendalami teks-teks klasik dengan penuh ketelitian dan bimbingan kiai adalah bentuk literasi tingkat tinggi. Tantangannya kini adalah bagaimana mentransformasikan ketekunan membaca kitab tersebut ke dalam kemampuan merespons isu-isu sosial kontemporer. Melalui pendampingan intensif dari Yayasan Akhyar Bestari Indonesia, para santri diajak untuk berani menuliskan pemikiran mereka agar karya tersebut dapat dinikmati dan diakses oleh publik yang lebih luas.

Lebih jauh lagi, inisiatif penguatan literasi ini juga diarahkan secara khusus untuk memupuk jiwa kepemimpinan intelektual para santri. Dengan wawasan yang luas hasil dari membaca ragam literatur, seorang santri akan memiliki empati dan pemahaman yang lebih tajam terhadap problematika sosial di masyarakat. TBM Akhyar Center berupaya memfasilitasi lahirnya santri-santri yang berwawasan global namun tetap berpijak kokoh pada akar kearifan lokal. Mereka dipersiapkan untuk turun ke tengah masyarakat sebagai agen perubahan yang membawa solusi cerdas, bukan sekadar penonton di tengah pusaran perubahan zaman.

Tentu saja, langkah mulia yang diinisiasi oleh Yayasan Akhyar Bestari Indonesia ini menyadari bahwa visi besar tidak bisa diwujudkan dengan berjalan sendiri. Oleh sebab itu, Ketua TBM Akhyar Center senantiasa mengajak berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah, tokoh agama, dermawan, hingga komunitas pegiat pendidikan lainnya, untuk merajut kolaborasi. Sinergi lintas sektoral sangat dibutuhkan untuk memperluas jangkauan manfaat dari program literasi santri ini. Dukungan penyediaan infrastruktur, donasi buku-buku berkualitas, dan penyediaan mentor yang kompeten menjadi elemen penting yang terus diupayakan bersama.

Respon yang sangat positif dari para santri dan pengasuh pondok pesantren terhadap kehadiran dan program TBM Akhyar Center menjadi energi dan semangat tersendiri bagi yayasan. Terlihat antusiasme yang begitu tinggi saat para santri mulai berani mengekspresikan ide-ide segar mereka melalui karya tulis, puisi, esai, maupun saat berpartisipasi aktif dalam diskusi publik. Fakta ini membuktikan bahwa dahaga akan ilmu pengetahuan dan ruang berekspresi di kalangan santri sesungguhnya sangatlah besar. TBM Akhyar Center hadir tepat pada waktunya sebagai oase yang menyegarkan iklim intelektual di lingkungan pesantren.

Pada akhirnya, peringatan Hari Santri Nasional 2026 ini bukan sekadar seremonial tahunan semata, melainkan tonggak kebangkitan literasi santri di nusantara. Melalui dedikasi tanpa henti dari Ketua dan seluruh relawan pejuang literasi TBM Akhyar Center (Yayasan Akhyar Bestari Indonesia), secercah harapan untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas semakin nyata terlihat. Santri yang literat dan berakhlak mulia adalah pilar kekuatan bangsa; mereka adalah generasi pelurus yang akan menjaga kemurnian agama, merawat keutuhan negara, dan menerangi masa depan Indonesia dengan cahaya ilmu pengetahuan.


Senin, 19 Oktober 2026

Dari Buku Menjadi Berarti, TBM Akhyar Center Bersama Balai Bahasa Uji Kebermanfaatan Cerita Anak


PRABUMULIH - uku cerita anak bukan sekadar rangkaian kata dan gambar. Di balik setiap halaman, tersimpan peluang untuk menumbuhkan imajinasi, membangun karakter, dan menanamkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan. Semangat inilah yang mewarnai kegiatan Uji Kebermanfaatan Bahan Bacaan Cerita Anak yang melibatkan Pendiri TBM Akhyar Center bersama tim Balai Bahasa.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas literasi anak melalui bahan bacaan yang tidak hanya menarik, tetapi juga bermanfaat bagi perkembangan pembacanya. Kolaborasi antara pegiat taman bacaan masyarakat dan tim Balai Bahasa diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang pentingnya menghadirkan bacaan yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Dalam penyampaian materi, peserta diajak memahami bahwa kualitas buku cerita anak perlu dilihat dari berbagai aspek, mulai dari penggunaan bahasa, alur cerita, ilustrasi, hingga pesan yang disampaikan. Setiap unsur tersebut memiliki peran dalam membantu anak memahami isi cerita sekaligus menikmati proses membaca.

Uji kebermanfaatan bahan bacaan juga menjadi langkah penting untuk mengetahui sejauh mana cerita dapat dipahami dan diterima oleh anak. Tanggapan pembaca menjadi bahan evaluasi untuk melihat kesesuaian isi buku dengan usia, pengalaman, serta tingkat pemahaman anak.

Selain menarik dan mudah dipahami, buku cerita anak diharapkan mampu menghadirkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari. Kejujuran, kepedulian, tanggung jawab, persahabatan, dan kecintaan terhadap lingkungan dapat diperkenalkan melalui cerita yang dekat dengan pengalaman anak tanpa harus disampaikan secara menggurui.

Bagi TBM Akhyar Center, kegiatan ini sejalan dengan peran taman bacaan masyarakat sebagai ruang belajar yang terbuka, inklusif, dan menyenangkan. Kehadiran bahan bacaan yang berkualitas dapat memperkaya aktivitas literasi, baik melalui membaca mandiri, membaca bersama, maupun diskusi sederhana yang mendorong anak berani menyampaikan pendapat.

Kolaborasi bersama tim Balai Bahasa juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan budaya baca. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman diharapkan dapat mendukung pemanfaatan bahan bacaan yang lebih tepat guna, sekaligus mendorong perhatian terhadap kualitas bahasa dan isi cerita yang dikonsumsi anak-anak.

Melalui kegiatan ini, uji kebermanfaatan tidak hanya dipandang sebagai proses penilaian terhadap sebuah buku, tetapi juga sebagai upaya memastikan bahwa bahan bacaan benar-benar memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Buku yang baik semestinya mampu memantik rasa ingin tahu, memperluas wawasan, serta mendorong anak untuk bertanya, berpikir kritis, dan mengenal lingkungannya.

Pendiri TBM Akhyar Center bersama tim Balai Bahasa berharap upaya penguatan literasi ini dapat berkontribusi terhadap tumbuhnya generasi yang gemar membaca dan terus belajar. Sebab, ketika sebuah cerita mampu menyentuh pikiran dan hati anak, buku tidak lagi sekadar menjadi bacaan, tetapi menjelma menjadi jendela pengetahuan dan bekal untuk masa depan.

Minggu, 18 Oktober 2026

Lolos Seleksi, Ketua TBM Akhyar Center Terpilih Mengikuti Program Akademi Guru Pemimpin 2026 Tingkat ASEAN


PRABUMULIH – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Ketua Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center, Dwiki Al Akhyar, S.Ud., M.Pd., Gr., yang secara resmi diumumkan sebagai peserta terpilih dalam Program Akademi Guru Pemimpin Tahun 2026. Pengumuman kelulusan yang prestisius ini tersiar secara luas melalui rilis resmi visual yang dibagikan kepada publik. Keberhasilan ini semakin mengukuhkan dedikasi panjangnya di dunia pendidikan dan literasi, baik di jalur formal maupun pendidikan non-formal.

Program Akademi Guru Pemimpin Tahun 2026 ini merupakan sebuah inisiatif strategis yang diselenggarakan secara kolaboratif oleh Sekolah Guru Indonesia, Great Edunesia, dan Dompet Dhuafa. Program ini dirancang khusus untuk menjaring dan menempa para pendidik pilihan dari berbagai penjuru tanah air. Melalui proses seleksi kompetitif, pihak penyelenggara mencari sosok-sosok guru yang tidak hanya cakap dalam mengajar, tetapi juga memiliki visi kepemimpinan yang progresif untuk menggerakkan perubahan di ekosistem pendidikan.

Tujuan utama dari diselenggarakannya program bergengsi ini adalah dalam rangka mengembangkan model kepemimpinan keguruan tingkat regional (ASEAN). Akhyar akan dipersiapkan secara intensif untuk menjadi bagian dari perumusan strategi pendidikan yang melampaui batas-batas negara. Hal ini menuntut kesiapan intelektual yang mumpuni agar para guru pemimpin mampu beradaptasi dengan tantangan globalisasi dan memformulasikan solusi inovatif yang aplikatif di kawasan Asia Tenggara.

Sejalan dengan visi besar tersebut, kelulusan ini membawa amanah yang sangat strategis, di mana Akhyar diyakini siap membawa dampak di lingkup nasional & regional (ASEAN). Tagline dan harapan besar penyelenggara ini menegaskan bahwa kiprah inovasinya tidak akan berhenti di ruang-ruang kelas lokal saja. Ia diproyeksikan menjadi agen transformasi sejati yang mampu menularkan praktik baik, menginspirasi rekan sejawat lintas provinsi, dan berkontribusi pada diskursus kebijakan pendidikan internasional.

Rekam jejak Akhyar sebagai pendidik di SD Negeri 47 Prabumulih menjadi fondasi kuat yang mengantarkannya pada pencapaian luar biasa ini. Integrasi antara pengalamannya mengelola pendidikan dasar dengan penerapan inovasi pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) menjadi nilai tambah yang sangat signifikan. Kemampuannya mengaplikasikan berbagai kerangka refleksi kritis di kelas membuktikan kedalaman pemahamannya terhadap kebutuhan pedagogi di era modern.

Lebih dari itu, posisinya sebagai penggerak utama di TBM Akhyar Center, Gunung Ibul, memberikan dimensi sosial yang kaya dalam profil kepemimpinannya. Kepeduliannya terhadap gerakan literasi akar rumput menunjukkan bahwa kepemimpinan guru yang sejati adalah yang mampu memberdayakan masyarakat luas secara inklusif. Pengalaman membina komunitas baca ini akan menjadi perspektif sosiologis berharga yang dapat ia bagikan di forum Akademi Guru Pemimpin kelak.

Menanggapi pengumuman kelulusan ini, Akhyar menyampaikan rasa syukur yang mendalam dan menegaskan kesiapannya untuk menjalani seluruh rangkaian program. Ia menyadari bahwa kesempatan belajar dan berjejaring bersama Sekolah Guru Indonesia, Great Edunesia, dan Dompet Dhuafa adalah momentum berharga untuk memperluas cakrawala pemikiran. Baginya, kepemimpinan adalah tentang seberapa besar kapasitas seorang pendidik dalam memperluas ruang manfaat bagi kemajuan sumber daya manusia.

Keikutsertaan Akhyar dalam program kepemimpinan tingkat ASEAN ini juga diharapkan dapat membuka gerbang kolaborasi yang lebih luas bagi institusi pendidikan di wilayah Sumatera Selatan. Jejaring yang akan terbangun selama program berlangsung sangat berpotensi melahirkan kemitraan lintas negara, pertukaran keilmuan, serta adopsi metodologi pengajaran mutakhir. Semua ini pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan kualitas layanan pendidikan dan ekosistem literasi yang terus ia rintis dengan penuh dedikasi.

Ucapan selamat dan sukses pun terus mengalir deras kepada peserta terpilih yang berdedikasi tinggi ini. Keberhasilan Dwiki Al Akhyar menembus Program Akademi Guru Pemimpin 2026 adalah bukti nyata bahwa guru dari daerah mampu bersaing, berprestasi, dan bersuara di level internasional. Pencapaian monumental ini diharapkan mampu memantik semangat pendidik lainnya di Indonesia untuk terus berani bermimpi, berinovasi, dan mengambil peran terdepan demi mewujudkan generasi penerus yang unggul dan berkarakter.


Ketua TBM Akhyar Center Jadi Narasumber dan Penerima Anugerah Guru Inspirator di Universitas Budi Luhur



JAKARTA – Ketua Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center, Dwiki Al Akhyar, S.Ud., M.Pd., Gr., dipastikan akan hadir sebagai salah satu narasumber utama dalam forum pendidikan bergengsi di Universitas Budi Luhur, Jakarta. Kehadiran tokoh penggerak literasi asal Gunung Ibul, Prabumulih ini dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 19 November 2026 mendatang. Undangan istimewa ini diberikan seiring dengan penganugerahan gelar "Guru Inspirator Pendidikan Non Formal" yang diterima oleh Akhyar atas dedikasi dan kiprah nyatanya di tengah masyarakat.

Penghargaan "Guru Inspirator Pendidikan Non Formal" tersebut merupakan bentuk apresiasi tingkat nasional terhadap para pendidik yang berhasil memberikan dampak luar biasa di luar jalur pendidikan formal. Universitas Budi Luhur sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di ibu kota, mengambil inisiatif untuk menghadirkan para penerima anugerah ini ke hadapan para mahasiswa dan civitas akademika. Tujuannya adalah untuk menularkan semangat pengabdian serta membagikan praktik baik yang telah terbukti mampu mengubah wajah literasi di berbagai daerah.

Sosok Dwiki Al Akhyar sendiri telah lama dikenal sebagai aktivis literasi dan pendidik yang tak kenal lelah berinovasi. Selain pengabdian formalnya, inisiatif terbesarnya adalah mendirikan sekaligus memimpin TBM Akhyar Center dan Yayasan Akhyar Bestari Indonesia di Sumatera Selatan. Melalui wadah ini, Akhyar tidak hanya menyediakan akses buku bacaan secara merata, tetapi juga menciptakan berbagai program kreatif yang merangkul anak-anak hingga orang dewasa untuk mencintai dunia literasi secara berkelanjutan.

TBM Akhyar Center di bawah arahannya telah bertransformasi menjadi pusat kegiatan belajar masyarakat yang inklusif dan progresif. Di tempat ini, pendidikan non formal dihidupkan melalui berbagai kelas menulis kreatif, diskusi bedah buku, hingga pemanfaatan media digital untuk menunjang pembelajaran warga sekitar. Konsistensi dalam menjaga dan mengembangkan ruang belajar komunitas inilah yang menjadi landasan utama mengapa sosok Akhyar dinilai sangat layak menerima anugerah bergengsi di bidang pendidikan non formal tersebut.

Dalam sesi panggungnya di Universitas Budi Luhur nanti, Akhyar dijadwalkan akan memaparkan materi strategis mengenai transformasi literasi akar rumput melalui keberadaan taman bacaan masyarakat. Akhyar akan mengupas tuntas bagaimana merintis, mengelola, dan mempertahankan napas sebuah gerakan literasi di daerah agar terus relevan dengan tantangan zaman. Pengalamannya mengkombinasikan metode pendidikan yang interaktif dengan pendekatan sosial kultural diharapkan mampu membuka wawasan baru dan memantik ide kritis bagi para peserta yang hadir.

Menanggapi undangan kehormatan ini, Dwiki Al Akhyar menyampaikan rasa syukurnya yang mendalam dan menegaskan pentingnya kolaborasi. "Penghargaan dan kesempatan berbagi di Universitas Budi Luhur ini bukanlah pencapaian pribadi semata, melainkan kemenangan bagi seluruh relawan dan masyarakat Gunung Ibul yang telah bersama-sama menghidupkan TBM Akhyar Center. Saya berharap panggung ini bisa menjadi pengeras suara bagi gerakan literasi daerah agar gaungnya terdengar dan direspons positif hingga ke level nasional," ungkap Akhyar dengan penuh semangat.

Bagi civitas akademika Universitas Budi Luhur, kehadiran praktisi pendidikan non formal sekelas Akhyar diharapkan dapat menjadi jembatan penghubung antara teori akademik dan realitas di lapangan. Para mahasiswa, khususnya yang akan terjun ke dunia pendidikan maupun pengabdian masyarakat, akan mendapatkan gambaran langsung mengenai tantangan dan peluang nyata dalam memberdayakan masyarakat. Hal ini sangat sejalan dengan visi dan misi kampus dalam mencetak generasi cerdas berbudi luhur yang tanggap terhadap kondisi lingkungan sekitarnya.

Ke depan, Akhyar memiliki visi besar untuk terus memperluas jaringan kolaborasi TBM Akhyar Center dengan berbagai pihak lintas sektor, termasuk institusi pendidikan tinggi. Akhyar meyakini bahwa pendidikan non formal bukan sekadar pelengkap sistem pendidikan, melainkan pilar utama dalam membangun fondasi karakter dan literasi bangsa. Momentum kehadirannya di Jakarta pada pertengahan November mendatang akan dimanfaatkannya secara maksimal sebagai titik tolak untuk merajut kemitraan strategis demi kemajuan pendidikan di Indonesia.

Acara penganugerahan dan sesi berbagi kepraktisan baik ini rencananya akan dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, dosen, komunitas literasi nasional, hingga para pemangku kebijakan pendidikan. Publik yang ingin menyimak langsung pemaparan Dwiki Al Akhyar dan merayakan pencapaian para guru inspirator ini dapat menantikan rangkaian kegiatannya pada tanggal 19 November 2026 di Universitas Budi Luhur. Informasi lebih lanjut mengenai profil dan kegiatan TBM Akhyar Center juga dapat diakses secara terbuka melalui berbagai kanal media sosial resmi komunitas tersebut.


Ketua TBM Akhyar Center Terpilih sebagai Guru Penggerak Perubahan dalam Program Inspiring Teacher Paragon



Palembang - Ketua Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center mengikuti program Inspiring Teacher yang diselenggarakan oleh Paragon. Keikutsertaan ini menjadi langkah penting dalam memperluas wawasan, meningkatkan kapasitas diri, serta memperkuat komitmen untuk menghadirkan perubahan positif di dunia pendidikan.

Program Inspiring Teacher merupakan ruang bagi para pendidik untuk mengembangkan potensi, bertukar gagasan, dan menumbuhkan semangat inovasi dalam pembelajaran. Melalui program ini, para peserta didorong untuk melihat pendidikan tidak hanya sebagai proses penyampaian pengetahuan, tetapi juga sebagai upaya membangun karakter, kreativitas, dan masa depan generasi muda.

Dalam perjalanan mengikuti program tersebut, Ketua TBM Akhyar Center terpilih sebagai Guru Penggerak Perubahan. Pencapaian ini menjadi bentuk motivasi untuk terus menghadirkan gagasan dan tindakan nyata yang dapat memberikan dampak positif bagi peserta didik, lingkungan sekolah, serta masyarakat luas.

Terpilihnya sebagai Guru Penggerak Perubahan bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan juga amanah untuk terus belajar, berkolaborasi, dan menginspirasi. Perubahan dalam pendidikan membutuhkan pendidik yang berani mencoba pendekatan baru, terbuka terhadap perkembangan zaman, serta mampu menumbuhkan semangat belajar sepanjang hayat.

Bagi TBM Akhyar Center, pencapaian ini sejalan dengan semangat menghadirkan ruang belajar yang inklusif dan bermanfaat bagi masyarakat. Taman bacaan bukan hanya tempat untuk membaca buku, tetapi juga dapat menjadi pusat kegiatan literasi, kreativitas, pengembangan keterampilan, dan pembentukan karakter anak-anak maupun generasi muda.

Melalui semangat Guru Penggerak Perubahan, berbagai potensi yang dimiliki TBM Akhyar Center diharapkan dapat terus dikembangkan. Kegiatan literasi dapat dipadukan dengan pemanfaatan teknologi digital, pembelajaran kreatif, serta aktivitas kolaboratif yang mendorong masyarakat untuk semakin dekat dengan ilmu pengetahuan.

Keikutsertaan dalam program Inspiring Teacher yang diselenggarakan oleh Paragon juga menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring dan membangun kolaborasi dengan para pendidik yang memiliki visi serupa. Kolaborasi tersebut penting karena tantangan pendidikan saat ini tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan guru, orang tua, komunitas, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

Pencapaian ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana. Menghadirkan pembelajaran yang bermakna, membangun budaya membaca, mendampingi anak-anak untuk menemukan potensi terbaiknya, serta membuka akses terhadap pengetahuan merupakan bagian dari kontribusi nyata dalam memajukan pendidikan.

Dengan terpilihnya Ketua TBM Akhyar Center sebagai Guru Penggerak Perubahan, semangat untuk terus berkontribusi di bidang pendidikan diharapkan semakin kuat. Harapannya, pencapaian ini tidak berhenti sebagai sebuah pengakuan, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang menginspirasi lebih banyak orang untuk bergerak bersama. Sebab, pendidikan yang berkualitas lahir dari kemauan untuk terus belajar, keberanian untuk berubah, dan kepedulian untuk memberikan manfaat bagi sesama.


TBM Akhyar Center Gelar Pelatihan Merajut Gratis untuk Ibu-Ibu


Prabumulih  — Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Akhyar Center terus memperluas peran pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan kreatif dan edukatif. Salah satunya diwujudkan dengan mengadakan pelatihan merajut gratis bagi ibu-ibu sebagai upaya mengembangkan keterampilan, kreativitas, dan potensi produktif di lingkungan masyarakat.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata bahwa taman bacaan masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca buku, tetapi juga dapat menjadi ruang belajar bersama yang memberikan manfaat langsung bagi kehidupan sehari-hari. Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk belajar keterampilan baru dalam suasana yang santai, terbuka, dan penuh kebersamaan.

Pelatihan merajut dipilih karena merupakan keterampilan yang dapat dipelajari secara bertahap dengan peralatan yang relatif sederhana. Dengan benang, hakpen atau jarum rajut, serta ketekunan, peserta dapat mengenal berbagai teknik dasar hingga menghasilkan karya yang memiliki nilai guna dan nilai estetika.

Selain mengasah keterampilan tangan, kegiatan merajut juga memberikan ruang bagi ibu-ibu untuk mengembangkan kreativitas, melatih kesabaran, dan membangun rasa percaya diri. Proses belajar bersama ini sekaligus membuka kesempatan untuk saling bertukar pengalaman, mempererat silaturahmi, serta membangun lingkungan yang saling mendukung.

Penyelenggaraan pelatihan secara gratis merupakan bentuk komitmen TBM Akhyar Center dalam membuka akses belajar yang lebih luas bagi masyarakat. Kesempatan untuk mengembangkan diri diharapkan tidak terhalang oleh keterbatasan biaya, sehingga semakin banyak ibu-ibu yang dapat berpartisipasi dan memperoleh pengalaman baru.

Lebih jauh, keterampilan merajut berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan produktif. Hasil karya seperti tas, dompet, aksesori, hiasan, dan berbagai produk kerajinan lainnya dapat menjadi peluang usaha apabila dikembangkan dengan kreativitas, kualitas produk, dan strategi pemasaran yang tepat.

Di era digital, hasil karya rajutan juga dapat diperkenalkan kepada masyarakat melalui media sosial dan platform pemasaran daring. Dengan demikian, keterampilan tradisional dapat dipadukan dengan pemanfaatan teknologi untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif bagi peserta.

Melalui kegiatan ini, TBM Akhyar Center ingin menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dimulai dari langkah sederhana, yakni menyediakan ruang untuk belajar, berkarya, dan saling menguatkan. Pelatihan merajut diharapkan menjadi awal bagi tumbuhnya komunitas kreatif perempuan yang aktif, mandiri, dan terus mengembangkan potensinya.

TBM Akhyar Center berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak masyarakat dan menghadirkan beragam keterampilan yang bermanfaat. Karena belajar tidak mengenal batas usia, dan setiap keterampilan yang dipelajari dapat menjadi awal lahirnya karya, peluang, serta kemandirian. Melalui semangat berbagi dan gotong royong, TBM Akhyar Center berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan literasi dan pemberdayaan yang berdampak positif bagi masyarakat.

© Copyright 2019-2026 TBM Akhyar Center | All Right Reserved